Anda di halaman 1dari 18

• Paru-paru terdiri dari ribuan tabung (bronkus)

 yang terbagi lagi menjadi jalan nafas yang lebih


 kecil (bronkiolus), dan berakhir pada kantung-
 kantung yang kecil, yang disebut alveoli.
• Alveoli ini mengandung kapiler-kapiler dimana
 di tempat tersebut terjadi pertukaran antara
 02 dan CO2
Bronkopneumonia adalah peradangan akut
parenkim paru – paru yang berasal dari suatu
infeksi yang biasanya dimulai dengan infeksi
bronkus/bronkiolus, kemudian meluas ke
alveolus sekitarnya (descending infection)
Bercak-bercak infiltrat yang terbentuk adalah bercak-bercak yang
difus, mengikuti pembagian dan penyebaran bronkus dan
ditandai dengan adanya daerah-daerah konsolidasi terbatas yang
mengelilingi saluran-saluran nafas yang lebih kecil.
KLASIFIKASI PNEUMONIA

Berdasarkan Sumber Berdasarkan Kuman Berdasarkan


Infeksi penyebab Predileksi / tempat
infeksi
• Pneumonia yg didapat di • Pneum. bakterial
masyarakat • Pneumonia lobaris
(Community-acquired pn.) • Pneum. atipikal (lobar pneumonia)
• Pneumonia yg didapat di • Pneum. ok virus • Bronchopneumonia
RS (Hospital-acquired pn. )
• Pneum. ok jamur • Pneum interstisial
• Pneumonia aspirasi
/ patogen lainnya (interstisial pneumonia)
• Pne. Immunocompr. host
UNICEF/ WHO, Pneumonia: The Forgotten Killer of Children, 2006.
 Streptococcus pneumoniae  Haemophillus influenza
 Pada Bayi  Pada anak - remaja
 Hidung tersumbat
 Rewel/irritabel
 Demam
 Nasu makan kurang  Menggigil
 Demam (39°C)
 Gelisah  Gelisah
 Distress pernapasan  Pernapasan cepat
(grunting,pernapasan cuping
hidung, retraksi  Batuk
supraklavikuler,interkostal
dan subkostal, takikardi,
 Sianosis sekitar
takipnu) mulut
 Inspeksi : retraksi otot epigastrik,
interkostal, suprasternal
 Palpasi : vocal fremitus suara melemah
 Perkusi : redup
 Auskultasi : bunyi bronkial, crakles (ronki
basah nyaring halus atau sedang) +/+,
wheezing -/-,
Diagnosis ditegakkan bila ditemukan 3 dari 5 gejala
klinis berikut:
 TRIAS BRONKOPNEUMONIA:
1. Sesak napas disertai dengan pernapasan cuping hidung
dan retraksi dinding dada.
2. Demam dengan suhu 39-40oC
3. Ronkhi basah, halus, nyaring (crackles)
 Gambaran darah menunjukkan leukositosis, biasanya
15.000-40.000/mm3 dengan pergeseran ke kiri dan
peningkatan LED.
 Foto thoraks menunjukkan gambaran infiltrat difus.
Sectish Theodore C, Prober Charles G. Nelson Textbook of Pediatrics :
“Pneumonia”. Edisi ke-17. Saunders. 2004.
 Darah perifer
lengkap
 AGD
 Urin lengkap
 Pemeriksaan
sputum
 Kultur darah
 Serologi
 Biakan kuman
 Uji resistensi
 Foto thoraks
 Tes mantoux
Bronkopneumonia ditandai dengan gambaran difus merata pada kedua
paru, berupa bercak-bercak infiltrat yang dapat meluas hingga daerah
perifer paru, disertai dengan peningkatan corakan peribronkial.

http://emedicine.org/bronchopneumonia/radiology.html
 Bronkiolitis
 Hanya pada penderita usia < 2 tahun
 Disebabkan oleh virus, tersering adalah respiratory
synctial virus.
 Perjalanan singkat (48-72 jam)
 Gambaran klinis tanpa disertai kenaikan suhu atau
hanya subfebris, sesak napas disertai serangan batuk,
pada pemeriksaan terdapat suara perkusi hipersonor,
ekspirium memanjang disertai dengan mengi
(wheezing).
 Asma Bronkial
 TBC Paru
http://emedicine.org/bronchopneumonia/radiology.html
 Pemberian  Anak dengan
antibiotik yang malnutrisi energi
tepat dan adekuat protein dan
maka mortalitas pengobatan yang
dapat dturunkan. terlambat
menunjukkan
mortalitas yang
tinggi
 Empiema torasis
 Perikarditis purulenta
 Pneumotoraks
 Infeksi ekstrapulmoner seperti meningitis
purulenta
 Miokarditis
 Personal hygine
 Menggunakan masker
 Penyuluhan kepada
masyarakat
 Vaksinasi
 Vaksinasi campak
 Vaksinasi Hib
 Vaksinasi
pneumococcus
 Vaksinasi DTP
 Antibiotik merupakan drug of choice untuk
kuman yang dicurigai
 Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam
pemilihan terapi :
 Kuman yang dicurigai atas dasar klinis,
etiologis dan epidemiologis
 Berat ringannya penyakit
 Riwayat pengobatan sebelumnya serta
respon klinis
 Ada / tidaknya penyakit yang mendasari
•Antibiotika yang dianjurkan untuk pengobatan adalah
kotrikomoksasol dan amoksisilin
•Polifarmasi terdiri dari Penisilin 50.000 U/ kgBB/hari ditambah
Chloramphenicol 50-75 mg/kgBB/hari atau dengan antibiotik
spektrum luas (misalnya: Ampisilin 100 mg/kgBB/hari).
•Pemberian O2 2-4 liter/menit (nasal)
•Pemberian cairan dan kalori yang cukup (bila perlu perinfus). Infus
dekstrose 10% : NaCl 0,9% = 3:1+KCl meq/500 cc cairan. Jumlah
cairan sesuai berat badan, kenaikan suhu, status dehidras