Anda di halaman 1dari 107

DEFINISI

Gangguan Mood
Merupakan istilah yang
dikenal sebagai gangguan
afektif yang mengacu
pada keadaan emosi yang
menetap, bukan hanya
ekspresi eksternal (afektif)
pada keadaan emosional
sementara.

Diagnostic and Statistical Manual Of Mental Disorders (DSM)


Gangguan Mood
Episode Manik Episode Depresif
Suatu kondisi mood yang Suatu kondisi mood depresif
meningkat, ekspansif atau serta hilangnya minat atau
iritabel, bersifat euforik. kesenangan.

Buku Ajar Psikiatri Klinis Kaplan dan Sadock Edisi 2


GANGGUAN BIPOLAR
Merupakan gangguan yang sifatnya terdapat
episode berulang ( sekurang-kurangnya dua
episode) dimana afek pasien dan tingkat
aktivitasnya jelas terganggu, terdiri dari
peningkatan afek disertai penambahan energi
dan aktivitas ( mania atau hipomania ), dan pada
waktu lain berupa penurunan afek disertai
pengurangan energi dan aktivitas ( depresi).

Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa PPDGJ-III


Mayoclinic.org (diseases-conditions)
bipolar-disorder
• Bipolar disorder, formerly called manic
depression, causes extreme mood swings that
include emotional highs (mania or hypomania)
and lows (depression). When you become
depressed, you may feel sad or hopeless and
lose interest or pleasure in most activities.
When your mood shifts in the other direction,
you may feel euphoric and full of energy.
Mood shifts may occur only a few times a year
or as often as several times a week.
KLASIFIKASI DSM IV - TR
a. Gangguan bipolar I.
Ditandai oleh satu atau lebih episode manik atau campuran yang biasanya
disertai oleh episode-episode depresi mayor

b. Gangguan bipolar II
Gambaran utama ditandai oleh terjadinya satu atau lebih episode depresi
mayor yang disertai oleh paling sedikit satu episode hipomanik

c. Gangguan siklotimik
Ditandai paling sedikit dua tahun dari sejumlah periode waktu gejala
hipomanik yang tidak memenuhi kriteria episode manik dan sejumlah
periode gejala depresif yang tidak memenuhi kriteria depresif mayor

d. Gangguan bipolar yang tidak terinci


Gangguan ini mencakup gambaran bipolar yang tidak memenuhi kriteria di
atas.
I. PENGERTIAN GANGGUAN
AFEKTIF BIPOLAR
• Harus pernah mengalami gangguan afektif
sebelumnya ( hipomanik, manik, depresif, atau
campuran )
• Biasanya terdapat penyembuhan sempurna
antar dua episode
• Rata-rata episode manik berlangsung 4 bulan
dan depresif 6 bulan
II. PENGGOLONGAN DIAGNOSIS
1. Pedoman Umum
• Semua jenis gangguan afektif bipolar harus pernah
ada sekurang-kurangnya satu episode afektif.
• Penggolongan tipe tergantung pada jenis afektif pada
episode saat ini.
2. Berbagai tipe Gangguan Afektif Bipolar
a. Gangguan Afektif Bipolar, Episode Kini Hipomanik
• Episode saat ini sesuai dengan Hipomania
b. Gangguan Afektif Bipolar, Episode Kini Manik
Tanpa Gejala Psikotik
• Episode saat ini memenuhi kriteria mania tanpa
gejala psikotik.
c. Gangguan Afektif Bipolar, Episode Kini Manik
dengan Gejala Psikotik
• Episode saat ini memenuhi kriteria mania dengan
gejala psikotik.
d. Gangguan Bipolar, Episode Kini Depresi
Ringan atau Sedang
• Episode saat ini harus memenuhi kriteria untuk
episode depresi ringan atau sedang.
e. Gangguan Bipolar, Episode Kini Depresi Berat
tanpa Gejala Psikotik
• Episode saat ini harus memenuhi kriteria untuk
episode depresi berat tanpa gejala psikotik.
f. Gangguan Bipolar, Episode Kini Depresi Berat
dengan Psikotik
• Episode saat ini harus memenuhi kriteria untuk
episode depresi berat dengan gejala psikotik.
g. Gangguan Bipolar, Episode Kini Campuran
• Episode saat ini menunjukkan gejala manik,
hipomanik, dan depresif yang tercampur atau
bergantian dengan cepat serta telah berlangsung
sekurang-kurangnya dua minggu.
h. Gangguan Bipolar, Episode Kini dalam Remisi
• Sekurang-kurangnya pernah dua episode afektif dan
saat ini tidak terdapat gejala afektif yang nyata.
ETIOLOGI DAN FAKTOR RISIKO
DEPRESI & MANIK
Biologi

