Anda di halaman 1dari 23

ASPEK KEPERILAKUAN PADA

PENGAKUMULASIAN DAN
PENGENDALIAN BIAYA
NAMA ANGGOTA : RTS.NURAFNI PUTRI W (RRC1C016016)
MEILANI (RRC1C016022)
M.KASPUN NAZIR (RRC1C01652)
BIAYA
BIAYADENGAN
DENGANFUNGSI
FUNGSIMANAJEMEN
MANAJEMEN
• Bahan baku langsung adalah semua bahan
baku menjadi satu bagian integral dari produk
jadi.
• Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang
melibatkan secara langsung dalam pembuatan
produk.
• Tenaga kerja tidak langsung,seperti gaji dari
penyedia dan penjaga bangunan,digolongkan
sebagai dari biaya overhead pabrik.
• Biaya overhead pabrik dapat didefenisikan
sebagai seluruh biaya manufaktur kecuali
bahan baku langsung dan tenaga kerja
langsung
• Biaya pencegahan merupakan biaya yang
terjadi untuk mencegah dihasilkanny produk
cacat
• Biaya penilaian merupakan biaya yang dibuat
untuk melakukan pemantauan atau inspeksi
• Biaya kegagalan internal merupakan biaya
kegagalan yang terjadi selama proses
manufaktur atau proses,seperti biaya bahan
baku sisa,biaya pengerjaan kembali,dan
inspeksi ulang.
• Biaya kegagalan eksternal merupakan biaya
kegagalan yang terjadi setelah produk
tersebut dijual .
• Biaya penjualan adalah semua biaya
dihubungkan dengan aktivitas penjualan dan
pengiriman dari produk.
• Biaya umum dan administrasi mencakup
semua biaya yang terjadi dalam kaitannya
dengan pelaksaan aktivitas umum dan
administrasi.
SISTEM
SISTEM BIAYA TRADISIONAL
BIAYA TRADISIONAL VS BIAYA
VERSUS BIAYA
STANDAR
STANDAR
• Tujuan dan Penggunaan Sistem Akuntansi Biaya
Akuntansi biaya mengidentifikasikan, menguantifikasikan,
mengakumulasikan, dan melaporkan berbagai elemen biaya
yang berkaitan dengan produksi barang atau penyerahan
jasa. Akuntansi biaya memiliki dua tujuan. Melalui akumulasi
biaya untuk penilaian persediaan dan penentuan laba,
akuntansi biaya melayani kebutuhan pengguna eksternal.
Dengan menyediakan manajemen dengan informasi biaya
yang tepat waktu dan relevan, akuntansi biaya membantu
dalam perencanaan, pengendalian, dan evaluasi aktivitas
operasional harian dan orang yang bertanggung jawab untuk
itu. Data biaya juga memainkan peranan dalam analisis dan
penilaian profitabilitas relatif atau tingkat diinginkannya
suatu alternatif keputusan.
• Sistem Biaya Tradisional (Historis)
Istilah tradisional (historis) mengacu pada sistem biaya yang
membatasi input pada biaya historis dan mengusahakan
penyerapan penuh atas biaya tetap dan variabel oleh unit produk
atau jasa. Sistem biaya tradisional atau historis terutama fokus pada
identifikasi dan akumulasi biaya per unit produk atau jasa. Sistem
tersebut digunakan untuk menghitung nilai persediaan dan data
biaya harga pokok penjualan atau jasa yang diberikan untuk
pelaporan keuangan eksternal. Sistem biaya tradisional tidaklah
sesuai untuk pengendalian manajemen yang efektif karena
akumulasi dta biaya historis semata-mata tanpa perbandingan
dengan sasaran biaya yang telah ditentukan sebelumnya tidaklah
sesuai dengan konsep pengendalian kontemporer.
Salah satu kelemahan utama dari sistem biaya tradisional
adalah bahwa persyaratan akuntansi keuangan menuntut agar biaya
per unit produk atau jasa memperhitungkan semua biaya; baik yang
dapat ditelusuri ke suatu produk atau jasa maupun yang terjadi
untuk satu periode waktu tertentu atau untuk lebih dari satu objek
biaya.
Kelemahan lainnya yang berkaitan dengan
penggunaan sistem biaya tradisional untuk tujuan
pengendalian adalah bahwa satu-satunya dasar
untuk pengendalian adalah perbandingan kinerja
saat ini dengan kinerja dari periode sebelumnya.
