Anda di halaman 1dari 24

PRESENTASI TUGAS

TUMOR TIROID

Pembimbing :
dr. Lopo Triyanto, Sp.B(K)Onk

Disusun Oleh :
Dewi Widiningsih
G4A015119

SMF ILMU BEDAH


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO
PURWOKERTO

2017
Anatomi
Kelenjar tiroid terletak di leher, yaitu
antara fasia koli media dan fasia
prevertebralis.
Kelenjar tiroid melekat pada trakea
dan fascia pretrakealis dan
melingkari trakea dua pertiga
bahkan sampai tiga perempat
lingkaran.
Keempat kelenjar paratiroid
umumnya terletak pada permukaan
belakang kelenjar tiroid, tetapi letak
dan jumlah kelenjar ini dapat
bervariasi.
Nodul Tiroid
 Nodul tiroid secara garis besar dibagi menjadi dua yaitu nodul tiroid jinak dan nodul tiroid
ganas (karsinoma).

Epidemiologi
 Nodul tiroid pada umumnya jinak. Insiden meningkat dengan bertambahnya usia dan
angka kejadian tinggi pada wanita dengan faktor resiko defisiensi yodium dan setelah
paparan radiasi.
 Karsinoma tiroid menempati urutan ke-9 dari sepuluh keganasan tersering. National Cancer
Institute dalam survei yang telah dilakukan melaporkan bahwa dari 100.000 orang
ditemukan kasus karsinoma tiroid sebesar 12,9% per tahun baik pria maupun wanita. Angka
kematian yaitu 0,5% dari 100.000 orang per tahun. Insidensi umur karsinoma tiroid yaitu
umur <20 tahun sebesar 1,8%, 20-34 tahun sebesar 15,1%, umur 35-44 tahun sebesar 19,6%,
umur 75-84 tahun turun sampai 1,4% dan puncaknya pada umur 45-54 tahun yaitu 24,2%.
Angka kematian tertinggi terletak pada umur 75-84 tahun yaitu 28,9%.
Klasifikasi
 Benigna  Unclassified tumors
 Follicular adenoma  Tumor-like lession
 Lain-lain : Hurtle cell adenoma,  Hiperplastik goiter: graves
teratoma disease, plummer’s disease

