Anda di halaman 1dari 36

PERHITUNGAN HARGA SATUAN PERALATAN

PERHITUNGAN HARGA SATUAN PERALATAN


PEKERJAAN
PEKERJAAN KONSTRUKSI
KONSTRUKSI

SUMBER : DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM


BADAN PENGEMBAGAN SUMBER DAYA MANUSIA
KRITERIA PERALATAN
• Uraikan jenis peralatan yang dipakai dalam kodenya, umpamanya
wheel loader (E 15), dump truck (F 08), P. tyre roller (E 18), alat
bantu, dll peralatan sesuai spesifikasi peralatan Jalan Kabupaten.
• Tentukan satuan waktu bekerja alat, umpamanya jam, lumpsum.
• Tentukan kuantitas atau koefisien alat dalam desimal, umpamanya
0,0005; 1.000 dll.
• Hitung harga satuan masing-masing jenis alat memproduksi satu
satuan jenis Pekerjaan.
• Hitung harga masing-masing jenis alat sesuai kuantitas atau
koefisien pemakaian dikaliakan harga satuan.
• Jumlahkan harga komponen alat-alat.
HARGA DASAR SATUAN PERALATAN
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi harga satuan Peralatan adalah :
• Kondisi Alat 90 s/d 100% (baru)
Kondisi peralatan 90% s/d 100%,berlaku untuk peralatan yang baik dan
keadaan siap pakai, dengan kemampuan minimal 70%, sudah dipakai
tetapi belum melebihi 1 (satu) tahun/ 1000 jam kerja. (belum pernah
di-overhoul)
• Peralatan kondisi 70 s/d 89 % , ialah peralatan yang baik lama dalam
keadaan siap pakai operasi dengan kemampuan minimal 70% (sesuai
ketentuan pabrik).
• Peralatan kondisi 60 s/d 69 % ialah peralatan dengan keadaan rusak
ringan operasi yang masih layak dioperasikan dengan kemampuan
minimal adalah 60% sesuai ketentuan pabrik. Peralatan tersebut adalah
yang sudah lebih dari 2 tahun/3000 jam kerja.
FAKTOR PRODUKSI PERALATAN
1. Faktor Peralatan
– Untuk peralatan yang baik baru …………… = 1,00
– Untuk peralatan yang baik lama …….…….. = 0,90
– Untuk peralatan yang rusak ringan operasi …. = 0,80
2. Faktor Operator
– Untuk Operator kelas I …………………. = 1,00
– Untuk Operator kelas II …………………. = 0,80
– Untuk Operator kelas III …………………. = 0,70
3. Faktor Material (bahan)
4. Faktor Material mencakup :
– Berat / Volume material (lampiran 1)
– Faktor Kohesip :
 non kohesip = 0,60 – 1,00
 kohesip = 0,75 – 1,10
– Konversi volume material (lampiran 2).
5. Faktor Menejemen dan sifat manusia
Faktor menejemen dan sifat manusia dengan keadaan :
 Sempurna = 60/60 = 1,00
 Baik = 55/60 = 0,92
 Sedang = 50/60 = 0,82
 Buruk = 45/60 = 0,75
6. Faktor Cuaca
Faktor cuaca dengan keadaan :
 baik = 1,00
 sedang = 0,80
6. Faktor Perlengkapan (Attachment)
Faktor attachment untuk jenis dan tipe peralatan
Faktor Kondisi Lapangan :
 Berat = 0,70
 Sedang = 0,80
 Ringan = 1,00
MENGHITUNG BIAYA SEWA PERALATAN
• Harga alat dalam contoh analisis tersebut mengacu kepada Buku Panduan
Analisa harga Satuan Ditjen Bina Marga, Dep. PU, No. 028/T/BM/1995.
• Biaya pemakaian suatu alat dapat dirinci ke dalam dua komponen biaya
utama :
– Biya Pemilikan
(Biaya Pasti = ‘Initial Cost’ atau ‘ Capital Cost’)
– Biaya Operasi dan Biaya Pemeliharaan
(‘Direct Operational and Maintenance Cost’)
HARGA SEWA ALAT/JAM