Semakin jelas, bahwa informasi yang diberikan
oleh sistem biaya tradisional adalah tidak sesuai
dengan tujuan pengendalian modern. Sistem
tersebut juga memberikan sedikit informasi yang
bermanfaat untuk perencanaan dan pengambilan
keputusan manajerial. Kelemahannya yang
terbesar adalah sistem tersebut berbahaya karena
mendorong respons yang tidak diinginkan dan
dsetruktif ketika digunakan dalam mengevaluasi
kinerja dari individu yang diberikan tugas untuk
melaksanakan berbagai aktivitas dalam batasan
anggaran tersebut.
SISTEM BIAYA STANDAR
• Ruang Lingkup
Sistem biaya standar mencerminkan pencampuran yang
potensial efektif dari akuntansi dengan konsep pengendalian dari
teori organisasi modern. Biaya standar adalah sasaran biaya per
unit produk atau jasa yang ditentukan sebelumnya secara alamiah,
yang dikembangkan melalui studi teknik dan akuntansi. Aspek
pengendalian yang melekat dari perhitungan biaya standar adalah
kapabilitasnya untuk membandingkan, sebagai bagian dari arus
data reguler, kinerja aktual dengan standar yang ditentukan
sebelumnya dan untuk menyoroti varians (menguntungkan atau
tidak menguntungkan) antara kedua tingkat biaya tersebut. Untuk
menghasilkan manfaat pengendalian yang optimal dan untuk
mempertahankan relevansi, biaya standar harus diperbaharui
secar kontinu.
• Kompabilitas dengan Konsep Teori Organisasi Modern
Menurut Edwin Caplain, langkah-langkah pengendalian berikut
ini adalah penting dalam mengembangkan kerangka kerja untuk
biaya standar yang sesuai dengan konsep teori organisasi modern:
1. Penetapan tujuan organisasi.
2. Penentuan pusat pertanggungjawaban yang sesuai dengan
penugasan fungsi kepada masing-masing.
3. Pengisian staf dari pusat pertanggungjawaban dengan individu-
individu yang mewakili kemampuan, motivasi, dan pengetahuan
yang mencukupi untuk melakukan fungsinya.
4. Penciptaan jalur komunikasi antara pusat pertanggungjawaban dan
unit organisasi lainnya serta, dimana perlu, lingkungan eksternal.
5. Pengembangan prosedur yang memastikan bahwa informasi yang
mencukupi relevan, dan tepat waktu sepanjang jalur komunikasi.
6. Desain dan implementasi mekanisme pengendalian yang
mengukur dan mengevaluasi kinerja dalam hal tujuan organisasi
dan memberikan umpan balik mengenai penyesuaian yang
diperlukan dalam tujuan dan atau kinerja.
PERHITUNGAN
PERHITUNGANBIAYA LANGSUNG
BIAYA LANGSUNG ATAU
ATAU
VARIABEL
VARIABEL
• Filosofi yang mendasari
Metode akuntansi biaya tradisional mengabaikan fakta bahwa
biaya overhead tertentu akan tetap konstan tanpa memedulikan
kuantitas dari unit yang dihasilkan atau jasa yang diserahkan,
sementara biaya overhead yang lainnya berfluktuasi terhadap volume.
Untuk mengatasi hal ini, penyusunan anggaran fleksibel dan analisis
biaya-volume-laba diperkenalkan.
Untuk memfasilitasi pengambilan keputusan dan pengendalian
biaya tanpa perlu untuk menyusun laporan pelengkap yang
menghabiskan banyak waktu, suatu filosofi perhitungan biaya baru
diperkenalkan sejak tahun 1930 yang disebut metode perhitungan
biaya langsung atau biaya variabel yang dianggap memberikan hasil
yang lebih berarti bagi manajemen dan bagi mereka yang berhadapan
dengan pengambilan keputusan sehari-hari berdasarkan hasil
akuntansi biaya.
• Dorongan keperilakuan
Konsep, prinsip, dan praktik akuntansi
mempengaruhi pengukuran kinerja
menajerial dan konsekuensinya, keputusan
manajemen.
Hawkins menyatakan bahwa konsep,
prinsip, dan praktik akuntansi adalah bagus
secara keperilakuan maupun teknis jika
konsep, prinsip, atau praktik tersebut :
1. Menghambat manajer dari pengambilan
berbagai tindakan operasi yang tidak
menguntungkan guna membenarkan
adopsi atas suatu alternative akuntansi
2. Menghambat adopsi atas praktik
akuntansi oleh perusahaan yang hanya
menciptakan ilusi kinerja.
