Anda di halaman 1dari 28

PRE-EKLAMPSIA BERAT

Fauzannah F. Karim
11.16.777.14.096

Pembimbing Klinik :
dr. Juniaty Caroline Simanjuntak, Sp.OG (K)
Pendahuluan

 Hipertensi dalam kehamilan didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah


sistolik ≥140 mmHg atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg yang terjadi
dalam masa kehamilan.

 Preeklampsia adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria, yang umumnya


terjadi pada usia kehamilan lebih dari 20 minggu atau segera setelah
persalinan.

 Salah satu penyebab tertinggi kematian ibu adalah penyakit


preeklampsia/eklampsia selain perdarahan dan infeksi.
Definisi

 Preeklampsia adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria signifikan,


yang umumnya terjadi pada usia kehamilan lebih dari 20 minggu atau segera
setelah persalinan. Proteinuria yang signifikan adalah jika terdapat ≥ 300 mg
protein dalam urin 24 jam atau terdapat lebih dari 30 mg/mmol pada spot
urine: sampel kreatinin.
Epidemiologi
 Belum diketahui pasti  disfungsi endotel
 Faktor risiko :
1. Multiple pregnancy
2. Riwayat preeklampsia pada kehamilan sebelumnya
3. Riwayat keluarga preeklampsia
4. Hipertensi kronik
5. Diabetes pregestasional
6. Penyakit vaskular dan jaringan ikat
7. Penyakit ginjal kronik
8. Obesitas
9. Umur ≥ 35 tahun
Patofisiologi
 Walaupun etiologi preeklampsia belum jelas, semua faktor risiko menunjukan kepada
patofisologi umum yang mendominasi, yaitu disfungsi endotel. Pada disfungsi endotel
terjadi ketidak seimbangan substansi vasoaktif sehingga dapat terjadi hipertensi.

 Disfungsi endotel juga menyebabkan permeabilitas vaskular meningkat sehingga


menyebabkan edema dan proteinuria. Jika terjadi disfungsi endotel maka pada
permukaan endotel akan diekspresikan molekul adhesi, seperti Vascular Cell Adhesion
Molecule-1 (VCAM-1) dan IntercellularCell Adhesion Molecule-1 (ICAM-1).

 Wanita hamil dengan preeklampsia mengalami peningkatan sensitivitas terhadap agen


pressor, penurunan kadar prostasiklin (vasodilator) dan peningkatan kadar tromboksan
(vasokonstriktor) dibandingkan dengan wanita hamil normal.

 Selain itu diduga bahwa respon inflamasi maternal yang berlebihan melawan antigen
fetal yang dianggap asing menyebabkan terganggunya invasi trofoblas dengan defek
pada remodeling arteri spiral. Hal ini menyebabkan peninggian resistensi vaskular dan
penurunan perfusi plasenta.
Klasifikasi
 Preeklampsia dapat diklasifikasikan berdasarkan derajat keparahannya, yaitu:
1. Preeklampsia Ringan
Diagnosa preeklampsia ringan ditegakkan dengan kriteria:
- Hipertensi: sistolik/diastolik ≥ 140/90 mmHg.
- Proteinuria: ≥ 300 mg/24 jam atau ≥ 1+ dipstik.
2. Preeklampsia Berat
Preeklampsia berat ditandai oleh satu atau lebih kriteria berikut :
- Tekanan darah sistolik ≥ 160 mmHg atau diastolik ≥ 110 mmHg pada saat dua pemeriksaan
setidaknya berjarak 6 jam saat pasien
berisitirahat di tempat tidur.
- Proteinuria > 5 gr dalam spesimen urin 24 jam atau > +3 pada dua kali pemeriksaan urin sewaktu.
- Oliguria kurang dari 500 ml dalam 24 jam
- Gangguan penglihatan dan serebral
- Edema paru dan sianosis
- Nyeri epigastrium atau nyeri kuadran atas abdomen
- Fungsi hati terganggu
- Trombositopenia
- Pertumbuhan janin terganggu
Komplikasi

 Komplikasi preeklampsia dapat dibagi menjadi


komplikasi maternal dan Fetal.