DEPRESI
&
MANIK
Genetik Psikologi
FAKTOR BIOLOGIS

Banyak penelitian menjelaskan adanya abnormalitas biologis


pada pasien-pasien dengan gangguan mood. Pada penelitian
akhir-akhir ini, monoamine neurotransmitter seperti
norephinefrin, dopamin, serotonin,dan histamin merupakan
teori utama yang menyebabkan gangguan mood (Kaplan,et
al , 2010).
The Biogenic Amine Hypothesis

The Reseptor Sensitivity Hypothesis

The Permissive Hypothesis


The Biogenic Amine Hypothesis
• Menyatakan bahwa depresi disebabkan karena kekurangan
(defisiensi) senyawa monoamina, terutama: norepinefrin dan
serotonin
• Kelebihan: menurut teori ini depresi dapat dikurangi oleh
obat yang dapat meningkatkan ketersediaan serotonin dan
noradrenalin misalnya MAO inhibitor atau anti depresan
trisiklik.
• Kelemahan: teori ini tidak dapat menjelaskan fakta mengapa
onset obat-obat anti depresan umumnya lama (6-8 minggu).
Serotonin

• Serotonin adalah neurotransmitter, zat kimia yang digunakan


untuk membawa pesan antar neuron.
• Penurunan jumlah dari serotonin dapat mencetuskan
terjadinya gangguan depresi, dan beberapa pasien dengan
percobaan bunuh diri atau mengakhiri hidupnya mempunyai
kadar cairan cerebrospinal yang mengandung kadar serotonin
yang rendah dan konsentrasi rendah dari uptake serotonin
pada platelet (Kaplan, et al, 2010).
Reseptor Sensitivity Hypothesis
• Depresi merupakan hasil perubahan patologis pada reseptor
yang diakibatkan karena terlalu kecilnya stimulasi oleh
monoamin.
• Stimulasi Sensitivitas Saraf , Jumlah reseptor ++
• Prosesnya membutuhkan waktu sehingga onset anti depresan
tidak segera.
The Permissive Hypothesis
• Kontrol emosi diperoleh dari keseimbangan antara serotonin
dan norepinefrin.
• Serotonin memiliki fungsi regulasi terhadap norepinefrin.
• Norepinefrin = Depresi
• Norepinefrin = Manik
Norepinefrin

Hubungan norephinefrin dengan gangguan depresi


berdasarkan penelitian dikatakan bahwa penurunan regulasi
atau down regulation dari reseptor B - adrenergik dan
penurunan respon terhadap antidepressan berperan dalam
terjadinya gangguan depresi.
Ketelirbatan reseptor sinaps B2- Adrenergik pada depresi,
menimbulkan penurunan jumlah norepinefrin dan mengatur
jumlah serotonin yang dilepaskan.
(Kaplan, et al, 2010).
Dopamin
• Aktivitas dopamin berkurang pada depresi dan
meningkat pada mania.
• Dua teori terkini mengenai dopamin dan
depresi :
1. Jaras Dopamin mesolimbik mengalami
disfungsi pada saat depresi.
2. Reseptor dopamin D1 hipoaktif pada depresi.
FAKTOR GENETIK

1. Penelitian dalam keluarga


Generasi pertama, 2 sampai 10 kali lebih sering mengalami depresi
berat.

2. Penelitian yg berkaitan dengan adopsi


2 dari 3 studi menemukan gangguan depresi berat diturunkan secara
genetik.
Studi menunjukkan, anak biologis dari orang tua yg terkena gangguan
mood beresiko untuk mengalami gangguan mood walaupun anak
tersebut dibesarkan oleh keluarga angkat.

