Anda di halaman 1dari 63

Oleh:

TABITA NONA PAREANG, SKM

1
PENDAHULUAN
Visi Kementrian Kesehatan:
“ Masyarakat Yang Mandiri Untuk Hidup Sehat”

Strategi Utama
1. Menggerakkan dan Memberdayakan Masyarakat
Untuk Hidup Sehat
2. Meningkatkan Akses Masyarakat Terhadap Pelayanan
Kesehatan Yang Berkualitas
3. Meningkatkan Sistem Surveilans, Monitoring dan
Informasi Kesehatan
4. Meningkatkan Pembiayaan Kesehatan
Pembangunan kesehatan diarahkan pada :
Peningkatan upaya promotif dan preventif
disamping peningkatan akses pelayanan
kesehatan bagi masyarakat miskin.

Peningkatan kesehatan masyarakat (public


health) dilakukan dengan penekanan untuk
hidup sehat, bukan untuk berobat, dengan
meningkatkan pencegahan penyakit
menular ataupun tidak menular, dengan
cara memperbaiki kesehatan
lingkungan,gizi,perilaku dan kewaspadaan
dini.
TUJUAN PENGEMBANGAN
UPAYA KESEHATAN
OLAHRAGA

1. Meningkatkan budaya masyarakat


berolahraga secara Baik, Benar, Terukur
dan Teratur (BBTT)
2. Meningkatkan kebugaran jasmani
masyarakat
LATIHAN FISIK / OLAHRAGA YANG BAIK,
BENAR,TERUKUR DAN TERATUR
(BBTT)
Baik
 Dimulai sejak usia Benar
dini  Dimulai scr bertahap
 Olahraga yg  Pemanasan – inti –
dilakukan sesuai dgn pendinginan
kondisi fisik medis  Pemanasan 10 – 15
 Tidak menimbulkan mnt
dampak yg  inti 20 – 60 mnt
merugikan  Pendinginan 5 – 10
menit
Teratur
• Olahraga dgn frek
latihan dilakukan
Terukur
 Olahraga yg dilakukan masuk
secara teratur
dalam Zona Training
• 3 – 5 kali/mgg dgn
 Sebelum exercise: selang 1 hari
DNM= 220-Umur/mnt istirahat
Sesudah exercise:
 60 - 70 % DNM utk
pembakaran lemak
 70-85 % DNM utk endurans
(DNM= Denyut Nadi
Maksimal)

 “Talk test”
KENYATAAN SAAT INI
Kesadaran dan Minat masyarakat ber aktifitas fisik
semakin meningkat
Pusat Kebugaran/ sanggar senam semakin banyak

Tidak Sesuai dgn Prinsip Kesorga

Angka PTM (Penyakit Tidak


Menular) tetap meningkat
- ISTILAH SEDENTARI ( SEDENTARY Lifestyle) adalah:
Kebiasaaan-kebiasaan Dlm Kehidupan Seseorang Yang
Tidak Banyak Melakukan Aktifitas Fisik Atau Tidak
Banyak Melakukan Gerakan.

- Pola Hidup Sedentari Dianggap Sebagai Faktor Resiko


Terhadap Berbagai Masalah Kesehatan Populer Seperti
Penyakit Jantung Dan Stroke

- Pola Hidup Sedentari Dpt Disebabkan Oleh Beberapa


Hal yaitu :

1. Pekerjaan
2. Kesenangan
3. Fasilitas/ Kemudahan
4. Kebiasaan
5. Kurang Berolahraga
Kebugaran Jasmani
Kemampuan tubuh untuk melakukan aktifitas
sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan fisik &
mental yang berlebihan.
Makin tinggi tingkat kebugaran jasmani seseorang,
makin baik kemampuan fisik dan produktifitas
kerjanya misal :
Karyawan, atlet, Usia lanjut

9
Pengukuran kebugaran jasmani perlu
dilakukan untuk :
 Mengetahui tingkat kebugaran jasmani seseorang.
 Mengetahui adanya kelainan atau penyakit seseorang.
 Membuat program latihan fisik yang sesuai
 Mengevaluasi hasil program latihan fisik yang telah
dilakukan.

10
Persiapan
• Mengetahui tingkat kebugaran jasmani
seseorang.
• Mengetahui adanya kelainan atau penyakit
seseorang.
• Membuat program latihan fisik yang sesuai
• Mengevaluasi hasil program latihan fisik yang
telah dilakukan.

