Anda di halaman 1dari 24

ETIKA KERJA

 PEDOMAN ATAU RAMBU RAMBU YANG


MENYANGKUT MASALAH NORMA, KONTAK
SOSIAL, HAK DAN KEWAJIBAN, PRINSIP DAN
ATURAN DALAM PERILAKU DALAM BEKERJA
 NORMA YANG MELANDASI TATAKRAMA
HUBUNGAN ANTARA SESEORANG KARYAWAN
DENGAN PIHAK LAIN DIPERUSAHAAN
TEMPAT BEKERJA DAN LINGKUNGANNYA
FAKTOR UTAMA TERCIPTANYA ETIKA
 TERCIPTANYA BUDAYA PERUSAHAAN SECARA
BAIK
 TERBANGUNNYA SUATU KONDISI ORGANISASI
BERDASARKAN SALING PERCAYA
 TERBENTUKNYA MANAJEMEN/KOMUNIKASI
ANTAR PEGAWAI
HAL YANG MENDORONG PEKERJA
BERPERILAKU ETIS
 KOMUNIKASI YANG SEHAT, BAIK DAN EFEKTIF ANTAR
PEKERJA DI PERUSAHAAN
 ADANYA KETENTUAN ATAU STANDAR YANG HARUS
DIPATUHI BERSAMA
 KETELADANAN ATASAN
 KEPATUHAN PEKERJA, ATAS BAWAH ATAU BAWAH
ATAS
 SUASANA KERJA YANG KONDUSIF
ETIKA HUBUNGAN PEKERJA DENGAN
PERUSAHAAN
 BEKERJA YANG TERBAIK UNTUK PERUSAHAAN
 PEKERJA SELALU MENINGKATKAN
KEMAMPUAN ATAU KOMPETENSI
 MEMPUNYAI TARGET DALAM BEKERJA
MINIMAL SAMA DENGAN TARGET
PERUSAHAAN
 MENGHINDARI HAL HAL YANG DAPAT
MENCEMARI NAMA BAIK PERUSAHAAN
ETIKA YANG BERHUBUNGAN DENGAN
TUGAS, WEWENANG DAN JABATAN

 MEMPUNYAI RASA TANGGUNG JAWAB


TERHADAP KEWENANGAN YANG DITERIMA
 TIDAK BOLEH MENYALAH GUNAKAN
WEWENANG
 MENJAGA RAHASIA PERUSAHAAN
ETIKA ANTARA ATASAN DAN BAWAHAN
ATAU SEBALIKNYA
 HORMAT DAN LOYAL KEPADA ATASAN
SEMATA KARENA TUGAS DAN
WEWENANGNYA DALAM PERUSAHAAN
 BAWAHAN BERTANGGUNG JAWAB KEPADA
ATASAN DAN ATASAN MEMPERTANGGUNG
JAWABKAN ATAS BAWAHANNYA
 ATASAN HARUS BERSIFAT MENDIDIK
BAWAHANNYA
 ATASAN HARUS MENJADI PANUTAN BAGI
BAWAHAN
ETIKA HUBUNGAN ANTAR KARYAWAN
 SALING MENGHARGAI DAN BEKERJA SAMA
DALAM TIM UNTUK KEBAIKAN PERUSAHAAN
 MENGHINDARI KETIDAK HARMONISAN,
PERTENTANGAN DAN KERESAHAN ANTAR
PEKERJA
PENGHARGAAN DAN HUKUMAN
 JIKA BERPRESTASI DAN BERETIKA BAIK
DIBERIKAN PENGHARGAAN
 PUJIAN
 HADIAH PIALA ATAU SERTIFIKAT
 HADIAH UANG
 KENAIKAN JABATAN
 TRAVELING
 HAJI/UMRAH
 DLL
PENGHARGAAN DAN HUKUMAN
 JIKA MELANGGAR DI HUKUM SESUAI DENGAN ATURAN
YANG BERLAKU DIPERUSAHAAN, DIBERIKAN SANKSI
 SURAT PEMBINAAN
 TEGORAN LISAN
 TEGORAN LISAN TERTULIS
 TEGORAN TERTULIS/SURAT PERINGATAN (SP)
 SP 1 : 6 BULAN
 SP 2 : 6 BULAN
 SP 3 : 6 BULAN
 DIRUMAHKAN/SCORSING
 PENURUNAN JABATAN
 PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK)
 DILAPORKAN KE PIHAK BERWAJIB/POLISI
PENGANTAR
BUDAYA
 Cara hidup tertentu yang memancarkan identitas tertentu dari
suatu bangsa (Ashley Montagu & Cristoper Dawson 1993)

 Suatu keseluruhan dari pola perilaku yang dikirim melalui


kehidupan sosial, seni. Agama, kelembagaan, dan segala hasil
kerja dan pemikiran manusia dari suatu kelompok manusia
(Kotter& Heskett 1992)

 Keseluruhan sistem gagasan tindakan dan hasil karya manusia


dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri
manusia dengan cara belajar (Koentjaraningrat)

 Nilai-nilai yang telah menjadi kebiasaan 12


BUDAYA KERJA
 Budaya kerja adalah suatu falsafah yang didasari oleh

pandangan hidup sebagai nilai-nilai yang yang menjadi sifat,

kebiasaan dan kekuatan pendorong, membudaya dalam

kehidupan suatu kelompok masyarakat atau organisasi

kemudian tercermin dari sikap menjadi perilaku, kepercayaan,

cita-cita, pendapat dan tindakan yang terwujud sebagai “kerja”

atau “bekerja”
13
FUNGSI BUDAYA KERJA
 Suatu komponen kualitas manusia yang melekat
dengan identitas bangsa dan menjadi tolok ukur dasar
dalam pembangunan.
 Ikut menentukan integritas bangsa dan menjadi
penyumbang utama dalam menjamin kesinambungan
kehidupan bangsa.
 Terkait erat dengan nilai-nilai dan falsafah bangsa
yang mendorong kinerja seseorang.

