Anda di halaman 1dari 19

PRINSIP PENGEMBANGAN

BAHAN AJAR

Dr. Eko Hariyono, M.Pd


PENGEMBANGAN BAHAN
AJAR
• Masalah umum:
 Penentuan jenis materi
 Ruang lingkup
 Urutan penyajian
 Kedalaman/keluasan
 Perlakuan terhadap materi
 Sumber bahan
• Masalah guru:
 Materi terlalu luas atau sempit/sedikit
 Mendalam atau dangkal
 Belum tentu sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai
 Urutan penyajian tidak tepat
 Buku pelajaran merupakan satu-satunya sumber
Mengapa guru perlu mengembangkan Bahan Ajar?

Guru harus memiliki atau


menggunakan bahan ajar
yang sesuai dengan :
 kurikulum,
 karakteristik sasaran,
 tuntutan pemecahan
masalah belajar.

3
Tujuan dan Manfaat Penyusunan Bahan Ajar

Tujuan
• Menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta
didik.
• Membantu peserta didik dalam memperoleh bahan ajar alternatif .

Manfaat bagi Guru


•Diperoleh bahan ajar yang sesuai tuntutan kurikulum dan sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik;
•Tidak lagi tergantung kepada buku teks yang terkadang sulit diperoleh;
•Memperkaya karena dikembangkan dengan menggunakan berbagai referensi;
•Menambah khasanah pengetahuan dan pengalaman guru dalam menulis bahan ajar;
•Membangun komunikasi pembelajaran yang efektif antara guru dengan peserta didik karena peserta didik akan merasa
lebih percaya kepada gurunya;
•Menambah angka kredit jika dikumpulkan menjadi buku dan diterbitkan.

Manfaat bagi Siswa


•Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik;
•Kesempatan untuk belajar secara mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap kehadiran guru;
•Mendapatkan kemudahan dalam mempelajari setiap kompetensi yang harus dikuasainya.
HAKIKAT BAHAN AJAR

• Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu
guru/instruktor dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas.
Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.
(National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for
Competency Based Training).
• Bahan ajar (instructional materials): sesuatu yang dipelajari siswa untuk
mencapai kompetensi yang menjadi tujuan pembelajaran
• Klasifikasi bahan ajar terdiri atas:
 pengetahuan (knowledge)
 keterampilan (skills)
 sikap (aptitudes)
 nilai-nilai (values)
Developing teaching and learning materials
(some questions and suggestions)
• What do you expect learners to know, or be able to do, before using
your materials?
• What do you expect learners to know or be able to do as a result of
using your materials?
• What will learners do with your materials?
• How will they know if they are doing the right things?
• What support do learners need?
• What support do tutors need?
• What are the resource support needs?
BAHAN AJAR

Klasifikasi Bahan Ajar Prinsip Pemilihan Bahan Ajar


• Fakta (sesuatu yang ada dan terjadi (ada secara empirik); misal: • Relevansi (keterkaitan, ada kaitan; artinya ada kaitan,
objek, peristiwa sejarah, lambang, penamaan, waktu, dll) hubungan, atau bahkan ada jaminan bahwa bahan ajar yang
• Konsep (pemahaman terhadap sesuatu seperti dipilih itu menunjang tercapainya kompetensi yang
pengertian/definisi, klasifikasi, komponen, ciri khusus, dll) dibelajarkan)
• Prinsip (sebuah fakta pengetahuan yang terbangun atas • Konsistensi (keajegan, ada kesesuaian (jumlah/banyaknya)
prinsip lewat proses ontologi keilmuan atau hubungan antara kompetensi dan bahan ajar; jika kompetensi dasar yang
tertentu, misalnya dalil, rumus, adagium, postulat, teorema, ingin dibelajarkan mencakup keempat keterampilan berbahasa,
hubungan antarkonsep (jika…, maka…) bahan yang dipilih/dikembangkan juga mencakup keempat hal
• Prosedur (materi yang berkenaan dengan langkah-langkah itu)
sistematis dalam melakukan sesuatu/tugas; misal: langkah • Kecukupan (memadai keluasannya, ketercukupannya; bahan
membuat/mengerjakan sesuatu (mengembangkan bahan ajar, ajar yang dipilih/ dikembangkan ada jaminan memadai/
mengembangkan alat evaluasi, mengerjakan soal statistik, dll) mencukupi untuk mencapai kompetensi yang dibelajarkan;
tidak terlalu sedikit sehingga kurang menjamin tercapainya)
LANGKAH PENYUSUNAN BAHAN AJAR
CAKUPAN BAHAN PEMBELAJARAN