BIAYA PEMILIKAN BIAYA OPERASI DAN


(PENGEMBALIAN ) MODAL DAN PEMELIHARAAN/JAM
BUNGA)
Biaya Pemilikan (Biaya Pasti = ‘Initial Cost’ atau ‘Capital
Cost’)
(B – C) x D + F
G=
W
G = Biaya pemilikan (biaya pasti) per jam
B = Harga alat setempat
C = Nilai sisa (‘Salvage Value’sebesar 10% ), yaitu nilai/harga dari peralatan yang
bersangkutan setelah umur ekonomisnya berakhir
D = Faktor pengembalian modal dan factor angsuran, biasa disebut C.R.F. dan
dapat dihitung dengan rumus
F = Biaya asuransi, pajak dan lain-lain per tahun diambil sebesar 2 permil dari
‘initial cost’ atau 2 permil dari nilai sisa alat.
= 0,002 x B atau = 0,02 x C
W = Jumlah jam kerja alat dalam satu tahun
Ix(1+I)A
D ( C.R.F ) = ----------------------- dimana
(1+I)A–1

D = Faktor pengembalian modal


i = Bunga tiap tahun
A = Umur pemakian dalam tahun atau umur ekonomis
peralatan (‘Economic Life Years’) dalam tahun yang lamanya
tergantung dari tingkat penggunaan dan standar dari pabrik
pembuatannya.
W = Jumlah jam kerja alat dalam satu tahun
• Bertugas berat (memungkinkan bekerja secara terus
menerus sepanjang tahun) dianggap bekerja 8 jam/hari dan
250 hari/tahun,
– W = 8 x 250 x 1 = 2.000 jam/tahun
• Bagi peralatan yang bertugas sedang dianggap bekerja 8
jam/hari dan 200 hari/tahun,
– W = 8 x 200 x 1 = 1.600 jam/tahun
• Bagi peralatan yang bertugas ringan dianggap bekerja 8
jam/hari dan 150 hari/tahun, maka
– W = 8 x 150 x 1 = 1.200 jam/tahun
Biaya Operasi Peralatan
• Bahan Bakar (H), Oli, Pelumas (I) dan ‘Filter’ ( FL )
– H (dalam liter) = 12,50 % x HP/jam, untuk alat yang
bertugas ringan
– H (dalam liter) = 17,50 % x HP/jam, untuk alat yang
bertugas berat
– I (dalam liter) = 1 % x HP/jam, untuk peralatan
sederhana, termasuk pelumas dan grease
– I(dalam liter) = 2 % x HP/jam, untuk peralatan
Biaya Perawatan dan Pemeliharaan
( Woorkshop (J) )
Biaya perawatan dan perbaikan peralatan (termasuk penggantian
ban) yang harus disediakan, dihitung sebesar 60% dari biaya
pengembalian modal. Hal ini ditunjukan sebagai berikut :

Biaya Pengembalian Modal x 0,6


Biaya Perawatan Perbaikan
Per Jam =
Waktu Operasi (Jam Dalam Tahun)
Tabel II.4. DAFTAR HARGA SEWA PERALATAN
(BUKAN NILAI SEKARANG)
INFORMASI UMUM ATURAN SEWA
1. Jam kerja efektif dalam 1 hari 7.0 jam
2. Asuransi, Pajak, dsb. untuk Peralatan = 0.002 x Harga
Pokok Alat
3. Tingkat Suku Bunga Investasi Alat =20.00 %
4. Biaya Umum dan Keuntungan
= 10.00 % x Biaya Langsung
DEPRESIASI ALAT BERAT
Depresiasi terdiri dari tiga macam : (BUKAN NILAI SEKARANG)
1. Straight Line Method / Garis Lurus
2. Declining Balance Method / Sum of the year method
3. Double Declining Balance Method

STRAIGHT LINE METHOD


• Harga alat berat Rp. 330 juta
• Nilai sisa 10 % Rp. 30 juta
• Umur alat berat = 5 tahun = 10,000 jam kerja

