Anda di halaman 1dari 26

Upaya Safe motherhood,

Kewaspadaan Universal,
Program Menjaga Mutu
Pelayanan Kesehatan
Yolanda Karolina Pasaribu
112016164
Upaya Safe Motherhood

• Definisi: Upaya untuk menyelamatkan wanita agar kehamilan dan


persalinannya dapat dilalui dengan sehat dan aman, serta
menghasilkan bayi yang sehat.
• Tujuan: untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu
hamil, bersalin, nifas, disamping menurunkan angka kesakitan dan
kematian bayi baru lahir. Terutama di Negara berkembang
Perkembangan Safe Motherhood di
Indonesia
mengemukakan
Tahun 1988, diadakan lokakarya betapa kompleksnya
Tujuan
kesejahteraan ibu masalah kematian ibu

rekomendasi Tahun 1990-1991, departemen


rencana kegiatan kesehatan dibantu WHO, UNICEF,
hasil
lima tahun dan UNCP melaksanakan
assessment safe motherhood

Awal tahun 1996, departemen meluncurkan


kesehatan mengadakan lokakarya hasil Gerakan Sayang
kesehatan reproduksi Ibu
4 Pilar intervensi strategi Upaya Safe
Motherhood
KB ini memastikan
bahwa setiap
orang/pasangan Persalinan Aman
Pelayanan
mempunyao akses  memastikan
Antenatal  Pelayanan
ke informasi dan bahwa semua
mencegah obstetric
pelayanan KB agar penolong
komplikasi essensial 
bisa mempunyai:
obstetric, memastikan
merencanakan pengetahuan,
memastikan bahwa pelayanan
waktu yang tepat keterampilan, alat
bahwa komplikasi obstetric untuk
untuk: kehamilan, penolong yang
dapat dideteksi risiko tinggi dan
jarak kehamilan, aman dan bersih
sedini mungkin komplikasi
jumlah anak  dan pelayanan
serta ditangani tersedia.
tidak ada nifas kepada ibu
memadai
kehamilan yg dan bayi
tiidak diinginkan
4T
6 Pilar safe motherhood
Kebijaksanaan Departemen Kesehatan
dalam Penurunan AKI

• Kebijakan departemen kesehatan dalam upaya mempercepat


penurunan AKI, pada dasarnya mengacu pada intervensi strategis
“4 Pilar Safe Motherhood”.
• Mengupayakan agar setiap persalinan ditolong atau minimal
didampingi oleh bidan dan pelayanan obstetri sedekat mungkin
kepada semua ibu hamil.
Keterlibatan Lintas Sektor

Gerakan Sayang Ibu (GSI) Kelangsungan Hidup, Gerakan Reproduksi


• Kecamatan sayang ibu dan rs Perkembangan dan Keluarga Sehat (GRKS)
sayang ibu Perlindungan Ibu dan • merupakan upaya promosi
• untuk mencegah 3 macam Anak mendukung terciptanya
keterlambatan keluarga yang sadar akan
• Keterlambatan di tingkat • dikenal sebagai upaya KHPPIA pentingnya mengupayakan
keluarga dlm mengenali tanda ini bertujuan menghimpun kesehatan reproduksi.
bahay dan membuat keputusan koordinasi lintas sektor dalam
penenetuan kegiatan dan
• Keterlambatan dalam mecapai pembiayaan dari berbagai
fasilitas sumber dana
• Keterlambata di fasilitas
pelayanan kesehatan untuk
medapat pertolong yg
dibutuhkan
Pemantauan dan Evaluasi

• Dalam memantau program kesehatan ibu, dewasa ini digunakan


indikator cakupan, yaitu: cakupan layanan antenatal (KI untuk
akses dan K4 untuk kelengkapan layanan antenatal), cakupan
persalinan oleh tenaga kesehatan dan cakupan kunjungan
neonatus/nifas.
Kewaspadaan Universal
Pengertian

