Anda di halaman 1dari 43

ASISTENSIAN PATOLOGI

ANATOMI
BLOK UROGENITALIA
- BPH
- ADENOKARSINOMA
PROSTAT

USIA > 50 TAHUN


MAKROS

 Pembesaran kelenjar prostat dengan tonjolan-tonjolan


berbatas jelas
 Warna penampang irisan :
Kelenjarnya yang berproliferasi lebih dominan, maka
perabaan tumor lebih lunak, warna kuning kemerahan dan
bila ditekan akan keluar cairan seperti susu
Jaringan stroma fibromuskuler yang hiperplasi, maka
tonjolan tersebut sulit dibedakan dari jaringan kelenjar prostat
disekitarnya yang berwarna putih keabu-abuan, dan bila
ditekan tidak mengeluarkan cairan seperti susu
MIKROS
MIKROS

• Penambahan jumlah kelenjar, berdempetan


"back to back“ (kelenjar dominan)
• Di dalam lumennya terdapat korpora amilasea
• Pertumbuhan berlebihan jaringan pengikat dan
otot polos (stroma fibromuskular dominan)
• Pada stroma terdapat sebukan sel-sel limfosit
• Tanda keganasan (-)
• Mungkin dijumpai metaplasia skuamosa epitel
kelenjar
MIKROS
MAKROS

• Prostat membesar, lebih sering (75%) pada lobus


posterior
• Permukaan berbenjol-benjol, penampang putih
keabu-abuan dengan bercak merah jambu,
berlobus
• Stroma lebih dominan  konsistensi tumor keras
padat
Kelenjar lebih dominan konsistensinya cenderung
rapuh dan mudah infiltrasi
MIKROS
MIKROS

• Gambaran bangunan kelenjar yang di bagian


tertentu tampak berukuran kecil (mikroaciner)
yang dilapisi epitel kuboid atau poligonal

• Tanda keganasan (+)

• Tampak invasi sel-sel tumor ke simpai, pembuluh


limfe, perivaskuler dan perineural

• Deteksi dengan RT atau PSA


• Metastasis secara hematogen
MIKROS
MIKROS
MAKROS

• Benjolan pada saluran epididymis, dinding menebal

• Konsistensi sebagian keras, kenyal, sebagian lunak


pada bagian yang mengalami nekrosis perkejuan

• Kadang-kadang terdapat bagian dinding saluran


epididymis yang perforasi
MIKROS

Gambaran tuberkel yang merupakan proses radang


granulomatik, pada stroma diantara kelenjar-kelenjar
epididymis.

Bagian sentral fokus perkejuan yang dibatasi


dinding sel epiteloid dan tampak beberapa sel datya
tipe Langhans

Proliferasi jaringan ikat (fibrosis) dengan infiltrasi


limfosit yang padat
MIKROS
MIKROS
MAKROS

• Tumor solid, ukuran bervariasi mulai dari tonjolan


kecil sampai berdiameter 10cm, berwarna putih
keabu-abuan dan berbatas tegas dengan jaringan
testis sekitarnya. Pada keadaan lebih lanjut, testis
diganti oleh jaringan tumor

• Konsistensi kenyal-padat, bila dibelah tampak


berlobus, mengkilat, encephaloid
MIKROS
MIKROS

• Kelompok sel tumor uniform, stroma terdiri atas


jaringan ikat yang tipis, membentuk lobulus-lobulus
dengan sebukan limfosit
• Sel-sel tumor (sel seminoma) yang karakteristik :
Sel besar, bulat atau poligonal, batas sel kadang-
kadang tidak jelas, inti sel bulat-letak di sentral
dengan 1 - 2 nukleoli yang tampak jelas disertai
mitosis patologis
Sitoplasma jernih mengandung glikogen dan lemak
Kadang-kadang ditemukan daerah nekrotik dan
perdarahan
MIKROS
MIKROS
MAKROS

• Biasanya masih terletak didalam tunika albugenia


• Tumor dapat berukuran sangat besar dan
menyebuk ke jaringan sekitarnya
• Permukaan irisan biasanya tampak bentukan kistik
yang berbeda-beda ukurannya, kadang-kadang tidak
ada
• Berwarna putih keabu-abuan
MIKROS
MIKROS