 Maligna  Thyroid cystic

 Follicular carcinoma  Solid cell nest

 Medullary carcinoma  Ectopic thyroid tissue

 Papillary carcinoma  Thyroiditis: hashimoto thyroiditis,


de Quervain thyroiditis, subacute
 Anaplastic carcinoma limfotitic thyroiditis, Riedel’s
thyroiditis (Scopa, 2004; Kumar,
 Nonepithelial tumors
2007).
 Malignant lymphomas
 Miscellaneous tumors
 Secondary tumors
Tumor Tiroid Jinak
 Adenoma Follikular
 Tumor jinak adenoma menunjukkan adanya folikel cell dffirentiation. Adenoma folikular
biasanya berupa tumor soliter dan masih memiliki kapsul fibrosa. Morfologinya terdiri atas sel-
sel yang homogen, edema, fibrosis, kalsifikasi, pembentukan tulang dan pembentukan kista
dapat terjadi.
 Evaluasi diagnostik : biopsi rutin aspirasi jarum halus, pemeriksaan USG leher dan skrining tingkat
TSH serum. Biopsi aspirasi jarum halus termasuk diagnostik yang paling penting untuk
mengevaluasi pasien dengan nodul tiroid. Keterbatasan utama dari biopsi aspirasi jarum halus
adalah ketidakmampuan untuk membedakan adenoma folikular dari karsinoma folikular
 Jarum halus biopsi aspirasi : adanya sel-sel epitel folikel yang sangat banyak dan tumpang
tindih. Masih ditemukan pembentukan mikrofolikel tetapi jumlah koloid mulai berkurang.
 Hurthle cell adenoma dan Teratoma
 Neoplasma sel hurthle ini berasal dari sel folikel dan terdiri dari sel oncocytic,
juga disebut oncocytes. Oncocytes yang mikroskopis ditandai dengan
sitoplasma granular yang berlimpah. Studi ultrastruktural telah menunjukkan
bahwa granular yang berlimpah ini disebabkan karena banyaknya
mitokondria dalam intra sitoplasmik sel. Sel adenoma hurthle unilateral dapat
diobati dengan lobektomi / isthmusectomy.
 Teratoma adalah tumor yang berasal dari sel germinal yang terdiri dari jaringan
yang menyusun fetus pada masa embriologi, yaitu: ectoderm, endoderm, dan
mesoderm. Predileksi tersering terjadi di gonad, wilayah sacrococcygeal,
mediastinum dan wilayah pineal, meskipun juga terjadi pada daerah leher
rahim dan juga kelenjar tiroid. Bentuk diferensiasi sel germinal ini tergantung
pada kehadiran dan proporsi komponen yang belum matang, usia pasien
serta ukuran tumor pada saat presentasi awal.
 Eksisi bedah adalah pengobatan pilihan
 Graves disease
 Penyakit Graves adalah
gangguan autoimun yang
mengarah ke hiperaktifitas dari
kelenjar tiroid (hipertiroidisme).
 Pengobatannya adalah
diberikan obat antitiroid, yodium
radioaktif dan tindakan bedah
 Thyroid cystic
 Kista tiroid adalah cairan yang dibungkus kantong
yang terdapat di kelenjar tiroid.
 Patogenesis dari kista tiroid belum diketahui,
kemungkinan disebabkan oleh proses infark,
destruksi folikel tiroid, degenerasi kistik dari folikel
tiroid dan proses nekrosis dari tumor jinak atau
ganas.
 Pemeriksaan penunjang yang diperlukan untuk
kasus dicurigai adanya kelainan di tiroid adalah
pemeriksaan laboratorium fungsi tiroid, Biopsi
Aspirasi Jarum Halus (BAJAH)/ FNAB, Ultrasonografi
(USG) dan Skintigrafi. Pemeriksaan lain adalah
Tomografi tiroid, Magnetic Resonance Image
(MRI), dan Positron Emission Tomografi (PET)
meskipun ini tidak rutin dilakukan.
 Penatalaksanaan nodul tiroid yang berupa kista
dapat dilakukan aspirasi dan tindakan operatif.
 Solid cell nests
 Solid cell nests (SCN) adalah struktur yang tidak teratur dengan diameter sekitar 1 mm,
biasanya ditemukan di tengah lobus lateral tiroid. SCN pada dasarnya terdiri dari sel
epidermoid non-keratinisasi dengan jembatan interseluler dan imunohistokimia positif
pada protein dengan berat molekul keratin tinggi dan rendah serta untuk antigen
carcinoembryonic. Lumen SCN biasanya dikelilingi oleh sel-sel musin, sel deskuamasi, sel