PENGENDALIAN BIAYA
Membagi biaya ke dalam komponen variable dan tetap
memberikan dasar yang lebih baik untuk pengendalian
biaya.
Biaya teknik meliputi biaya bahan baku langsung,
biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead variabel
Biaya tetap yang dikomitmenkan atau biaya kapasitas
adalah seluruh baiay organisasi dan pabrik yang terus
terjadi dan yang tidak dapat dikurangi tanpa merugikan
kompetensi organisasi untuk memenuhi tujuan jangka
panjang.
Biaya diskresioner yang muncul dari keputusan
periodic yang tidak memiliki hubungan optimum yang
dapat ditunjukkan antara input dan output .
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pengetahuan akan biaya diferensial atau biaya variabel serta margin
kontirbusi akan mempengaruhi perilaku manajer dan mengarahkan
mereka pada pengambilan keputusan yang lebih baik. Beberapa situasi
pengambulan keputusan yang umum akan dijelaskan berikut ini.
• Keputusan bauran produk
Keputusan mengenai bauran produk, manajer penjualan yang
mengetahui margin kontribusi dari produk – produknya akan jauh lebih
mampu untuk memutuskan produk mana yang akan didorong dan mana
yang harus dikurangi atau ditolerir hanya karena penjualannya
menguntungkan produk lain.
• Penentuan harga produk baru
Produk baru umumnya diterima dipasar stelah diuji coba secara ekstensif
oleh perusahaan yang memiliki reputasi dal;am industry tersebut.
• Penghapusan produk
Margin kontribusi akan membantu manajemen dalam menentukan
apakah akan menghentikan suatau produk atau hanya berhenti
menjualnnya dipasar tertentu.
• Pesanan khusus
Dalam pemesanan khusus terdapat dua jenis situasi
pemesanan khusus. Situasi tersebut dapat melibatkan
akomodasi untuk pelanggan istimewa atau persyaratan
khusus untuk ukuran. Metode pengiriman, atau pengepakan.
• Kampanye iklan dan promosi
Untuk meningkatkan volume penjualan saat ini, perusahaan
dapat meluncurkan kampaye ikalan dan promosi khusus.
Semakin tinggi margin kontribusi dari produk yang
dipromosikan atau diiklankan, maka semakin bersar manfaat
bersih potensialnya , semakin rendah margin kontribusinya,
maka semakin banyak tambahan unit yang harus dijual
menutupi tambahan biaya.
• Keputusan mengurangi biaya
Pengetahuan ini akan mendorong manajemen untuk sangat
waspada terhadap biaya dan juga memperkenalkan alat dan
prosedur untuk menghemat biaya.
ASPEK KEPERILAKUAN DARI LANGKAH
AKUNTANSI BIAYA YANG DIPILIH
• Penetapan standar
Elemen yang paling berpengaruh dalam menetukan keberhasilan atau
kegagalan sistem biaya adalah standar yang digunakan sebagai kriteria
kinerja . Standar memiliki fungsi ganda yaitu berfungsi sebagai tujuan
untuk memotivasi pengendalian biaya dan sebagai alat evaluasi
kinerja.
• Partisipasi dalam penetapan standar
Dalam salah satu studi empiris mereka, mereka menggunakan teori
disonansi kognitif untuk mendapatkan lebih banyak wawasan
mengenai kenapa partisipasi lebih efektif dalam penetapan standar
kinerja.Dalam konteks penetapan standar, teori ini mengimplikasikan
bahwa jika manajemen menginginkan komitmen yang pasti terhadap
standar maka individu yang dikendalikan harus memiliki pilihan.
• Standar yang ketat vs standar yang longgar
Untuk berfungsi sebagai alat motivasi, standar yang
digunakan haruslah tidak terlalu ketat dan tidak terlalu longgar.
Standar yang ketat akan lebih sering tidak tercapai daripada
dipenuhi. Variasi yang dihasilkan mungkin tidak secara adil
berhubungan dengan kinerja yang buruk dan tidak
diidentifikasikan sebagai sesuatu yang disebabkan oleh standar
yang ketat. Standar yang ketat berguna bagi mandor atau
manajer saja yang akan termotivasi oleh kebutuhan akan prestasi
yang luar biasa. Sementara itu, standar yang longgar tidak
memberikan manfaat motivasional apapun karena standar begitu
mudah dicapai, sehingga mandor dan manajer mengabaikan
standar tersebut karena dianggap tidak berarti.
