Anda di halaman 1dari 18

NAMA : ALDI NOR RAHMAN

NIM : E03150034
KELAS : TEKNIK LISTRIK A2
SEMESTER : V/5
1. Latar Belakang
 Generator listrik adalah sebuah alat yang memproduksi energi
listrik dari sumber energi mekanikal, biasanya dengan
menggunakan induksi elektromagnetik. Proses ini dikenal
sebagai pembangkit listrik. Meskipun generator dan motor punya
banyak kesamaan, tapi motor adalah alat yang mengubah energi
listrik menjadi energi mekanik. Generator mendorong muatan
listrik untuk bergerak melalui sebuah sirkuit listrik eksternal, tapi
generator tidak menciptakan listrik yang sudah ada didalam kabel
lilitannya. Hal ini bisa dianalogikan dengan sebuah pompa air
yang menciptakan aliran air tapi tidak menciptakan air
didalamnya. Sumber energi mekanik bisa berupa turbin angin,
energi surya, udara yang dimanfaatkan, atau energy yang lainnya.
2. Sinkronisasi Pembangkit
 Sinkronisasi adalah suatu cara untuk
menghubungkan dua sumber atau beban
Arus Bolak-Balik (AC). Sumber AC tersebut
antara lain generator dan beban adalah
transformer yang akan digabungkan atau
diparalel dengan tujuan untuk
meningkatkan keandalan dan kapasitas
sistem tenaga listrik, seperti telah
dijelaskan pada artikel “metode paralel
generator sinkron”.
 Pada gambar dibawah ini diperlihatkan 2 buah generator
pada satu busbar, generator .
 #1 dalam keadaan terbuka dan akan diparalel atau
disinkronkan ke busbar dimana generator #2 telah masuk
(telah sinkron dengan jaringan/busbar).

Gambar Generator dalam satu busbar


Untuk dapat terjadi proses sinkronisasi generator #1
ke busbar, maka dibutuhkan parameter yang harus terpenuhi
oleh generator #1, yaitu:
 1.Nilai Tegangan yang sama antara tegangan Generator
#1 dengan tegangan busbar.
 2.Nilai Frekuensi yang sama antara Generator #1 dan
busbar, di Indonesia digunakan frekuensi 50 Hz.
 3.Sudut phase yang sama, vector sudut phase dari
generator #1 harus sama dengan vector sudut phase pada
busbar.
 4.Phase Sequence yang sama, terminal RST generator #1
harus dihubungkan dengan terminal RST busbar.
3. Jenis Sinkronisasi
 Seperti telah dijelaskan diawal, bahwa sinkronisasi adalah proses
untuk menyamakan tegangan, frekuensi, sudut phase dan
sequence phase antara 2 sumber daya AC. Maka berdasarkan arah
atau susunan peralatan pada sistem tenaga listrik, sinkronisasi
dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:
 1. Forward Synchronization (sinkronisasi maju), yaitu
proses sinkronisasi generator kedalam sistem atau busbar.

Gambar Sinkronisasi maju


 2. Revers synchronization (sinkronisasi terbalik), biasanya terjadi
pada sistem tenaga listrik disuatu pabrik, dimana suatu jaringan
suplai akan digabungkan kedalam suatu jaringan sistem atau
busbar yang ada. Pada kondisi ini tidak dimungkinkan untuk
mengatur parameter sinkron pada sisi incoming (jaringan yang
akan disinkronkan), yang terpenting CB (PMT) dari beban-beban
pada jaringan suplai (grid supply) dalam keadaan terbuka.

Gambar Sinkronisasi terbalik


4. Peralatan Instrumentasi Untuk Proses Sinkronisasi
 1. Double Voltmeter
Adalah voltmeter dengan tampilan 2 pengukuran
tegangan yaitu tegangan dari peralatan yang akan disinkron
(generator) dan tegangan sistem yang bekerja simultan.

Gambar Double Voltmeter


 2. Double Frequency Meter
Menampilkan nilai frekuensi dari kedua sumber AC.

Gambar Double Frequency Meter


 3. Synchroscope
Alat yang digunakan untuk mengetahui sudut phase
dari kedua sumber. Terdiri dari jarum berputar (rotating
pointer), jika jarum berputar tersebut berada pada posisi tepat
di jam 12, maka sudut phase dari kedua sumber sama dengan
nol dan dapat dikatakan kedua sumber “sefase”, dalam sudut
phase yang sama.

Gambar Synchroscope
 4. Phase Squence Indikator
Alat ini sama dengan yang digunakan untuk mengetahui
sequence phase dari motor induksi. Dilengkapi dengan jarum
berputar (rotating pointer), jika jarum berputar searah jarum
jam, maka dapat dikatakan memiliki sequence positif RST dan
jika berputar sebaliknya ber-sequence negative atau RTS.
Namun biasanya peralatan Phase Sequence tidak diikut
sertakan di panel sinkron.

