Anda di halaman 1dari 54

Metabolisme dan Energi

Dara Gebrina Rizki


Jihan Haura
Cutari Bines
Cut Desi Diana Sari
Richy Dara Perdana
M. Fikri Haikal
Mauliza
Rani Aprilita
Faiz Alwan Moharry
M. Iqbal Maulana

KELOMPOK 1

Tutor : dr. Anna milizia, M.Ked(AN), SP.AN


MODUL 3
Metabolisme dan Energi
SKENARIO 3 : Kerisauan Seorang Remaja
Andi, 15 tahun, adalah seorang remaja yang baru puber. Ia mengalami pertumbuhan tinggi yang cukup
pesat selama setahun terakhir akan tetapi berat badannya pun meningkat drastis. Ia selalu merasa ingin
makan dan cepat berkeringat walau cuaca tidak terlalu panas. Keadaan ini membuatnya menjadi kurang
percaya diri. Berat badan Andi sekarang 82 kg dan tinggi badan 165 cm.
Andi memiliki teman seorang atlet senam bernama Ria. Ria memiliki tubuh yang jauh lebih kecil dari
Andi. Berat badannya hanya 40 kg dengan tinggi badan 150 cm. Andi sangat ingin memiliki tubuh atletis
seperti atlet idolanya. Ia pun meminta Ria untuk menemaninya berolahraga.
Keesokan harinya, di waktu siang yang cukup terik, Andi dengan memakai kostum jaket dan celana yang
cukup tebal mengajak Ria berolahraga di lapangan dekat rumahnya. Sebelum memulai latihan lari, Ria
meminta Andi untuk mengikutinya melakukan pemanasan, tetapi Andi tidak menggubrisnya dan
mengatakan tubuh sebesar dirinya cukup kuat berolahraga walaupun tidak melakukan pemanasan. Ia
malah menantang Ria untuk berlomba mengelilingi lapangan dengan total jarak tempuh sejauh 2 km.
Sebelum menyelesaikan 1 putaran Andi sudah mengalami fatique, hiperhidrosis dan hiperventilasi.
Tetapi karena merasa gengsi, Andi tetap meneruskan larinya. Tak lama kemudian, Andi merasa
pandangannya berkunang-kunang, nafas tersengal-sengal, kepalanya sakit dan akhirnya ia pun jatuh
pingsan. Andi pun dilarikan ke Puskesmas terdekat.
Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 130/80 mmHg, nadi 120 x/menit, RR 30 x/menit, dan suhu
39,9°C. Dokter mengatakan kondisi ini terjadi akibat tubuh Andi tidak dapat beradaptasi dengan proses
termodinamika dan peningkatan laju metabolisme yang tiba-tiba pada saat berolahraga tadi, apalagi
ditambah dengan laju metabolisme basal Andi yang pada dasarnya memang sudah meningkat.
Bagaimana anda menjelaskan peristiwa pato-fisiologis yang dialami oleh Andi, dan mengapa kondisi
tersebut tidak dialami oleh temannya?
JUMP 1 : Terminologi
1. Energi : Kemampuan untuk melakukan pekerjaan/aktivitas
2. Puber : Masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik,
psikis, dan pematangan fungsi seksua
3. Fatigue : Kelelahan otot setelah otot kontaksi kuat dan lama.
4. Hiperhidrosis : Kondisi seseorang berkeringat berlebihan.
5. Hiperventilasi : Pernapasan yang cepat karena peningkatan
kebutuhan O2
6. Termodinamika : Ilmu yang mempelajari hubungan panas dan
energi
7. Laju Metabolisme : Total energi yang dibutuhkan per satuan
waktu
8. Metabolisme basal : Energi yang dibutuhkan ketika istirahat
9. Patofisiologi : Ilmu yang mempelajari gangguan fungsi pada
orgnanisme meliputi asa penyakit, permulaan penyakit
JUMP 2 & JUMP 3
Rumusan masalah & hipotesa
1. Apakah hubungan peningkatan BB dengan umur Andi?
