Anda di halaman 1dari 22

DISUSUN OLEH : TUGAS DAN FUNGSI

RYAN SOFYAN RINALDI


(17340179) APOTEKER
FITRI UTAMI RIZKI MANAJEMEN FARMASI
(17340180)

YASMIN AL AMARI
(17340181)

YOHANES JEMADI
(17340181)
DEFINSI PEKERJAAN KEFARMASIAN
Pekerjaan kefarmasian adalah pembuatan Adapun yang melakukan pekerjaan
termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi, kefarmasian meliputi:
pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan
pendistribusian atau penyaluran obat,
pengelolaan obat, pelayanan obat atas resep
dokter, pelayanan informasi obat, serta Apoteker
pengembangan obat, bahan obat dan obat
tradisional.
Tenaga Teknis Kefarmasian
Apoteker

• sarjana farmasi yang telah lulus sebagai Apoteker dan


telah mengucapkan sumpah jabatan Apoteker.

Apoteker Pendamping

TENTANG • Apoteker yang bekerja di Apotek di samping Apoteker


Pengelola Apotek dan/atau menggantikannya pada jam-
APOTEKER jam tertentu pada hari buka Apotek.

Apoteker Pengganti

• Apoteker yang menggantikan Apoteker pengelola Apotek


selama Apoteker Pengelola Apotek tersebut tidak berada
ditempat lebih dari 3 (tiga) bulan secara terus-menerus,
telah memiliki Surat Ijin Kerja dan tidak bertindak
sebagai Apoteker Pengelola Apotek di Apotek lain.
TUGAS DAN FUNGSI APOTEKER
Rumah Sakit

Industri Farmasi

Tugas dan fungsi apotker


Apotek
berdasarkan tempat kerja

Puskesmas

Pemerintahan
TUGAS DAN FUNGSI
APOTEKER DI RUMAH
SAKIT
MANAJEMEN FARMASI
DEFINISI
RUMAH SAKIT INSTALASI RUMAH SAKIT

Rumah sakit adalah institusi pelayanan Instalasi Farmasi Rumah Sakit adalah suatu
kesehatan yang menyelanggarakan pelayanan bagian/unit/divisi atau fasilitas dirumah sakit,
kesehatan perorangan secara paripurna yang tempat penyelenggaraan semua kegiatan
menyediakan pelayanan rawat inap, rawat pekerjaan kefarmasian yang ditujukan untuk
jalan dan rawat darurat. keperluan rumah sakit itu sendiri.
FUNGSI PENGELOLAAN PERBEKALAN FARMASI MEMILIH PERBEKALAN FARMASI
APOTEKER

MENGADAKAN PERBEKALAN FARMASI

FUNGSI PELAYANAN KEFARMASIAN MENGKAJI


DALAM PENGELOLAAN OBAT DAN ALAT
MENGIDENTIFIKASI
KESEHATAN
MEMANTAU

MEMBERIKAN INFORMASI

PENGKAJIAN DAN PELAYANAN RESEP


FUNGSI PELAYANAN KLINIK PENELUSURAN RIWAYAT PENGGUNAN OBAT
REKONSILASI OBAT
PIO
KONSELING
VISITE
PTO
MESO
EPO
DISPENSING SEDIAAN STERIL
PKOD

FUNGSI APOTEKER DI INSTALASI FARMASI


TUGAS DAN FUNGSI
APOTEKER DI INDUSTRI
FARMASI
MANAJEMEN FARMASI
TUGAS DAN
FUNGSI APOTEKER Care Giver
Decision
Communicator
DI INDUSTRI maker
FARMASI
Peran apoteker di industri farmasi
seperti yang disarankan oleh World Long-life
Leader Manager
Health Organization (WHO), yaitu Eight
Star of Pharmacist yang meliputi :
learner

Teacher Researcher
Peran tersebut diterapkan di dalam APOTEKER
SEBAGAI
fungsi-fungsi industrial yang diperlukan, PENANGGUNG
JAWAB
yaitu PRODUKSI

