Anda di halaman 1dari 17

ENERGI

Kelompok 7 :

Aulia Beta Safira


(155061107111002)

Laras Rahma Hidayati


(155061101111014)

Rizky Tazkia Arethusya. H


(155061107111016)
TENAGA AIR SKALA
BESAR

Air merupakan salah satu sumber energi


alternatif , yang dapat dimamfaatkan untuk
mengatasi permasalahan krisis energi yang
tejadi saat ini
Mengapa air dapat dijadikan sebagai
sumber energi alternatif ?

1. Jumlah air yang melimpah di Indonesia

Berdasar-kan UNCLOS 1982, total luas wilayah laut Indonesia menjadi 5,9 juta km^2, terdiri
atas 3,2 juta km^2 perairan terito-rial dan 2,7 km^2 perairan Zona Ekonomi Eksklusif, luas
perairan ini belum termasuk landas kontinen (continental shelf). Hal ini menjadikan
Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia (the biggest Archipelago in the
World). (Lasabuda, Ridwan. 2013)
2. Air dapat menghasilkan tenaga atau energi
selama 24 jam penuh, tidak seperti tenaga
matahari maupun tenaga angin. (Marsudi,
Djiteng. 2005)

3. Air termasuk sumber energi yang bersih


dan ramah lingkungan. Sehingga pemanfaatan
tenaga air sebagai sumber energi tak akan
mencemari bumi akibat emisi gas karbon
dioksida yang berbahaya. (Budiono,Chayun.
2003)

3. merupakan sumber energi terbarukan


karena air secara terus menerus mengisi
ulang melalui siklus hidrologi bumi. (Marsudi,
Djiteng. 2005)
Energi air itu apa ya ??

Energi air (Water Energy) merupakan salah


satu jenis energi kinetik. Karena besar
kecilnya energi ini dipengaruhi oleh gerakan
partikel tersebut (Nelson, 2011).
Energi air dapat didefinisikan sebagai energi yang dihasilkan
dari air yang bergerak. Energi air seringdisebut juga sebagai
energi hidro. Contoh dari energi air dapat dilihat ketika ada
ombak dilaut atau pada air terjun (Richards, 2009)
Lalu, contoh dari pemamfaatan
energi air apa ya ??

1. PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air)

Merupakan pembangkit listrik yang


mengandalkan energi potensial dan
energi kinetik dari air untuk
menghasilkan energi listrik , dimana
aliran air dimamfaatkan dan diubah
menjadi energi listrik melalui putaran
turbin dan generator
Pembangunan PLTA oleh investor China
di Kalimantan Utara

Pembangkit listrik ini dapat menghasilkan besaran energi yang disesuaikan dengan besaran
aliran air (debit) dan besaran tinggi jatuh dari suatu topografi yang ada. Dengan kata lain
pembangkit listrik tenaga air merupakan pembangkit/penghasil energi paling ekonomis
(Harjanto, Samuel. 2014)
Pada dasarnya PLTA bekerja dengan
cara mengubah energi potensial (dari
DAM atau air terjun) menjadi energi
mekanik (dengan bantuan turbin air),
kemudian dari energi mekanik tersebut
dikonversi menjadi energi listrik
(dengan bantuan generator)

PLTA
(Berdasarkan besaran daya)

PLTMH PLTM
(Pembangkit Lisrik PLTA
(Pembangkit Listrik
Tenaga Minihidro Dengan kisaran daya
Tenaga Mikro Hidro)
Kisaran daya 100 Kw – > 5000 kW
Kisaran daya < 100 kW 5000 kW

(Harjanto, Samuel. 2014)


ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK
MENDESAIN PLTA

DAM / Waduk

Untuk menampung air dalam jumlah besar karena


turbin memerlukan pasokan air yang cukup dan
stabil. (Marsudi, Suwanto 2014))