11
KOMPONEN KEBUGARAN JASMANI :

Komponen kebugaran jasmani yg berhub dgn


kesehatan
a) Komposisi tubuh
b) Daya tahan jantung –paru
c) Kekuatan otot
d) Daya tahan otot
e) Kelenturan ( fleksibilitas )

12
Kebugaran jasmani dipengaruhi oleh :
–Umur
–Jenis kelamin
–Keturunan
–Makanan
–Merokok
–Latihan

13
UPAYA KESEHATAN OLAHRAGA

upaya kesehatan yang


memanfaatkan latihan fisik atau
olahraga untuk meningkatkan
derajat kesehatan dan
kebugaran jasmani masyarakat
UNDANG-UNDANG NO : 36 TAHUN 2009
TENTANG KESEHATAN

KESEHATAN OLAHRAGA Pasal 80

(1). Upaya kesehatan olahraga ditujukan untuk


meningkatkan kesehatan dan kebugaran jasmani
masyarakat,
(2). Peningkatan darajat kesehatan dan kebugaran jasmani
masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
merupakan upaya dasar dalam peningkatan prestasi
belajar, kerja, dan olahraga
(3). Upaya kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) dilaksanakan melalui aktifitas fisik, latihan fisik, dan
/atau olahraga
UNDANG-UNDANG NO : 36 TAHUN 2009
TENTANG KESEHATAN

KESEHATAN OLAHRAGA Pasal 81

(1). Upaya kesehatan olahraga lebih mengutamakan


pendekatan preventif dan promotif, tanpa mengabaikan
pendekatan kuratif dan rehabilitatif.

(2). Penyelenggaraan upaya kesehatan olahraga


diselenggarakan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah
dan Masyarakat.
KELOMPOK SASARAN KESORGA

KESEHATAN OLAHRAGA

Balita Anak Usia


Bumil sekolah produktif Lansia
(PAUD)
PENYELENGGARAAN
UPAYA KESEHATAN OLAHRAGA
 Pemerintah
 Dinas Kesehatan Propinsi/ Kab/ Kota
 Puskesmas
 BKOM
 Rumah Sakit

 Masyarakat / Dunia Usaha dan


Swasta
 Organisasi OR
 Pusat Kebugaran / Klub atau Kelompok OR
 LSM

18
PERAN DINAS KESEHATAN

 Pembinaan
 Fasilitasi
 Koordinasi, monitoring dan evaluasi
 Peningkatan kapasitas SDM
 Rujukan

19
 INDIKATOR KESEHATAN OLAHRAGA KAB

1. Rekap jml Puskesmas yg menyelenggarakan upaya


kes. OR (%)
2. Rekap jml kelompok OR yg dibina di wilayahnya
3. Rekap jumlah tenaga yg mendapat pelatihan teknis
kes.OR sampai tingkat kab
4. Rekap jumlah tenaga yg mendapat pelatihan teknis
kes.OR sampai tingkat propinsi
5. Rekap, jumlah orang yg mendapat yankes. OR
PERAN PUSKESMAS
 Penyelenggaraan kesehatan olahraga
(UKM)
 Pembina kesehatan olahraga di masyarakat
 Pembina kesehatan olahraga pada
kelompok
 Pembina UKS termasuk penjaskes di
sekolah
 Pembina posyandu lansia
21
UPAYA KESEHATAN OLAH RAGA DI PUSKESMAS

 WAJIB : KIA, GIZI, P2M,UKS, LANSIA,PHBS,dst.


( sesuai dg SPM )
 PENGEMBANGAN : MATA, THT,KES-JIWA, KES-
OR, dst.

Kesehatan Olahraga termasuk dalam Upaya Kesehatan


Pengembangan, tetapi dapat dikaitkan dengan Upaya
Kesehatan Wajib dengan kerja sama Lintas Sektor dan
Lintas Program

22
UPAYA KESEHATAN OLAHRAGA DI PUSKESMAS
 Contoh:
 Pada upaya penurunan AKI / AKB ( prog. Wajib) 
BUMIL diberdayakan untuk SENAM HAMIL ( kes-or).
 Pada Program UKS (prog. Wajib)  pemeriksaan
kebugaran murid sekolah ( kes-or).
 Pada Program LANSIA (Prog wajib) pemeriksaan
kebugaran para Lansia dan pelatihan LATIHAN FISIK yg
B2T3 bagi Lansia (kes-or)
 Pada Program PHBS ( Prog Wajib) aktifitas fisik setiap
hari ( kes-or)

23
 INDIKATOR KESEHATAN OLAHRAGA PUSK

1. Jml kelompok/klub OR yg dibina (%)


2. Jml tenaga yg mendapat pelatihan teknis kes. OR
tingkat Puskesmas
3. Jml orang yg mendapat yankes. OR
4. Jml puskesmas yg telah dilatih upaya kes. OR (%)
5. Jml kelompok/klub OR yg dibina di wilayahnya (%)
6. Jml tenaga yg mendapat pelatihan teknis kes. OR
DEFINISI OPERASIONAL
Puskesmas yang menyelenggarakan Upaya
Kesehatan Olahraga