• Pedoman yang ditetapkan Centers fo Diease Control (CDC) untuk


mencegah peneybaran berbagai melalui darah di lingkungan rs
atau saran kesehatan lainnya.
• Konsep  semua darah dan cairan tubuh harus dikelola sebagai
sumber yang dapat menularkan HIV, hepatitis B dan penyakit
infeksi lain yang ditularkan melalui darah
Pelaksanaan Kewaspadaan Universal

• Petugas kesehatan harus rutin memakai sarana yg dapat mencegah


kontak kulit/selaput lender dengan darah/cairan tubuh: memakai
sarung tangan,masker,jubbah
• Cuci tangan bila terciprat darah/cairan tubuh
• Waspada tertusuk jarum, pisau alat tajam selama membersihkan
perlatan, membuang sampah atau membenahi peralatan.
• Menghindari tindakan resusitasi dari mulut ke mulut
• Jika mengalami luka atau lesi yg mengeluarkan cairan  hindari
tugas yg bersifat kontak langsung
Manjemen untuk tenaga kesehatan yang
terpapar darah/cairan tubuh
• Paparan secara parenteral. Keluarkan darah sebanyak mungkin,
cuci tangan dgn sabun dan air
-

• Paparan pada selaput lender melalui cipatran mata. Cuci mata


pelan-pelan dgn keadaan mata terbuka menggunakan air atau Nacl
-

• Pada mulut, keluarkn cairan yg terinfeksi dengan berludah


kemudian berkumur-kumurlah dgn air
-

• Paparan pada kulit yang utuh atau kulit yang sedang luka. Cucilah
sebersih mungkin dengan air dan sabun antiseptik
-
Kepatuhan melaksanakan KU

Tingkat kepatuhan untuk melaksanakan KU, khususnya berkaitan


HIV/AIDS dipengaruhi:
• Factor individu: jenis kelamin, umur, jenis pekerjaan, profesi,
lama bekerja, dan tingkat pendidikan
• Faktor psikososial: rasa takut dan persepsi tehadap resiko
• Faktor organisasi
Upaya untuk melaksanakan KU di tiap
fasilitas pelayanan kesehatan
Sebagai petugas kesehatan sudah selaknya kita menerapkan KU dalam
melaksanakan tugas. Untuk mulai pelaksanaan KU perlu diterapkan
langkah-langkah:
• Pengenalan unsur-unsur terkait
• Menilai fasilitas dan kebiasaan yang berlangsung selama ini
• Meninjau kembali kebijakan dan prosedur yang berlangsung selama ini
• Membuat perencanaa
• Menjalankan rencana yang telah disusun
• Mengadakan pendiidikan dan pelatihan
• Memantau dan mengadakan supervise pelaksanaan KU secara berkala
Program Menjaga Mutu
Pelayanan Kesehatan
Pengertian

• Suatu proses yang dilaksanakan secara bekesinambungan,


sistematus, objektif, dan terpadu dalam menetapkan masalah dan
penyebab masalah mutu pelayanan kesehatan berdasarkan standar
yang telah ditetapkan, menetapkan dan melaksanakan cara
penyelesaian masalah sesuai dgn kemampuan yang dimiliki
• Tujuan umum: untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang
diselenggarakan
• Tujuan khusus:
1. Diketahui masalah mutu pellayanan kesehatan yang diselenggarakan
2. Diketahui penyebab munculnya masalah mutu pelayanan kesehatan yang
diselengarakan
3. Tersusunya uoaya penyelesaian masalah dan penyebab
4. Terselenggaranya upaya penyelesaian masalah dan penyebab masalah
mutu pelayanan kesehatan yang ditemukan
5. Tersusunnya saran tindak lanjut untuk lebih meningkatkan mutu
pelayanan kesehatan yang terselenggara
Sasaran

