Anda di halaman 1dari 22

Pharmacuetical care Pasien

Hipertensi Usia Lanjut

PUSKESMAS SUKARAMI KABUPATEN MUARA ENIM


PENDAHULUAN

 Tanpa disadari kita telah menghabiskan waktu serta sebagian anggaran


hidup untuk berobat yang tidak perlu. Sebenarnya ada sekitar 67%
penyakit yang diterapi tetapi sebenarnya bisa dicegah. Salah satu
diantara terapi tersebut adalah penyakit hipertensi. Hipertensi memang
menjadi awal penyebab terjadinya penyakit mematikan seperti
serangan jantung dan stroke, tetapi sejatinya hipertensi adalah penyakit
yang bisa diolah dan dicegah sedini mungkin. Justru karena berada di
awal proses menuju maut inilah maka upaya pengelolaan hipertensi
seharusnya sudah dihafal diluar kepala oleh semua orang di negeri ini.
SALAH PAHAM TENTANG HIPERTENSI

 Kesalahpahaman mengenai hipertensi sering mengakibatkan penderita


tidak mendapat pengobatan dan perawatan yang memadai. Inilah yang
justru banyak timbu dan ditemukan di masyrakat awam. Berikut
kesalahpahamam yang sering terjadi di masyarakat :
 1. Pusing/ sakit kepala berarti darah naik
 2. Obat hipertensi tidak perlu dikonsumsi lagi ketika tekanan darah
sudah turun/ normal
 3. Minum obat terus-menerus menyebabkan ketergantungan
 4. Hipertensi bisa disembuhkan
1. Pusing/ sakit kepala berarti darah naik

 Hipertensi tidak selalu disertai sakit kepala/ pusing. Inilah yang


menyebabkan penderita terlambat diobati. Saat sakit kepala akibat
hipertensi kondisi sudah parah dan timbul komplikasi. Tekanan darah
yang relatif rendah ketika biasanya ditemukan pada perempuan usia
muda. Akan tetapi seiring bertambahnya usia tekanan darah akan
lambat laun meningkat hingga mecapai tekanan darah normal.
2. Obat hipertensi tidak perlu dikonsumsi lagi ketika
tekanan darah sudah turun/ normal

 Obat antihipertensi harus dikonsumsi seumur hidup. Diet redah


garam dan olahraga teratur saja tidak menjamin tekanan darah
terkontrol. Penderita hipertensi berat wajib meminum obat
antihipertensi secara rutin dengan pengawasan dokter. Meskipun darah
sudah mencapai target (tekanan darah normal ) penderita tidak perlu
khawatir tekanan darah akan turun terus hingga menyebabkan
hipotensi. Hipotensi adalah kondisi berlawanan dari hipertensi, yakni
tekanan darah berada dibawah normal. Asalkan selalu dikontrol dan
rutin meminum obat, biasanya tekanan darah tidak akan turun dibawah
normal. Penderita tidak perlu merasa khawatir karena adanya
mekanisme kompensasi tubuh untuk mengontrol tekanan darah
( autoregulasi).
3. Minum obat terus-menerus menyebabkan
ketergantungan

 Dampak tidak meminum obat secara rutin jauh lebih berbahaya


dibandingkan efek samping obat karena tekanan darah akan meningkat
tiba-tiba. Obat hipertensi tidak seperti zat adiktif atau narkoba karena
menimbulkan efek ketergantungan. Yang penting penderita harus sering
berkonsultasi dengan dokter dan mengikuti anjurannya, dokter pun akan
memberikan terapi sesuai dengan kondisi perkembangan pasien.
4. Hipertensi bisa disembuhkan

 Anggapan bahwa hipertensi bisa disembuhkan adalah anggapan yang


keliru dan menyebabkan penderita berhenti meminum obat. Hipertensi
tidak dapat disembuhkan tetapi bisa dikendalikan. Hanya sedikit orang
yang hipertensinya tidak muncul dalam waktu lama , namun mereka
juga harus tetap waspada.
Hipertensi Sang Silent Killer

 Hipertensi menjadi silent killer karena pada sebagian besar kasus tidak
menunjukkan gelaja apapun hingga suatu hari hipertensi menjadi stroke
dan serangan jantung yang mengakibatkan penderitanya meninggal.
Bahkan sakit kepala yang menjadi indikator hipertensi tidak diabaikan
pada beberapa orang datau dianggap keluhan ringan yang akan sembuh
dengan sendirinya.
Apa Faktor Resiko Pencetus Hipertensi ?

 Adanya beberapa faktor resiko hipertensi yang tidak dapat diubah


seperti riwayat keluarga, umur, jenis kelamin, dan etnis. Akan tetapi,
fakta yang justru sering terjadi justru faktor-faktor diluar itulah yang
menjadi pemicu terbesar terjadinya hipertensi dengan komplikasi stroke
dan serangan jantung, seperti stress, obesitas, dan nutrisi.
Pharmaceutical Care

 Pharmacuetical care adalah :pola pelayanan kefarmasian berorientasi


pasien, merupakan ekspansi kebutuhan yang meningkat serta tuntutan
pelayanan farmasi yang lebih baik, demi kepentingan dan kesejahteraan
pasien.
 Pola pelayanan ini bertujuan mengoptimalkan penggunaan obat secara
rasional yaitu:
efektif, aman, bermutu, terjangkau
Mengapa pasien usia lanjut ?