3. Penelitian yg berhubungan dengan anak kembar


Pada anak kembar dizigotik (nonidentik) gangguan depresi berar
terdapat sebanyak 28% , sedangkan pada yg kembar monozigotik 53-
69%.
TEORI PSIKODINAMIK
• Menurut Freud dalam teori psikodinamikanya, penyebab
depresi adalah kehilangan objek yang dicintai

• Faktor psikososial meliputi: peristiwa kehidupan dan stressor


lingkungan, kepribadian, psikodinamika, kegagalan yang
berulang, teori kognitif dan dukungan sosial (Kaplan, 2010).
EPIDEMIOLOGI
Prevalensi Gangguan Mood
Jenis Kelamin
• Gangguan bipolar I memiliki prevalensi yang
seimbang antara laki laki dan perempuan.
• Episode manik : laki laki > perempuan
• Episode depresif : perempuan > laki laki
• Episode campuran : perempuan > laki laki
• Siklus cepat episode manik ( >4 / tahun ) lebih
sering dialami wanita.
Usia
• Gangguan bipolar I berkisari : masa kanak
kanak ( 5 atau 6 tahun ) sampai 50 tahun,
dengan usia rata – rata 30 tahun.
Status Pernikahan
• Gangguan bipolar I lebih sering terjadi pada
pasien yang belum menikah dan yang bercerai
daripada yang telah menikah.
Faktor Sosio Ekonomi
• Gangguan bipolar I lebih lazim pada orang
yang tidak lulus akademi dari pada lulusan
akademi.
Depression and Bipolar Support
Alliance ( DBSA )
Depression and Bipolar Support
Alliance ( DBSA )
Depression and Bipolar Support
Alliance ( DBSA )
Patofisiologi
bipolar

Karasteristik bipolar adalah perbalikan


tempramen ke bentuk episode
berlawanan
EPISODE MANIK
• Episode manik (2minggu - 4 atau 5bulan)
 afek yg meningkat disertai peningkatan
dalam jumlah dan kecepatan aktivitas fisik dan
mental, dalam berbagai derajat keparahan.
• Hanya satu episode (tunggal), jika ada
episode afektif (depresif,manik,hipomanik)
sebelumnya atau sesudahnyagangguan afektif
bipolar
Hipomania
• Derajat gangguan yg lebih ringan dari mania,
gejala menetap selama sekurang-kurangnya
beberapa hari berturut-turut, dan tidak
disertai halusinasi/waham (mania tanpa gejala
psikotik).
Mania Tanpa Gejala Psikotik
• Episode 1 minggu, dan cukup berat sampai
mengacaukan seluruh/hampir seluruh
pekerjaan dan aktivitas sosial
• Perubahan afek harus disertai dgn energi yg
bertambahaktivitas berlebihan,percepatan
dan kebanyakan bicar, kebutuhan tidur yg
berkuran.
Mania Dengan Gejala Psikotik
• Bentuk mania yg lebih berat
• Waham kebesaran, iritabilitas dan kecurigaan
menjadi waham kejar
• Waham dan halusinasi sesuai dengan keadaan
afek tersebuh.
Psikodinamika

Biochemical Neurophysiologic
Genetic factors
factors factors

Psychodynamic Environmental
factors factors
Manifestasi Klinis
• Ditandai dengan:
• 1. Kepercayaan diri
• 2. kebutuhan tidur
• 3. Banyak bicara
• 4. Loncat gagasan
• 5. Distraktibilitas
• 6. Aktivitas bertujuan/agitasi psikomotor
• 7. Impulsivitas
EPISODE DEPRESIF
Episode Depresi Mayor
• Ditandai dengan perasaan sedih atau anhedonia
• Paling sedikit dua minggu
• Konsentrasi buruk
• Kurangnya tenaga
• Rendahnya harga diri
• Rasa bersalah
• Ide – ide bunuh diri
• Gangguan tidur
• Perubahan BB
• Gangguan psikomotor
• Menurut teori psikodinamika klasik mengenai
depresi yang dikemukakan Freud dan para
pengikutnya meyakini kemarahan orang yang
ditinggalkan kepada orang yang meninggalkan
nya terus - menerus dipendam, berkembang
menjadi proses menyalahkan diri sendiri,
menyiksa diri sendiri, dan depresi yang
berkelanjutan.
• Gangguan bipolar mewakili dominansi yang
berubah-ubah dari kepribadian individu
antara ego dan superego.
• Dalam fase depresi, superego adalah
dominan, memproduksi kesadaran yang
berlebihan atas kesalahan-kesalahan dan
membanjiri individu dengan perasaan
bersalah dan ketidakberhargaan (Nevid
dkk,2005).
• Model psikodinamika terbaru lebih terfokus
pada isu-isu yang berhubungan dengan
perasaan individual akan self-worth atau self-
esteem.
• Suatu model, yang disebut model self-
focusing, mempertimbangkan bagaimana
mengalokasikan proses atensi mereka setelah
suatu kehilangan (kematian orang yang
dicintai, kegagalan personal, dll).
Stressor
(biopsikososial)

