Anda di halaman 1dari 15

Kelompok 3

STIKES  Amaliatul Fitri Fatimah Wulandari Suciwati


 Nur Mutmainnah Irma Alifiah U.B
 Rofiqotus Sa’adah Luluk Wahyuni
 Hozaimatul Hilaliah M. Gozy Arifin
 Ayuk Yuliantika Dwi Ifandi A
 Mila Amelia
 Ely Dwi Agustin
Macam – Macam

Hal yang harus di perhatikan


Macam Macam
Pemeriksaan Penunjang :
 Berdasarkan Media
Pemeriksaan Lab
Pemeriksaan Rongent
Pemeriksaan USG
 Berdasarkan organ atau bagian tubuh
yang diperiksa:
a) Pemeriksaan penunjang di bagian kebidanan dan kandungan
b) Pemeriksaan penunjang di bagian penyakit dalam
c) Pemeriksaan penunjang di bagian kesehatan anak
d) Pemeriksaan penunjang di bagian saraf atau neuologi
e) Pemeriksaan penunjang di bagian THT-KL
f) Pemeriksaan penunjang di bagian kulit kelamin
g) Pemeriksaan penunjang di bagian kesehatan jiwa
h) Pemeriksaan penunjang di bagian mata
Penjelasannya

Pemeriksaan Lab
Pemeriksaan laboratorium adalah suatu
tindakan dan prosedur pemeriksaan khusus dengan
mengambil bahan atau sampel dari penderita,
dapat berupa urine (air kencing), darah, sputum
(dahak), dan sebagainya untuk menentukan
diagnosisatau membantu menentukan diagnosis
penyakit bersama dengan tes penunjang lainya,
anamnesis, dan pemeriksaan lainya.
Tujuannya

 Adapun beberapa tujuan dari pemeriksaan laboratorium antara


lain sebagai berikut:
 Mendeteksi penyakit
 Menentukan risiko
 Skrining/uji saring adanya penyakit subklinis
 Konfirmasi pasti diagnosis
 Menemukan kemungkinan diagnostik yang dapat menyamarkan
gejala klinis
 Membantu pemantauan pengobatan
 Menyediakan informasi prognostic/perjalanan penyakit
 Memantau perkembangan penyakit
Jenisnya

 Mikrobiologi
 Parasitologi
 Hematologi
 Kimia klinik
 Toksikologi
 Imunologi
 Serologi
 Urinalisis
 Patologi
 Sitolog
Pemeriksaan Rontgen
Definisi: unit yang digunakan untuk melihat anggota tubuh
dalam foto yang menggunakan sumber sinar pegion, gelombang
suara dan maghnet untuk diagnostik dan terapi.
Jenis jenisnya
 Rontgen, Analisa
 Rontgen, Astronomi
 Rontgen, Difraksi
 Rontgen, Diagnostik
Fungsi Pemeriksaan Rontgen
Fungsi rontgen
 Untuk membantu, menegakkan suatu diagnose penyakit
 Untuk melihat anggota bagian dalam tubuh
 Digunakan sebagai dokumentasi RM
 Untuk membantu mengetahui lokasi terjadinya kerusakan jaringan.
 Untuk membuktikan suatu diagnosa penyakit.
 Untuk menyediakan informasi yang menunjang prosedur perawatan.
 Untuk melihat adanya karies, penyakit periodontal dan trauma.
 Sebagai dokumentasi data rekam medis yang dapat diperlukan
sewaktuwaktu.
Pemeriksaan USG
USG merupakan suatu prosedur diagnosis yang dilakukan di atas
permukaan kulit/ di rongga tubuh menghasilkan suatu ultrasound di dalam jaringan.
Pemeriksaan ini digunakan untuk melihat struktur jaringan tubuh, untuk mendeteksi
berbagai kelainan pada abdomen, otak, jantung dan ginjal. National Institute of
Health (NIH), USA (1983 – 1984) menentukan indikasi untuk dilakukannya
pemeriksaan USG sebagai berikut :
 Menentukan usia gestasi secara lebih tepat pada kasus yang akan menjalani
seksio sesarea berencana, induksi persalinan atau pengakhiran kehamilan secara
elektif.
 Evaluasi pertumbuhan janin, pada pasien yang telah diketahui menderita
insufisiensi uteroplasenter,
 Perdarahan per vaginam pada kehamilan yang penyebabnya belum diketahui
Tahapan Persiapan Sebelum Pemeriksaan
Penunjang
CT scan
 Persiapan umum untuk semua skan:
 Dapatkan tanda tangan surat persetujuan
 Untuk pemeriksaan pagi: puasa 8 jam sebelum pemeriksaan.
 Untuk pemeriksaan siang/sore: pembatasan makan dan cairan setelah
makan cair pada pagi hari. Sedikit air putih boleh di berikan 2 jam
sebelum pemeriksaan. Tidak perlu pembatasan makan dan cairan jika
tidak di gunakan kontras.
 Obat-obat dapat di berikan sampai 2 jam sebelum pemeriksaan
 Jika di gunakan kontras dan klien alergi terhadap produk iodine steroid /
antihistamin dapat di berikan beberapa hari sebelumnya atau di berikan
sebelum skan / di berikan IV selama skan CT.
 Infuse IV / heparin lok di pasangkan sebelum pemeriksaan
 Skan CT biasanya memerlukan waktu 30 menit sampai 1 ½ jam
FotoToraxs
PERSIAPAN PEMERIKSAAN
 1. Mengidentifikasi klinis / indikasi pemeriksaan
 2. Memilih teknik radiografi yang tepat
 3. Memberikan instruksi kepada pasien
PROSEDUR PEMERIKSAAN
 Memasang kaset dan memberikan marker
 Mengatur posisi pasien
 Mengatur jarak ( FFD),
 Menentukan Arah Sinar (CR) dan Pusat Sinar (CP),
 Mengatur kolimasi Menentukan faktor eksposi dan
proteksi radiasi
 Melakukan eksposi
 Melakukan processing film
 Mengevaluasi hasil foto
 USG
Persiapan Pemeriksa
Pemeriksa diharapkan memeriksa dengan teliti surat pengajuan
pemeriksaan USG, apa indikasinya dan apakah perlu didahulukan
karena bersifat darurat gawat, misalnya pasien dengan kecurigaan
kehamilan ektopik. Tanyakan apakah ia seorang nyonya atau nona,
terutama bila akan melakukan pemeriksaan USG transvaginal.
Selanjutnya cocokkan identitas pasien, keluhan klinis dan
pemeriksaan fisik yang ada; kemudian berikan penjelasan dan
ajukan persetujuan lisan terhadap tindak medik yang akan
dilakukan