Anda di halaman 1dari 17

MANAJEMEN PENANGGULANGAN BENCANA

PADA IBU HAMIL DAN MENYUSUI


Kelompok 1 • Maya Ulfah Aprilliya
• Nilam Herliandani • Devi Melinda
• Siti Aisyah • Novia Hartini
• Trieska Oktaverinda • Alfiani Azhari
• Kartika Asha Aprilia • Mimin Mintarsih
• Ananda Ageng Siti Fatimah • Rinda Restika
• Titi Aisyah Holik • Mardiyatul Husna Samosir
• Dziamara Al Kautsar • Regita Puri Verina Fiska
• Mulyani • Indah Dwi Lasilva
• Anisha Dwi Pratiwi
Pengertian
Penanggulangan Bencana suatu proses yang dinamis, terpadu dan
berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas langkah-langkah yang
berhubungan dengan penanganan, merupakan rangkaian kegiatan yang
meliputi pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, rehabilitasi
dan pembangunan kembali.
Penanggulangan bencana merupakan serangkaian upaya yang meliputi
penetapan kebijakan pembangunan yang berisiko timbulnya bencana,
kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat, dan rehabilitasi.
Tujuan dari penanggulangan bencana
adalah :
1. Memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman
bencana;
2. Menyelaraskan peraturan perundang-undangan yang sudah ada;
3. Menjamin terselenggaranya penanggulangan bencana secara
terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh;
4. Menghargai budaya lokal;
5. Membangun partisipasi dan kemitraan publik serta swasta
6. Mendorong semangat gotong royong, kesetiakawanan, dan
kedermawanan; dan
7. Menciptakan perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
dan bernegara.
Prinsip penaganan bencana pada ibu hamil

Undang-undang no 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana


mengartikan bencana sebagai suatu peristiwa luar biasa yang
mengganggu dan mengancam kehidupan dan penghidupan yang dapat
disebabkan oleh alam, ataupun manusia, ataupun keduanya. bencana
dibutuhkan dukungan berbagai pihak termasuk keterlibatan perawat
yang merupakan petugas kesehatan yang jumlahnya terbanyak di dunia
dan salah satu petugas kesehatan yang berada di lini terdepan saat
bencana terjadi
(powers&daily, 2010).
Jenis-jenis Bencana
Bencana disebabkan oleh faktor alam, non alam, dan manusia. Oleh karena itu, Undang-
Undang Nomor 24 Tahun 2007 tersebut juga mendefinisikan mengenai bencana alam,
bencana nonalam, dan bencana sosial.
1.Bencana alam 9. Banjir
2.Bencana nonalam 10. Kekeringan
3.Bencana sosial 11. Kebakaran
4.Kejadian Bencana 12. Kebakaran hutan dan lahan
5.Gempa bumi 13. Angin puting beliung
6.Letusan gunung 14. Gelombang pasang
7.Tsunami 15. Abrasi
8.Tanah longsor
Tindakan yang sesuai untuk kelompok ibu hamil
dan menyusui
 meningkatkan kebutuhan oksigen
peneyebab kematian janin adlah kematian ibu. Tubuh ibu hamil yang mengalami
keadaan bahaya secara fisik berfungsi untuk mrmbantu menyelamatkan
nyawanya sendiri daripada nyawa si janin dengan mengurangi volume
perdarahan pada uterus
 persiapan melahirkan yang aman
dalam situasi bencana, petugas harus mendapatkan informasi yang jelas dan
terpercaya dalam menentukan tempat melahirkan adalah keamanannya. Hal
yang perlu dipersiapkan adalah air bersih, alat alat yang bersih dan steril dan
obat obatan, yang perlu diperhatikan adalah vakuasi ibu ke tempat perawatan
selanjutnya yang lebih memadai
Pra Bencana
 melibatkan perempuan dalam penyusunan
perencanaan penanganan bencana
 mengidentifikasi ibu hamil dan ibu menysui sebagai
kelompok rentan
 membuat disaster plans di rumah yang disosialisasikan
kepada seluruh anggota keluarga
Saat bencana