Rp.300 juta – Rp. 30 juta


DEPRESIASI = ----------------------------------- = Rp. 54 juta/ tahun
5 tahun

Rp. 300 juta – Rp. 30 juta


------------------------------------- = Rp. 27.000 / jam
DECLINING BALANCE METHOD /
SUM OF THE YEAR METHOD
• Harga alat berat Rp. 300 juta.
• Umur alat berat 5 tahun : 1+2+3+4+5 = 15
• Depresiasi tahun ke 1 = 5/15 x (Nilai alat – Nilai sisa) = Rp.90 juta.
• Depresiasi tahun ke 2 = 4/15 x (Nilai alat – Nilai sisa) = Rp.72 juta
• Depresiasi tahun ke 3 = 3/15 x (Nilai alat – Nilai sisa) = Rp.54 juta.
• Depresiasi tahun ke 4 = 2/15 x (Nilai alat – Nilai sisa) = Rp. 56 juta.
• Depresiasi tahun ke 5FAKTOR DEPRESIASI
= 1/15 x (Nilai NILAI
alat – Nilai sisa) ALAT
= Rp.18 juta.
Akhir tahun Faktor Depresiasi Depresiasi akhir tahun ke Nilai buku
ke Rp….. juta Rp….. Juta
1 2 3 4
0 0 0 300
1 5/15 90 180
2 4/15 72 108
3 3/15 54 54
4 2/15 36 18
5 1/15 18 0
DOUBLE DECLINING BALANCE METHOD

• Harga alat berat Rp. 300 juta


• Umur alat berat = 5 tahun
• Depresiasi rata-rata tiap tahun = 20 %
• Faktor depresiasi = 2 x 20 % = 40 %
• Depresiasi tahun ke-1 = 40 % x Rp. 300 juta = Rp. 120 juta
• Nilai sisa / Nilai buku = Rp.300 juta – Rp.120 juta = Rp. 180 juta
• Depresiasi tahun ke-2 = 40 % x Rp. 180 juta = Rp. 72 juta
• Nilai sisa / Nilai buku = Rp.180 juta – Rp.72 juta = Rp. 108 juta
• Depresiasi tahun ke-3 = 40 % x Rp. 180 juta = Rp. 43,2 juta
• Nila sisa / Nilai buku = Rp.180 juta – Rp.43.2 juta = Rp. 64,8 juta
• Depresiasi tahun ke-4 = 40 % x Rp.64,8 juta = Rp. 25,9 juta
• Nilai sisa / Nilai buku = Rp.64,8 juta – Rp. 25,9 juta = Rp. 38,9 juta
• Depresiasi tahun ke-5 = 40 % x Rp. 38,9 juta = Rp. 15,6 juta
Produktivitas per jam
V x E x 60
Q = ------------------ = M3 / jam,
W
500 x 0.83 x 60
Q = ------------------ = 2,490 M3 / jam
10
Atau koef per m3 memerlukan waktu 1/Q = 0,4025 jam
Untuk pekerjaan pasangan batu dengan adukan yang dikerjakan secara mekanis,
produksi adukan yang dihasilkan oleh concrete mixer : Q = 2,490 m3 / jam atau
untuk 1 m3 adukan yang dihasilkan oleh conrete mixer diperlukan waktu selama 1
/ Q = 0,4025 jam, maka koefisien alat adalah : 0,4025
KOEFISIEN ALAT
• Koefisien alat adalah faktor yang menunjukkan lamanya
pelaksanaan pekerjaan untuk menghasilkan satu satuan volume
yang diproduksi alat tersebut.
• Jenis Pekerjaan : Pasangan Batu dengan Adukan ( Mekanik )
Analisa E1 – 22. Peralatan diperlukan :
– Concrete mixer
– Kapasitas alat V= 5001
– Faktor efisiensi E = 0,83
– Waktu siklus WS, terdiri dari :
• Memuat T 1 = 3,00 menit
• Mengaduk T 2 = 4,00 menit
• Menuang T 3 = 1,00 menit
• PRODUKSI PERALATAN
– Q = PRODUKSI PER JAM
– Q = KAPASITAS ALAT PER SIKLUS
– N = JUMLAH SIKLUS
– N = 60/ws
– E = EFISIENSI KERJA TOTAL
– WS = WAKTU SIKLUS DALAM MENIT
• EFISIENSI PRODUKSI
– FAKTOR BUCKET (SHOVEL & LOADER)
– FAKTOR BUCKET (EXCAVATOR)
– FAKTOR POSISI (EXCAVATOR)
WAKTU SIKLUS
• WAKTU YANG DIBUTUHKAN MULAI DARI GERAKAN AWAL
SAMPAI PADA GERAKAN MULAI KEMBALI.

