Anda di halaman 1dari 12

Atrofi Optik

Dr. Devi Azri Wahyuni, SpM.K

NEURO-OPHTHALMOLOGY DIVISION
DEPARTMENT OPHTHALMOLOGY
MOHAMMAD HOESIN HOSPITAL /
SRIWIJAYA UNIVERSITY
2015

1
Atrofi Optik  Kematian sel
(a). Pengurangan peyediaan darah secara gradual
(b). Pengurangan aktivitas fungsional
(c). Gangguan inervasi
(d). Defisiensi endokrin
(e). Karena desakan atau kompresi

2
Istilah Atrofi Optik KURANG TEPAT

Involusi
fisiologis

Menyebabkan
Pengecilan pengerutan
sel
jaringan atau organ
yang terkena
Pengurangan
jumlah sel

3
• Lintasan
visual
anterior
(retinogeni
kulata)

• Lintasan
Post
Genikulata

4
Atrofi optik terjadi pada adanya
lesi lintasan visual anterior atau
lintasan retinogenikulata sejak
dari sel-sel ganglion di retina
sampai akhiran aksonnya di
korpus genikulatum lateral.

5
Perbedaannya
• Mielinnya dibentuk oleh
Nervus sel-sel OLIGODENDROGLIA
yang tidak dapat regenerasi
optik setelah terjadi kerusakan

• Mielinnya dibentuk oleh sel


Serabut SCHWAN yang dapat
mengalami regenerasi
saraf perifer setelah terjadi kerusakan

6
Etiology
Gangguan
vascular Inflamasi Demielinisasi
(infark)

Kompresi Toksik Defisiensi

Kelainan Gangguan
Trauma
kongenital faktor genetik

7
Klassifikasi
Gambaran Tempat
Funduskopi Lesi

Primer Asendens

Sekunder Desendens
8
Atrofi Optik Primer
• Hilangnya serabut saraf optik dengan
• Atrofi optik yang tanpa didahului oleh
papiledema
• Tidak terjadi/sedikit proliferasi glia (astrosit)
sehingga tampak lamina kribrosa
• Gambaran funduskopi berupa papil yang
berbatas tegas, tidak didapatkan cupping atau
ekstrakavasi

9
10
Atrofi Optik Sekunder
• Atrofi optik yang didahului oleh papiledema
• Terjadi proliferasi glia (astrosit), berat
kerusakan tergantung berat papiledema yang
mendahului
• Diskus optikus berwarna abu-abu kotor, tepi
diskus optikus kabur seperti terdapat bulu
(akibat proliferasi glia(astrosit) menyebabkan
elevasi diskus optikus) dan terdapat garis-garis
patton diluar papil

11
Atrofi Optik Sekunder

12