Anda di halaman 1dari 19

Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.

)
terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus pyogenes
dengan Menggunakan Metode Dilusi Cair dan Padat

OLEH :
I PUTU HARI JAYA TIRTA
13700157

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA
BAB I BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Streptokokus adalah kelompok besar dan beraneka ragam dari kokus
gram positif yang tumbuh secara berpasangan atau berantai. Bakteri ini
memfermentasi karbohidrat, non-motil, tidak membentuk spora dan bersifat
katalase negatif. Sebagian merupakan flora normal, sebagian lain berkaitan
dengan infeksi penting pada manusia (Jawetz, et al., 2005). Streptokokus
dapat dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan kemampuan meng-
hancurkan sel darah merah, yaitu Streptococcus β haemolyticus jika kuman
dapat melakukan hemolisis lengkap, Streptococcus α haemolyticus jika
melakukan hemolisis parsial, dan Streptococcus γ haemolyticus jika tidak
menyebabkan hemolisis (Todd, 2004).
Streptococcus β haemolyticus dapat dibagi menjadi 20 grup serologis
yaitu grup A hingga T. Streptococcus β haemolyticus grup A merupakan
bentuk yang paling virulen atau yang sering disebut Streptococcus pyogenes.
Streptococcus pyogenes dapat menginfeksi ketika pertahanan tubuh inang
menurun atau ketika organisme tersebut mampu berpenetrasi mele wati
pertahanan inang yang ada. Streptococcus pyogenes dapat menyebabkan
infeksi seperti faringitis, tonsilitis, impetigo, demam scarlet dan penyakit invasif
seperti infeksi tulang, necrotizing fasciitis, radang otot, meningitis dan
endokarditis.
Pemberian antibiotik dalam penatalaksanaan kasus infeksi Streptococcus
pyogenes adalah dengan pemberian antibiotik. Namun, banyak orang yang
beralih menuju ke pengobatan tradisional contohnya dengan menggunakan
ekstrak dari tanaman tertentu. Tanaman yang sering dijumpai dipasaran saat
ini untuk pengobatan tradisional yaitu daun sirsak (Annona muricata L.).
Menurut penelitian Dina Mulyanti dkk., (2015) ekstrak etanol daun sirsak
diketahui memiliki aktivitas antibakteri yang “lemah-sedang” terhadap
pertumbuhan beberapa bakteri uji yang digunakan, yaitu Propionibacterium
acnes, Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Namun,
belum ada penelitian yang membuktikan bahwa ekstrak dari daun sirsak
dapat menghambat atau menghentikan pertumbuhan dari bakteri
Streptococcus pyogenes.
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka peneliti bermaksud untuk
melakukan penelitian tentang pengaruh ekstrak etanol daun sirsak terhadap
pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes dengan tingkat konsentrasi
yang berbeda dan menggunakan metode dilusi dalam proses
pengerjaannya.
1.2 Rumusan Masalah
Berapakah konsentrasi ekstrak daun Sirsak (Annona muricata) yang dapat
menghambat pertumbuhan Streptococcus pyogenes?

1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
 Untuk mengetahui kemampuan ekstrak etanol daun sirsak (Annonna
muricata L.) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus
pyogenes`.
1.3.2 Tujuan Khusus
 Membandingkan daya hambat ekstrak etanol daun sirsak (Annonna
muricata L.) pada konsentrasi 10%, 30%, 50%, 70%, dan 90% terhadap
pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes.
 Menentukan konsentrasi paling efektif dari ekstrak etanol daun sirsak
(Annonna muricata L.) dalam menghambat bakteri Streptococcus
pyogenes
1.4 Manfaat
Manfaat bagi peneliti
Manfaat teoritis
Manfaat aplikatif
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Daun sirsak memiliki kandungan kimia berupa steroid/terpenoid,


flavonoid, kumarin, alkaloid, dan tanin. Aktifitas antibakteri ekstrak daun sirsak
BAB II diperoleh karena beragam kandungan senyawa di dalamnya. Ekstrak
metanol daun sirsak diketahui mengandung tanin dan flavonoid, sehingga
memiliki aktifitas antibakteri lebih baik dibanding dengan fraksi kloroform dari
ekstrak tersebut yang kandungan flavonoidnya lebih sedikit (Haro, et al.,
2012). Sementara ekstrak etanol daun sirsak juga diketahui mengandung
alkaloid, flavonoid, glikosida, saponin dan tanin. (Vijayameena et al., 2013).
Tabel 2.1. Tabel Penapisan Fitokimia
Sumber : Dina Mulyanti dkk., 2015
Kandungan senyawa dalam daun sirsak seperti tanin, flavonoid, saponin
dan alkaloid berperan dalam menghambat dan menghancurkan sel bakteri.
Misalnya, tanin yang terdapat dalam daun sirsak berperan menghalangi
sintesa normal dari bakteri yang akan menyebabkan lisis sel sehingga
mengakibatkan kematian sel bakteri. Senyawa flavonoid yang terdapat
dalam sirsak dapat berperan secara langsung sebagai antibiotik dengan
mengganggu fungsi organisme, seperti bakteri atau virus. Flavonoid
digolongkan sebagai senyawa yang bersifat bakteriostatik yang dapat
merusak membran sel bakteri dan keluarnya senyawa intraseluler (Roslizawati,
2013).
BAB III
KERANGKA KONSEP

mengandung Daun Sirsak (Annona muricata L.)