BULDOZER
P D
WS= ………….. + ………… + Z
F R
EXCAVATOR HIDROLIS

WS :
– WAKTU GALI
– WAKTU PUTAR 2 x
– WAKTU BUANG
DUMP TRUCK
• WAKTU MUAT
• WAKTU ANGKUT
• WAKTU BUANG
• WAKTU KEMBALI
• WAKTU TUNGGU DAN TUNDA
MOBILISASI ALAT
PERHITUNGAN JUMLAH [n] ALAT MOBILISASI
• Mobilisasi ke-lokasi
– Fasilitas angkutan yang ada.
– Fasilitas Jalan yang di-lalui.
– Mana yang lebih murah menggunakan.fasilitas angkutan
lainnya
• Asumsi Perhitungan Mobilisasi untuk Peralatan.
– Jumlah Alat yang akan di-pakai di-Proyek
– Jenis Peralatan yang diperlukan.disesuaikan dg item
Pekerjaan.
Perencanaan beberapa lokasi Proyek yang direncanakan
diantaranya :

 Perencanaan Peralatan di-Lokasi pekerjaan yang punya no-


Pembayaran.
 Perencanaan Peralataan Utama Di Quaray.
 Perencanaan Peralatan Pendukung alat Utama di Quaray
 Perencanaan Peralatan Pemeliharaan.
 Perencanaan Peralatan untuk Pengaspalan
 Perencanaan Peralatan untuk Konstruksi Jembatan.
 Perencanaan Peralatan Utama di Base Camp.
 Perencanaan Peralatan Pendukung di Base Camp
Perhitungan Jumlah Peralatan
• Dalam kontrak pelaksanaan suatu proyek jalan,
umumnya telah ditentukan jangka waktu
pelaksanaaan untuk setiap jenis pekerjaan serta
volume pekerjaan yang harus diselesaikan.
• Dari koefisien alat yang telah dihitung
sebelumnya dapat ditentukan jumlah alat yang
diperlukan untuk setiap jenis pekerjaan dari suatu
proyek jalan berdasarkan suatu kontrak tertentu.
TABEL II.7. PERHITUNGAN JUMLAH PERALATAN
Waktu (dari jadwal pelaksanaan) Kebutuhan Alat
Volume Target
Jumlah jam pekerjaan produksi Total
Jum efektif (dalam pekerjaan Koef. Alat per
No Jenis Pekerjaan Jumlah Perjenis Pembula
lah satuan (dlm per jenis kelompo
Bula
hari Pekerjaa tan
efektif Per pekerjaan satuan pek (dari k
n Total n (Unit) Jumlah
hari ) pekerjaan) analisa) pekerjaa
n
1 2 3 4 5 6=4x5 7 8 = 7:6 9 10=8x9 11=E10 12
A. Dump truck (E08)
1. Pek. Tanah
2.1 6 152 7 1.064 20.000 18.797 0.0840 1.579
3.1 (1) 6 150 7 1.050 88.000 83.810 0.0840 7.040 12.07 13 unit
3.1 (1) 6 150 7 1.050 44.000 41.905 0.0880 3.688
2. Base :
5.1 (1) 14 343 7 2.401 40.000 16.660 0.2720 4.531 4.531 5 unit
3. Aspal
6.1 (1) 14 274 7 1.918 210.000 109.489 0.0020 0.219
6.1 (2) 14 274 7 1.918 280.000 145.985 0.0020 0.292
6.1 (2) 12 223 7 1.561 176.000 112.748 0.0174 1.962 9.651 10 unit
6.1 (3) 12 223 7 1.561 316.000 202.343 0.0020 0.405
6.1 (3) 12 240 7 1.680 344.000 204.762 0.0114 2.334
6.1 (5) 14 274 7 1.918 22.000 11.470 0.3870 4.439
4. Pek. Lainnya
Jumlah 35 unit
RUMUS RUMUS UMUM :
Jumlah Volume
Jumlah Alat =
Kapasitas alat x Target Waktu

• Untuk setiap satu jenis Alat.