Puskesmas yang melakukan pembinaan


kelompok olahraga di wilayah kerjanya

25
JENIS-JENIS PELAYANAN KESEHATAN OLAH
RAGA DI PUSKESMAS
 Kegitan pelayanan Kesehatan olah raga
Penyuluhan Kesehatan Olah raga
Konsultasi Kesehatan Olah raga
Penanganan cedera Olah raga Akut
Tim medis event olah raga
 Kegiatan Promosi Kesehatan olah raga :
Pengadaan media informasi : leaflet/brosur, poster, VCD, dll
Pendataan kelompok OR : klub, fitness centre dll
Pertemuan sosialisasi-advokasi ttg kesehatan OR
Penyuluhan kelompok ttg kesehatan OR
Pelatihan teknis ttg kesehatan OR

26
PELAKSANAAN KEGIATAN
KESEHATAN OLAH RAGA
DI KABUPATEN TORAJA UTARA

1. Adanya Seksi Pelayanan Kesehatan


Pengembangan dan Penunjang pada Bidang
Pelayanan Kesehatan.
 Mengatur, membina dan mengawasi kegiatan
pelayanan kesehatan pengembangan dan penunjang
(program pengembangan puskesmas, laboratorium
kesehatan, unit transfusi darah, radiologi,KESEHATAN
OLAHRAGA, keperawatan serta penunjang kesehatan
lainnya) baik pemerintah maupun swasta
 Sedang mengusahakan minimal ada 3 puskesmas
mengembangkan Upaya Kesehatan OR di wilayah kerja
nya (saat ini masih 2).

 Melakukan minimal 2 kegiatan :


- Sosialisasi & Advokasi Upaya Kes. OR tk Kab
- Perencanaan & Evaluasi Upaya Kes. OR tk Kab
- Bimtek Penyelenggaraan Upaya Kes. OR
- Menyediakan anggaran utk melaksanakan Upaya
Kes. OR

 Bekerjasama dengan BKOM mengadakan pelatihan :


- Pelatihan olahraga yang baik, benar , teratur , terukur
dan terprogram u/ semua usia termasuk usia sekolah.
- Pelatihan cara pemeriksaan kebugaran jasmani
- Pelatihan talent scouting (Kepramukaan). 28
 Melakukan Promosi /Sosialisasi Kesehatan Olahraga :
• Pola Hidup sehat dengan aktivitas fisik di berbagai
kelompok masyarakat dan usia .
• Pola Hidup sehat dengan aktivitas fisik serta berolahraga
di berbagai usia sekolah .
• Jejaring penanganan cedera olahraga dalam event
olahraga .

 Masalah yang akan ditanggulangi:


• Pengetahuan Kes OR : belum merata
• Riil : kegiatan upaya kes OR sdh dilaksanakan di
Puskesmas, namun tidak tercatat sbg kegiatan
kes OR dlm SP2TP/ laporan tahunan Puskesmas

29
 2. UPAYA KESEHATAN OR DI PUSKESMAS
(dalam & luar gedung)

 PROMOTIF :
- Pengadaan media informasi : VCD Senam Sehat Bugar,
Senam Di Tempat Kerja, Senam Anak Sekolah.
- Pertemuan sosialisasi-advokasi ttg kesehatan OR
- Penyuluhan kelompok ttg kesehatan OR
- Pelatihan teknis ttg kesehatan OR

 PREVENTIF :
- Pembinaan kelomp OR : bumil, usila, PTM, ibu PKK
- Pengukuran kebugaran jasmani
 KURATIF :
- Sebagai tim medis kegiatan OR (P3K)
- Pembentukan kelompok OR
berdasarkan kondisi khusus: bumil,
usila, PTM.

 REHABILITATIF : ----
3. ADANYA PUSKESMAS YG MENGEMBANGKAN
UPAYA KESEHATAN OLAHRAGA:

- Ada 2 Puskesmas Pilot Project yaitu:


1. Pkm. Laang Tanduk 2. Pkm Tikala

 Puskesmas menyelenggarakan pendataan &


pembinaan kelompok OR di wilayah kerjanya
 Puskesmas menyelenggarakan yankes OR :
 penyuluhan kesehatan OR

 konsultasi kesehatan OR

 pelayanan cedera OR akut

 tim medis event OR


Foto – Foto Kegiatan
Kesehatan Olah Raga
Kab. Toraja Utara
(2015 –2016)
1. KESORGA IBU HAMIL
A. PKM TIKALA

