Anda di halaman 1dari 23

Kematian Ibu dan

Perinatal
Oleh : Meyselina Iwan – 112016117
Konsulen : dr. Ekarini A. Sp.OG
Klasifikasi Kematian Ibu
• Menurut WHO -> kematian selama kehamilan atau dalam periode 42 hari
setelah berakhirnya kehamilan, akibat semua sebab yang terkait dengan /
diperberat oleh kehamilan atau penanganannya, tetapi bukan karena
kecelakaan /cedera.
• AKI -> salah satu indicator yang peka dalam menggambarkan kesejahteraan
masyarakat di suatu Negara.
• AKI = jumlah kematian ibu dalam 100.000 kelahiran hidup (risiko obstetric
yang dihadapi oleh seorang ibu sewaku ia hamil)
• Target global MDGs ke-5 -> 102 per 100.000 kelahiran hidup (2015) -> off-
track (perlu kerja keras & sungguh-sungguh untuk mencapainya)

Saat ini 305 per 100 ribu kelahiran hidup(2017) 359 per 100.000
kelahiran hidup
(masih tinggi)
(2015)

390 per 100.000


kelahiran hidup
(1991)
Perhitungan AKI
Rumus

Dimana:
• Jumlah Kematian Ibu yang dimaksud adalah banyaknya kematian ibu yang disebabkan karena kehamilan, persalinan
sampai 42 hari setelah melahirkan, pada tahun tertentu, di daerah tertentu.

• Jumlah kelahiran Hidup adalah banyaknya bayi yang lahir hidup pada pada periode yang sama.

• Konstanta =100.000 kelahiran hidup.


Contoh soal
• Pada tahun 2002-2003 jumlah kematian ibu di kabupaten X sebanyak 12,
jumlah kelahiran hidup 60.
• AKI = (12/60) X 100.000 = 5 per 100.000 kelahiran hidup
• Jadi setiap 100.000 penduduk di kabupaten X pada tahun 2002-2003 telah
terjadi kematian ibu sebanyak 5 orang.
Kematian tidak
Kematian langsung langsung
• Komplikasi kehamilan, persalinan atau masa • Akibat dari penyait yang sudah ada atau
nifas dan segala intervensi / penanganan tidak penyakit yang timbul sewaktu kehamilan yang
tepat dari komplikasi tersebut berpengaruh terhadap kehamilan

• Perdarahan (25% post partum), sepsis (akibat • Malaria, anemia, HIV/AIDS, penyakit
KPD) (15%), hipertensi gestasional (12%), kardiovaskuler, kondisi penyakit kanker, ginjal,
partus macet (8%), komplikasi aborsi tidak TB, hepatitis
aman (13%), dll (8%)

• Secara global 80%


Situasi Kematian Ibu di Indonesia
Situasi Kematian Ibu di Indonesia
Penyebab Kematian dan Kesakitan Ibu

90% aborsi
tidak aman Tidak langsung -> Malaria,
anemia, HIV/AIDS, penyakit
kardiovaskuler, kondisi
penyakit kanker, ginjal, TB,
hepatitis
HIV/AIDS Kematian janin
Kesakitan ibu
• Terdiri dari komplikasi ringan – berat -> permanen / menahun yang terjadi
sesudah masa nifas
• Contoh : fistula (akibat partus macet), inkontinensia urin dan alvi, parut
uterus, penyakit radang panggul, palsi, dan sindrom Sheehan
(hipopituitarisme postpartum)
• WHO -> 10% kelahiran hidup -> komplikasi perdarahan postpartum ->
anemia
Namun belum tentu semua persalinan di atas bertempat di fasilitas pelayanan kesehatan
• Jika dihubungkan tempat bersalin dengan penyebab lain-lain atau tidak
langsung kematian ibu, maka dapat menjadi penyebab kematian ibu
21 capai
target renestra