Jawab : Peningkatan hormon testosteron pada masa puber andi
menyebabkan terjadinya pertumbuhan otot & tulang. Maka dari
itu, untuk menyeimbangkan pertumbuhan, tubuh Andi
merespon banyak makan. Namun andi makan berlebihan dan
tak diikuti olahraga
2. Apa saja pertumbuhan yang dialami seorang remaja pubertas?
Jawab : Pertumbuhan : Bentuk badan, Cowok tulang, otot, dll.
Cewek Lemak. Perkembangan : Pematangan fungsi seksual
3. Mengapa Andi cepat berkeringat walau cuaca tidak terlalu
panas?
Jawab : Karena basal metabolisme Andi meningkat. 35% energi
ditransfer menjadi panas. Karena itu tubuh Andi merespon
dengan mengeluarkan keringat. BMR naik, panas tubuh naik,
keringat banyak.
4. Mengapa terjadi perbedaan yang signifikan antara BB Andi dan
Ria?
Jawab : Perbedaan jenis kelamin, faktor aktivitas yg dimana andi
malas olahraga dan Ria seorang atlet senam. IMT Andi : 30
5. Mengapa seorang atlet seperti Ria memiliki tubuh yang atletis?
Apakah penyebabnya?
Jawab : IMT Ria : 17,7 yg menandakan bahwa Ria kurus. Ria kurus
perlu ditanyakan lagi aktivitas hariannya. Apakah makanannya cukup
dengan jumlah kalori harian yg ia butuhkan, dan lain sebagainya.
6. Mengapa Andi menggunakan jaket tebal saat berolahraga?
Jawab : Kesalahan persepsi. Orang mengira semakin banyak keringat
keluar, semakin banyak terjadi pembekaran ditubuh. Pdhl faktanya
sebaliknya. Keringat itu hanya respon homeostasis tubuh untuk
mendinginkan suhu tubuh.
7. Mengapa sebelum berolahraga harus melakukan pemanasan
terlebih dahulu?
Jawab : Mencegah cedera, meningkatkan performa olahraga,
mengurangi ketegangan otot, meningkatkan saturasi oksigen,
jantung lebih stabil
8. Mengapa Andi bisa mengalami Fatigue, Hiperhidrosis,
Hiperventilasi?
Jawab : Fatigue : otot lelah karena kontraksi yg kuat dan lama.
Hiperhidrosis : Tubuh panas berlebihan sehingga keringat banyak
keluar untuk mendinginkan. Hiperventilasi : Konsumsi tubuh Andi
akan oksigen meningkat.
9. Mengapa pandangan Andi berkunang-kunang, nafas tersenggal-
senggal, dan akhirnya pingsan?
Jawab : Saat tubuh Andi merespon berhenti pada masa Overdosis
Exercise, Andi tetap menlanjutkan olahraganya. Dan juga, adanya
stenous activity yang berasal dari Heat Stroke menyebabkan andi
pingsan
10. Apakah pemeriksaan fisik pada Andi normal?
Jawab : Semua pemeriksaan fisik Andi tidak normal. Seharusnya, TD :
120/80, Nadi : 60-100/Menit, RR : 12-16/Menit, Suhu : 36,5-37,2oC
11. Bagaimana proses termodinamika & Peningkatan laju
metabolisme Andi Saat Olahraga?
Jawab : BMR andi memang sudah meningkat : Panas yg dihasilkan
juga meningkat. Olahraga laju metabolisme meningkat : Suhu tubuh
andi juga meningkat. Pemakaian baju tebal sehingga keringat
terberangkap : Suhu tubuh Andi meningkat. Andi berolahraga siang
hari yg panas : Suhu tubuh Andi meningkat.
Jump 4 Skema
Faktor yg
Metabolisme dan Energi
mempengaruhi

Kecepatan dan
Proses Organ & Hormon
Pengukuran

Anabolisme
Aerob

Katabolisme
Anaerob
JUMP 5 : LO
• Proses Metabolisme
• Organ & hormon metabolisme
• Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan
metabolisme
• Pengukuran metabolisme
JUMP 6 : Searching Information
JUMP 7 : Sharing Information