• Jumlah hari Effektip
• Jumlah Volume
• Kapasitas Alat per/jam
• Penjumlahan dari setiap jenis alat dalam perhitungan
merupakan keperluan alat yang dikehendaki dalam
setiap nomor pekerjaan
PERHITUNGAN JUMLAH TRUK UNTUK PEKERJAAN DI-PLAN

• Kapasitas AMPdalam ton/jam,adalah 90,5 ton/batch.


• [waktu penuangan per batch=0.5 menit ] Jarak antara AMP ke
lokasi proyek=30 km.
• Kapasitas Dump Truck = 10 ton.
• Kecepatan rata-rata = 30 km/jam.
• Travel Time = 30 km = 36 menit
50 km/jam
• Loading Time = 10 menit
• Dumping & manuver =8 menit
• Cycle Time = 10 + [2x36]+8=90 menit [1,5 jam]
Kapasitas AMP x Cycle Time
Jumlah Truck =
Kapasitas Truck.

• Dengan scedulle Peralatan jangan ada yang Idle (nganggur )


• Apabila masih kedodoran, tidak masuk target volume yang
berkaitan dengan alat,maka sangat perlu ada tambahan alat lagi
atau di-lemburkan.
• Disarankan jenis alat yang operasinya menggunakan track (
rantai ) sebaiknya untuk perpindahan alat dari lokasi asal
kelokasi lain diangkut dg Trailer)
• Disarankan pemakaian operator dan mekanik menggunakan :
operator kelas 1, apabila kita menggunakan sembarangan akan
mengakibatkan biaya maintenance yang mahal dan membuang-
buang waktu.
Produksi Aggregat (Stone crusher)
• Diperlukan ukuran • Feeder ke II 76%=40ton/jam dipilih
10-20mm 40.000 ton/tahun kapasitas secondary 40ton/jam
• Asumsi setting 85% discharge 20mm
• 1 tahun = 200 hari
produksinya 0-10=35%; 10-20mm=50%;
= 1.600 jam >20mm=15%
• Teoritis 25 ton/jam diambil
kapasitas Primer 50ton/jam • Produk II 10-20mm =19ton/jam
• 10-20mm = 12%; • Total = I+ II
• 0-10mm = 12%; • = 6Ton +19Ton
• >20mm = 76% • =25ton/jam
• Produk I = 6 ton/jam • Pilihan Primer=50TPH;
DUMP TRUCK
• Asumsi • Untuk memenuhi kebutuhan
Kapasitas 5 ton; 50 ton/jam diperlukan
kecepatan=15km/jam;
DumpTruck = 50 /14
waktu muat+bongkar=5menit;
jarak = 2 km = 3,6 unit
• Satu cycle dibulatkan menjadi
=4km/15km/jam+5menit 4 Unit Dump Truck
= 21 menit
• Produksi DT
= 60menit/21menit x 5ton
= 14 ton/jam
Wheel Loader
• Kapasitas Loader 1,5m3 • Faktor eff diambil = 0,6;
Jarak stock pile 25m; kecepatan rata- berat jenis = 1,85
rata 5 km/jam; • Produksi Loader
bongkar muat 1 menit =56,25x0,6x1,85=62ton/jam
• Cycle time • Diperlukan Loader 1 Unit untuk
= 0.050km/5km+1menit mengisi crusher
= 1,6 menit
• Produksi Loader • Untuk quarry 1 unit Loader
= 60 menitx1,5m3/1,6menit • Primer Jaw crusher 50 tph
= 56,25 m3/jam • Secondary cone crusher 40tph
• Dump truck 5 ton 4 unit
• Loader 1,5m3 sebanyak 2 unit
URAIAN ANALISA HARGA SATUAN

I. ASUMSI
II. URUTAN KERJA
III. PEMAKAIAN
– BAHAN  KOEFISIEN BAHAN
– ALAT  KOEFISIEN ALAT
– TENAGA KERJA  KOEFISIEN TENAGA