Anda di halaman 1dari 15

Sinusitis Frontalis

Vivi Anisa Putri


1310211057
Sinus Paranasal
Basic Science Sinus Frontalis
Embriologi :
terbentuk sejak bulan ke-4 fetus, berasal dari sel-sel resesus frontal
atau dari infundibulum ethmoid. Mulai berkembang pada usia 8-10
tahun sampai mencapai ukuran maksimalnya sebelum usia 20 tahun
Sinus Frontalis Anatomy
• Biasanya kanan dan kiri tidak simetris (salah satunya lebih besar) 15%
orang terlahir hanya memiliki salah satu sinus dan 5% sinus frontalnya
tidak berkembang
• dipisahkan antara kanan dan kiri oleh sekat tulang di bagian tengah ,
dipisahkan oleh tulang relative tipis dari orbita dan fosa serebri
• Bersekat sekat dan tepinya berliuk liuk
• Ostiumnya bermuara di resesus frontal yang berhubungan dengan
infundibulum ethmoid
• Tinggi : 2,8 cm, Lebar : 2,4 cm, Dalam : 2 cm
Definisi
Peradangan pada sinus frontalis. Hampir selalu bersama sama dengan
sinusitis ethmoid

Epidemiologi :
Dewasa >>
Etiologi
• Infeksi virus  infeksi bakteri
• Streptococcus pneumonia (30 – 50 %) Haemophylus influenza (20 –
40%) Moraxella catharrhalis (4%)
Klasifikasi
• International concensus 1995
• Acute : < 8 minggu / 2 bulan
• Chronic : > 8 minggu / 2 bulan
• Consensus 2004
• Acute : < 4 minggu / 1 bulan
• Subacute : 4 – 12 minggu / 1 – 3 bulan
• Chronic : > 12 minggu / 3 bulan
Manifestasi Klinik
• Gejala sinusitis umum (hidung tersumbat, ingus purulen, rasa tekanan di
sinus yg terkena, post nasal drip dan kadang disertai demam dan lesu)
• Nyeri di dahi/atas alis atau seluruh kepala ( biasanya pagi hari, semakin
parah menjelang tengah hari lalu perlahan mereda sampai malam)
• Eritema atau pembengkakan supraorbital

Chronic
• Gejala tidak khas sehingga sulit untuk di diagnosis
(sakit kepala kronik, post nasal drip, batuk kronik, gangguan tenggorok,
gangguan telinga karna sumbatan tuba eustachius, bronchitis atau serangan
asma yang meningkat dan sulit diobati)
Diagnosis
• Anamnesis
• PF
• Nyeri dahi pada saat disentuh
• Pembengkakan supraorbital
• Transiluminasi : sinus frontalis terlihat suram/kekeruhan, lekuk-lekukan tepinya
menghilang
• Rinoskopi anterior : terlihat adanya pus di meatus medius
• PP
• Foto Polos : terlihat perselubungan, batas udara cairan (air fluid level), atau
penebalan mukosa sinus
• CT Scan (gold stadard) : akumulasi pus di sinus terlihat seperti gambaran hiperdens
Tatalaksana
• Antibiotik : untuk mengeradikasi kuman penyebab, sesuai dengan
kultur M.O penyebab sinusitis (diberikan selama 10 – 14 hari)
• Dekongestan / simpatomimetic : oral (pseudoephedrine) atau topical
(phenylephrine) , untuk mengurangi edema oral (3 – 5 hari)
• Mucolytic agent (N-acetylcysteine)
• Surgery : bila sudah tidak dapat ditangani dengan terapi farmakologi
dan sudah mengarah ke komplikasi
Komplikasi
• Kelainan orbita : edema palpebral, selulitis orbita, abses subperiosteal
dan abses orbita
• Kelainan intracranial : meningitis, abses ekstradural atau subdural dan
abses otak

Chronic
• Osteomyelithis & kelainan paru
Reference
• Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala & Leher
Edisi 3 (UI)
• Buku Ajar Penyakit THT Edisi 6 (BOIES)
• Emedicine Medscape
• Google (gambar)