34
1. KESORGA IBU HAMIL
A. PKM TIKALA

35
1. KESORGA IBU HAMIL
B. PKM TALUNGLIPU

36
1. KESORGA IBU HAMIL
B. PKM TALUNGLIPU PKM TALUNGLIPU

37
1. KESORGA IBU HAMIL
B. PKM TALUNGLIPU PKM TALUNGLIPU

38
2. KESORGA USIA SEKOLAH
MENGIKUTI PERKEMAHAN SAKA
MAROS, JUNI 2014
BAKTI HUSADA SE-SULSEL

39
2. KESORGA USIA SEKOLAH
PELANTIKAN KADER
OLEH KAKAK PEMBINA
SAKA BAKTI HUSADA
SBH : BUPATI TORUT
TORUT

40
2. KESORGA USIA SEKOLAH
PENGURUS SAKA BAKTI
HUSADA TORAJA UTARA

41
3. KESORGA USIA PRODUKTIF
A. SOSIALISASI SENAM SEHAT BUGAR DALAM RANGKA HKN
(SSB) BAGI MASYARAKAT UMUM 2014

42
3. KESORGA USIA PRODUKTIF
A. SOSIALISASI SENAM
DALAM RANGKA HKN 2014
SEHAT BUGAR

43
3. KESORGA USIA PRODUKTIF
DOOR PRICE HKN 2014 DOOR PRICE HKN 2014

44
3. KESORGA USIA PRODUKTIF
B. LOMBA SSB (SENAM SEHAT
BUGAR) ANTAR PKM
DLM RANGKA HKN 2014

45
3. KESORGA USIA PRODUKTIF
B. LOMBA SSB ANTAR PKM DLM RANGKA HKN 2014

46
3. KESORGA USIA PRODUKTIF
B. LOMBA SSB ANTAR PKM DLM RANGKA HKN 2014

47
3. KESORGA USIA PRODUKTIF
B. LOMBA SSB ANTAR PKM PEMBERIAN HADIAH
UANG TUNAI

48
3. KESORGA USIA PRODUKTIF
C. SOSIALISASI SSB DI
PKM LAANGTANDUK
PKM PILOT PROJECT

49
3. KESORGA USIA PRODUKTIF
D. SOSIALISASI SENAM BAGI PEGAWAI DINKES
PEREGANGAN DI TEMPAT KERJA TORUT

50
3. KESORGA USIA PRODUKTIF
D. SOSIALISASI SENAM BAGI STAF PUSKESMAS SE-
PEREGANGAN DI TMPT KERJA TORUT DLM ACR BINTEK SKP

51
3. KESORGA USIA PRODUKTIF
E. JALAN SANTAI ASN KE SEKALIGUS PENANAMAN
BUKIT SINGKI TANAMAN PENGHIJAUAN

52
3. KESORGA USIA PRODUKTIF
E. JALAN SANTAI ASN KE SEKALIGUS PENANAMAN
BUKIT SINGKI TANAMAN PENGHIJAUAN

53
3. KESORGA USIASEKALIGUS
PRODUKTIF
PENANAMAN
F. GERAKAN JUMAT
PENGHIJAUAN RUAS
BERSIH (PHBS)
JALAN KOTA RANTEPAO

54
3. KESORGA USIASEKALIGUS
PRODUKTIF
PENANAMAN
F. GERAKAN JUMAT
PENGHIJAUAN RUAS
BERSIH (PHBS)
JALAN KOTA RANTEPAO

55
3. KESORGA USIA PRODUKTIF
G. GERAK JALAN SANTAI SEKALIGUS PEMBERSIHAN
HUT PPNI SAMPAH SEPANJANG JALAN

56
3. KESORGA USIA PRODUKTIF
PARTISIPASI DALAM LOMBA SEPAKBOLA DANGDUTDALAM
RANGKA HUT KABUPATEN

57
4. KESORGA USIA LANSIA
SENAM LANSIA YANG DIDUKUNG BEKERJASAMA DGN IDI DAN IIDI
OLEH BUPATI TORUT TORUT

58
4. KESORGA USIA LANSIA
BEKERJA SAMA DGN IDI
SENAM LANSIA
DAN IIDI TORUT

59
5. MENGIKUTI PELATIHAN KESORGA YANG
DISELENGGARAKAN BKOM
PELATIHAN INSTRUKTUR DIIKUTI OLEH 2 (DUA) UTUSAN
DINKES TORUT
6. PENETAPAN 2 (DUA) PUSKESMAS PILOT
PROJECT PENYELENGGARA KESORGA

61
7. PELAPORAN KEGIATAN KESORGA
DAN RENCANA KERJA

62