Gangguan mood
(berlangsung lama dan
cenderung kambuh)

Depresi
Faktor faktor
• Daya tahan terhadap stressor
• Berat ringannya stressor
• Jenis stressor
• Persepsi terhadap stressor
• Pada pasien dengan depresi berat, walaupun
gejala telah ada, umumnya belum
menunjukkan suatu pramorbid gangguan
kepribadian
• Episode depresi tidak ditangani berlangsung 6-
13 bulan, dengan penanganan berlangsung 3
bulan.
• Prosedur baku dilaksanakan setidaknya
• 6 bulan untuk mencegah kekambuhan
• Penghentian anti depressan sebelum 3 bulan
dapat menimbulkan kekambuhan
Fakta  Atrofi sel saraf di hippocampus
(Sheline et al, 2002, dari Eur Psychiatry 2002:17 Suppl 3:300-305)

• Berdasar MRI 3 dimensi terhadap


volume otak : terjadi atrofi sel saraf
 pengurangan volume
hippocampus*
• Selain itu juga ada trend
berkurangnya reseptor 5-HT di
hippocampus*

*Hippocampus : bagian otak di mana terdapat The hippocampus is structurally located


progenitor sel saraf yang terus membelah inside the medial temporal lobe of the
brain.
dan membentuk sel saraf baru, diduga
terkait dengan fungsi memori
HYPOTHALAMUS
DEPRESI (↑ CRH)

SIMPATHETIC
OVERACTIVITY
HYPOPHYSIS
(↑ produksi ↓Growth ↓ Lactogenic ↓ Gonadotropic
Corticotropic Hormone Hormone Hormone
SITOKIN Hormone)
Kelenjar
INFLAMASI
Pertumbuhan Mamaria –
terhambat laktasi
berhenti

ADRENAL
Ovarium – Testis –
GANGGUAN siklus perkembang
CONTROL UMPAN menstruasi an organ
CORTEX MEDULA tidak teratur sex aksesoris
BALIK KE OTAK
(↑ cortisol) (↑ Noorepinefrin) terhambat

↑ GLUKONEOGENESIS
IMUNITAS METABOLISME ↑ LIPOLISIS LEMAK
MENURUN ELEKTROLIT ↑ PROTEOLISIS OTOT
(Mudah terkena (retensi Natrium)
infeksi)

TEKANAN DARAH GINJAL


(hiperensi) (nefrosklerosis)
↓BB
GIT (Ulserasi)
↓Potasium
JANTUNG
GANGGUAN BIPOLAR
Pendahuluan
Pendahuluan
Bipolar I Bipolar II
• Episode pertama dapat • Ditandai degn episode
berupa manik,depresi atau berulang sindrome depresi
campuran. mayor dan hipomanik
• Awitan pertama berbentuk
depresi berlangsung
beberapa minggu/bulan
kemudian berpindah ke
episode manik.
• Terdapat episode manik,
episode depresi mayor dan
episode campuran.
Faktor faktor

Faktor biologis

Gangguan bipolar
Faktor genetik

Faktor lingkungan
Dopamin
Menurun

Down Gejala
regulation Depresi

DEPRESI
NORMAL

Hiposensitivitas MANIK Hipersensitivitas


reseptor reseptor
BIPOLAR

Gejala
Up regulation
Manik

Dopamin
Meningkat
Manifestasi Klinis Gangguan
Bipolar
Episode Depresif

Episode Manik
Episode Depresif (PPDGJ-III)