PROSES METABOLISME
Enzim METABOLISME

Katabolisme Anabolisme
Apoenzim Kofaktor

1. Ion Anorganik Respirasi Fotosintesis


2. Koenzim

Reaksi Reaksi
Aerob Anaerob
Terang Gelap

1. Glikosis Fermentasi
2. Siklus
Krebs
3. Transpor
Elektron
Metabolisme

Metabolisme  serangkaian reaksi kimia yang


terjadi dalam hidup organisme untuk
mempertahankan hidup, berkembang biak,
mempertahankan struktur mereka, dan merespon
lingkungan mereka
FUNGSI:
• Metabolisme memiliki peran penting bagi proses
yang terjadi dalam tubuh makhluk hidup.
• Menghasilkan energi dari proses perubahan zat-
zat makanan yang ada didalam tubuh.
• Zat-zat lain yang berasal dari protein berguna
untuk pertumbuhan dan respirasi jaringan tubuh.
• Mengganti jaringan yang rusak/membentuk
jaringan baru
• Menyusun unit pembangun menjadi protein, asam
nukleat, dan komponen sel lainnya.
ANABOLISME

METABOLISME

KATABOLISME
Anabolisme
Anabolisme  proses pembentukan atau
penyusunan atau sintesis senyawa organik sederhana
menjadi senyawa makromolekul yang lebih
kompleks.

Makromolekul : protein, karbohidrat, lemak, dan


asam nukleat.

Proses pembentukannya memerlukan energi bebas,


reaksinya disebut reaksi endergonik.
Sintesis dari zat makanan memerlukan bahan dasar,
yaitu:
CO2 + H2O + energi

• Energi berasal dari cahaya  fotosintesis


• Energi berasal dari zat kimia  kemosintesis
Katabolisme

Katabolisme  proses penguraian atau pemecahan


senyawa organik kompleks menjadi senyawa-
senyawa yang lebih sederhana.

Proses ini menghasilkan energi bebas, reaksinya


disebut reaksi eksergonik.
• Respirasi aerob
Terdiri dari beberapa tahapan:
- Glikosis (glukosaasam piruvat, NADH, ATP)
- Dekarbosilasi oksidatif (2 asetil coA, 2NADH, 2CO2)
- Siklus kreb (2 ATP, 6NADH, 2FADH2, 4CO2)
- Transport elektron (elektron & H+ dari NADH &
FADH2 dibawa dari substrat satu ke substrat lainnya)

• Respirasi anaerob/fermentasi
Merupakan pemecahan molekul tanpa bantuan oksigen
bebas.
Terbagi menjadi:
- Fermentasi alkohol
- Fermentasi asam laktat
- Fermentasi asam cuka
1. GLIKOLISIS
• Rangkaian reaksi yang menguraikan 1 molekul glukosa
yang terjadi di sitolaplasma sel menghasilkan:
– 2 Asam Piruvat
– 2 NADH
– 2 ATP

2 Asam Piruvat mengalami dekarboksilasi oksidatif


(merupakan reaksi antara Glikolisis dengan siklus Krebs)
menjadi 2 Asetil Ko-A, 2 NADH dan 2 CO2
Rangkuman reaksi aerob.
Respirasi Anaerob
Metabolisme

Fermentasi alkohol

C6H12O6  2CO2 + 2C2H5OH + 2 ATP

(a) Tahapan fermentasi alkohol. (b) Jamur ragi (yeast).


Metabolisme

Fermentasi asam laktat


C6H12O6  2 C3H6O3 + 2 ATP

Tahapan reaksi fermentasi asam laktat.