APOTEKER
SEBAGAI
PENANGGUNG
JAWAB
PENGAWASAN
MUTU
(QUALITY
CONTROL)
APOTEKER
SEBAGAI
PENANGGUNG
JAWAB
PEMASTIAN
MUTU
(QUALITY
ASSURANCE)

APOTEKER
DALAM
PROSES
REGISTRASI
OBAT DAN
DESAIN
KEMASAN

APOTEKER
SEBAGAI
TENAGA
PEMASARAN
TUGAS DAN FUNGSI
APOTEKER DI APOTEK
MANAJEMEN FARMASI
TUGAS DAN
FUNGSI TUGAS APOTEKER DI APOTEK

APOTEKER DI • Memimpin, merencanakan, mengkordinasi, melaksanakan dan mengawasi kegiatan dalam


lingkungan Apotek
APOTEK • Membuat laporan rugi laba apotek
• Membuat laporan kegiatan di apotek
Apotek adalah salah satu tempat • Mengatur, mengecek dan mengawasi keuangan hasil penjualan perbekalan farmasi setiap hari
dilakukannya pekerjaan kefarmasian, • Menyusun pembagian tugas dan tanggung jawab petugas apotek
penyaluran sediaan farmasi dan • Melaporkan penggunan obat dan alat habis pakai di apotek
perbekalan kesehatan lainnya kepada • Membuat visi dan misi.
masyarakat. • Membuat strategi, kebijakan, program kerja dan sasarannya.
• Membuat dan menetapkan peraturam atau SOP pada setiap fungsi kegiatan di apotek.
• Membuat dan menentukan standar format evaluasi (form record) pada setiap fungsi kegiatan di
apotek.
• Membuat sistim pengawasan dan pengendalian SOP dan program kerja pada setiap fungsi
kegiatan di apotek
TUGAS DAN FUNGSI
APOTEKER DI
PUSKESMAS
MANAJEMEN FARMASI
PERENCANAAN
DAN
PERMINTAAN Perencanaan pengadaan obat dan alkes di Puskesmas
difasilitasi oleh dokumen Laporan Pemakaian dan Lembar
OBAT Permintaan Obat (LPLPO).

LPLPO terdiri atas rangkap tiga, satu lembar yang berwarna


PUSKESMAS PENERIMAAN
OBAT
putih dikirimkan unuk Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten,
dua lembar yang berwarna kuning dan merah dikirimkan
Puskesmas adalah unit pelayanan pada Gudang Farmasi Kota/Kabupaten sebagai laporan
teknis dinas kesehatan kabupaten/kota penggunaan obat dan permintaan atas obat.
yang bertanggung jawab
menyelenggarakan pembangunan
kesehatan di suatu wilayah kerja
(Depkes RI, 2004). MANAJEMEN
SDM Apoteker berkoordinasi dengan kepala puskesmas
berperan dalam pengaturan jadwal serta job descripton
dari masing-masing SDM di kamar obat Puskesmas.

PEMBUATAN
PROTAP Untuk menjamin mutu pelayanan kefarmasian maka
PELAYANAN apoteker bisa membuat prosedur penerimaan resep,
peracikan obat, penyerahan obat, dan pelayanan informasi
KEFARMASIAN obat.
TUGAS DAN FUNGSI
APOTEKER DI
PEMERITAHAN
MANAJAMEN FARMASI
BIDANG PENGUJIAN PRODUK
TERAPEUTIK NARKOTIKA,
OBAT TRADISIONAL,
KOSMETIK DAN PRODUK
KOMPLEMEN

BIDANG PENGUJIAN DAN


BAHAN BERBAHAYA

BADAN PENGAWASAN OBAT


DAN MAKANAN (BPOM)

BIDANG PENGUJIAN
PEMERINTAHAN
MIKROBIOLOGI

DINAS KESEHATAN

BIDANG PEMERIKSAAN DAN


PENYIDIK
REALITA TUGAS DAN FUNGSI
APOTEKER DI LAPANGAN
DIBANDINGKAN DENGAN
TEORITIKNYA
MANAJEMEN FARMASI
KUALIFIKASI Berdasarkan farmasi klinik, Program farmasi klinis masih ada yang belum
APOTEKER berjalan sebagaimana mestinya atau sedang diupayakan karena kendala
kapasitas sumber daya manusia dan beban pekerjaan.

