Anda di halaman 1dari 22

Fungsi

Pengawasan
(Controlling)
Nama Anggota Kelompok :
M. Kaspun Nazir (RRC1C016052)
Chairani Azzahrah (RRC1C016040)
Ika Megi Lestari (RRC1C016032)
Meilani (RRC1C016022)
Melati (RRC1C016038)
Pengertian Fungsi Pengawasan
 Fungsi pengawasan adalah proses untuk “menjamin”
bahwa tujuan-tujuan organisasi/manajemen itu tercapai

 Menurut Robert J. Mockler, pengawasan adalah suatu


usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan
dengan tujuan tujuan pelaksanaan,merancang sistem
informasi umpan balik,membandingkan kegiatan nyata
dengan standar yang telah ditetapkan
sebelumnya,menentukan dan mengukur penyimpangan
penyimpangan serta mengambil tindakan koreksi yang di
perlukan untuk menjamin bahwa sumber daya
perusahaan dipergunakan dengan cara yang paling
efektif dan efisien dalam mencapai tujuan tujuan
perusahaan
Hubungan Pengawasan dengan
Fungsi Manajemen Lainnya
Hubungan Pengawasan
dengan Perancanaan
 Pengawasan dan perencanaan saling berhubungan
sangat erat, sehingga sering disebut sebagai 'kembar
siam' dalam manajemen. Pengawasan adalah penting
sebagai produk perencanaan efektif dan sebagai kriteria
penilaian pelaksanaan kerja terhadap rencana.
Pengawasan juga menjadi bagian dari rencana baru.
Tujuan tiap rencana adalah untuk membantu sumber
daya-sumber daya dalam kontribusinya secara positif
terhadap pencapaian tujuan dan sasaran organisasi.
Rencana harus dibuat untuk mencapai tujuan-tujuan
organisasi sebelum para manajer dapat menentukan
hubungan-hubungan organisasi, kualifikasi personalia
yang dibutuhkan, bagaimana bawahan diarahkan, dan
cara pengawasan yang diterapkan .
Hubungan pengawasan
dengan pengorganisasian
 Suatuproses pengawasan untuk
menjamin cara dan perkiraan
bagaimana menggunakan sumber daya-
sumber daya secara efektif dan efisien
untuk mencapai tujuan dan sasaran
organisasi
Hubungan pengawasan dan
penyusunan personalia
 Penyusunan personalia organisasi tidak
akan dapat tersusun secara efektif tanpa
pengawasan personalia. Fungsi
pengawasan mengawasi bagaimana
agar penarikan, pelatihan, serta
penempatan dan pemberian orientasi
para karyawan dalam lingkungan kerja
yang menguntungkan dan produktif
dapat berjalan secara efektif dan efisien.
Hubungan fungsi pengawasan
dengan fungsi pengarahan

 Mengawasi kombinasi yang paling baik


dari faktor-faktor,kekuatan-
kekuatan,sumber daya-sumber daya dan
hubungan-hubungan yang diperlukan
untuk mengarahkan dan memotivasi
karyawan
Tipe-tipe pengawasan
1. PENGAWASAN PENDAHULUAN
(FEEDFORWARD CONTROL) yaitu
pengawasan yang dirancang untuk
mengantisipasi masalah penyimpangan
dari standar (tujuan) dan
memungkinkan koreksi dibuat sebelum
suatu tahap kegiatan diselesaikan.
Pengawasan ini akan efektif hanya bila
manajer mampu mendapatkan informasi
akurat dan tepat pada waktunya tentang
perubahan-perubahan dalam lingkungan
atau tentang perkembangan terhadap
tujuan yang diinginkan. Pengawasn
pendahuluan dan “berhenti-terus”cukup
memadai untuk memungkinkan manajemen
membuat tindakan koreksi dan tetap
mencapai tujuan.
 Faktor yang perlu dipertimbangkan dari tipe
ini :