Unsur masukan Unsur lingkungan Unsur proses


Semua tindakan yang dilakukan pada
Semuahal
Semua halyang
yangdiperlukan
diperlukanuntuk
untuk Keadaan sekitar yang mempengaruhi waktu menyelenggarakan pelayanan
terselengaranya suatu pelayanan
terselengaranya suatu pelayanan penyelenggaraan pelayanan kesehatan. kesehatan. Tindakan medis dan non
kesehatan.Unsur
kesehatan. Unsurmasukan
masukanyang
yang Keadaan sekitar yang terpentung  medis  apabila tidak sesuai dengan
penting  tenaga, dana, dan sarana
penting  tenaga, dana, dan sarana kebijakan, organisasi dan manajemen  standar yang ditetapkan  sulitlah
sulitlah diharapkan bermutunya
sulitlah diharapkan bermutunya bila tidak sesuai sulitlah diharapkan diharapkan bermutunya pelayanan
pelayanankesehatan
pelayanan kesehatan bermutunya pelayanan kesehatan kesehatan

Unsur Keluaran
Menunjukkan pada penampilan
pelayanan kesehatan. Penampilan
aspek medis pelayanan kesehatan,
dan aspek nonmedis pelayanan
kesehatan sulitlah diharapkan
bermutunya pelayanan kesehatan
Lingkungan

Mutu pelayanan
(keluaran )

Masukan Proses
Standar

1. Standar dengan persyaratan minimal


adalah menunjukan pada kegiatan minimal yang harus
dipenuhi untuk dapat menjamin terselenggaranya pelayanan
kesehatan bermutu.
a) Standar masukan
b) Standar lingkungan
c) Standar proses
2. Standar penampilan minimal
adalah yang menunjuk pada penampilan pelayanan
kesehatan yang masih dapat diterima. Standar ini, karena
menunjuk pada unsur keluaran disebut dengan nama standar
keluaran atau standar penampilan.
Bentuk ditinjau dari waktu dilaksanakan
kegiatan menjaga mutu
1. Program menjaga mutu prospektif
adalah program menjaga mutu yang diselenggarakan
sebelum pelayanan kesehatan. Pada bentuk ini, perhatian
utama lebih ditujukan pada unsur masukan serta lingkungan.
2. Program menjaga mutu kongruen
adalah program menjaga mutu yang diselenggarakannya
bersamaan dengan pelayanan kesehatan. Pada bentuk ini,
perhatian utama lebih diutamakan pada unsur proses, yakni
memantau dan menilai tindakan medis serta non-medis yang
dilakukan.
Lanjutan

3. Program menjaga mutu retrospektif


adalah program menjaga mutu yang diselenggarakan setelah
pelayanan kesehatan. Pada bentuk ini, perhatian utama
lebih ditujukan pada unsur keluaran, yakni memantau dan
menilai penampilan layanan kesehatan.
a) Pemeriksaan rekam medis
b) Pemeriksaan jaringan
c) Pemeriksaan klien
Bentuk ditinjau dari kedudukan organisasi yg
diserahkan tanggung jawab untk melaksanakan
program mutu
1. Program menjaga mutu internal
Pada bentuk ini kedudukan organisasi yang bertanggung jawab
menyelenggarakan program menjaga mutu berada di dalam institusi
yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan.
2. Program menjaga mutu eksternal
Pada bentuk ini kedudukan organisasi yang bertanggung jawab
menyelenggarakan program menjaga mutu berada di luar institusi yang
menyelenggarakan pelayanan kesehatan
Kegiatan

• Kegiatan persiapan • Kegiatan pelaksanaan


1. Membentuk organisasi yang 1. Menetapkan penyebab dan
bertanggung jawab melaksanakan priorotas masalah mutu pelayanan
program mutu kesehatan
2. Menetapkan batas-batas wewenang 2. Menetapkan cara dan priorotas
dan tanggung jawa organisasi cara penyelesaian masalah mutu
pelaksana 3. Melaksankan prioritas cara
3. Menjabarkan ruang lingkup penyelesaian masalah mutu
kegiatan yang di selenggarakan 4. Melakukan penilaian hasil yang
4. Menetapkan aspek pelayanan dicapai
kesehatan 5. Menyusun saran tindak lanjut
5. Menetapkan tolak ukur dan ambang
batas
Manfaat

• Dapat meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan


• Dapat meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan
• Dapat meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap pelayanan
kesehatan
• Dapat melindungi penyelenggara pelayanan kesehatan dan
kemungkinan timbulnya gugatan hukum.
TERIMA KASIH