• Keluasan: seberapa banyak bahan pembelajaran


yang dipilih/dikembangkan dalam sebuah SK/KD
• Kedalaman: seberapa detil bahan pembelajaran tsb
yang harus dibelajarkan kpd siswa
• Ada perbedaan masalah keluasan dan kedalaman
pengembangan bahan berdasarkan:
 jenjang pendidikan (SD, SMP/MTs, SMA)
 jenis pendidikan (SMA, SMK; SMK: STM,
SMEA, SMKK, dll)
• Kecukupan (adequacy): cukup, memadai; dengan
bahan pembelajaran yang dipilih/dikembangkan itu
mencukup atau memadai untuk menjamin capaian
kompetensi (Sk, KD) yang dibelajarkan (bahan
pembelajaran tidak terlalu sedikit atau luas)
• Pemilihan dan pengembangan bahan pembelajaran
harus juga memperhitungkan alokasi waktu yang
tersedia (tidal kurang, tidak lebih)
URUTAN BAHAN PEMBELAJARAN

• Urutan penyajian (sequencing):


bagaimana mengurutkan bahan ajar
secara tepat agar dapat
mempermudah siswa
mempelajarinya
• Masalah urutan bahan ajar menjadi
lebih relevan terhadap pokok-
pokok bahasan yang memiliki
prasyarat (prerequisite)
• Bahan ajar ajar yang menjadi
prasyarat bahan yang lain harus
ditempatkan lebih awal
• Lazimnya, urutan bahan ajar
mengikuti logika: dari yang mudah
ke sulit, dekat ke jauh, sederhana ke
kompleks, tunggal ke gabung,
tersurat ke tersirat, actual meaning
ke intentional meaning, yang sudah
dikenal ke belum dikenal, dll yang
sejenis
PENDEKATAN URUTAN BAHAN AJAR

Pendekatan prosedural Pendekatan hierarkhis


Urutan bahan ajar menggambarkan sesuatu yang
Urutan bahan ajar menggambarkan sebuah prosedur, berjenjang
langkah-langkah tertentu

Misalnya, bahan-bahan ajar (atau: mata kuliah) yang


menjadi prasyarat harus disajikan terlebih dahulu
daripada bahan ajar yang menuntut prasyarat itu

Misalnya, langkah memahami hukum Newton, langkah


Pemahaman sebuah wacana diawali dengan pemahaman
percobaan rangkain listrik
tiap paragraf, dan pemahaman paragraf diawali dengan
pemahaman tiap kalimat pendukungnya

Kedua pendekatan itu tsb bukan dalam pengertian


terpisah karena pada kenyataannya akan saling
mendukung
PRINSIP PENENTUAN SUMBER BAHAN
• Tempat bahan pembelajaran diperoleh
• Bukan hanya tempat guru mengambil
bahan pembelajaran, tetapi juga tempat
siswa dapat mengakses sendiri bahan
yang harus dipelajari
• Tidak sekadar berupa buku teks, walau
buku teks tetap penting, tetapi dapat
berupa berbagai hal lain yang dapat
membantu siswa belajar
• Siswa harus dibiasakan mencari dan
mengakses sendiri berbagai sumber
bahan yang dibutuhkan untuk
menunjang kegiatan pembelajaran untuk
mencapai kompetensi
• Guru harus mampu mengembangkan
bahan ajar sendiri dengan mengakses
berbagai sumber yang relevan
• Kurikulum tidak menyajikan bahan ajar,
maka guru dan siswa haruslah sama-
sama aktif mencari dan mengakses
bahan ajar itu
SUMBER BAHAN AJAR
• Buku Teks
• Buku Literatur Terkait (Kebahasaan, Kesastraan, Teks-teks
Kesastraan)
• Laporan Hasil Penelitian
• Jurnal Penelitian, Jurnal/Majalah Ilmiah dan jenis Majalah
lain
• Penerbitan Berkala: Harian, Mingguan
• Internet
• Media Audiovisual (TV, Video, Kaset Audio) dan Media
Audio (Radio, Rekaman)
• Narasumber (Pakar Bidang atau Tokoh Tertentu)
• Lingkungan (Alam, Sosial, Senibudaya, dll)
• Kantor tertentu (kantor lazimnya menyediakan daya-data
tertentu yang dibutuhkan)
• Dll.
BENTUK PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