14
Manfaat Budaya Kerja
 Mengubah sikap dan perilaku pegawai untuk
meningkatkan produktivitas kerja.
 Meningkatkan kepuasan kerja dan pelanggan,
pengawasan fungsional, dan mengurangi pemborosan.
 Menjamin hasil kerja berkualitas
 Memperkuat jaringan kerja ( networking)
 Menjamin keterbukaan ( accountable )
 Membangun kebersamaan

15
Budaya Berani Ambil Resiko
 TAKE A RISK CULTURE
 Hidup dalam budaya yg berfokus pada resiko ini penuh
dengan upaya menekan resiko tinggi, namun dengan
umpan balik yang lambat. Pentingnya membuat
keputusan yang tepat menimbulkan naluri melihat
jauh ke depan.
 Mengambil keputusan butuh waktu yg lama, dan sekali
melakukan, pemikiran sulit diubah. Dalam budaya ini
dperlukan pribadi-pribadi yg matang.

16
Budaya Kerja yg Fokus pd Proses
 FOCUS ON PROCESS CULTURE
 Individu yang dihargai dalam budaya ini adalah yang
mencoba untuk melindungi integritas sistem lebih dari
kepentingan pribadi
 Di lembaga pemerintah, karyawan bahkan tak
memperoleh umpan balik. Sebagai akibatnya, efektifitas
pekerjaan sampai terjadi sesuatu yg mebutuhkan
evaluasi.

17
Budaya Kerja Keras

 HARD WORKER CULTURE


 Budaya kerja keras termasuk budaya yang sulit, penuh
dengan aktifitas yang energetik.
 Lingkungan budaya ini sangat kondusif bagi orang-
orang yang aktif, erat dengan pencapaian target
tertentu.

18
MUTU SDM JANGAN seperti berikut :

1. suka mengeluh, banyak menuntut, egois


2. bekerja seenaknya, kepedulian kurang
3. kerja serba tanggung, sering menunda, manipulatif
4. malas, disiplin buruk, stamina kerja rendah
5. pengabdian minim, sense of belonging tipis, gairah
kerja kurang
6. terjebak rutinitas, menolak perubahan, kurang
kreatif
7. bekerja asal-asalan, cepat merasa puas
8. jiwa melayani rendah, merasa hebat, arogan
19
20
ETOS KERJA ORGANISASI
 Etos Kerja sebenarnya istilah populer untuk “selera
bekerja”
 Semangat (spirit)
 Self esteem (harga diri)
 Trust (keyakinan)

21
Etos Kerja Unggulan
 Kerja adalah Rahmat
 Kerja adalah Amanah
 Kerja adalah Panggilan
 Kerja adalah Aktualisasi
 Kerja adalah Ibadah
 Kerja adalah Seni
 Kerja adalah Kehormatan
 Kerja adalah Pelayanan

22
MEMBANGUN ETOS KERJA
 Datang ke kantor lebih awal, setidaknya 15 menit sebelum mulai bekerja. Menyediakan
waktu luang sebelum bekerja membuat Anda lebih siap mental untuk mengerjakan tugas
kantor. Karyawan yang tidak pernah telat berarti menjunjung tinggi prinsip etika kerja.
 Pertahankan sikap profesional setiap saat. Jadilah karyawan yang ramah dan
bersahabat kepada staf lainnya di perusahaan. Hindarilah gosip dan fokuskan diri pada
masalah-masalah pekerjaan.
 Bersikap postif terhadap komentar negatif. Sikap positif sangat penting untuk
menguatkan etos kerja. Bawalah perspektif yang segar pada pendapat negatif.
 Inisiatif untuk menangani proyek baru. Jadilah karyawan dengan inisiatif tinggi dalam
mengambil proyek baru dan percaya dirilah menjalankan semua tanggung jawab
pekerjaan.
 Produktif. Kualitas dan kuantitas pekerjaan merupakan cerminan langsung karakter
profesional dan integritas. Seorang pekerja yang produktif dengan etika kerja yang kuat,
dapat menghasilkan karya yang berkualitas.
 Menghormati kontribusi rekan lain. Bagi sebagian orang bekerja dengan tim lebih sulit
karena harus menyatukan beberapa pendapat menjadi satu. Belajarlah untuk
menghormati rekan lain di kantor yang memberikan ide.
 Tidak perhitungan dengan waktu kerja. Bekerja lembur sesekali bukanlah suatu
masalah besar. Bekerja lembur akan menyukseskan proyek yang akan dijalani dan dapat
menyelesaikannya lebih cepat dari waktu yang diprediksikan.
Hard
worker
Hard
culture
worker
culture
Focus on
Focus on
process
process
culture
culture

Take
Take aa Built a a
Built
risk worker
risk
culture worker
culture
culture culture
24