 Lanjut usia, sebuah fase dimana yang biasanya akan segera dilekati
dengan segenap kondisi lemah, lunglai, beruban, korsi roda dan
berpenyakit. Realita terkait dengan tekanan darah yang akan meningkat
seiring bertambahnya umur telah banyak dilaporkan banyak penelitian
hal ini disebabkan pengerasan pembuluh darah
 Prevalensi hipertensi di Indonesia pada golongan usia lanjut terus
meningkat mencapai 20-30 %
 Dan angka ini terus meningkat akibat penyakit yang diderita Lansia
bermacam-macam akibat menurunnya fungsi organ tubuh pada lansia
MASALAH PADA PENGOBATAN PASIEN USIA
LANJUT

 25 % obat yang diresepkan pada pasien usia lanjut tidak efektif dan
tidak diperlukan.
 Sering dijumpai obat yang digunakan untuk mengatasi efek
sampingobat yang lain.
 Pasien usia lanjut cenderung mengalami efek samping obat.
 Kepatuhan pasien juga merupakan isu yang penting dalam pengobatan
pasien lanjut usia.
 Petunjuk yang tidak memuaskan
 Frekuensi, interval atau kekuatan dosis yang tidak tepat.
 Duplikasi dalam terapi
Peranan Keluarga dalam pengobatan hipertensi pada
lansia sangat dibutuhkan , hal ini disebabkan oleh :

 Pasien usia lanjut rentan mengalami efek samping obat


 Pasien usia lanjut tingkat kepatuhan dalam menjalani terapi sangat kurang
 Disiplin Pasien usia lanjut dalam meminum obat sangat rendah bahkan
tingkat keteraturannya sangat kurang
 Pengetahuan Pasien usia lanjut mengenai pantangan akan makanan
hipertensi sangat kurang namun informasi didapat sangat kurang
sehingga butuh pendamping keluarga dalam mengingat tiap informasi
 Pengobatan tradisonal yang dilakukan oleh pasien lansia perlu diawasi
keluarga agar hal yang buruk akibat pengobatan tanpa dasar pasti
 Pasien usia lanjut perlu pemantauan keluarga agar terhindar dari kondisi
kegawat daruratan hipertensi
Gejala hipertensi

 Gejala hipertensi memang terkadang tidak dirasakan oleh penderita


namun berikut gejala yang harus diwaspadai oleh penderita
 Sakit kepala ditengkuk (umumnya terjadi pada hipertensi berat)
 Pusing
 Palitasi (berdebar-debar)
 Mudah lelah
 Cepat periksa ketika mengalami gejala diatas sebelum hipertensi
merusak Otak, Jantung , Mata, Dan Ginjal.
Pada kasus Hipertensi kita tidak dapat memodifikasi
usia, jenis kelamin, genetic, factor lingkungan namun
kita dapat mengendalikan hipertensi melalui modifikasi :

 Stress : dalam hal ini petugas medis dan keluarga pasien harus bekerja
sama dalam memotivasi dan memperbaiki psikis pasien
 Berat badan ; adapun langkah mengurangi berat badan dengan menulis
BUKU HARIAN DIET DAN DIET HIPERTENSI,
 Berdamai dengan emosi :Teknik pengendalian emosi dengan menarik
nafas dalam, meditasi, yoga, beribadah mendekatkan diri dengan
Pencipta.
 Kebiasaan merokok
 Asupan garam berlebih
Diet DASH (Dietary Approaches to
Stop Hypertension)
 Diet garam memang mampu menekan angka naiknya tekanan darah
tinggi namun dengan diet DASH pasien masih bisa menikmati makanan
sehat dengan rasa yang lebih nikmat
 Contoh menu diet DASH

Contoh menu DASH


Makan pagi Nasi putih, 1 butir telur, sayuran, minyak , gugula pasir (1
sendok)
la pasir, buah
Snack pagi Kacang hijau, gula pasir (1 sendok)
Makan Siang Nasi putih, daging sapi( 1 potong kecil) tempe, sayuran
Snack sore Buah, gula pasir (1/2 sendok makan)
Makan Malam Nasi putih, daging ayam (1 potong sedang), tahu, sayuran
OBAT, KETIKA MEMANG HARUS JADI
PILIHAN
 Obat merupakan factor eksternal yang diberikan oleh dokter namun
obat tidak akan efektif jika pasien tidak mengubah pola hidup. Oleh
karena itu ketika kita menerima obat dari dokter kita harus paham dan
mengerti manfaat, dosis penggunaan serta efek samping dari
penggunaan obat tersebut. Maka dalam hal ini Tim Pharmacuetical care
akan membangun lebih dalam tentang control obat, langkah
pengubahan pola hidup, dan mendengarkan diskusi tentang maslah
penyakit hipertensi.
SKEMA KERJA INOVASI
HASIL

 Setelah dilakukan pharmaceutical care usia lanjut dengan penyakit


hipertensi yang menjadi sorotan di wilayah sungai rotan wilayah kerja
Puskesmas Sukarami Kecamatan Sungai rotan maka didapat data
beberapa pasien usia lanjut mengalami perbaikan kesehatan. Dalam
pelaksanaannya terdapat beberapa pasien yang tidak menunjukkan
perkembangan yang baik akibat pasien yang tidak patuh dalam
meminum obat.
Table hasil inovasi
TABLE HASIL INOVASI

Tuna
Dima
Sofian
Zulkifli
Ahmad
M.idrus
Waila
Nuraini
Nurhasanah
Indawan
0 50 100 150 200 250
DOKUMENTASI
TERIMA KASIH
SEMOGA LEKAS SEMBUH
DARI PENYAKIT DAN
POLA HIDUP YANG SALAH