Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN KASUS

Trauma Tumpul Thoraks & Abdomen


Internal Bleeding ec Laserasi Hepar
PENYAJI : RISCI INTAN PARMITA
PEMBIMBING : dr. RANTI WALUYAN

1
2
IDENTITAS PASIEN
Nama : An. AC
Jenis Kelamin : Perempuan
Tempat Tanggal Lahir : 3 Agustus 2012 (5 tahun)
Agama : Islam
Tanggal Masuk RS : 23 Februari 2018
3
SURVEY PRIMER
KELUHAN UTAMA Sesak + Nyeri perut

Snoring (-), gurgling (-), stridor (-), deviasi trakea (-), obstruksi benda asing (-).
AIRWAY
Tidak terdapat tanda trauma dan jejas leher dan wajah → CLEAR
RR 36 x/menit, SND vesikular (+/+), Wheezing (-/-), Ronkhi (-/-), SpO2 95% on free
BREATHING
air → naik 98% dengan oksigen via nasal canul 2 liter/menit dan RR 32 x/menit

CIRCULATION HR 120 x/menit, TD 90/50 mmHg, CRT >2 detik  IV line (2 jalur) + pasang DC
(oliguri)
DISABILITY GCS E4 V5 M6, kesadaran kompos mentis, pemeriksaan lain dalam batas normal

Warna kulit pucat dan tampak hematom pada thoraks inferior dextra
EXPOSURE
Suhu tubuh 36,5 °C, akral teraba dingin
4
SURVEY SEKUNDER
-
A (Allergies)
M (Medication) -
P (Past Illness) -
L (Last Meal) Makan terakhir ± 2 jam sebelum pasien dibawa ke RS
E (Event) Keluhan sesak dan nyeri perut muncul setelah pasien mengalami KLL

Pasien datang dengan keluhan sesak dan nyeri perut. Sekitar 30 menit SMRS,
pasien post KLL (motor vs mobil). Pasien dibonceng menggunakan sepeda motor
oleh orang tuanya dan duduk pada posisi paling depan dekat dengan stang motor.

ANAMNESA Saat mobil akan belok, motor menabrak mobil. Bagian dada dan perut atas pasien
terbentur stang motor. Seketika Ayah dan Kakak pasien ikut terdorong kedepan
sehingga semakin menekan dada dan perut pasien. Tidak lama berselang, pasien
muntah (tidak menyembur) sebanyak 1 kali, isi makanan yang pasien makan
sebelumnya, darah (-). Pingsan (-)
5
PEMERIKSAAN FISIK
TD = 90/50 mmHg N = 120 x/m, regular RR = 36 x/m T ax = 36,5°C BB 18 Kg
Keadaan Umum | Kesadaran Tampak sakit berat | tampak lemah GCS E4 V5 M6 – Kompos Mentis
Kulit| kepala| Mata| Mulut| THT Pucat Normosefal Ka (+/+) Bibir pucat Normal

Thorax Simetris, retraksi (-/-), tampak hematom di thorakal inferior dextra


Jantung S1 S2 tunggal, regular, mur mur (-), gallop (-)
Pulmo Gerakan simetris, D = S, Sonor, SND Vesikuler (+/+), Rh (-/-), Wh (-/-)

Distensi (+), BU (+) menurun, perkusi sulit dinilai, defans muskular (+), nyeri tekan (+)
Abdomen
diseluruh kuadran abdomen

Extremitas Akral dingin, capillary refill >2 detik

sebuah hematom setinggi ICS 6, sekitar 1 cm didepan axillaris anterior.


Status Lokalis e/r thoracal dextra
Bentuk tidak beraturan, ukuran ± 0,5 cm, warna merah kebiruan, hangat, nyeri tekan (+).
6
PEMERIKSAAN PENUNJANG
PEMERIKSAAN HASIL NILAI RUJUKAN
Hemoglobin 8,7 g/dL 10,7 – 14,7 g/dL
Hematokrit 25,3 % 31 - 43 %
Trombosit 492.000/µL 229 – 553 x 103 µL
Leukosit 15.200/µL 5.500 – 15.500 µL
DARAH
Eritrosit 3,36 x 106/ µL 3,7 – 5,7 x 106/ µL
(23 Februari 2018)
Ureum 31,66 mg/dL 48 mg/dL
Kreatinin 0,4 mg/dL <1,0 mg/dL
HbsAg Non Reaktif Non Reaktif
Anti HIV Non Reaktif Non Reaktif
Golongan Darah B -
7
PEMERIKSAAN PENUNJANG
FAST
(23 Februari 2018)

– Cairan bebas
intraabdomen di
Morison Pouch dan
paravesika
– Suspek laserasi
hepar lobus kiri
8
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Usulan Pemeriksaan X-Ray Thorax