1. Pengaruh terhadap Ibu: Eklamsia, perdarahan


serebrovaskular, HELLP Syndrome

2. Pengaruh terhadap janin : Kematian perinatal dan


morbiditas fetus meningkat
Pengobatan
 Pada pasien preeklampsia berat segera harus diberi obat
sedatif kuat untuk mencegah timbulnya kejang.
 Apabila sesudah 12 – 24 jam bahaya akut sudah diatasi,
tindakan terbaik adalah menghentikan kehamilan.
 Sebagai pengobatan mencegah timbulnya kejang, dapat
diberikan larutan magnesium sulfat (MgSO4) 20% dengan
dosis 4 gram secara intravena loading dose dalam 4-5
menit.
 Kemudian dilanjutkan dengan MgSO4 40% sebanyak 12 gram
dalam 500 cc ringer laktat (RL) atau sekitar 14 tetes/menit.
Tambahan magnesium sulfat hanya dapat diberikan jika
diuresis pasien baik, refleks patella positif dan frekuensi
pernafasan lebih dari 16 kali/menit.
 Selain magnesium sulfat, pasien dengan preeklampsia dapat
juga diberikan klorpromazin dengan dosis 50 mg IM ataupun
diazepam 20 mg IM
Laporan kasus
Laporan kasus

IDENTITAS PASIEN
 Nama : Ny. A
 Usia : 26 tahun
 Pendidikan terakhir : SD
 Pekerjaan : IRT
 Agama : Islam
 Alamat : Jl. Trans DS III, Tibo
 Tanggal pemeriksaan : 21 Desember 2017
 Rumah sakit : RSUD Madani
Anamnesis
 Keluhan utama :

Sakit kepala

 Riwayat penyakit sekarang :

Pasien masuk dengan keluhan sakit kepala yang dialami sejak 2 hari yang
lalu. Penglihatan kabur tidak ada. Sesak napas tidak ada. Mual dan muntah tidak
ada. Sakit perut tidak ada. Perdarahan jalan lahir tidak ada. Buang Air Besar
Biasa. Buang Air Kecil Lancar. Namun pasien mengeluh bengkak pada kedua kaki
yang dialami sejak 1 hari yang lalu. Selama hamil pasien rutin memeriksakan
kehamilannya di bidan.
Anamnesis
 Riwayat penyakit dahulu :

Pasien belum pernah mengalami keluhan yang sama terutama saat kehamilan
sebelumnya. Untuk kehamilan saat ini pasien baru mengetahui adanya tekanan darah
tinggi saat memasuki usia kehamilan enam bulan (trimester kedua).

 Riwayat obstetric :

 Hamil pertama : Anak perempuan, aterm, lahir normal di Rumah dan di tolong
oleh bidan. Tanggal 13, bulan Agustus, tahun 2008.

 Hamil kedua : Anak perempuan, aterm, lahir normal di Rumah dan di tolong oleh
Dukun. Tahun 2013.

 Hamil ketiga : Abortus saat usia kehamilan 3 bulan.

 Hamil keempat: Hamil sekarang.


Pemeriksaan fisik
 Keadaan umum : sakit sedang Kepala leher
 Kesadaran : kompos mentis  Konjuctiva : anemis (-/-)
 BB : 60 kg  Sclera : ikterik (-/-)
 TB : 155 cm  Edema palpebral : (-/-)
 Pembesaran KGB : (-/-)
TD : 170/110 mmHg  Pembesaran kel. Tiroid : (-/-)
N : 96 x/m
R : 22 x/m
S : 36,8ºC
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan genitalia
Abdomen  Pemeriksaan luar :

 Inspeksi : tampak datar  Situs : Memanjang

 Auskultasi : peristaltic (+),  Leopold I : Bagian tertinggi janin teraba


bundar dan kenyal kesan bokong, TFU 31 cm
kesan normal
 Leopold II : Bagian kiri ibu teraba
 Perkusi : timpani seluruh berbenjol-benjol kesan ekstremitas, bagian
kuadran abdomen kanan ibu teraba datar kesan punggung.
 Leopold III : Bagian terendah janin
 Palpasi : nyeri tekan (-), teraba bundar keras kesan kepala.
organomegali (-)
 Leopold IV :Konvergen, 5/5
 HIS :-
 Ekstremitas
 DJJ : 134 kali/menit
 Atas : akral hangat (+/+), edema (-/-)
 PergerakanJanin : ±12 kali/12 jam
 Bawah : akral hangat (+/+), edema (DirasakanIbu)
(+/+)  Anak kesan : Tunggal
 TBJ : 2790 gr
Pemeriksaan Dalam

