Anda di halaman 1dari 18

PRESENTASI KASUS

GONORE

PANGISTI DWI ANANINGSIH


PRESENTASI KASUS

IDENTITAS PASIEN
 Nama Pasien : Bpk. Triyanto
 Umur : 26 tahun
 Jenis Kelamin : Laki - laki
 No. Rekam Medis : 423038
 Pekerjaan : Buruh
 Alamat : Bantul
 Tanggal periksa : 1 November 2010
ANAMNESIS
 Keluhan Utama : keluar nanah dari kemaluan
 Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang ke poliklinik kulit kelamin RSUD
Panembahan Senopati Bantul hari Senin tanggal 1
November 2010 dengan keluhan keluar nanah, disertai
rasa gatal dan panas pada alat kelaminnya sejak 3
minggu yang lalu. Pasien juga mengeluhkan adanya
nyeri pada waktu ereksi.
Pasien merasakan keluhan – keluhan tersebut setelah 1
minggu sebelumnya melakukan hubungan seksual
dengan wanita lain.
Sebelumnya pasien pernah berobat ( pasien tidak tahu
diberi obat apa), tetapi pasien masih merasakan
keluhan yang sama.
 Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien sebelumnya pernah menderita
penyakit yang sama.

 Riwayat Penyakit Keluarga


Keluarga pasien tidak ada yang mengalami
penyakit yang serupa.
PEMERIKSAAN FISIK

Status generalis
 Kesadaran : Compos Mentis
 Keadaan umum : baik

Status Lokalis
 Tampak discharge (+), mukopurulen keluar dari
OUE.
DIAGNOSIS BANDING

 Uretritis Gonore
 Infeksi genital nonspesifik.

Diagnosis
Uretritis Gonore
PENATALAKSANAAN

Medikamentosa :
 Pasien ini diberikan obat : ciprofloksasin 500 mg
2x1, per oral.
Nonmedikamentosa :
 Edukasi tentang penyakit, cara penularan, dan
komplikasinya
 Pentingnya mematuhi pengobatan yang diberikan
 Hindari hubungan seksual sebelum sembuh dan
memakai kondom
 Pengobatan harus dilakukan pada pasangan
tetapnya
DEFINISI

penyakit Infeksi Menular Seksual yang


disebabkan oleh bakteri Neisseria
gonorrhoeae, bakteri diplokokkus gram
negatif .
EPIDEMIOLOGI

Walaupun semua golongan rentan terinfeksi


penyakit ini, tetapi insidens tertingginya
berkisar pada usia 15-35 tahun. Di antara
populasi wanita pada tahun 2000, insidens
tertinggi terjadi pada usia 15 -19 tahun (715,6
per 100.000) sebaliknya pada laki-laki
insidens rata-rata tertinggi terjadi pada usia
20-24 tahun (589,7 per 100.000).
ETIOLOGI

 disebabkan oleh Neisseria gonorrhea


 Gonokok termasuk golongan diplokok
bersifat tahan asam
 Kuman ini bersifat negative gram, tidak
tahan lama di udara bebas dan tidak tahan
desinfektan.
 Masa inkubasi gonore sangat singkat,
bervariasi antara 2-10 hari terkadang lebih
lama
GAMBARAN KLINIS

 Pria : dari ujung uretra keluar duh tubuh


mukopurulen, edema dan eritema pada OUE.
Terdapat juga keluhan berupa rasa gatal dan
panas dibagian distal uretra, disuria, kadang
disertai perasaan nyeri pada waktu ereksi.

 Wanita : duh tubuh endoserviks


mukopuluren, pada wanita sulit ditentukan
karena pada umumnya bersifat asimtomatik,
dapat disertai nyeri perut bagian bawah.
PATOFISIOLOGI

 Berbagai macam factor yang mempengaruhi


cara gonokokus memediasi virulensi dan
patogenisitasnya. Pili dapat membantu
pergerakan gonokokus ke permukaan
mukosa. Membran protein luar seperti
protein opacity associated (Opa)
meningkatkan perlekatan antara gonokokus
(bentuk koloni padat pada kultur media) dan
juga meningkatkan perlekatan dengan
fagosit.
Cont…

 Gonokokus melekat pada sel mukosa host


(dengan bantuan pili dan protein Opa) dan
kemudian penetrasi seluruhnya dan di antara
sel dalam ruang subepitel. Karakteristik
respon host oleh invasi dengan neutrofil,
diikuti dengan pengelupasan epitel,
pembentukan mikroabses submukosal, dan
discharge puluren.
DIAGNOSIS

Diagnosis penyakit ini ditegakkan atas dasar


anamnesis, pemeriksaan klinis, dan pemeriksaan
penunjang yang dilakukan terdiri atas :
 Sediaan Langsung
 Kultur (biakan)
 Test Definitif
KOMPLIKASI

 Komplikasi lokal pada pria biasanya berupa


tisonitis (radang kelenjar Tyson), parauretritis,
littritis (radang kelenjar Littre), dan
cowperitis (radang kelenjar Cowper ). Selain
itu infeksi dapat pula menjalar ke atas
(asendens) sehingga terjadi prostatitis,
vesikulitis, funikulitis, epididimitis, yang
dapat menimbulkan infertilitas.
 Pada wanita, infeksi pada serviks (servisitis
gonore) dapat menimbulkan komplikasi
shalpingitis, ataupun penyakit radang
panggul. Selain itu, bila infeksi mengenai
uretra dapat terjadi parauretritis, sedangkan
pada kelenjar Batholini akan menyebabkan
terjadinya bartholinitis.
 Komplikasi diseminata pada pria dan wanita
dapat berupa arthritis, miokarditis,
endokarditis, perikarditis, meningitis dan
dermatitis.
PENATALAKSANAAN
Nonmedikamentosa

 Bila memungkinkan memungkinkan, periksa dan


obati pasangan seksual tetapnya.
 Anjuran abstinensia sampai terbukti sembuh
secara laboratories, dan bila tidak dapat
menahan diri anjurkan untuk memakai kondom.
 Konseling : jelaskan mengenai penyakit gonore,
kemungkinan komplikasi, cara penularan, serta
pentingnya pengobatan pasangan.
 Konseling mengenai kemungkinan resiko
tertular HIV
Medikamentosa
Obat pilihan : Ofloksasin 400 mg per oral dosis
tunggal.
Obat alternative :
 Siprofloksasin 500 mg per oral dosis tunggal
atau
 Seftriakson 250 mg injeksi intramuscular
dosis tunggal atau
 Kanamisin 2 gram injeksi intramuscular dosis
tunggal atau
 Tiamfenikol 3,5 gram per oral dosis tunggal
 Cefixim 400 mg per oral