debris, mucosubstances asam, struktur dilapisi oleh sel epidermoid dari SCN dan epitel
folikular, sering ditemukan sebagai komponen tambahan dari sisa-sisa ultimobranchial
 Ectopic Thyroid tissue
 Dapat ditemukan di mana saja antara sekum foramen dan posisi normal kelenjar tiroid.
Meskipun sangat jarang, hal ini paling sering ditemukan di wilayah foramen sekum
pada pasien yang mengalami kegagalan turunnya kelenjar. Kelenjar tiroid ektopik
umumnya sangat langka dan muncul biasanya di garis tengah leher rahim (90% kasus)
dan bahkan lebih jarang di lokasi anatomi lainnya (10%) (Zieren et al, 2006).
 Hashimoto thyroiditis
 Pembengkakan kronis tiroid
(inflamasi) dari kelenjar
tiroid yang sering
menyebabkan penurunan
fungsi tiroid (hipotiroidisme).
 Terapi yang diberikan
berupa hormon tiroid
(levothyroxine) jika tubuh
tidak memproduksi cukup
hormon atau jika tubuh
memiliki tanda-tanda gagal
tiroid ringan (seperti
peningkatan TSH)
Karsinoma Tiroid
 Etiologi dan Patogenesis
 Etiologi yang berperan khususnya untuk well differentiated karsinoma (papilar
dan folikular) adalah radiasi dan goiter endemis sedangkan untuk jenis medular
adalah faktor genetik.
 Faktor risiko karsinoma tiroid antara lain :
 (1) Pengaruh usia dan jenis kelamin, resiko pada usia dibawah 20 tahun dan
diatas 50 tahun. Demikian pula dengan jenis kelamin, penderita laki-laki memiliki
resiko keganasan lebih tinggi daripada penderita perempuan.
 (2) Pengaruh radiasi di daerah leher dan kepala pada masa lampau
 (3) Kecepatan tumbuh tumor.
 (4) Riwayat gangguan mekanik di daerah leher.
 (5) Riwayat penyakit serupa dalam keluarga
Tipe karsinoma tiroid
Karsinoma Tiroid Karsinoma Tiroid Karsinoma Tiroid Karsinoma Anaplastik
Papiler Folkuler Meduller
- Tumbuh lambat - Tumbuh lambat - Berasal dari sel - Tumbuh cepat
- Diferensiasi baik - Diferensiasi baik parafolikuler - Invasi ke struktrur
- Metastasis - Metastasi - Terdiri dari amiloid sekitar
limfogen hematogen - Bersifat padat, - Banyak
- riwayat terpapar - diagnosis pasti keras dan noduler mengalami mitosis
radiasi pengion. frozen section - Terjadi bersama - Metastasis jauh
- diagnosis dapat pada durante gangguan - Terapi kombnasi
ditegakkan operasi atau hormonal radiasi, kemo, dan
dengan histopatologi (feorkomositoma) operatif tidak
pemeriksaan - Karsinoma folikular memberikan hasil
sitologi biopsi diterapi dengan yang baik
jarum halus tiroidektomi total
diikuti pemberian
iodin radioaktif
 T Tumor Primer  Tumor multifokal dari semua tipe histologi harus
diberi tanda (m) (ukuran terbesar menentukan
 Tx : Tumor primer tidak dapat dinilai klasifikasi), contoh : T2(m)
 T0 : Tidak didapat tumor primer  *Semua karsinoma tiroid anaplastik/undifferentiated
 T1 : Tumor dengan ukuran terbesar 2 cm atau termasuk T4
kurang masih terbatas pada tiroid  #Karsinoma anaplastik intratiroid resektabel
 T2 : Tumor dengan ukuran terbesar lebih dari 2 secara bedah
cm tetapi tidak lebih dari 4 cm masih terbatas pada  $Karsinoma anaplastik ekstra tiroid  irresektabel
tiroid secara bedah
 T3 : Tumor dengan ukuran terbesar lebih dari 4  N Kelenjar Getah Bening Regional
cm masih terbatas pada tiroid atau tumor ukuran
berapa saja dengan ekstensi ekstra tiroid yang  Nx : Kelenjar Getah Bening tidak dapat dinilai
minimal (misalnya ke otot sternotiroid atau jaringan
lunak peritiroid)  N0 : Tidak didapat metastasis ke kelenjar getah
bening
 T4a : Tumor telah keluar kapsul tiroid dan
menginvasi ke tempat berikut : jaringan lunak  N1 : Terdapat metastasis ke kelenjar getah
subkutan, laring, trakhea, esofagus, n.laringeus bening