 Vulva/Vagina : Lesi tidak ada


 Porsio : Lunak, Tebal
 Pembukaan : ± 1 cm, seujung jari
 Ketuban : (+)
 Bagianterdepan : Teraba bagian keras (Presentasi kepala)
 Penurunan : Hodge I
 Ubun-ubun Kecil : Belum dapat teraba
 Panggul kesan : Cukup
 Pengeluaran : Lendir (+), Darah (-)
Pemeriksaan laboratorium
Parameter Hasil Satuan Range Normal

WBC 10,2 103/uL 4,8 – 10,8


RBC 3,10 106/uL 4,7 – 6,1
HGB 13,8 g/dL 14 – 18
HCT - % 42 – 52
MCV - fL 80 – 99
MCH - pg 27 – 31
MCHC - g/dL 33 – 37
PLT 220 103/uL 150 – 450
RDW-CV - % 11,5 – 14,5
RDW-SD - fL 37 – 54
NEUT % - % 40 – 74
LYM % - % 19 – 48
 Immunoserologi : HbsAg Non-reaktif
 Kimia darah
 Faal ginjal :
 Ureum 7,3 mg/dl (18,0 – 55,0)
 Kreatinin 0,83 mg/dl (0,70 – 1,30)
 Urine lengkap : Protein (+++)
Resume

 Pasien perempuan 27 tahun GIVPIIAI gravid 35 minggu 5 hari masuk


dengan keluhan Cefalgia yang dialami 2 hari sebelum masuk rumah
sakit dan Edema Pretibial yang dialami 1 hari sebelum masuk rumah
sakit.
 Pemeriksaan fisik, Tekanan darah 170/110 mmHg, Nadi 96x/menit,
Pernapasan 22x/menit, Suhu 36,8ºC, Konjunctiva anemis (-/-), DJJ
134 kali/menit, TBJ 2790 gr, Ekstremitas bawah edema (+/+),
pemeriksaan dalam (VT) pembukaan ± 1 cm.
 Pada pemeriksaan penunjang, HGB 13,8 g/dl, Ureum 7,3 mg/dl (18,0
– 55,0), Kreatinin 0,83 mg/dl (0,70 – 1,30), Proteinuria (+++)
 DIAGNOSIS

GIVPIIAI + Gravid preterm UK 35 minggu + Preeklampsia Berat

 Penatalaksanaan

IVFD RL 20 tetes/menit
MgSO4 Sesuai protap
Sulfat Fe 1 x 300 mg
Rencanakan USG
Nifedipin 3 x 10 mg
Metildopa 3 x 250 mg
Isoksuprin HCl 3 x 20 mg
Observasi KU,TTV, BJF, dan takar urin.
Follow up
 Perawatan hari ke 2, 22 Desember 2017, pukul 08:00

S : Sakit kepala (+), Pusing (-), Penglihatan kabur (+), sesak napas (-), Mual (-),
Muntah (-), Sakit perut (-), Pelepasan lendir (-), Pelepasan darah (-), Pelepasan
Air (-), BAB (-) terakhir 3 hari yll, BAK (+) lancar.
O. : Keadaan umum : Sakit Sedang
TD : 150/90 MmHg P : 20x/ menit
N : 78 x/menit S : 36,6ºC
Konjungtiva anemis -/-
Edema Pretibial +/+
Leopold I : 3 JBPX
Leopold II : Punggung-Kanan
Leopold III : Presentasi Kepala
Leopold IV : 5/5, Konvergen
DJJ 140x/menit
HIS (-)
 A : GIVPIIAI + Gravid Preterm, UK 35 minggu + PEB
 P : IVD RL 20 tpm
Sulfat Fe 2x1 tab
Nifedipin 3 x 10 mg
Metildopa 3 x 250 mg
Follow up
 Perawatan hari ke 3, 23 Desember 2017, pukul 08:00