 Struktur normal testis sudah tidak tampak lagi


 Seluruh jaringan testis terisi oleh jaringan
mesenkhimal yang pada beberapa tempat terlihat
adanya :
1. struktur tubuler dilapisi epitel torak
2. bentukan kista
3. jaringan ikat
4. kartilago, epitel gepeng berlapis dengan adnexa kulit
5. Tidak didapatkan tanda-tanda ganas.
MIKROS
1. Seorang laki-laki 60 tahun datang ke rumah sakit
karena sulit kencing. Pada pemeriksaan fisik
ditemukan kandung kemih teraba membesar.
Pemeriksaan rectal toucher teraba pembesaran
kelenjar prostat noduler. Pada pemeriksaan lab
darah ditemukan kadar PSA yang tinggi.
Pernyataan yang paling tepat untuk pasien di atas
adalah:
A. Paling sering pada lobus lateralis
B. Membrana basalis utuh
C. Tampak corpora amilasea
D. Tampak invasi sel-sel tumor ke kapsul
E. Terdapat gambaran kelenjar yang back to back
2. Diagnosis dari pasien pada kasus di atas adalah:

a. Hiperplasia Prostat Benigna


b. Tuberkulosis Epididimis
c. Seminoma Testis
d. Adenokarsinoma Prostat
e. Teratoma Testis
3. Seorang pria berusia 54 tahun datang ke rumah sakit. Pasien
tersebut mengeluh sakit pada saat kencing. Kencing menetes tidak
puas habis, dan sering kencing pada malam hari. Gambaran
mikroskopis dari pasien tersebut sebagai berikut:

Berikut ini adalah diagnosis yang paling tepat, yaitu :


A. Benign Prostatic Hypertrophi
B. Benign Prostatic Hyperplasia
C. Adenomakarsinoma Prostat
D. Adenoma Prostat
E. Seminoma Testis
4. Seorang laki laki berusia 21 tahun datang ke prakter
dokter dengan keluhan ada perbesaran pada
testisnya yang tidak nyeri. Dokter menduga pasien
terkena tumor testis yang paling sering dijumpai.
Pernyataan berikut ini yang tidak tepat untuk
kasus di atas adalah:
A. memiliki gambaran encephaloid dengan warna
putih abu abu
B. Tumor ini termasuk non germinal tumor
C. Memiliki batas yang tegas dengan jaringan
testis sekitar
D. Berasal dari epitel germinativum
E. Pada stadium lanjut struktur normal testis tidak
nampak lagi
5. Seorang laki-laki berusia 17 tahun datang ke dokter
dengan keluhan adanya benjolan pada testis yang
keras dan tidak nyeri. Sebelumnya pasien merasa
testisnya kemerahan dan agak nyeri.
Gambaran mikroskopis yang paling tepat untuk
kasus di atas adalah:
A. Struktur normal testis sudah tidak tampak lagi
B. Sel-sel terdiri dari lebih dari satu macam lapis
benih
C. Sel besar, bulat, inti sel dengan 1-2 nukleoli
D. Sel-sel uniform jernih mengandung glikogen
dan lemak
E. Terdapat gambaran tuberkel dengan fokus
perkejuan
6. Teratoma testis imatur biasanya tidak ganas
SEBAB
Teratoma testis merupakan tumor testis yang
berasal dari lebih dari satu macam lapis benih
D
10. Seorang laki-laki berusia 53 tahun datang ke rumah
sakit dengan keluhan bengkak pada kedua kaki,
mual dan tidak nafsu makan. Pada pemeriksaan
fisik ditemukan T: 180/90 mmHg. Pada
pemeriksaan lab darah ditemukan uremia dan
kreatininemia. Pada pemeriksaan urin ditemukan
protein dan eritrosit.
Kemungkinan gambaran mikroskopis yang paling
tepat adalah :
A. Terdapat gambaran tiroidisasi
B. Terjadi kerusakan total glomerulus
C. Terjadi atrofi tubulus
D. Terjadi penambahan jumlah glomerulus
E. Tampak abses-abses kecil
11. Seorang anak laki-laki berusia 3 tahun dibawa ibu
karena kencing darah. Kadang-kadang anak
tersebut juga mengeluh nyeri di perutnya. Pada
pemeriksaan fisik oleh dokter ditemukan massa
intra-abdomen. Dilakukan pemeriksaan USG dan
ditemukan tumor pada ginjal kanan anak tersebut.
Kemungkinan diagnosis pada kasus tersebut
adalah:
A. Hipernefroma
B. Nephroblastoma
C. Tumor grawits
D. Karsinoma sel ginjal
E. Tubular carcinoma