Pipa pesat (Pen Stock)

berfungsi untuk menyalurkan dan mengarahkan


air ke cerobong turbin. (Marsudi, Suwanto. 2014)
Turbine

Gaya jatuh air yang mendorong baling-baling menyebabkan


turbin berputar. Turbin air kebanyakan seperti kincir angin.
Dengan menggantikan fungsi dorong angin untuk memutar
baling-baling digantikan air untuk memutar turbin. Selanjutnya
turbin akan mengkonversi energi potensial yang disebabkan
gaya jatuh air menjadi energi kinetik (Marsudi, Suwanto. 2014)

Generator

Generator dihubungkan dengan turbin melalui gigi-gigi putar


sehingga ketika baling-baling turbin berputar, generator pun
akan ikut berputar. Generator memanfaatkan perputaran
turbin untuk memutar kumparan magnet didalam generator
sehingga terjadi pergerakan elektron yang membangkitkan
timbulnya arus listrik AC. Generator disambungkan dengan
trasformator Step Up untuk menaikkan tegangan listrik
sebelum listrik ditransmisikan.
(Masudi, Suwanto 2014)
Jalur Transmisi

Jalur transmisi berfungsi untuk mengalirkan


listrik dari PLTA ke rumah – rumah atau industri.
Sebelum listrik dikonsumsi terlebih dahulu
tegangannya di turunkan dengan transformator
Step Down. (Marsudi, Suwanto. 2014)
Air dialirkan melalui pintu air
yang sudah diatur untuk
mendapatkan debit air yang Listrik yang dihasilkan
diinginkan. Dialirkan menuju
generator akan dialirkan ke rumah rumah
transformator step up. warha melalui
jalur transmisi

Aliran air ini akan melewati


pipa pesat dan
Generator yang berputar menyebabkan
mengakibatkan tekanan air
terjadinya perubahan medan magnet
meningkat diantara stator dan rotor sehingga
akan terjadi ggl (aliran elektron).

Air dari pipa pesat kemudian


akan menabrak baling-baling Putaran turbin yang terhubung
turbin sehingga turbin dapat dengan poros akan membuat rotor
berputar. generator juga ikut berputar.

(Harjanto, Samuel. 2014)


Lalu, apakah PLTA sudah banyak
digunakan di Indonesia ??

Tabel 1. merupakan gambarankualitatif komposisi biaya


pembangkitan PLTA, PLTU, dan PLTG. Dari
segi pembangkitan tenaga listrik, dapat dilihat bahwa
PLTA masih menjadi sumber energilistrik paling tinggi di
Indonesia (Marsudi, 2005).

Tabel 1. Biaya kualitatif untuk berbagai macam sumber pembangkit


listrik(Marsudi, 2005)
Besar potensi energi air di Indonesia adalah 74.976 MW, sebanyak
70.776 MW ada di luar Jawa, yang sudah termanfaatkan adalah sebesar
3.105,76 MW sebagian besar berada di Pulau Jawa
(Lubis, Abubakar. 2007)

Namun sayang, pemamfaatan energi air cukup mempunyai presentasi


kecil, dimana Komposisi konsumsi energi nasional saat ini adalah BBM :
52,50%; Gas: 19,04%; Batubara: 21,52%; Air:3,73%; Panas Bumi: 3,01%;
dan Energi Baru: 0,2%. (Kholiq, Imam. 2015)

(Kholiq, Imam. 2015)


Lalu, apa saja kelebihan dan
kekurangan PLTA ??

KELEBIHAN :
1. Mengurangi ketergantungan pada
penggunaan bahan bakar fosil
2. Bahan baku yang relatif murah jika KELEMAHAN :
dibandingkan dengan PLTU dan PLTG PLTD 1. Semua sistem
3. Peningkatan nilai guna pada bendungan yang hidroelektrik membutuhkan sumber
pada awalnya hanya untuk irigasi menjadi air mengalir tetap, seperti sungai
irigasi sebagai fungsi primer dan pembangkit atau anak sungai.
listrik sebagai fungsi sekunder. 2. Memerlukan sumber air yang stabiL
4. ramah terhadap lingkungan 3. Biaya investasi yang besar dan
5. lebih awet pembangunan yang lama (Masudi,
6. Biaya operasioanal lebih kecil Dijiteng. 2005)
7. Perawatan mekanik untuk PLTA lebih mudah.
Dengan demikian
(Marsudi, Suwanto. 2014)
Lalu, dimana saja lokasi-lokasi
PLTA di Indonesia ??