 melakukan usaha/bantuan penyelamatan yang tidak


meningkatkan resiko kerentanan bumil dan busui, misalnya:
 meminimalkan goncangan pada saat melakukan mobilisasi dan
transportasi Karena dapat merangsang kontraksi pada ibu hamil.
 Tidak memisahkan bayi dan ibunya saat proses evakuasi
 Petugas bencana harus memiliki kapassitass untuk menolong
korban bumil dan busui
Pasca bencana
Dukung ibu ibu menyusui dengan nutrisi adequate, cairab dan
emosional
Melibatkan petugas petugas kesehatan reproduktif di rumah
penampungan korban bencana untuk menyediakan jasa konseling
dan pemeriksaan kesehatan untuk ibu hamil dan menyusui
Melibatkan petugas petugas konseling untuk mencegah,
mengidentifikasi, mengurangi resiko kejadian depresi pasca bencana
Pemberian makan pada kelompok rentan dalam situasi
darurat

Salah satu permasalahan yang sampai saat ini masih dihadapi


dalam upaya penanggulangan bencana terutama untuk memenuhi
kebutuhan dasar bagi masyarakat dan korban bencana adalah
kebutuhan pangan, khususnya yang terkait dengan pemenuhan nilai
gizi yang memenuhi standar minimal terutama pada kelompok
rentan. Dalam penanganan gizi pada situasi darurat, respons untuk
mencegah dan memperbaiki kekurangan gizi memerlukan
pencapaian standar-standar minimum tidak hanya dari sisi makanan
saja namum juga termasuk pelayanan kesehatan, pasokan air dan
sanitasi,
Pada dasarnya tujuan pemberian pangan dalam situasi darurat adalah:
Bertahan hidup
Mempertahankan/memperbaiki status gizi, utamanya pada kelompok
rentan
Menyelamatkan aset produksi
Menghindari migrasi missal
Menjamin tersedianya pangan dalam jumlah yang cukup unuk
seluruh penduduk.
Mendorong rehabilitasi keadaan secara swadaya masyarakat
Mengurangi kerusakan sistem produksi pangan dan pemasarannya
Prinsip pemberian makan pada ibu hamil dan menyusui

Risiko yang terkait dengan tidak memadainya asupan gizi pada ibu hamil dan
menyusui mencakup komplikasi kehamilan, kematian ibu, kelahiran bayi dengan
berat badan kurang, dan pemberian ASI yang tidak lengkap. Disamping itu para ibu
yang baru melahirkan juga perlu dipastikan telah mendapat kapsul vitamin A sesuai
program yang sudah berjalan.
1. Ibu hamil mendapatkan tambahan sejumlah 285 kkal/hari
2. Ibu menyusui ++ 500 kkal/hari
3. Pemberian mikronutrient sesuai keadaan kehamilan
4. Minimal 2.100 kalori terpenuhi
Manajemen Logistik Dan Peralatan Dalam
Penanggulangan Bencana

Perencanaan/Inventarisasi Kebutuhan
Pengadaan dan/atau Penerimaan
Pergudangan dan/atau Penyimpanan
Pendistribusian
Pengangkutan
Penerimaan di tujuan
Pertanggungjawaban
TERIMAKASIH
Ghea
1. Perbedaan jenis bencana. Apakah manusia penyebab dari bencana
Sri
2. Bagaimana peran bidan untuk mengatasi trauma pasca bencana pada ibu hamil
Novia f
3. Bagaimana cara mengajak ibu hamil yang sulit diajak untuk mengungsi
Rossa
4. Bagaimana kita merubah mindset kita untuk memasok makanan instan
Owi
5. Apakah ada standar khusus untuk ibu hamil
margita
• Masalah apa saja yang mungkin terjadi pada ibu menyusui, dan cara mengatasinya?