Gejala Utama

• Afek depresif
• Kehilangan minat dan kegembiraan
• Berkurangnya energi yg menuju meningkatnya
keadaan mudah lelah dan menurunnya aktivitas
Episode Depresif

Gejala Lainnya

• Konsentrasi dan perhatian berkurang


• Harga diri dan kepercayaan diri berkurang
• Gagasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna
• Pandangan masa depan yang sumber dan pesimistis
• Gagasan atau perbuatan membahayakan diri atau
bunuh diri
• Tidur terganggu
• Nafsu makan berkurang
Episode Manik (DSM-IV)
Meningkatnya kepercayaan diri
berujung waham kebesaran

Bekurangnya kebutuhan tidur

Bicara lebih banyak dari biasanya

Pengalaman subjektif adanya


pikiran yg berlomba
Episode Manik
Perhatian mudah teralih kepada
stimulus yg tidak penting

Meningkatnya aktivitas
(sosial,pekerjaan,seksual, sekolah)

Keterlibatan yg berlebihan dlm


aktivitas menyenangkan yg
cenderung merugikan
Penegakkan Diagnosis Gangguan
Afektif Bipolar
Anamnesis
• Keluhan Utama : tidak dapat tidur selalu saja ada
aktivitas yang dikerjakan
• RPS :
– Onset : 2 minggu
• RPD :
– 5 bulan yll, terlihat sedih, tidak semangat hidup dan
sering menangis
– Tetapi dalam 3 bulan hilang
• RKP
• Rkeluarga
Status Mental
• Deskripsi umum
– Kesadaran & tingkah laku: jernih, sikap kooperatif, gelisah
• Alam perasaan
– Afek hipertim
• Gangguan persepsi
• Sensorium dan kognisi
• Proses pikir
• Pengendalian impuls
• RTA
• Releabilitas
• Tilikan : 6
Pedoman Diagnosis
• F31 Gangguan Afektif Bipolar
– Gangguan ini terdiri oleh episode berulang (
sekurang – kurangnya dua episode )
– Yang khas adalah bahwa biasanya ada
penyembuhan sempurna antar episode (episode
mania atau hipomania dan episode depresi)
– Kedua episode itu seringkali terjadi setelah
peristiwa hidup yang penuh stress atau trauma
mental lain.
• F31.0 Gangguan Afektif Bipolar, Episode Kini
Hipomanik
– Untuk menegakkan diagnosis pasti :
• Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria
hipomania
• Harus ada sekurang – kurangnya satu episode afektif
lain di masa lampau
• F31.1 Gangguan Afektif Bipolar, Episode Kini
Manik tanpa Gejala Psikotik
– Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria
untuk mania tanpa gejala psikotik
– Harus ada sekurang – kurangnya satu episode
afektif lain di masa lampau
• F31.2 Gangguan Afektif Bipolar, Episode Kini
Manik dengan Gejala Psikotik
– Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria
untuk mania dengan gejala psikotik
– Harus ada sekurang – kurangnya satu episode
afektif lain di masa lampau
• F31.3 Gangguan Afektif Bipolar, Episode Kini
Depresif Ringan atau Sedang
– Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria
untuk episode depresif ringan ataupun sedang
– Harus ada sekurang – kurangnya satu episode
afektif lain di masa lampau
• F31.4 Gangguan Afektif Bipolar, Episode Kini
Depresif Berat tanpa Gejala Psikotik
– Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria
untuk episode depresif berat tanpa gejala psikotik
– Harus ada sekurang – kurangnya satu episode
afektif lain di masa lampau
• F31.5 Gangguan Afektif Bipolar, Episode Kini
Depresif Berat dengan Gejala Psikotik
– Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria
untuk episode depresif berat dengan gejala
psikotik
– Harus ada sekurang – kurangnya satu episode
afektif lain di masa lampau
• F31.6 Gangguan Afektif Bipolar, Episode Kini
Campuran
– Episode yang sekarang menunjukkan gejala –
gejala manik, hipomanik, dan depresif yang
tercampur atau bergantian dengan cepat (gejala
mania/hipomania dan depresi sama – sama
mencolok selama masa terbesar dari episode
penyakit yang sekarang, dan telah berlangsung
sekurang – kurangnya 2 minggu)
– Harus ada sekurang – kurangnya satu episode
afektif lain di masa lampau
• F31.7 Gangguan Afektif Bipolar, Kini dalam
Remisi
– Sekarang tidak menderita gangguan efektif yang
nyata selama beberapa bulan terakhir ini, tetapi
pernah mengalami sekurang – kurangnya satu
episode afektif hipomanik, manik, atau campuran
di masa lampau dan ditambah sekurang –
kurangnya satu episode afektif lain.
Diagnosis Multiaksial
• Aksis I : Gangguan Afektif Bipolar, Episode Kini
Manik tanpa Gejala Psikotik
• Aksis II : tidak ada diagnosis
• Aksis III : tidak ada diagnosis
• Aksis IV : tidak ada (none)
• Aksis V : 60
Pemeriksaan Penunjang
Darah Lengkap Elektrolit Kalsium