Lokasi PLTA yang ada di Indonesia, khususnya di


daerah Jawa Barat :

1. PLTA Saguling, Jawa Barat ( 4x 175 MW)


2. PLTA Cirata, Jawa Barat (8x 126 MW)
3. PLTA Jatiluhur, Jawa Barat (7x25 MW)
4. PLTA Bengkok, Jawa Barat (3 x 3,15 MW ; 1 x
0,07 MW)
5. PLTA Plengan, Jawa Barat (5 x 6,27 MW)
Lalu, bagaimana perhitungan daya
dan energi yang dihasilkan dari
PLTA ini ??

Daya Teoritis = 9,81 x Q x Heff(kW)


Daya Turbin = 9,81 x ηt x Q x Heff(kW)
Daya Generator = 9,81 x ηg x ηt x Q x Heff (kW)
(Harjanto, Samuel. 2014)

Jadi :
DIMANA : 1. Semakin tinggi suatu bendungan, semakin
P = daya yang dihasilkan (kW) tinggi air jatuh, maka semakin besar daya
ηt = efisiensi turbin listrik yang dihasilkan (hubungannya linier).
2. Semakin banyak air yang jatuh menyebabkan
ηg = efisiensi generator turbin akan menghasilkan tenaga yang lebih
ρ = massa jenis air = 1000 (kg/m3 ) banyak. Tenaga juga berbanding lurus dengan
Q = debit pembangkit (m3 /dt) aliran sungai. Dua kali sungai lebih besar
Heff = tinggi jatuh efektif (m) dalam mengalirkan air akan menghasilkan
dua kali lebih banyak energi.
DAFTAR PUSTAKA
Bodiono, Chayun. Tantangan dan Peluang Usaha Pengembangan Sistem Energi terbarukan di Indonesia.

Kholiq, Imam. 2015. Pemamfaatan energi alternatif sebagai energi terbarukan untuk mendukung subsitusi
BBM. Jurnal iptek. Vol 19 no 2. http://ejurnal.itats.ac.id/index.php/iptek/article/download/12/12

Lasabuda, Ridwan. Januari, 2013. Pembangunan wilayah pesisir dan lautan dalam prespektif negara
kepulauan Republik Indonesia. Jurnal Ilmiah Platax. Volume 1-2.
http://ejurnal.itats.ac.id/index.php/iptek/article/download/12/12

Lubis, Abubakar. Mei, 2007. Energi Terbarukan dalam Pembangunana berkelanjutan. Jurnal Teknik
Lingkungan. Vol 8 no 22. http://kelair.bppt.go.id/Jtl/2007/vol8-2/10energi.pdf

Marsudi, Djiteng. 2005. Pembangkitan Energi Listrik. Jakarta:Erlangga

Marsudi, Suwanto. 2014. Studi perencanaan pembangkit listrik air di Bendungan Pandanduri Swangi
Lombok Timur Nusa Tenggara Barat. http://pengairan.ub.ac.id/wp-content/uploads/2014/02/Studi-
Perencanaan-Pembangkit-Listrik-Tenaga-Air-Di-Bendungan- Pandanduri-Swangi-Nusa- Tenggara-Barat-Eva-
Cahyaning-Tyas 115060401111012.pdf

Nelson, Vaughn. 2011. Introduction to Renewable Energy. United Kingdom: CRC Press

Richards, Julie. 2009. Water Energy. Australia : Macmilan Education Australia PTYLTD.

Samuel, Harjanto. 2014. Studi Perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Air tipe Run Off River Sungan
Kladen Pacitan menggunakan metode flow duration curve majemuk. Jurnal ilmiah.
http://pengairan.ub.ac.id/wp-content/uploads/2014/02/Studi-Perencanaan-Pembangkit-Listrik-Tenaga-
Air-Tipe-Run-Off-River-di-Sungai-Kladen-Pacitan-Menggunakan-Metode-Flow-Duration-Curve-Majemuk-
105060401111004.pdf