Gambar Phase Squence Indikator


5. Syarat-syarat Proses Sinkronisasi
 Sinkronisasi atau menghubungkan parallel atau sejajar perlu
dipenuhi tiga syarat untuk tegangan system-sistem yang akan
diparalelkan yaitu :

 1. Frekuensi harus sama


Didalam dunia industri dikenal dua buah system frekuensi
yaitu 50 Hz dan 60 Hz. Dalam operasionalnya sebuah generator bisa
saja mempunyai frekuensi yang fluktiasi Karena factor-faktor
tertentu. Pada jaringan distribusi dipasang alat pembatas frekuensi
yang membatasi frekuensi pada minimal 48.5 Hz dan maksimal 51.5
Hz. Namun pada generator pabrik over frekuensi dibatasi sampai 55
Hz sebagai overspeed. Pada saat hendak parallel dua buah generator
tentu tidak mempunyai frekuensi yang sama persis. Jika generator
mempunyai frekuensi yang sama persis maka generator tidak akan
bisa parallel karena sudut phasanya belum sesuai, salah satu harus
dikurangi sedikit atau dilebihi sedikit untuk mendapatkan sudut
phasa yang tepat. Setelah dapat disinkronkan dan berhasil sinkron
baru kedua generator mempunyai frekuensi yang sama-sama persis.
 2. Mempunyai sudut phase yang sama
Merupakan kedua phasa dari generator mempunyai
sudut phasa yang berhimpit sama atau 0 derajat. Dalam
kenyataanya tidak memungkinkan mempunyai sudut yang
berhimpit karena genset yang berputar meskipun dilihat dari
parameternya mempunyai frekuensi yang sama namun jika
dilihat menggunakan synchronopose pasti bergerak dengan
labil.
Bilamana salah satu syarat tidak terpenuhi maka antara
kedua system yang diparalelkan akan terjai selisih-selisih
tegangan yang dapat menyebabkan arus-arus yang cukup besar
sehingga dapat menimbulkan kerusakan-kerusakan pada
mesin. Dalam praktek ada suatu alat yang dapat mengecek
ketiga syarat tersebut diatas disebut sinkronoskop. Diantara
sinkronoskop lampu, pengukur volt nol, dan osilograf electron
yang dapat dipergunakan sebagai sinkronoskop.
 3. Sefasa/ perphasa harus sama
Merupakan arah putaran dari sepahasa. Arah urutan ini
dalam dunia industri dikenal dengan nama CW(clock wise)
yang artinya searah jarum jam dan CCW (counter clock wise)
yang artinya berlawanan arah jarum jam.
6. Proses Sinkronisasi
 Prosedure untuk melakukan proses sinkronisasi dapat
diuraikan sebagai berikut :
1. Hidupkan synchronizing switch untuk memulai
proses parallel
 a.Untuk proses parallel secara manual
Synchronizing switch diposisikan pada manual
 b.Untuk proses paralle secara otomatis
Synchronizing switch diposisikan pada posisi auto
2.Mengatur voltage adjuster untuk menyamakan
tegangan line dengan generator sambil mengatur diff. voltage
meter.
3. Mengatur speed adjuster utnuk menyamakan
frekuensi line dengan generator sambil mengamati
synchronizing meter sampai bergerak searah jarum jam
dengan putaran lambat 0.2 Hz atau (1 putaran dalam 5 detik).
 a. Jika dilkukan dengan manual, maka pada saat jarum
sinkron berada pada posisi 5 sampai dengan 10 derajat
sebelum mencapai titik puncak (posisi jam 12) dengan
menggerakkan tuas CB pada posisi ON untuk melakukan
parallel
 b. Jika dilakukan secara automatic, maka proses sinkronisasi
akan bekerja sendiri.
7. Kesimpulan
 Dalam menjalankan atau memberikan supply listrik yang
besar maka tidak cukup jika hanya dipenuhi oleh sebuah
generator saja, oleh karena itu diperlukan beberapa
generator, yang kerjanya dihubungkan dengan generator
lainnya atau dihubungkan secara parallel, dan juga
digabungkan dengan pembangkit listrik yang memiliki
supply listrik yang besar. Seperti sebuah gardu menyimpan
PLN. Maka untuk itu alat pembagi daya harus ada pada
sebuah generator parallel, generator yang satu dengan yang
lain tidak terjadi kesetimbangan beban daya. Karena apabila
tidak ada keseimbangan daya pada generator yang satu
dengan yang lain maka akibatnya mesin generator akan cepet
rusak.
TERIMA KASIH