Anda di halaman 1dari 30

Ankle Foot

Orthosis
Chapter 8
“Modification
Procedures”
-Modification Procedures-
Group 9 :
Syahrul Ramadhan P27227016 108
Geofanni Adi. K P27227016 092
Ade Amallia P27227016 080
Machlina Raditya. F P27227016 098

D4 B Semester 4 Ortotik Prostetik


Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Surakarta
-Peta Konsep -
1. Cast
Modification
Rigid AFO

4. Cast 2. Cast
Modification PTB Modification
orthosis Flexible AFO

3. Cast
Moodification
Jointed AFO
-Cast Modification Rigid AFO-

 AFO rigid digunakan untuk meminimalisir


pergerakan pada ankle joint dan block
movement pada subtalar joint

 AFO Rigid sangat efektif untuk


mengoreksi flat foot, Polio, osteo
arthitis,spasticity.
-Prosedur Modifikasi-

1. Mengevaluasi 2. Memodifikasi heel 3. Menambah pada


pada positif gips dan forefoot arkus

4. Modifikasi medial
lateral longitudinal 5. Menghaluskan 6. Menambahkan
arkus cast cast
Menghaluskan cast

7. Menghaluskan
dan mengevaluasi
positif cast
-Step #1 Mengevaluasi positif
gips-
 Melepas POP dari gips, periksa di
permukaan datar. Dengan langkah-
langkah berikut ini :
1. Heel dan forefoot harus sejajar dan
calcaneus tegak lurus dengan base of the
heel
2. Tepi medial foot sejajar dengan line of
progession
3. Lihat pada bagian bawah foot-lateral
forefoot dalam alignment netral
4. Ankle pada posisi 90◦ atau mengikuti
alignment yang diinginkan
-Gb.1.1 Penjelasan Step #1-
-STEP #2 Modifikasi pada heel dAN
forefoot-
Gunakan papan dengan
permukaan datar untuk
mengetahui apakah foot dan
forefoot sudah sesuai dengan
alighment yang diinginkan

Metatarsal head dan heel


base sejajar dengan
bidang coronal dan
sagital

Positif cast harus dapat


berdiri tegak, tibia harus
tegak lurus dan AFO stabil
-Step #3 Penambahan Arkus-

Ikuti bentuk dari medial


Bentuk medial dan
longitudinal yang di bentuk
lateral longitudianl arcus
saat casting..

Arkus lateral longitudinal


Medial archus di tetapkan
tidaklah terlalu tinggi tapi
dari 1/3 distal heel sampai ke
dibutuhkan untuk mensupport
head of metatarsal
foot dengan properly

modifikasi bisa dilakuan jika


lateral grf dibutuhkan untuk
membantu pada correting
foot/ankle alignment
-Step #4 Modifikasi medial lateral
longitudinal arkus-
Gambar garis
Pada cast
Gambar head melengkung dari
temukan head
metatarsal 2nd, head metatarsal 1st
metatarsal 1st
3th dan 4thv ke head metatarsal
dan 5th
ke 5th

Dalam dari arch


tersebut kira-kira 1cm. Gambar bentuk
Posisi arch nya
arch harus lebih dalam teardrop . Panjang
terletak di antara
pada bagian jempol arkus berakhir di
2nd dan 4th head
dan blend proximaly ke distal dari base of
metatarsal
medial dan lateral head matatarsal
longitudinal archkus
-Step#5 Menghaluskan pada
bagian tibia-
Pada saat casting mungkin daerah
yang menonjol sudah terbentuk.
Dibutuhkan pengurangan daerah
yang menonjol. Dan mengisi pada
daerah yang cekung.
Nb: Kondisi pasien bisa berbeda –
beda
-Step# 6 Menambahankan
cast-
 Penambahan di berikan pada bony
prominences dan border, sehingga
AFO tidak menekan pada sensitif
area
• Penambahan plester gips di berikan pada :
1. Base of Metatarsal 5 dan naviculare
2. Medial lateral border on the foot
3. Maleolus
4. Jika 3 point presure digunakan untuk
mengoreksi inversi eversi, corective forces
-Gb.1.2 Penjelasan Step #6-

Forefoot diposisikan normal agar tidak mengalami abduksi atau adduksi.


Lakukan penambahan hingga area headmetatarsal sehingga trimline cukup
rendah, lembutkan dengan air.
-Step#7 Menghalusankan dan mengevaluasi
positif cast-

Ketika cast sudah selesai, haluskan dengan screening


(kawat kasa) dan evaluasi alignmentnya. Alignment
yang di evaluasi : alignment subtalar, paralel rearfoot
atau forefoot, dan ankle pada 90◦

Sekarang cast siap untuk di moulding tapi cast harus


benar-benar kering karena jika tidak, dapat
menimbulkan gelembung dan hasilnya menjadi tidak
rata
-Seorang Orthotis harus menyadari hal
berikut -