ORGAN & HORMON METABOLISME
1. Hati
• Menyimpan glukosa sebagai glikogen
• Situs untuk interkonversi glikogen
(gluconeogenesis)
2. Jar. Adiposa
• Tempat penyimpanan energi primer
3. Otot skelet
• Tempat penyimpanan asam amino primer
• Pemakai energi terbesar
4. Kelenjar thyroid
• Mempertahankan keseimbangan energi
metabolik
• Merupakan pencetus untuk fungsi normal dari
semua sel, termasuk sel oleh jantung
• Menunjang proses pertumbuhan &
perkembangan sejak bayi
5. Otak
• Memerlukan glukosa, tetapi tidak mempunyai
tempat penyimpanan glikogen.
6. Pancreas:
• Memproduksi sekresi exokrin dan endokrin:
• Exokrin = Digestive enzymes (enter small
intestine)
• Endokrin = Hormones yang meregulasi kadar
glukosa darah
• Sel-sel endokrin merupakan cluster di pankreatik
islet (Islets of Langerhans)
• Alfa sel: Glucagon (↑ glukosa darah)
• Beta cells: Insulin (↓ glucose darah) dan
keduanya merupakan hormon peptida
Hormon kelenjar tyroid
 Mempertahankan energi metabolik
Pencetus fungsi normal dari semua sel termasuk otot
jantung
Menunjang proses pertumbuhan dan perkembangan
sejak bayi
Insulin

- Peptida hormon yang disekresikan dari sel-sel


beta pancreas islets ofLangerhans
- Meningkatkan uptake glukosa oleh sel-sel
tubuh untuk menghasilkanenergi
- Meningkatkan sintesis molekul penyimpan
energi (anabolism), glikogen sintesis, trigliserida
sintesis, protein sintesis
Glukagon
• Meningkatkan kadar glukosa darah dengan
merangsang hati untuk mengubah glikogen
menjadi glukosa dan menstimulasi konversi
asam lemak dan asam amino menjadi glukosa
(glukoneogenesis).
Glukokortikoid
 sebagai metabolisme perantara glukoneogenesis
 respon imun dan respon anti radang
 Respon terhadap stress
 Meningkatkan lypolisis
 Meningkatkan laju pemecahan protein
Stimulasi sekresi hormon Kortisol oleh Adrenal
Kortex
• Kadar glukosa rendah menyebabkan Hypothalamus
mensekresikan CRH (corticotropin-releasing hormone)
kemudian Anterior pituitary cells mensekresikan ACTH
(adrenocorticotropic hormone) sehingga Adrenal cortex akan
mensekresikan cortisol (dan glukokortikoid lainnya) [cortisol
mencegah uptake glukosa oleh sel-sel otot
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KECEPATAN METABOLISME
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KECEPATAN METABOLISME
1. Aktivitas/Kerja, makin tinggi aktivitasnya maka
kecepatan metabolismenya makin meningkat
2. Usia : kecepatan metabolisme anak-anak lebih
tinggi dibanding orang dewasa
3. Hormon tiroid, karena fungsi dasar tiroid yg
meningkatkan kecepatan aktivitas hampir semua
reaksi kimia dalam seluruh sel tubuh
4. Hormon kelamin pria, meningkatkan kecepatan
metabolisme basal lebih besar dibanding hormon
kelamin wanita
5. Hormon pertumbuhan, meningkatkan kecepatan
metabolisme basal 15 -20%
6. Demam, meningkatkan kecepatan reaksi rata-
rata 120 % untuk tiap peningkatan suhu 10°C.
7. Iklim, kecepatan metabolisme pada daerah
tropis lebih rendah 10-20% pada daerah kutub.
Kelenjar tiroid sekresinya meningkat pada iklim
dingin dan menurun pada iklim panas.
8. Tidur, kecepatan metabolisme menurun 15-20% di
bawah normal selama tidur, penurunan disebabkan
oleh turunnya tonus otot rangka selama tidur dan
turunnya aktivitas sistim saraf simpatis
9.Malnutrisi, malnutrisi yang lama dapat
menurunkan kecepatan metabolisme 20-30%, hal ini
disebabkan tidak adanya zat makanan yang
dibutuhkan sel.
PENGUKURAN METABOLISME
• Hal-hal yang harus diperhatikan pada saat melakukan
pengukuran metabolisme tubuh seseorang :
1. Seseorang tidak boleh makan minimal 12 jam sebelum
pengukuran dilakukan
2. Sebaiknya dilakukan setelah bangun tidur pagi
3. Tidak melakukan aktifitas berat selama setidaknya 1
jam sebelum pengujian
4. Semua faktor fisik dan psikis yang menimbulkan
rangsangan harus dihilangkan
5. Suhu kamar pada saat melakukan pengujian harus
dalam keadaan nyaman
KEBUTUHAN ENERGI
• Energi  berasal dari zat gizi 
sumber utama : karbohidrat,
protein dan lemak
• Karbohidrat : 4 kkal
• Protein : 4 kkal
• Lemak : 9 kkal
• Energi  satuan kilo kalori (kkal)
Pengukuran kalorimetri
dilakukan 2 cara :
• Kalorimetri langsung (direct
calorimetry)
• Kalori metri tidak langsung (indirect
calorimetry)
DIRECT CALORIMETRY
INDIRECT CALORIMETRY
Kebutuhan Energi Sehari
• Keadaan metabolisme tubuh stabil 
kebutuhan energi Total (total energi
requirement) = Total Energy Expenditure
(TEE)
 Meliputi : Kebutuhan energi basal ,
energi pencerna makanan, aktifitas,
ditambah keadaaan stres krn tindakan
operasi / penyakit (faktor stres) energi
meningkat pada
Bassal Energy Expenditure
• BMR = BEE (Basal energy
expenditure)
• Kebutuhan energi yang
dibutuhkan untuk fungsi fisiologis
tubuh (jantung, paru dll) diukur
menggunakan kalorimeter direct
 diukur menjelang pagi ketika
pasien masih tidur nyenyak
Energi basal dipergunakan  denyut jantung,
gerak alat pernafasan, gerak alat
pencernaan, alat urogenital, sekresi kelenjar-
kelenjar, biolistrik syaraf dan sejenisnya
Kondisi basal adalah bila tubuh tidak dalam
keadaan tidur, tetapi secara relaks terlentang,
tidak melakukan pekerjaan jasmaniah
maupun rokhaniah dalam kondisi lingkungan
yang nyaman(suhu, kelembaban)
AKTIFITAS
• Pasien bed rest total kenaikan BMR naik 5 - 10 %
• Aktifitas ringan (mahasiswa kkm, pekerja kantoran,
ibu rumah tangga dg pembantu),
• Aktifitas sedang (perawat, ibu rumah tangga tanpa
pembantu, mahasswa aktif organisasi bersepeda),
• Aktifitas berat (olahragawan:perenang, tukang batu,
kuli panggul, kuli bangunan)
AKTIFITAS

