Anda di halaman 1dari 19

EKOTOKSIKOLOG

KELOMPOK IV
N A M A A N G G O TA K E L O M P O K
 SITI HASANA ARYANI (165080100111018)
 FERRI ALFIAN (165080100111023)
 IMAM ADI RAHCMAT (165080100111025)
 TRIVENA ANGEL SAHARA (165080100111027)
 UNEJ NIKE ROSINDRA (165080100111041)
 ZAHROTUR ROSYIDAH (165080101111001)
PENDAHULUAN

Sedimen, sebagai salah satu unsur penyusun


kawasan pesisir, merupakan habitat bagi banyak organisme
bentik dan merupakan penyimpan utama dari banyak senyawa
kimia yang secara terus menerus terpapar pada permukaan
perairan.
Menurut Luoma and Ho (1993), toksisitas sedimen
diartikan sebagai perubahan ekologis dan biologis yang
disebabkan oleh sedimen terkontaminasi atau reaksi teramati
yang timbul pada organisme uji yang dipaparkan pada
sedimen terkontaminasi

Sedimen tidak hanya berfungsi sebagai reservoir


bagi kontaminan tetapi bisa juga sebagai sumber toksikan
bagi organisme perairan.

3
Menurut Lonawarta (1996), Sedimen adalah pecahan,
mineral, atau material organik yang ditransforkan dari
berbagai sumber dan diendapkan oleh media udara,
angin, es, atau oleh air dan juga termasuk didalamnya
material yang diendapakan dari material yang
A PA I T U melayang dalam air atau dalam bentuk larutan kimia.

SEDIMEN? Sedimen laut merupakan akumulasi dari mineral-


mineral dan pecahan-pecahan batuan yang bercampur
dengan hancuran cangkang dan tulang dari organisme
laut serta beberapa partikel lain yang terbentuk lewat
proses kimia yang terjadi di laut.

4
Dalam batuan sedimen dikenal dengan istillah tekstur dan struktur.
Tekstur adalah suatu kenampakan yang berhubungan erat dengan
ukuran, bentuk butir, dan susunan komponen mineral-mineral
penyusunnya.

Struktur merupakan suatu kenampakan yang diakibatkan oleh proses


pengendapan. Pembentukannya dapat pada waktu atau sesaat
setelah pengendapan.

5
KARAKTERISTIK
SEDIMEN

Menurut Emilia et.al (2013), Tipe sedimen


juga mempengaruhi akumulasi logam
kadmium. Konsentrasi logam berat meningkat
seiring dengan semakin halusnya sedimen,
karena terjadinya perubahan tekstur sedimen.
Logam berat mempunyai sifat yang mengikat
bahan organik dan mengendap di dasar
perairan dan bersatu dengan sedimen
sehingga kadar logam berat dalam sedimen
jauh lebih tinggi dibandingkan di air.
6
JENIS DAN UKURAN
SEDIMEN

Jenis sedimen lumpur mempunyai


korelasi yang positif, dimana semakin
banyak kandungan lumpur dalam sedimen
maka semakin tinggi kandungan logam
berat yang terdapat pada sedimen
tersebut.

7
SUMBER SEDIMEN

Partikel-partikel yang dierosi sebagai partikel padat


yang berasal dari daratan disebut partikel
Asal partikel sedimen terrigeneous
menentukan jenis-jenis partikel
penyusun sedimen, berdasarkan Partikel-partikel piroklastik yang berasal dari letusan
jenisnya maka partikel sedimen gunung dan
dapat berasal dari sumber-sumber
berikut:
(Friedman dan Sander, 1978). Partikel-partikel yang berkembang melalui proses
biologi dan kimia pada dasar perairan

8
Uji Kualitas Air
Menggunakan Benthos

• Digunakan sebagai bioindikator perairan karena hidup menetap di dasar perairan


dan mempunyai keanekaragaman yang tinggi.
• karena sifat bentos yang relatif diam atau memiliki mobilitas yang rendah sehingga
sangat banyak mendapat pengaruh dari lingkungan.

9
BENTHOS

Penelitian kepekean makro lnvertebrata bentos terhadap tingkat


pencemaran deterjen di Kali Mas Surabaya menggunakan metode
penelitian Ex Post Facto. Uji toksisitas surfaktan deterjen sintetik (LAS dan
ABS) terhadap kelangsungan hidup Jenis makroinvertebrata bentos
dilakukan dengan metode eksperimental . 10
TA H A PA N
PENELITIAN
LANGKAH 1
Penentuan lokasi penelitian atas dasar
kandungan deterjen.

LANGKAH 2
Penentuan tingkat pencemaran Kali Mas
dengan melakukan pemantauan kualitas
air termasuk di dalamnya kandungan
deterjen pada tiap lokasi. LANGKAH 3
Telaah struktur komunitas makro
invertebrata bentos pada tiap lokasi.

11
LANGKAH 4
Telaah hubungen fungsional muftifaktor
antara kualitas air (DO, TOM, TSS,
fosfat, sutfat, dan deterjen) dengan
kelimpahan jenis makroinvertebrata LANGKAH 5
bentos yang ditemukan. Analisis kepekaan dari masing-masing
Jenis dan kelilmpahan makro invertebrata
bentos terhadap perubahan kadar
LANGKAH 6 deterjen.
Untuk mengetahui sifat toksik dari surfaktan
deterjen, maka Jenis-Jenis yang bersifat peka
terhadap perubahan kadar deterjen tersebut
kemudian diuji lebih lanjut melalui uji toksisitas
dengan metode bioassay lethal acute effect
terhadap surfaktan deterjen LAS dan ABS. 12
Menentukan Indeks Pencemaran
Metode ini dapat langsung menghubungkan tingkat ketercemaran
dengan dapat atau tidaknya perairan dipakai untuk penggunaan tertentu dan
dengan nilai parameter-parameter tertentu. Penentuan nilai IP dapat
ditentukan dengan cara:

Keterangan :
 Lij = konsentrasi parameter kualitas air dalam Baku Mutu Air
 Ci = konsentrasi parameter kualitas air (i) yang diperoleh dari hasil
 IPj = Indeks Pencemaran bagi peruntukan (j) yang merupakan fungsi Ci/ Lij
 M = nilai maksimum
 R = nilai rata-rata.
13
14
REMIDIASI SEDIMEN
T E R K O N TA M I N A S I
Dapat dilakukan dengan :
 Pemanfaatan sedimen menjadi bahan bakar listrik
(SMFC)

15
 Pemindahan, berupa pengerukan dan pembuangan 
tempat pembuangan.
 Stabilisasi, berupa injeksi grout, semen atau sealant untuk
mengurangi air pada sedimen.
 Penutupan, berupa peletakan lapisan inert di atas sedimen
terkontaminasi.
 Pengelolaan in situ, berupa pengolahan kimia atau biologi.

16
 no action, kondisi tersebut apabila area memiliki :
- Kontaminan tidak menimbulkan masalah dalam waktu dekat.
- Proses alami akan menutup sedimen terkontaminasi dalam
waktu dekat.
- Biodegradasi dapat mendetoksifikasi kontaminan.
- Remediasi terlalu mahal.
- Remediasi mengakibatkan lebih banyak masalah dibandingkan
no action.

17
EKOLOGI

ENGINEERING

FAKTOR
FAKTOR KIMIA
Proses remediasi dipengaruhi
oleh:
KESEHATAN MASYARAKAT

PERTIMBANGAN POLITIK

18