Protein Hormon Tiroid EKG

Skrining zat dan Kreatinin dan blood


EEG
alkohol urea nitrogen (BUN)
• Darah lengkap
Darah lengkap dengan diferensiasi
digunakan untuk mengetahui anemia sebagai
penyebab depresi.
• Elektrolit
Konsentrasi elektrolit serum diukur untuk
membantu masalah diagnostic, terutama
dengan natrium, yang berkaitan dengan depresi.
Hiponatremi dapat bermanifestasi sebagai
depresi.
• Kalsium
Kalsium serum untuk mendiagnosis
hiperkalsemi dan hipokalsemi yang berkaitan
dengan perubahan status mental (e.g
hiperparatiroid). Hiperparatiroid, yang dibuktikan
dengan peningkatan kalsium darah, mencetuskan
depresi
• Protein
Kadar protein yang rendah ditemukan pada
pasien depresi sebagai hasil dari tidak makan.
• Hormone tiroid
Tes tiroid dilakukan untuk menentukan
hipertiroid (mania) dan hipotiroid (depresi).
• Kreatinin dan blood urea nitrogen (BUN)
Gagal ginjal dapat timbul sebagai depresi.
Pengobatan dengan lithium dapat
mempengaruhi klirens ginjal, dan serum
kreatinin dan BUN dapat meningkat
• Skrining zat dan alkohol
Penyalahgunaan alkohol dan berbagai
macam obat dapat memperlihatkan sebagai
mania atau depresi. Contohnya,
penyalahgunaan amfetamin dan kokain dapat
timbul sebagai mania, dan penyalahgunaan
barbiturate dapat timbul sebagai depresi
• EKG
Banyak antidepresan, terutama trisiklik
dan beberapa antipsikotik, dapat berefek pada
jantung dan membuat masalah konduksi.
Lithium juga dapat berakibat pada perubahan
reversibel flattening atau inversi pada T wave
pada EKG
• EEG
EEG menyediakan garis dasar dan
membantu mengesampingkan masalah
neurologi. Menggunakan tes ini untuk
mengesampingkan kejang dan tumor otak.
Diagnosis Banding
Skizoafektif