• Kurikulum memberi kebebasan kreativitas kepada setiap Pengembangan bahan ajar oleh guru dapat
SP, Kepsek, dan guru untuk mengembangkan sendiri ditampilkan dalam bentuk:
kurikulum yang akan dilaksanakan di lingkungannya • Buku Teks, Diktat
• Hal itu merupakan kesempatan baik bagi semua komponen  Sebaiknya guru tidak hanya menggantungkan
pendidikan terkait untuk merealisasikan idealismenya buku teks yang sudah ada karena mesti belum
mencakup semua idealismenya
• Misalnya, dengan memasukkan berbagai muatan tertentu  Guru yang baik mesti kreatif membuat buku
yang dipandang penting ke dalam kurikulum (muatan lokal, teks sendiri (kalau perlu bersaing dengan
penulis buku-buku yang sudah ada. Mengapa
nilai-nilai, bahan tertentu, dll), model pembelajaran, model tidak!!!)
penilaian, dll.
• Modul (misalnya untuk tiap SK, bahan ajar
• Guru merupakan salah satu komponen penting sekaligus untuk bulanan/semesteran/tahunan)
ujung tombak dalam usaha peningkatan kualitas pendidikan  Modul kemudian dapat dikembangkan menjadi
lewat KBM yang diselenggarakan sebuah buku teks. Mengapa tidak!!!
• Mereka memiliki kebebasan untuk mengkreasikan KBM: • Handout, tulisan-tulisan lepas, teks-teks
mulai dari perumusan indikator, pengembangan bahan ajar, ragam tertentu (misal: sastra)
pemilihan strategi pembelajaran, strategi penilaian, dll. • Powerpoint
• Setiap pengajar idealnya mampu mengembangkan bahan • Rekaman audio, audiovisual, dll.
ajar sendiri
LEARNING PYRAMID ; INFORMATION RETENTION BASED ON THE LEVEL
OF ACTIVE LEARNER INVOLVEMENT

Source : Adopted from National Training Laboratories. Institutes of Applied Behavioral Science
GENERAL PRINCIPLES OF EFFECTIVENESS

Media should:
• Change behavior by influencing a gain in cognitive,
affective, and/or psychomotor skills
• Enhance learning—no one tool is better than another
• Complement the instructional methods
• Match available financial resources
• Be appropriate for physical environment
• Complement learners’ sensory abilities, developmental
stage, and educational level
• Impart accurate, current, valid and appropriate
messages
• Add diversity and information to learning
CHOOSING INSTRUCTIONAL MATERIALS

• Sensorimotor abilities
• Physical attributes
Characteristics • Reading skills
of the Learner • Motivational level
• Developmental stages
• Learning styles
• Print
Characteristics • Non-print
of the Media • Models
• Audiovisual

Characteristics • Learning domain


of the Task • Complexity of behavior
THREE MAJOR COMPONENTS OF INSTRUCTIONAL MATERIALS
1. Delivery System
• Definition : both the software (physical form) and the
hardware used to present materials
• Examples
• Software (physical form) : Power Point slides , DVDs
• Hardware : computer, DVD players
2. Content
• Definition: actual information imparted to the learner • Realia: most Concrete and accurate form of
• Selection criteria for content stimuli used to deliver information e.g . An
• Accuracy actual woman or mannequin demonstrating
• Appropriateness for skill determination breast-self examination
• Readability • Illusionary representations: Less concrete
3. Presentation e.g. real life visual and auditory media such
• Definition: Weston and Canston (1986) states that as audiotapes on how to discriminate
the form of the message; in other words how between normal and abnormal lung sound
information is presented is the form most important
• Symbolic representations: most abstract
for selecting/developing instructional materials
types of message /stimuli used for
• They describe the form of the message as occurring a
instruction e.g. Audiotapes ,oral;
long a continuum from Concrete to Abstract presentation, graphs written text
including ; ,handout….
TERIMA KASIH