Anda di halaman 1dari 16

Dasa Nyama Brata

Pengertian, Bagian – Bagian dan Contoh Penerapannya.


Nama Kelompok
I Gede Agus Wiratama (02)
Putu Bagus Jaedy Anthony A.W (08)
I Gusti Md. Gd. Dwidiyana Putra (22)
Kadek Ista Surya Divta (23)
Putu Jaya Adi Pranata (24)
I Made Sulaksana Putra (38)
#Pengertian
Ajaran Dasa Yama Brata dan Dasa Nyama adalah ajaran susila
Hindu yang dapat menuntun umatnya untuk berbuat susila agar menjadi
orang yang memiliki budi pakerti luhur. Ajaran Susila sangat erat kaitannya
dengan ajaran lain dalam agama Hindu yakni; ajaran Tattwa dan Upakara.
Ajaran Tattwa, Susila dan Upakara dalam agam Hindu disebut Tri Kerangka
Agama Hindu.

Ketiga ajaran ini tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang
lainnya. Ketiga ajaran ini diibaratkan sebagai sebutir telur. Kulit telur
adalah Upacara Hindu, Putih telur adalah ajaran Susila Hindu, sedangkan
Kuning Telur/sarinya adalah ajaran Tattwa. Demikian juga ketiga ajaran ini
diibaratkan seperti tubuh manusia. Tattwa adalah kepala manusia, Susila
adalah badan manusia dan Upacara adalah kaki manusia.
#Pengertian Dasa Nyama Brata
Dasa Nyama Brata juga berasal dari Bahasa Sanskerta, yang terdiri dari tiga
kata, yaitu:

“Dasa” berarti sepuluh.

“Nyama” berarti pengendalian dalam tahap mental.

“Brata/Wrata” berarti keinginan atau kemauan.

Jadi Dasa Nyama Brata berarti sepuluh macam pengendalian keinginan


dalam tingkat mental untuk mencapai kesempurnaan hidup.
#Bagian - Bagian

1. Dana 6. Upasthanigraha
2. Ijya 7. Brata
3. Tapa 8. Upawasa
4. Dhyana 9. Mona
5. Swadyaya 10. Snana
#DANA
1. DANA (Berdarma dan beramal tanpa pamerih)

Contoh-contoh pelaksanaan ajaran Dana, seperti:

 Membiasakanberdarma / Bersedekah dengan Ikhlas kepada orang yang


sedang menderita mengalami kesusahan dalam hidupnya, kepada orang
yang membutuhkan, orang miskin atau orang sakit.

Pemberian sedekah atau dana menurut waktu pemberiannya ada 4 tingkatan


menurut Slokantara 17, sebagai berikut:
 Dana yang diberikan di bulan Purnama dan bulan Mati (Tilem) menyebabkan 10
kali kebaikan yang diterima.
 Dana yang diberikan pada bulan Gerhana membawa phahala (100) seratus kali.
 Dana yang diberikan pada hari suci Sraddha menjadi 1000 kali lipat.
 Sedekah/Dana yang diberikan diakhir Yuga phahala kebaikannya akan tidak
terbatas.
#DANA
Pemberian sedekah atau dana menurut Tingkatannya ada 4 menurut
Slokantara 21, sebagai berikut:
 Pemberian berupa makanan itu mutunya kecil, disebut Kanista Dana.
 Pemebrian berupa Uang/pakaian mutunya menengah, disebut Madyama Dana.
 Pemberian berupa gadis itulah yang dianggap tinggi, disebut Utama Dana.
 Pemberian sedekah/dana berupa Ilmu Pengetahuan itu mengatasi semuanya dan
membawakan kebajikan besar, disebut Ananta Dana.
#IJYA
2. IJYA (Pemujaan Terhadap Ida Sang Hyang Widhi)

Contoh-contoh pelaksanaan ajaran Ijya, seperti:

 Rajin melakukan Tri Sandya setiap hari ( Pagi, Siang, Sore ).

 Rajin sembahyang setiap saat.

 Rajin melakukan persembahyangan pada hari raya.

 Rajin melakukan meditasi dan berjapa, dll.


#TAPA
3. TAPA (Berlatih Pengembangan Diri untuk menimbulkan Daya Tahan)

Contoh-contoh pelaksanaan ajaran Tapa, seperti:

 Berlatih diri mengendalikan pikiran seperti berusaha untuk berpikir jernih,


berpikir yang baik agar tahan uji terhadap masalah yang mengganggu pikiran.

 Berlatih mengendalikan keinginan, misalnya memenuhi keinginan sesuai


kebutuhan, memenuhi keinginan sesuai kemampuan, menghindari keinginan
yang menimbulkan kerugian baik bagi diri sendiri maupun orang lain agar
tahan uji terhadap pengaruh buruk keinginan itu.

 Berlatih hidup sederhana agar tahan uji terhadap penderitaan.

 Berlatih
mengendalikan perkataan agar tahan uji untuk tidak berkata yang
menyakitkan misalnya berkata kasar, mengancam, menghardik, dan
mengeluarkan kata-kata ejekan dan hinaan.