S : Sakit kepala (-), Pusing (-), Penglihatan kabur (-), sesak napas (-), Mual (-),
Muntah (-), Sakit perut (-), Pelepasan lendir (-), Pelepasan darah (-), Pelepasan
Air (-), BAB (-) terakhir 4 hari yll, BAK (+) lancar.
O. : Keadaan umum : Sakit Sedang
TD : 140/80 MmHg P : 22x/ menit
N : 82 x/menit S : 36,8ºC
Konjungtiva anemis -/-
Edema Pretibial +/+
Leopold I : 3 JBPX
Leopold II : Punggung-Kanan
Leopold III : Presentasi Kepala
Leopold IV : 5/5, Konvergen
DJJ 142x/menit
HIS (-)
 A : GIVPIIAI + Gravid Preterm, UK 35 minggu + PEB
 P : Sulfat Fe 2x1 tab
Nifedipin 3 x 10 mg
Metildopa 3 x 250 mg
Histolan 3 x 1 tab
Pembahasan

 Pasien ini didiagnosis dengan GIVPIIAI Gravid preterm UK 35 minggu +


Preeklampsia Berat berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan
pemeriksaan penunjang.

 Diagnosis GIVPIIAI Gravid 35 minggu ditegakkan atas dasar hari pertama


haid terakhir pasien tanggal 15-04-2017. Berdasarkan pemeriksaan fisik
obstetric situs memanjang, leopold I bagian tertinggi janin teraba
bundar dan kenyal kesan bokong, TFU 31 cm, leopold II bagian kiri ibu
teraba berbenjol-benjol kesan ekstremitas, bagian kanan ibu teraba datar
kesan punggung, leopold III bagian terendah janin teraba bundar keras
kesan kepala, leopold IV Konvergen, DJJ 134 kali/menit, kontraksi tidak
ada, pergerakan janin ada, janin tunggal, taksiran berat janin 2790 gr.
Pembahasan
 Pada pasien ini didiagnosis dengan Preeklampsia Berat
berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
penunjang yang ditemukan. Dari anamnesis ditemukan sakit
sakit kepala yang di alami sejak 2 hari sebelum masuk rumah
sakit, sakit kepala baru pertama kali dialami. Dari anamnesis
yang di dapatkan pada pasien sesuai dengan teori pada
Preeklampsia sering muncul gejala serebrovaskular dan
neurologis seperti sakit kepala. Menurut kepustakaan
Preeklampsia adalah hipertensi yang timbul setelah 20 minggu
kehamilan disertai dengan proteinuria.
 Gejala yang dapat dikeluhkan pasien pada sekitar 52%
berhubungan dengan nyeri kepala, mual dan muntah, gangguan
penglihatan dan nyeri epigastrik. Pada beberapa kasus dapat
ditemukan adanya perdarahan spontan atau perdarahan
gastrointestinal.
Pembahasan

 Dari pemeriksaan fisik ditemukan, tekanan darah 170/110 mmHg,


suhu 36,8ºC, nadi 96x/menit, pernapasan 22x/menit, DJJ 134
kali/menit, TBJ 2790 gr, Ekstremitas edema (+/+), pemeriksaan
dalam (VT) belum ada pembukaan. Pemeriksaan fisik yang
ditemukan pada pasien ini sesuai dengan tanda-tanda
pemeriksaan fisik pada preeclampsia, dari kepustakan
pemeriksaan fisik pada preeclampsia dapat ditemukan tanda
seperti peningkatan tekanan darah, edema pada ekstremitas
bawah.
 Pemeriksaan penunjang yang dilakukan ditemukan hasil
laboratorium berupa Hb 1,8 g/dl, Ureum 7,3 mg/dl (18,0 – 55,0),
Kreatinin 0,83 mg/dl (0,70 – 1,30), Proteinuria (+++).
Pembahasan

 Penggunaan magnesium sulfat pada pasien dengan


preeklampsia berat menurunkan risiko terjadinya
eklampsia.

 Pemberian anti hipertensi pada kasus ini sudah sesuai


dengan teori. Pemberian nifedipin pada ibu hamil
merupakan lini pertama untuk penatalaksanaan hipertensi
dalam kehamilan yang diberikan 5-10 mg oral yang dapat
diulang sampai 8 kali/24 jam.
TERIMA KASIH