 T4b : Tumor menginvasi fasia prevertebra,  N1a : Metastasis pada kelenjar getah bening
pembuluh mediastinal atau arteri karotis cervical Level VI (pretrakheal dan paratrakheal,
termasuk prelaringeal dan Delphian) N1b Metastasis
 T4a* :(karsinoma anaplastik) Tumor (ukuran pada kelenjar getah bening cervical unilateral,
berapa saja) masih terbatas pada tiroid# bilateral atau kontralateral atau ke kelenjar getah
bening mediastinal atas/superior
 T4b* : (karsinoma anaplastik) Tumor (ukuran
berapa saja) berekstensi keluar kapsul tiroid$  M Metastasis jauh

 Mx : Metastasis jauh tidak dapat dinilai

 M0 : Tidak terdapat metastasis jauh

 M1 : Terdapat metastasis jauh


Gejala Klinis
 Gejala kanker tiroid biasanya timbul setelah tumor bertumbuh antara lain
berupa benjolan atau nodul di leher depan, suara serak atau sulit berbicara
dengan suara normal, pembengkakan kelenjar getah bening (KGB) terutama
di leher, sulit menelan atau bernafas, atau nyeri di tenggorokan atau leher.
Secara klinis, nodul tiroid dicurigai ganas apabila: (Lukitto, 2003)
 a. Usia dibawah 20 tahun atau diatas 50 tahun
 b. Riwayat radiasi daerah leher sewaktu kanak-kanak
 c. Disfagia, sesak nafas perubahan suara
 d. Nodul soliter, pertumbuhan cepat, konsistensi keras
 e. Ada pembesaran kelenjar getah bening leher
 f. Ada tanda-tanda metastasis jauh.
Diagnosis
 Anamnesis dan pemeriksaan fisik:
 Pengaruh usia dan jenis kelamin
 Pengaruh radiasi didaerah leher dan kepala
 Radiasi pada masa kanak-kanak dapat menyebabkan malignansi pada tiroid kurang lebih 33 –
37%
 Kecepatan tumbuh tumor
 Nodul jinak membesar tidak terlalu cepat
 Nodul ganas membesar dengan cepat
 Nodul anaplastik membesar sangat cepat
 Kista dapat membesar dengan cepat
 Riwayat gangguan mekanik di daerah leher. Keluhan gangguan menelan, perasaan sesak
sesak, perubahan suara dan nyeri dapat terjadi akibat desakan dan atau infiltrasi tumor.
 Riwayat penyakit serupa pada keluarga. Bila ada, harus curiga kemungkinan adanya malignansi
tiroid tipe medulare.
 Temuan pada Pemeriksaan Fisik
 Pada tumor primer dapat berupa suatu nodul soliter atau multiple dengan konsistensi
bervariasi dari kistik sampai dangan keras bergantung kepada jenis patologi anatomi.
 Perlu diketahui ada tidaknya pembesaran kelenjar getah bening regional.
 Disamping ini perlu dicari ada tidaknya benjolan pada kalvaria, tulang belakang,
klavikula, sternum dll, serta tempat metastasis jauh lainnya yaitu di paru-paru, hati,
ginjal dan otak.
 Ada beberapa pemeriksaan penunjang yang dilakukan dalam menegakan diagnosis antara lain (Lukitto,
2003):
 Pemeriksaan laboratorium
 Human thyroglobulin, suatu penanda tumor (“tumor marker”) untuk keganasan tiroid.
 Pemeriksaan kadar FT4 dan TSHS untuk menilai fungsi tiroid
 Pemerksaan kadar kalsitonin hanya untuk pasien yang dicurigai karsinoma meduler.
 Pemeriksaan radiologis
 Dilakukan pemeriksaan foto paru secara posteroanterior, untuk menilai ada tidaknya metastasis.
 Esofagogram dilakukan bila secara klinis terdapat tandatanda adanya infiltrasi ke esofagus.
 Pembuatan foto tulang dilakukan bila ada tanda-tanda adanya metastasis ke tulang.
 Pemeriksaan ultrasonografi
 Diperlukan untuk mendeteksi nodul yang kecil atau nodul di posterior yang secara klinis belum dapat
dipalpasi. Disamping itu dapat dipakai untuk membedakan nodul yang padat dan kistik serta dapat
dimanfaatkan untuk penuntun dalam tindakan biopsi aspirasi jarum halus.
 Pemeriksaan sidik tiroid
 Pemeriksaan sidik tiroid dilakukan bila nodul menangkap iodium lebih sedikit dari jaringan tiroid yang
normal disebut nodul dingin (cold nodule), bila sama afinitasnya maka disebut nodul hangat (warm
nodule) dan bila afinitasnya lebih maka disebut nodul panas (hot nodule). Karsinoma tiroid sebagian besar
adalah nodule dingin.
 Pemeriksaan sitologi melalui biopsi aspirasi jarum halus
 Keberhasilan dan ketepatan pemeriksaan ini tergantung dari 2 hal yaitu: Faktor kemampuan pengambilan
sampel dan faktor ketepatan interpretasi oleh seorang sitolog sehingga angka akurasinya sangat
bervariasi.
 Pemeriksaan Histopatologi
 Merupakan jenis pemeriksaan diagnostik utama. Jaringan diperiksa setelah dilakukan tindakan lobektomi
atau isthmolobektomi.
Penatalaksanaan
Tiroidektomi
Radical Neck Dissection
TERIMAKASIH..