• Lea dan Nieman, 1996


• Istirahat di tempat tidur : 1,2
• Aktivitas ringan : 1,3
• Aktivitas sedang : 1,5
• Aktivitas tinggi : 2
FAKTOR STRES
Kelaparan ringan : 1
Pemulihan pasca operasi tanpa komplikasi : 1
Sepsis (sedang) : 1,3
Sepsis (berat) : 1,6
Trauma (ringan) : 1,2
Trauma : susunan syaraf pusat : 1,3
Trauma sedang atau berat : 1,5
Luka bakar : 2
PERHITUNGAN BASAL
METABOLISME
• Harris Bennedict (yang disederhanakan)
• Wanita BMR = 655,1 + 9,6 W + 1,9 S – 4,7A
• Laki2 BMR = 66,5 + 13,8 W + 5,0 S – 6,8 A

Bayi BMR = 22,1 + 31,05 W + 1,16 H


(Kerner, 1996)

W = berat badan dalam kg ;


S = tinggi badan dalam cm
A = umur dalam tahun
lbs = pounds
TOTAL KEBUTUHAN ENERGI

TEE = BMR x Faktor Aktifitas x


Faktor stress
INTERPRETASI HASIL
TINGKAT KONSUMSI :
- BAIK : ≥ 100%
- SEDANG : 81 – 99%
- KURANG : 71 – 80%
- DEFISIT : ≤ 70%
TERIMA KASIH