 Berlatih mengendalikan perbuatan, misalnya tidak melakukan perbuatan


curang, mencuri, suka berkelahi, suka memancing keributan, suka berbuat
onar, dll.
#DHYANA
4. DHYANA (Tekun Memusatkan Pikiran Terhadap Ida Sang Hyang Widhi)

Contoh-contoh pelaksanaan ajaran Dhyana, seperti:

 Saat belajar di kelas perlu memusatkan pikiran tentang pelajaran yang sedang
diajarkan.

 Memusatkan pikiran pada saat mengendarai sepeda motor/mobil.

 Berlatih melakukan pemusatan pikiran dengan melakukan Pranayama.

 Berlatih melakukan pemusatan pikiran dengan sembahyang.

 Berlatih
melakukan pemusatan pikiran kepada Ida Sang Hyang Widhi dengan
meakukan yoga, tapa dan semadi, dll
#SWADHYAYA
5. SWADHYAYA (Tekun Mempelajari dan Memahami Ajaran Suci)

Contoh-contoh pelaksanaan ajaran Swadhyaya, seperti:

 Tekun belajar jangan cepat putus asa.

 Berusaha belajar secara mandiri artinya belajar tanpa diperintah dan


belajar menemukan jawaban sendiri.

 Janganmalu bertanya kepada orang lain tentang suatu masalah yang tidak
dimengerti atau tidak diketahui

 Rajinmembaca buku kerohanian dan buku-buku lain yang berguna dalam


kehidupan.

 Mengamalkan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari, dll


#UPASTHANIGRAHA
6. UPASTHANIGRAHA (Mengendalikan Hawa Nafsu)

Contoh-contoh pelaksanaan ajaran Upasthanigraha, seperti:

 Menghindari berduaan dengan lawan jenis di tempat yang sepi.

 Mengindarkan diri dari pikiran kosong agar tidak berpeluang


menghayal terhadap hal-hal yang porno.

 Tidak menonton tayangan televisi yang menyiarkan film-film Dewasa.

 Hindari membaca komik atau menonton VCD Porno.

 Sibukkanlah diri dengan kegiatan-kegiatan positif, seperti olahraga,


kursus, ekstra kulikuler, belajar menari, Pramuka, megambel.
#BRATA
7. BRATA (Taat Akan Janji/Sumpah)

Contoh-contoh pelaksanaan ajaran Brata, seperti:

 Berjanjilah dari lubuk hati yang paling dalam.

 Taatilah apa yang menjadi janjimu, seperti; saya ingin menjadi orang
yang berguna, saya ingin menjadi orang yang berbakti kepada orang
tua, saya ingin menjadi orang yang berguna dalam keluarga.

 Janji dalam hati bukan untuk diingkari tetapi untuk ditaati, dll
#UPAWASA
8. UPAWASA (Berpuasa Mengekang Nafsu Terhadap Makanan dan Minuman)

Contoh-contoh pelaksanaan ajaran Upawasa, seperti:

 Hindari memakan makanan yang berlebihan karena nafsu belaka.

 Aturlah
jadwal makan, misalnya makan teratur yaitu sarapan pagi, makan siang
dan makan sore secara teratus.

 Mengendalikan nafsu makan, misalnya makanlah secukupnya sesuai kebutuhan


tubuh, jangan makan yang berlebihan.

 Menghindari sikap rakus.

 Mencoba untuk berpuasa pada hari Raya Nyepi, Siwaratri atau pada hari Raya
Hindu sesuai kemampuan, dll
#MONA
9. MONA (Membatasi perkataan. Mona juga berarti pantang atau tidak
berkata-kata dalam kurun waktu tertentu atau membatasi perkataan.)

Contoh-contoh pelaksanaan ajaran Mona, seperti:

 Hindari berkata kasar.

 Hindari perkataan mencaci maki.

 Hindari perkataan bohong.

 Hindari mengeluarkan tata-kata hinaan maupun ejekan.

 Jangan mengeluarkan perkataan mengancam.

 Hindarkan diri untuk tidak berkata yang kotor dan jorok.

 Belajar melakukan mona brata pada hari Raya Nyepi sesuai kemampuan, dll
#SNANA
10. SNANA (Tekun Melakukan Penyucian Diri dengan Jalan Mandi
atau Sembahyang.)

Contoh-contoh pelaksanaan ajaran Snana, seperti:

 Rajin mandi 2 kali sehari yaitu pagi hari sebelum sekolah dan sore hari.

 Rajin
merawat badan, misalnya: memotong rambut yang panjang,
memotong kuku, menyikat gigi, mencuci pakaian sendiri, mandi dengan
menggunakan air bersih dan memakai sabun.

 Rajinsembahyang baik di sekolah dengan Tri Sandya dan di rumah di


sore hari melaksanakan Tri Sandya dan Kramaning Sembah.

 Rajin melakukan Pranayama untuk menyucikan pikiran.

 Jujur dalam hidup, dll.