Tingkat keketatan yang diharapkan haruslah dievaluasi
dalam setiap situasi berdasarkan jenis proses produksi,
produkatau jasa yang akan diserahkan, dan kepribadian dari
orang-orang yang terlibat didalamnya. Tanpa memperdulikan
partisipasi dan keketatanny, setelah standar ditetapkan , maka
standar itu harus diperbarui sehingga dapat mempertahankan
relevansinya.
• Penyerapan Overhead
Bidang lain yang penuh dengan dorongan disfungsional adalah
penyerapan overhead. Praktik umum untuk membebankan
overhead manufaktur tetap dan variabel ke produk pada tarif
estimasi yang didasarkan pada tingkat kapasitas yang telah
ditentukan sebelumnya. Ketika dasar yang digunakan untuk
penyerapan berbeda dengan yang telah ditentukan sebelumnya,
maka varians yang dibebankan terlalu tinggi atau terlalu rendah
akan terjadi.
• Alokasi Biaya Tidak Langsung
Literatur mengenai alokasi biaya tidak langsung kebanyakan
berhubungan dengan aspek perhitungan alokasi. Literatur tersebut
benar-benar mengabaikan sensitivitas keperilakuan yang
merupakan komponen terbesar ketika digunakan sebagai evaluasi
kinerja dan pengambilan keputusan. Satu-satunya rekomendasi
yang ditawarkan oleh peneliti dan pendidik adalah bahwa
perusahaan harus menghindari untuk membebankan kepada pusat
pertanggungjawaban biaya terhadap mana pusat
pertanggungjawaban tersebut tidak memiliki baik langsung maupun
tidak langsung.
• ANALISIS VARIANS
Unsur utama dari pengendalian biaya adalah
perbandingan secara periodik antara biaya aktual
dengan sasaran biaya yang sudah ditentukan
sebelumnya, baik dalam bentuk anggaran
maupun standar. Perbandingan tersebut juga
akan menghasilkan sejumlah varians karena
mustahil bahwa biaya aktual yang terjadi akan
setara dengan standar atau anggaran dari elemen
operasional yang dikendalikan. Varians tersebut
dapat merupakan hasil dari berbagai penyebab,
beberapa diantaranya dapat dijelaskan dan
dikendalikan, sementara yang lain tidak dapat
dijelaskan maupun dikendalikan.
• Keputusan investigasi varians
Ada beberapa metode keputusan yang
direkomendasikan, tetapi tidak ada satupun
diantaranya digunakan secara luas dalam
membuat keputusan investigasi. Sebaliknya
manajemen masih menggunakan penilaian
subjektif dan aturan-aturan berdasarkan
pengalaman ketika memutuskan apakah
investigasi dan tindakan perbaikan diinginkan
atau dibenarkan secara ekonomi.
• Aspek keperilakuan
Semua model akuntansi untuk investigasi varians biaya
didasarkan pada pandangan pengendalian struktural.
Komponen khusus dari kebijakan pengendalian dapat
memengaruhi respon manusia adalah faktor-faktor seperti :
1. Batas pengendalian
Kisaran hasil kinerja yang dianggap dapat diterima oleh
manajer adalah batasan pengendalian. Batasan ini
menetukan seberapa mudah atau sulit bagi seseorang
yang dikendalikan untuk berkinerja dalam kisaran yang
dapat diterima dan berapa banyak ruang yang mereka
miliki untuk gagal sekali waktu. Tingkat toleransi ini dapat
memengaruhi kinerja aktual mereka.
2. Hasil umpan balik
Umpan balik mengenai kinerja manusia akan
menimbulkan perasaan keberhasilan atau kegagalan
dalam diri individu yang dikendalikan.
3. Keketatan pemaksaan
Pemaksaan yang ketat atas kebijakan pengendalian
akan menimbulkan tekanan dalam diri individu yang
dikendalikan namun pemaksaan yang longgar akan
menurunkan motivasi individu untuk berjuang bagi
pencapaian tujuan.
4. Struktur penghargaan
Orang atau kelompok akan memodifikasi perilaku
mereka yang tidak diinginkan ketika mereka
memandang bahwa perubahan atau pengulangan
perilaku tersebut disertai dengan penghargaan
intrinsik maupun ekstrinsik.