Anda di halaman 1dari 12

Kelemahan Pengukuran ROI

ROI mengakibatkan focus yang sempit pada profitabilitas divisi dengan


mengorbankan profitabilitas keseluruhan perusahaan

ROI mendorong para manajer untuk focus pada kepentingan jangka


pendek dengan mengorbankan kepentingan jangka panjang
Ilustrasi Fokus yang Sempit pada Profitabilitas Divisi
Cleaning Product Division berkesempatan melakukan investasi dalam dua proyek pada tahun
mendatang. Biaya yang dibutuhkan untuk setiap investasi, tingkat pengembalian, dan ROI adalah
sebagai berikut:

Proyek I Proek II
Investasi $10.000.000 $4.000.000
Laba Operasi 1.300.000 640.000
ROI 13% 16%

Saat ini, divisi menghasilkan ROI sebesar 15% dengan aktiva operasi $50 juta dan laba operasi atas
investasi berjalan sebesar 7,5 juta. Divisi telah mendapat persetujuan menambah investasi $15 juta
pada investasi modal baru. Kantor pusat mensyaratkan semua investasi harus menghasilkan laba
paling sedikit 10%.
Manajer divisi mempunyai empat alternative:

Alternatif
Hanya Memilih Hanya Memilih Memilih Kedua Tidak Memilih
Proyek I Proyek II Proyek Kedua Proyek
Laba Operasi $8.800.000 $8.140.000 $9.440.000 $7.500.000
Aktiva Operasi $60.000.000 $54.000.000 $64.000.000 $50.000.000
ROI 14,67% 15,07% 14,75% 15,00%
Ilustrasi Mendorong Optimisasi Jangka Pendek

Langkah-langkah yang ditempuh Ruth Lanford, Manajer Small Tools Division pada kuartal
keempat untuk meningkatkan kinerja:
1. Memberhentikan lima pegawai penjualan yang menerima gaji tertinggi
2. Memotong anggaran iklan kuartal keempat sampai 50 persen
3. Menunda seluruh promosi pegawai dalam divisi selama tiga bulan
4. Mengurangi anggaran pemeliharaan sampai 75 persen
5. Menggunakan bahan baku yang lebih murah untuk produksi selama kuartal keempat

Secara keseluruhan, langkah-langkah tersebut akan mengurangi beban, menaikkan laba, dan
meingkatkan ROI dalam jangka pendek. Namun, tindakan tersebut juga mengandung beberapa
konsekuensi negative jangka panjang.
MENGUKUR KINERJA PUSAT INVESTASI DENGAN
MENGGUNAKAN LABA RESIDU DAN NILAI TAMBAH EKONOMI

• Laba residu adalah perbedaan antara laba operasi dan pengembalian


minimum yang disyaratkan atas aktiva operasi perusahaan.
• Secara matematis dirumuskan:
Laba Residu = Laba operasi − (Tk. Pengembalian min x Aktiva operasi rata − rata)
Keunggulan laba residu:
Mendorong para manajer untuk menerima proyek apapun yang menghasilkan tingkat diatas minimum
Proyek I
Laba residu = Laba operasi – (Tingkat pengembalian minimum x Aktiva operasi rata-rata)
= $1.300.000 – (0,10 X $10.000.000)
= $1.300.000 - $1.000.000
= $300.000

Proyek II
Laba residu = $640.000 – (0,10 X $4.000.000)
= $640.000 - $400.000
= $240.000

Alternatif
Hanya Memilih Hanya Memilih Memilih Kedua Tidak Memilih
Proyek I Proyek II Proyek Kedua Proyek
Aktiva operasi $60.000.000 $54.000.000 $64.000.000 $50.000.000
Laba operasi $8.800.000 $8.140.000 $9.440.000 $7.500.000
Pengembalian minimum* 6.000.000 5.400.000 6.400.000 5.000.000
Laba residu $2.800.000 $2.740.000 $3.040.000 $2.500.000
*0,10 x Aktiva Operasi
Kelemahan Laba Residu:
• Mendorong orientasi jangka pendek.
• Perbandingan langsung dari kinerja pada dua pusat investasi yang berbeda
menjadi sulit karena tingkat investasinya bisa berbeda.

Divisi A Divisi B
Aktiva operasi rata-rata $15.000.000 $2.500.000
Laba operasi $1.500.000 $300.000
Pengembalian minimum (a) (1.200.000) (200.000)
Laba residu $300.000 $100.000
Pengembalian residu (b) 2% 4%
(a) 0,08 x Aktiva operasi
(b) Laba residu dibagi dengan aktiva operasi
Nilai Tambah Ekonomi
• Nilai tambah ekonomi (economic value added-EVA) adalah laba bersih (laba operasi dikurangi
pajak) dikurangi total biaya modal tahunan.
• Persamaan EVA sebagai berikut:
EVA = Laba operasi setelah pajak – (Persentase biaya modal aktual x Total modal yang dipakai )

EVA mengandalkan biaya modal yang sebenarnya, hal inilah yang menjadi penyebab bahwa EVA tidak
mencukupi untuk membantu mendorong jenis perilaku yang sesuai dari berbagai divisi dengan
menunjukkan penekanan semata-mata pada pendapatan operasi.
Penetapan Harga Transfer

Harga transfer adalah harga yang dibebankan


untuk suatu komponen oleh divisi penjual
pada divisi pembeli di perusahaan yang sama.
Dampak Penetapan Harga Transfer terhadap Divisi dan Perusahaan
secara Keseluruhan

2. Harga transfer mampu


memengaruhi tingkat laba yang
dihasilkan perusahaan multinasional
melalui pajak badan dan persyaratan
1. Harga yang dikenakan untuk hukum lainnya yang ditetapkan
barang yang ditransfer memengaruhi negara tempat berbagai divisi
biaya divisi pembeli dan pendapatan beroperasi.
divisi penjual.
Kebijakan Penetapan Harga Transfer
Harga-harga yang ditetapkan di setiap divisi:

Harga transfer
minimum (“batas
bawah” dari rentang Harga transfer maksimum
penawaran) (“batas atas” dari rentang
penawaran)

Transfer internal sebaiknya dilakukan saat biaya peluang (harga minimum) divisi penjual
lebih rendah dari biaya peluang (harga maksimum) divisi pembeli.
Kebijakan Penetapan Harga Transfer

Harga Transfer
Harga Pasar
Berdasarkan Biaya

Harga Transfer yang


Dinegosiasikan