Depresi Berat
Skizofrenia

DD Bipolar
Disorder

Hiper dan
Intoksikasi Obat
hipotiroid
Skizofrenia
• Agak sulit membedakan episode manik
dengan skizofrenia, sehingga dapat menjadi
salah satu diagnosis banding. Gembira
berlebihan, elasi, dan pengaruh mood lebih
banyak ditemukan pada episode manik
dibandingkan pada skizofrenia
Depresi Berat
• Gangguan bipolar tipe I sering dapat bertumpang
tindih dengan depresi berat, perlu dibedakan
antara depresi berat yang berdiri sendiri atau
depresi yang merupakan bagian dari gangguan
bipolar.
• Sehingga teknik wawancara yang baik diperlukan
untuk menggali apakah pasien memiliki episode
manik atau hipomanik sebelumnya dan apakah
pasien menunjukan gejala-gejala yang sesuai
dengan episode manik, sehingga dapat dibedakan
antara depresi yang berdiri sendiri dangan
depresi yang menjadi bagian dari gangguan afek
bipolar.
Intoksikasi Obat
• Penyalahgunaan obat seperti amfetamin
dapat memicu keadaan manik. Selain itu,
penyalahgunaan obat seperti benzodiazepine
dapat memicu keadaan depresif.
Hiper dan Hipotiroid
• Pada hipertiroid pasien akan merasa mudah
tersinggung, dan dapat terjadi hiperaktivitas
yang harus dibedakan dengan episode manik
pada gangguan bipolar. Sedangkan pada
hipotiroid pasien dapat mengalami penurunan
aktivitas, pasien menjadi lemas dan tidak
bersemangat.
Skizoafektif
• Diagnosis gangguan skizoafektif hanya dibuat
apabila gejala-gejala definitif adanya
skizofrenia dan gangguan afektif sama-sama
menonjol pada saat yang bersamaan
(simultaneously), atau dalam beberapa hari
yang satu sesudah yang lain, dalam satu
episode penyakit yang sama, dan bilamana,
sebagai konsekuensi dari ini, episode penyakit
tidak memenuhi kriteria baik skizofrenia
maupun episode manik atau depresif.
Tatalaksana Gangguan Bipolar
Tujuan Terapi
• Mengurangi gejala bipolar
• Mencegah episode berikutnya
• Meningkatkan kepatuhan pasien pada
pengobatan
• Menghindari stressor yang dapat memicu
kejadian episode
• Mengembalikan fungsi-fungsi kehidupan
menjadi normal
Tatalaksana Gangguan
Bipolar

Psikoterapi Farmakoterapi
Psikoterapi
• Terapi perilaku Kognitif (Cognitive Behavior
Therapy)
• Psycoeducation
• Terapi keluarga (Family Therapy)
• Terapi kelompok (Group Therapy)
• ECT (Electroconvulsive therapy)
ECT
Farmakoterapi
Lini I :
• Lithium
Dosis tunggal 800mg malam hari
• Valproat
- Dosis awal : 20 mg/kg sehari, mencapai
kosentrasi teraupetik dalam darah 50-15μg/ml
- rawat jalan : 500-1000 mg sehari tergantung
berat badan
• Carbamazepine
Dosis 200-600mg dalam rentang hari, dosis
dapat ditingkatkan tiap lima hari
• Lini II : clonazepam, verapamil, clonidine,
clozapine
Agitasi Akut pada Gangguan Bipolar
Lini I Injeksi IM aripriparazol dosisnya 9,75
mg/injeksi. Dosis maksimum
30mg/hari (3x injeksi dalam 2 jam).
Berespons selama 45-60 menit.
Injeksi IM olanzapin dosisnya 10
mg/injeksi. Dosis maksimum 30
mg/hari (interval 2 jam). Berespon
selama 15-30 menit.
Injeksi lorazepam 2mg/injeksi. Dosis
maksimum 4mg/hari.
Lini II Injeksi IM haloperidol yaitu 5mg/kali
injeksi (diulang setelah 30 menit).
Dosis maksimum 15mg/hari.
Injeksi IM diazepam yaitu 10mg/kali
injeksi ( bersamaan dengan injeksi IM
haloperidol).
Obat injeksi agitasi akut bipolar
mania pada GB
Lini 1
Aripiprazol Injeksi: IM
Untuk: gitasi pada pasien episode mania
atau campuran akut
Dosis : max 30mg/hari
(9,75mg/injeksi)3x/hari dengan interval
2 jam. Berespon dalam 45-60 menit
Olanzapin Injeksi: IM
Untuk: gitasi pada pasien episode mania
atau campuran akut
Dosis: max 30mg/hari(10mg/injeksi).
Ulangi setiap 2 jam. Berespon dalam 15-
30 menit

Lorazepam Dosis: max 4mg/hari (2mg/injeksi)