2. Varus atau valgus


1. Kaki dapat bergerak
harusnya dapat di 3. Strep pada AFO bisa
di dalam AFO, terutama
control oleh AFO membantu mengoreksi
jika otot plantar fleksi
dengan mengunakan dan menstabilkan foot
kuat
soft tisue

4. Trimline harus cukup


tinggi untuk area foot.
5. Pastikan orthosis
Footwear dimodifikasi
nyaman
untuk memberikan
ruang bagi AFO
-Cast Modification Flexible AFO-

1. Flexible AFO dibuat


2. Biasanya penambahan 5
dengan cara yang sama
derajat dorsi fleksi sudah
dengan Rigid AFO tetapi
cukup untuk membentuk
dengan angle of ankle dorsi
gerakan flexible
fleksi lebih dari 90 derajat

4. Fleksible AFO ditterapkan


3. Hal ini dibutuhkan untuk
untuk pasien yang memiliki
selama swing phase dan
kelemahan pada anterior
kontrol plantar fleksi (heel
tibialis (bukan total
stike ke foot flat)
paralisis)

5. Perbedaan paling
mendasar terletak pada
trimline Flexible AFO
-Gb.1.3 Penjelasan Cast
Modification Flexible AFO-
-Cast Modification Jointed
AFO-
 Fungsi sewajarnya dari ankle joint,
harus sejajar dengan semua bidang
dan berada dalam line of progression
-Prosedur Cast Modification Jointed AFO-

1) Gambar garis reference di bidang coronal sehingga


garis medial dan lateral berada dalam level yang
sama. Koreksi posisi untuk menentukan tinggi
ankle joint dari distal medial maleolus
2) Gambar garis reference di tiap maleolus yang ada
pada bidang sagital. Tandai apex medial maleolus
3) Tempatkan sebuah paku di point apex dan
gunakan untuk acuan dalam proses penambahan
(5-6 mm) tergantung ukuran pasien, kecacatan,
gaya koreksi yang diinginkan
4) Perbedaan tipe joint yang dibutuhkan berbeda,
sesuai dengan metode attachment dan alignment
5) Penambahan plester gip dilakukan dengan cara
-Fungsi, Design, dan penempatan
Joint-
 Alignment of the foot atau ankle berada
di bidang horisontal
 Axis talus dan bidang frontal dari sudut
20-30 derajat. Ada banyak pendapat ahli
orthotist tentang
1. In German bagaimana
2. In USA berpendapat
alignment sejajar dengan
mengalignment mechanical
berpendapat axis sejajar
dengan bidang frontal
axisaxisankle
anatomical
sebenarnya
joint dan hubungannya dengan
anatomical axis orthotist Jerman.
Perkembangan ortosis di Indonesia ikut pendapat dari

Alignment of the foot/ankle di bidang frontal


-Mechanical (orthotic) ankle axis harus sejajar dengan
lantai
-Gb.1.4 Penggambaran mechanical
axis of ankle joint and knee joint -
-The Talus Joint-
 Axis dari sendi thalus berlokasi di tengah
(bagian paling menonjol) dari lateral
maleolus dan dari inferior tip medial
maleolus
 Psikologisnya aksis ini tidak horizontal
atau sejajar dengan lantai
-Gb.1.6 Penggambaran The Talus Joint -
Shifting the Mechanical orthotic ankle
joint in relation to the anatomical joint

 Pergeseran anterior akan mengatur (limit)


dorsi fleksi dari sendi dan mensuport
ekstensi dari sendi lutut
 Pergeseran posterior akan menciptakan
efek yang berlawanan
-Principle Prescription-
Articulated AFO menyediakan pergerakan
yang banyak untuk dorsi fleksi atau plantar
fleksi dan bisa juga membatasi
pergerakan tertentu
Articulated AFO bisa juga diatur dari yang
free motion, stop motionmaupun limited
motion
-Cast Modification PTB orthosis-
1. Periksa kembali alignment 2. Kupas plaster dari
pada negative cast. positif cast dan lakukan 3. Periksa
Pengsetingan dilakukan jika penandaan ulang pada kembali
dibutuhkan, dan balut kembali permukaan dengan pensil alignment
dengan plaster air

4. Gunakan surform setengah 5. Gunakan surform


lingkaran untuk mengurangi lingkaran guna
median lateral dimensi mengurangi cast
khususnya pada bagian medial dimulai dari patella
tibia flare sampai 3mm dari tendon hingga jempol
measurement kaki

6. Pengurangan cast pada


bagian popliteal area
sedalam 3 mm dari 7. Mengurangi
8. Penambahan
anterior posterior circumference dari
plaster
pengurangan dilakukan betis hingga 1 cm
hingga membentuk pada
cast
-Gb.1.6 Penggambaran Cast Modification
PTB orthosis-
-Summary -
Proses modifikasi atau ratifikasi dari
keempat memiliki prinsip yang hampir
sama
Modifikasi dimualai dari base of support
Foot harus tegak lurus
Tiga titik pada foot yang harus menempel
dengan lantai adalah heel, 1st metatarsal,
dan 5th metatarsal

Anda mungkin juga menyukai