BERDASARKAN Farmasi klinis yang telah berjalan dan ada apoteker yang bertanggung jawab antara
lain melakukan informasi obat, konseling, kunjungan mandiri untuk pasien ginjal,
hati dan pada penggunaan obat dengan indeks terapi sempit, ward pharmacist
HASIL (baru sebagian kecil), drug utilization review, penanganan sitostatika, monitoring
efek Samping obat telah sampai laporan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan
PENELITIAN (BPOM).

Kegiatan farmasi klinis telah didokumentasikan, meskipun ada yang


belum atau kurang tertib dan dievaluasi setiap tiga bulan.

Kegiatan kunjungan pasien telah dilakukan oleh apoteker


PRAKTEK
KEFARMASIAN Berbagai kegiatan yang tidak dilakukan antara lain
DI PELAYANAN
RUMAH SAKIT dokumentasi pemantauan dan evaluasi pengelolaan
sediaan farmasi, wawancara riwayat obat secara
rutin dan terdokumentasi, dokumentasi survei
kepuasan pasien dalam pelayanan obat, dispensing
khusus, kunjungan secara rutin dan terdokumentasi
BERDASARKAN dalam sistem dispensing khusus (obat steril,
sitostatika) dan kunjungan, pemantauan terapi obat
HASIL dan monitoring efek samping obat secara rutin,
kajian penggunaan obat secara rutin dan
PENELITIAN terdokumentasi, laporan evaluasi kepatuhan
terhadap formularium, pemantauan kadar obat
dalam darah dalam pemantauan dan evaluasi,
konseling pasien rawat inap maupun rawat jalan
secara rutin terjadwal dan terdokumentasi, ruang
khusus untuk konseling dan informasi obat, serta
dokumentasi dan laporan evaluasi konseling dan
informasi obat dalam konseling dan informasi obat.
PENDAPAT Dalam aspek pengelolaan/administrasi obat
INSTUSI dan farmasi, apoteker telah mempunyai
TERKAIT pengetahuan yang baik dan mampu
melakukan fungsi penyimpanan dan
distribusi obat serta pengendalian mutu obat

BERDASARKAN
HASIL tetapi dalam pengetahuan dan pelaksanaan
PENELITIAN farmasi klinis terutama mengenai konsep
drug related problem interaksi obat dan
farmako-kinetika klinik, therapeutic drug
monitoring, total parenteral nutrition dan
analisa data laboratorium serta drug safety
masih harus banyak ditingkatkan.
KESIMPULAN

Tugas maupun apoteker merupakan


salah satu kegiatan yang menunjang
Selain apotek dan rumah sakit, apoteker Apoteker memiliki peran yang sangat pelayanan kesehatan yang bermutu.
juga banyak tugas dan fungsinya penting dalam mendampingi, Seorang apoteker masuk dalam kegiatan
dipedagang besar farmasi, puskesmas, memberikan konseling, membantu upaya kesehatan, yang terdiri atas
Badan Pengawasan Obat dan Makanan, penderita mencegah dan mengendalikan diagnosa kefarmasian, tindakan
Departemen kesehatan baik pusat komplikasi yang mungkin timbul, kefarmasian dan evaluasi kefarmasian,
maupun daerah, industri obat, industri mencegah dan mengendalikan efek selain itu sarana produksi sediaan
obat tradisional, industri kosmetika dan samping obat, menyesuaikan regimen farmasi ( bahan baku obat, fitofarmaka,
di beberapa tempat lainnya. dan dosis obat. obat tradisional, kosmetika, nutrisi
tambahan, alat kesehatan rumah tangga
) sangat berguna bagi masyarakat.
TERIMA KASIH
MANAJEMEN FARMASI