Dapat diberikan bersama dengan
aripiprazol atau olanzapin tapi jangan 1
jarum suntik
Lini 2
Haloperidol Injeksi IM
Dosis: max 15mg/hari (5mg/injeksi) 
diulang setelah 30 menit
Diazepam Injeksi IM
Dosis: 10 mg/injeksi
Dapat diberikan bersama dengan injeksi
haloperidol tapi jangan 1 jarum suntik
Mania akut GB
LINI 1 Lithium, divalproat, olanzapin,
risperidon, quetiapin XR, aripiprazol,atau
divalproat + risperidon, litium/divalproat
+ quetiapin atau + olanzapin atau +
aripiprazol
LINI 2 Karbamazepin, litium + divalproat,
paliperidon, TKL
LINI 3 Haloperidol, klorpromazin, litium atau
divalproat haloperidol, litium +
karbamezepim, klozapin
Tidak direkomendasikan Gabapentin, topiramat, lamotrigin,
risperidon + karbamazepim, olanzapin +
karbamazepin
Episode depresi akut GB I
Lini 1 Litium, lamotrigin, quetiapin XR, litium
atau divalproat + SSRI, olanzapin + SSRI,
litium + divalproat
Lini 2 Quetiapin + SSRI, divalproat, litium atau
divalproat + lamotrigin
Lini 3 Karbamazepin, olanzapin, litium +
karbamazepin, litium atau divalproa +
venlafaksin, litium + MAOI, TKI, litium
atau divalproat atau AA + TCA, litium
atau divalroat atau karbamazepin + SSRI
+ lamotrigin, topiramat
Tidak direkomendasikan Gabapentin monoterapi, aripiprazol
monoterapi
Rekomendasi terapi rumatan pada GB
1
Lini 1 Litium, lamotrigin monoterapi,
divalproat, olanzapin, quetiapin, litium
atau divalproat + quetiapin, risperidon
Lini 2 Karbamazepin, litium + divalproat, litium
+ karbamazepin, litium atau divalproat +
olanzapin, litium + risperidon atau +
lamotrigin, olanzapin + fluoksetin
Lini 3 Penambahan fenitoin, olanzapin, ECT,
topiramat, asam lemah omega 3,
okskarbazepin
Idak direkomendasikan Gabapentin, topiramat, atau antidepresan
monoterapi
Depresi akut GB II
Lini 1 Quetiapin
Lini 2 Litium, lamotrigin, divalproat, litium atau
dic=valproat + antidepresan, litium +
divalproat, antipsikotika atipik +
antidepresan
Lini 3 Antidepresan monoterapi ( terutama
untuk yang jarang mengalami
hipomania)
Lini 1 Litium, lamotrigin
Lini 2 Divalproat, litium atau divalproat
atauantipsikotika atipik + antidepresan,
kombinasi dua dari: litium, lamotrigin,
divalproat atau antipsikotika atipik
Lini 3 Karbamazepin, antipsikotika atipik
Tidak direkomendasikan Gabapentin
PROGNOSIS BIPOLAR
• Hanya 50-60% pasien dengan gangguan
bipolar I yang dapat diatasi gejalanya dengan
lithium. 7% pasien ini, gejala tidak terulang.
45% Persen pasien mengalami lebih dari sekali
kekambuhan dan lebih dari 40% mempunyai
suatu gejala yang menetap.
Faktor yang memperburuk prognosis

• Riwayat pekerjaan yang buruk/kemiskinan


• Disertai dengan penyalahgunaan alkohol
• Disertai dengan gejala psikotik
• Gejala depresi lebih menonjol
• Jenis kelamin laki-laki
Prognosis lebih baik bila :

• Masih dalam episode manik


• Usia lanjut
• Sedikit pemikiran bunuh diri
• Tanpa atau minimal gejala psikotik
Referensi
• Sadock BJ, Sadock VA. Kaplan’s and sadock’s synopsis of psychiatry
behavioral sciences and clinical psychiatry. 10th edition.Philadelphia:
Lippincott William and Wilkins;2007.p.527-62.
• American Psychiatry Assosiasion. Practice guideline for the
treatment of patients with bipolar disorder. 2nd edition. 2002
• Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa PPDGJ-III
• Dbsalliance.org/ducation_statistics_bipolar_disor
der
• Repository.usu.ac.id/bipolardisorder
• Mayoclinic.org/diseases-conditions/bipolar-
disorder/basics/definition