(23 Februari 2018)
Waktu perdarahan,
waktu pembekuan dan
CT scan abdomen Dalam batas normal
9
DIAGNOSA

Trauma tumpul abdomen


Trauma tumpul thorax

Internal bleeding ec laserasi hepar


10
TATALAKSANA
– O2 3 lpm
– IV line 2 jalur
– DC
– Inj. Ceftriaxone 750 mg / 12 jam
– Inj. Ketorolac 15 mg / 8 jam
– Racikan “Coctail” dalam RL atau D5%
• Asam tranexamat 1 amp
• Vit K 1 amp
• Vit C 1 amp
– Cek Hb serial setiap jam  jika Hb <7  PRO OPERASI CYTO
– Tranfusi WB 2 kolf
– PRO ICU
11
PROGNOSIS
– Ad Vitam : Malam
– Ad Functionam : Malam
– Ad Sanactionam : Malam
STUDI KASUS

12
13

TRAUMA

Definisi
Bahasa Yunani:
- Cedera fisik dan/atau psikis;
- Kekerasan yang mengakibatkan cedera

Trauma  Respon fisik terhadap cedera

Sjamsuhidajat R, dkk. Buku Ajar Ilmu Bedah De Jong. Edisi 3. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2014.
14
Klasifikasi
• Suatu tumbukan langsung
• Menyebabkan kompresi dan crushing injuries  ruptur organ solid (liver,
Trauma Tumpul lien) dengan perdarahan sekunder  kontaminasi isi organ  peritonitis
• Limfa (40% hingga 55%), liver (35% hingga 45%) dan usus halus (5% - 10%)

• Trauma tajam  luka tembus


• Contoh : Luka tusuk, luka tembak
Trauma Penetrans • kerusakan jaringan yang lebih luas ke sekitar  merusak struktur
abdomen
• Liver (40%), usus halus (30%), diafragma (20%), dan kolon (15%)

• Bahan peledak (bom)


Trauma Ledakan • Pasien terlempar atau tertumbuk  Menyebabkan penetrasi fragmen dan
trauma tumpul  kombinasi mekanisme trauma

ATLS Edisi 9. Edisi bahasa Indonesia. 2017 ATLS 10th Edition. 2018
15
Assessment
Anamnesis

Riwayat trauma (KLL):


• Mekanisme trauma
• Waktu kejadian
• Kecepatan kendaraan
• Tipe tabrakan (arah berlawanan, arah samping, dari belakang, atau terguling)
• Penyok kendaraan yang menghimpit kabin,
• Tipe sabuk pengaman,
• Posisi pasien dalam kendaraan, dan
• Keadaan penumpang lain (bila ada)
• Respon pasien setelah terjadinya trauma

ATLS Edisi 9. Edisi bahasa Indonesia. 2017 ATLS 10th Edition. 2018
16
Assessment
Pemeriksaan Fisik

• Tanda vital
• Status generalis
• Status lokalis
• Status neurologis

Inspeksi : Simetris, hematom (-)


Auskultasi : Bising usus (+) menurun
Perkusi : Sulit dinilai
Palpasi : Distensi (+), defans muskular (+),
nyeri tekan (+) diseluruh kuadran abdomen

ATLS Edisi 9. Edisi bahasa Indonesia. 2017 ATLS 10th Edition. 2018
17
Assessment
Pemeriksaan Penunjang

• X-Ray Thorax √
• Focused Assessment Sonography in Trauma (FAST) √
• CT Scan

ATLS Edisi 9. Edisi bahasa Indonesia. 2017 ATLS 10th Edition. 2018
18
Tatalaksana
Prinsip
• Resusitasi
• Evaluasi  Mengendalikan perdarahan
• Pertimbangkan pembedahan (laparotomi)

 Trauma tumpul abdomen + hipotensi + FAST positif / ada tanda klinis perdarahan
intraperitoneal
 Trauma tumpul atau tajam dengan DPL positif
 Hipotensi pada trauma penetrans abdomen
 Luka tembak yang menembus rongga peritoneum / organ retroperitoneum
 Eviserasi
 Perdarahan dari lambung, rectum, atau traktus genitourinarius
 Peritonitis
 Udara bebas, udara retroperitoneal, atau ruptur hemidiafragma
 CT  ruptur organ di abdomen
ATLS Edisi 9. Edisi bahasa Indonesia. 2017 ATLS 10th Edition. 2018
19
KESIMPULAN
Pasien an. AC, 5 tahun mengalami internal bleeding ec
laserasi hepar akibat trauma tumpul abdomen yang
dialami pasien dan dibutuhkan tindakan operatif berupa
laparotomi eksplorasi
TERIMAKASIH 
KEPANITERAAN KLINIK - STASE EMERGENSI
12 FEBRUARI – 10 MARET 2018