Anda di halaman 1dari 20

GEOLOGI BATUBARA

COALIFICATION AND
COAL SEDIMENTARY
ENVIRONMENT Kelompok 4

Adam Kurniawan (150672612)


Fika Cahya Haidiati (1506729286)
Firdaus Ramadhika (1506734456)
Safira Nurul Imani (1506730716)
Program Studi S1 Geologi
Universitas Indonesia
2018
Outline
■ Coalification
■ Coal Sedimentary Environment
COALIFICATION
Tingkat transformasi dan pembatubaraan disebut Coal Rank.
Proses pembatubaraan (coalification) pada dasarnya
merupakan fase biokimia awal yang diikuti oleh fase geokimia
atau metamorf.

Fase Biokimia awal Fase geokimia atau metamorf


■ Melibatkan aktivitas ■ Aktivitas mikroba tidak terlibat
mikroorganisme ■ Proses penguburan menyebabkan suhu
■ Proses yang terjadi di rawa dan tekanan meningkat
gambut berikut pengendapan dan ■ Peningkatan kandungan karbon
burial (selama diagenesis)
■ Penurunan kadar hidrogen dan oksigen,
■ Proses ini terjadi sampai tahap yang mengakibatkan hilangnya volatil.
hard brown coal tercapai
■ Penurunan kandungan air
■ Volume batu bara berkurang akibat
kompaksi
Parameter umum dalam menentukan coal rank
General Parameter
■ Moisture
■ Volatile contents
■ Reflectance

Chemical Parameter
■ Carbon content
■ Hydrogen content
■ Calorific value
Faktor Penyebab Terjadinya Proses
Pembatubaraan

• Kontak Langsung dengan Batuan Beku (Intrusi)


SUHU
• Asosiasi dengan Kedalaman burial

WAKTU Dipengaruhi dengan kenaikan suhu

• Pengaruh paling besar dari proses kompaksi


TEKANAN
• Mempengaruhi tingkat kelembaban batubara

Berupa kontak mikroskopis dari konsentrasi uranium


RADIOAKTIVITAS
atau thorium pada coal
LINGKUNGAN
PENGENDAPAN BATUBARA
Lingkungan Pengendapan Batubara
Menurut Teichimuller (1982; dalam Stach et al, 1982), cekungan
pengendapan bagi perkembangan endapan gambut dipengaruhi oleh :
■ Kenaikan muka air tanah yang lambat atau dasar cekungan
mengalami penurunan yang lambat, sehingga endapan gambut
terhindar dari abrasi air laut.
■ Adanya penghalang rawa-rawa seperti penghalang pantai, gosong
pasir atau tanggul alam untuk melindungi endapan gambut dari banjir
air sungai dan abrasi air laut.
■ Energi yang rendah dari hinterland (daerah dengan morfologi yang
relatif datar dan perbedaan topografi yang kecil) sehingga tidak ada
sedimen fluviatil (kasar) yang diendapkan
Lingkungan Pengendapan Batubara
Menurut Stach et al (1982), berdasarkan posisi geografinya, lingkungan
pengendapan batubara dibedakan menjadi
■ zona paralik (tepi pantai) dan
■ limnik (daratan)
Lingkungan pengendapan batubara oleh Horne et al (1978) adalah sebagai
berikut:
– Lingkungan Pengendapan Barrier
– Lingkungan Pengendapan Back-Barrier
– Lingkungan Pengendapan Lower Delta Plain
– Lingkungan Pengendapan Upper Delta Plain – Fluvial
– Lingkungan Pengendapan Transitional Lower Delta Plain
Sedimentary features
for identify coal
depositional
environment.
Source: Horne et al.
(1979)
Lingkungan Pengendapan Barrier
Lingkungan Pengendapan Back-Barrier
Lingkungan Pengendapan Lower Delta
Plain
Lingkungan Pengendapan Upper Delta
Plain-Fluvial

Lingkungan Pengendapan Transitional
Lower Delta Plain
Referensi

■ Prasongko, B.K., 1996, Model Pengendapan Batubara Untuk


Menunjang Eksplorasi dan Perencanaan Pertambangan, Program
Pascasarjana Institut Teknologi Bandung, Bandung, 138 hal.
■ Thomas, L., 2002, Coal Geology, John Wiley & Sons Ltd, England, 384
hal.
■ Thomas,Larry. 2013. Coal Geology, Second Edition.