Tannin Menghambat pembentukan sel


bakteri

Flavonoid Merusak membran sel bakteri

Fenol Merusak dinding sel bakteri

Kontrol Positif
Bakteri Streptococcus
pyogenes

BAB III
Kontrol Negatif
Tumbuh Tidak tumbuh

Keterangan gambar : Gambar 3.1 Kerangka konsep daya hambat ekstrak etanol daun sirsak
: variabel yang diteliti (Annona muricata L.) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus
: variabel yang tidak diteliti pyogenes.
Hipotesis Penelitian

Ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata L.) dapat menghambat


pertumbuhan bakteri Streptococus pyogenes.
BAB IV
METODOLOGI PENELITIAN

 Rancangan Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode dilusi cair dan padat untuk mengetahui efektifitas
daya hambat ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata L.) pada konsentrasi tertentu
terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes.
 Lokasi dan Waktu Penelitian
Proses determinasi tanaman akan dilakukan pada bulan Oktober 2016. Daun sirsak yang
akan dipakai, didapatkan melalui pembelian secara langsung kepada penjual daun sirsak di
daerah Kediri, Jawa Timur. Ekstraksi daun sirsak (Annona muricata L.) akan dilakukan di
Laboratorium Fitokimia dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Surabaya pada akhir
bulan Oktober 2016. Adapun pengambilan bakteri Streptococcus pyogenes dan pelaksanaan
penelitianakan dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya
Kusuma Surabaya pada awal bulan November 2016.

BAB IV
 Populasi dan Sampel Penelitian
 Populasi
Populasi bakteri yang digunakan pada penelitian ini adalah bakteri Streptococcus
pyogenes yang diperoleh dari Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.
 Sampel
Sampel yang digunakan adalah bakteri Streptococcus pyogenes yang diperoleh
dari Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.
 Besar Sampel
Jumlah pengulangan sampel dalam penelitian ini dapat dihitung menggunakan
rumus Federer, yaitu (n-1) (t-1) ≥ 15. (indriantoro, 2010). Dimana n adalah besar sampel
dan t adalah jumlah perlakuan. Jumlah perlakuan pada penelitian ini adalah 5 perlakuan,
yaitu dari ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata L.) dengan konsentrasi 10%, 30%,
50%, 70%, 90%, serta kontrol positif dan kontrol negatif. Sehingga perhitungannya:
(n-1) (t-1) ≥ 15
(n-1) (5-1) ≥ 15
4n-4 ≥ 15
4n ≥ 19
n ≥ 4,75
Jadi total keseluruhan sampel yang digunakan sebanyak 25 karena masing-masing
sampel terdapat 5 kali pengulangan yaitu kontrol perlakuan yang terdiri dari ekstrak
etanol daun sirsak (Annona muricata L.) dengan masing-masing konsentrasi 10%, 30%,
50%, 70%, dan 90%. Sehingga didapatkan total sampel keseluruhan dalam penelitian ini
sebanyak 25 sampel.
 Teknik pengambilan sampel
Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah simple
random sampling.
 Variabel Penelitian
 Variabel bebas (independen) dalam penelitian ini adalah ekstrak etanol
daun sirsak (Annona muricata L.). Kontrol positif yang digunakan adalah
antibiotik penicilin, sedangkan kontrol negatifnya menggunakan larutan PZ.
 Variabel terikat (dependen) dalam penelitian ini adalah pertumbuhan
bakteri Streptococcus pyogenes.
 Variabel terkendali dalam penelitian ini adalah jenis daun sirsak (kering atau
basah), prosedur pembuatan ekstrak etanol daun sirsak, penyimpanan kultur
biakan, inokulasi bakteri, suhu inkubasi, sterilisasi alat, dan pemberian bahan
uji.
 Definisi Operasional

 Sirsak (Annona muricata L)

 Daun Sirsak

 Ekstrak etanol daun sirsak

 Bakteri Staphylococcus aureus

 Daya hambat
Prosedur Penelitian
Biakan murni bakteri Staphylococcus aureus

Diambil beberapa ose, masukkan kedalam PZ yang disetarakan dengan


Standart McFarland 0,5 kemudian di encerkan 8x

Menyiapkan 7 tabung+ 1 suspensi kuman + ekstrak etanol daun sirsak dengan masing-masing
konsentrasi.

10% 30% 50% 70% 90% + -

Inkubasi 37oC selama 24 jam

Ditanam pada media BAP untuk uji penegasan

Inkubasi 37oC selama 24 jam


MIC - MIC +

Analisis Data

Kesimpulan
BAB IV
METODELOGI PENELITIAN
• Analisis Data
Teknik analisis data yang dipakai untuk membandingkan besar daya hambat ekstrak
etanol daun sirsak (Annona muricata L.) dalam konsentrasi 10%, 30%, 50%, 70%, dan
90% terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dianalisis dengan menggunakan
one way ANOVA. Syarat data untuk dapat diuji kemaknaan dengan uji Anova adalah
distribusi data normal (p > 0.05) dan varians data homogeny (p > 0.05). Kemudian uji
Anova tersebut akan dilanjutkan dengan Post Hoc Test dengan Least Significant
Differences(LSD). Jika data tidak memenuhi persyaratan tersebut, maka dilakukan
transformasi data. Jika transformasi tidak bisa dilakukan, data diuji kemaknaan dengan uji
non parametrik yaitu uji Kruskal-Wallis kemudian dilanjutkan analisis Post Hoc dengan uji
Mann-Whitney (Dahlan, 2008).