12 belum
capai target
• Penyebab kematian ibu terbesar -> perdarahan & hipertensi yang bukan
kompetensi bidan. Sehingga penyebab kematian yang tidak bersalin dengan
bantuan dokter menjadi tidak tertolong.
• Apabila jumlah cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan ≠ cakupan nifas, kemungkinan terjadi
komplikasi persalinan di masa nifas / masa nifas tidak terkontrol oleh pnolong persalinan.
• Semakin lebar jarak persalinan dengan kunjungan nifas, -> maka risiko terjadinya kematian ibu
semakin besar
Kematian Perinatal dan Neonatal
• Indikator angka kematian bayi (AKB) hanya turun sedikit dari pencapaian tahun
2007, yaitu dari 34 per 1.000 kelahiran hidup menjadi 32 per 1.000 kelahiran hidup.
Padahal bila dibandingkan dengan target pencapain MDGs untuk Indonesia pada
tahun 2015, AKB sebesar 23 per 1.000 kelahiran hidup kelahiran hidup (Bappenas,
2012). Sangat jauh pencapaian dari target MDGs saat ini.
• 7,7 juta kematian bayi /tahun = > separuh waktu perinatal (< 1 bulan). ¾ pada
minggu 1 kehidupan.
• Beban kesakitan karena penyebab perinatal besar
Perhitungan AKB
• Rumus :AKB = Banyaknya kematian bayi (di bawah 1 tahun) selama tahun tertentu
X 1000
Banyaknya kelahiran hidup pada tahun yang sama

• Nilai normatif AKB adalah sebagai berikut : > 70 Sangat tinggi,


: 40 – 70 Tinggi,
: 20-39 sedang,
: <20 rendah.
Contoh soal
• Tahun 2013 di daerah Bantul telah terjadi kelahiran bayi berjumlah 3000 jiwa.
Dari proses kelahiran tersebut 42 bayi meninggal sebelum mencapai usia 1
tahun. Tentukan nilai AKB daerah X
• AKB = (42/3000) X 1000 = 14 per 1000 kelahiran hidup
• Jadi setiap 1000 penduduk di daerah Bantul pada tahun 2013 telah terjadi
kematian bayi sebanyak 14 bayi.
Kematian Perinatal dan Nenonatal
• Penyebab kematian
• Asfiksia
• Trauma kelahiran
• Infeksi
• Prematuritas
• Kelainan bawaan
• Sebab lain
• Penurunan angka kematian perinatal lambat karena juga oleh kemiskinan, status perempuan
yang rendah, gizi buruk, deteksi dan pengobatan kurang cukup, kehamilan dini, akses dan
kualitas ANC, persalinan dan nifas yang buruk.
Upaya menurunkan AKI

Kuncinya pada Pelayanan oleh


Jika ada
system tenaga kesehatan
komplikasi
kesehatan terampil

Jangan lupakan
nifas
Pembelajaran dari pengalaman Negara lain
• Kunci keberhasilan Sri Lanka ada di layanan kesehatan dan proteksi finansial untuk populasi yang rawan
bencara kesehatan, menargetkan penyediaan layanan universal termasuk untuk sanitasi dan manajemen
penyakit yang lebih luas. Layanan ini juga menitikberatkan pada layanan ibu dan anak sejak awal
pengembangannya (Arunathilake, 2012).
• Nepal mengambil langkah yang cukup unik dalam menurunkan AKI. Intervensi melalui program KKB
cukup signifikan mempengaruhi AKI di Nepal.
• Satu hal yang serupa dari pembelajaran Sri Lanka dan Nepal adalah berbagai kebijakan dan strategi
kesehatan
• Aspek di luar sektor kesehatan yang berhubungan erat dengan keberhasilan Sri Lanka dan Nepal adalah
perbaikan status ekonomi dan pendidikan
Upaya menurunkan AKI
Layanan kesehatan primer
Pentingnya merumuskan
dibangun dengan
kebijakan yang memiliki unsur konsep evidence-based policy
mengedepankan upaya
equity - affirmative health policy.
kesehatan ibu dan anak

Pemerintah pusat perlu


Perlunya mengembangkan mendorong setiap pemerintah
sistem surveilans monitoring daerah untuk membuat
Pentingnya memperkuat
dan evaluasi yang Rencana Aksi
kembali program KKB
memberdayakan peranan
masyarakat lokal. Daerah (RAD) Penurunan
AKI, AKB dn AKABA
Sumber
• InfoDATIN (Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI) 2014
• UNICEF Indonesia mengenai Kesehatan Ibu & Anak 2012
• Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo 2010
• Saputra, Wiko. (2013). “Arah dan Strategi Kebijakan Penurunan Angka
Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian
Balita (AKABA) di Indonesia”. Prakarsa Policy Papers/Public Policy/2013/01.