1. Biaya mahal
2. Banyaknya kegiatan tidak memungkinkan
untuk dimonitor secara terus-menerus.
3. Pengawasan berlebihan menjadikan
produktifitas berkurang.
2. Pengawasan yang dilakukakan bersamaan
dengan pelaksanaan kegiatan(concurrent
control). Pengawasan ini sering disebut
pengawasan “ya-tidak”,merupakan proses
dimana aspek tertentu dari suatu prosedur
harus disetujui dulu,atau syarat tertentu
harus dipenuhi dulu sebelum kegiatan
kegiatan bisa dilanjutkan,atau menjadi
semacam peralatan”double check”yang
lebih menjadi ketepatan pelaksanaan
suatu kegiatan.
3. Pengawasan umpan balik
(feedback control),mengukur hasil
hasil dari suatu kegiatan yang telah
diselesaikan. Pengawasan ini
bersifat historis,pengukuran
dilakukan setelah kegiatan terjadi.
TAHAP DALAM PROSES
PENGAWASAN
 TAHAP 1: PENETAPAN STANDAR
 Standar disini = Suatu satuan pengukuran
yang dapat digunakan sebagai patokan
untuk penilaian hasil-hasil.
 Bentuk-bentuk standar yang umum :
 Standar fisik = jumlah barang,jumlah
langgan,kualitas barang)
 Standar moneter = dalam
rupiah,misalnya:biaya tenaga kerja,biaya
penjualan,laba kotor dll.
 Standar waktu: meliputi kecepatan
waktu/batas waktu selesai pekerjaan.
 TAHAP 2 : PENENTUAN PENGUKURAN
PELAKSANAAN KEGIATAN
 Penetapan standar akan sia-sia bila
disertai dengan berbagai cara untuk
mengukur pelaksaan kegiatan nyata.
Beberapa pertanyaan yang penting :
- Berapa kali pelaksaaan diukur
- Dalam bentuk apa pelaksaan diukur
(laporan lisan,tulisan,inspeksi visual dll)
- Siapa yang akan terlibat dalam
pengkuran.
 TAHAP 3 : PENGUKURAN PELAKSANAAN
KEGIATAN  Ini dilakukan dengan
berbagai cara :
 a.Pengamatan (Observasi)
 b. Laporan:lisan/tulisan
 c.Metode-metode otomatis
 d. Inspeksi,uji (tes),pengambilan sampel
 TAHAP 4 : PEMBANDINGAN PELAKSANAAN
DENGAN STANDAR DAN ANALISA
PENYIMPANGAN.
 TAHAP 5 : PENGAMBILAN TIDAK
KOREKSI,BILA DIPERLUKAN.
 Bila hasil analisa menunjukkan perlunya
tindakan koreksi maka tindakan ini harus
diambil.
 Tindakan koreksi diantaranya
berupa:Mengubah standar
awal(naik/turun)mengubah pengukuran
pelaksaan (misalnya kalau terlalu sering
akan kurang),mengubah cara dalam
menganalisa dan menginterpretasikan
penyimpangan.
PENTINGNYA PENGAWASAN
 Disebabkan oleh beberapa faktor :
 1. Perubahan lingkungan organisasi
 2. Peningkatan kompleksitas organisasi
 3. Kesalahan-kesalahan
 4. Kebutuhan manajer untuk
mendelegasikan wewenang.
BERBAGAI TEHNIK DAN
METODE PENGAWASAN
 Metode pengawasan terbagi atas :
 1. Metode pengawan non kuantitatif 
metode pengawasan yang digunakan
manajer dakam pelaksanaan fungsi-fungsi
manajemen.Pada umumnya hal ini
mengawasi keseluruhan “Performance”
organisasi dan sebagian besar mengawasi
sikap dan performance para karyawan.
TEHNIK YANG SERING
DIGUNAKAN MELIPUTI :
 1. Pengamatan
 2. Inspeksi teratur dan langsung
 3. Pelaporan lisan dan tertulis
 4. Evaluasi pelaksanaan
 5. Diskusi antara manajer dan bawahan
tentang pelaksaanaan suatu kegiatan.
 Sistem dan metode manajemen yang
digunakan untuk pengawasan
mencakup juga:MBO,MBE,MIS
2.METODE PENGAWASAN
KUANTITATIF
 Yaitu metode pengawasan yang cenderung
menggunakan data khusus dan metode-
metode kuantitatif untuk mengukur dan
memeriksa keluaran(Output)
 Metode-metode kuantitatif terdiri dari:
 Anggaran,audit,analisa break-even,analisa
rasio,bagan dan tehnik yang berhubungan
dengan waktu seperti gantt,pert,CPM