Anda di halaman 1dari 41

Manajemen Strategik

Alternatif Strategi

Kelompok 6
Anggota Kelompok
Nama NIM
A.A. Sg Sinta Maha Dewi 1315351090

I Gde Krisnadi Wira Suyasa 1315351164

Kadek Ria Citra Dewi 1315351183


PENGERTIAN STRATEGI
1. Pengertian Umum

Strategi adalah proses penentuan rencana para pemimpin


puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang
organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya
bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai.

2. Pengertian khusus

Strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental


(senantiasa meningkat) dan terus-menerus, serta dilakukan
berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan
oleh para pelanggan di masa depan.
JENIS-JENIS
ALTERNATIF STRATEGI
1. STRATEGI INTEGRASI
a. Integrasi ke Depan (forward integration)
Berkaitan dengan usaha untuk memperoleh
kepemilikan atau kendali yang lebih besar atas
distributor atau paritel.
Adapun enam pedoman tentang kapan integrasi ke depan
dapat menjadi sebuah strategi yang sangat efektif:

Ketika distributor organisasi saat ini menjadi sangat mahal, atau tidak dapat
diandalkan, atau tidak mampu memenuhi kebutuhan distribusi perusahaan

Ketika ketersediaan distributor yang berkualitas begitu terbatas untuk menawarkan


keunggulan kompetitif bagi perusahaan-perusahaan yang melakukan integritas ke
depan

Ketika sebuah organisasi berkompetisi di industri yang tengah tumbuh dan


diharapkan akan terus berkembang pesat

Ketika sebuah organisasi memiliki baik modal maupun sumber daya manusia yang
dibutuhkan untuk mengelola bisnis baru pendistribusian produk-produknya sendiri

Ketika keuntungan dari produksi yang stabil sangat tinggi

Ketika distributor atau peritel yang ada saat ini memiliki margin laba yang tinggi
b. Integrasi ke Belakang (backward integration)
Adalah sebuah strategi yang mengupayakan
kepemilikan atau kendali yang lebih besar atas
pemasok perusahaan. Strategi tersebut sangat tepat
ketika pemasok perusahaan yang ada saat ini tidak
bisa diandalkan, terlampau mahal, atau tidak
mampu memenuhi kebutuhan perusahaan.
Tujuh pedoman tentang kapan integrasi ke belakang dapat
menjadi sebuah strategi yang sangat efektif:
Ketika pemasok organisasi saat ini menjadi sangat mahal, atau tidak dapat
diandalkan,

Ketika jumlah pemasok sedikit dan jumlah pesaing banyak

Ketika industri bersaing di sebuah industri yang berkembang pesat;

Ketika organisasi memiliki baik modal maupun sumber daya manusia untuk
mengelola bisnis pemasokan bahan mentahnya sendiri yang baru

Ketika keuntungan dari harga yang stabil sangat penting;

Ketika pemasok saat ini memiliki margin laba yang tinggi, yang menunjukkan bahwa
bisnis pemasokan produk atau jasa di suatu industry layak untuk dikembangkan

Ketika organisasi perlu mengakuisisi atau memperoleh sumber daya yang


dibutuhkannya secara cepat
c. Integrasi Horizontal (horizontal integration)
Mengacu pada strategi yang mengupayakan
kepemilikan atau kendali yang lebih besar atas
pesaing perusahaan. Salah satu tren paling
signifikan dalam manajemen strategis dewasa ini
adalah meningkatnya pemakaian integrasi
horizontal sebagai strategi pertumbuhan.
Lima pedoman tentang kapan integrasi horizontal dapat
menjadi sebuah strategi yang sangat efektif:
Ketika organisasi dapat memperoleh karakteristik monopolistik di suatu wilayah atau
kawasan tertentu tanpa bertentangan dengan aturan pemerintah yang melarang
“penguasaan substansial” untuk menghambat persaingan

Ketika organisasi bersaing di sebuah industri yang sedang berkembang

Ketika meningkatnya skala ekonomi memberikan keunggulan kompetitif yang besar

Ketika organisasi memiliki baik modal maupun sumber daya manusia yang
dibutuhkan untuk mengelola dengan baik organisasi yang berekspansi

Ketika pesaing melemah karena kurangnya keterampilan manajerial atau kebutuhan


akan sumber daya tertentu yang dimiliki sebuah organisasi; perhatikan bahwa
integrasi horizontal tidak akan tepat jika pesaing mempunyai kinerja buruk, sebab
dalam kasus ini penjualan industri keseluruhan tengah merosot
2. STRATEGI INTENSIF
a. Penetrasi Pasar (market penetration)
Adalah strategi yang mengusahakan
peningkatan pangsa pasar untuk
produk atau jasa yang ada di pasar saat
ini melalui upaya-upaya pemasaran
yang lebih besar.
Lima pedoman tentang kapan penetrasi pasar dapat
menjadi sebuah strategi yang sangat efektif:
Ketika pasar saat ini belum jenuh dengan produk atau jasa tertentu

Ketika tingkat pemakaian konsumen saat ini dapat dinaikkan secara signifikan

Ketika pangsa pasar pesaing utama menurun sementara total penjualan industri
meningkat

Ketika korelasi antara pengeluaran penjualan euro dan pemasaran euro secara
historis tinggi

Ketika meningkatnya skala ekonomi memberikan keunggulan kompetitif yang besar


b. Pengembangan Pasar (market
development)
Meliputi pengenalan produk atau jasa
yang ada saat ini ke wilayah-wilayah
geografis yang baru.
Enam pedoman tentang kapan pengembangan pasar dapat
menjadi sebuah strategi yang sangat efektif:

Ketika saluran-saluran distribusi baru yang tersedia dapat


diandalkan, tidak mahal, dan berkualitas baik

Ketika organisasi sangat berhasil dalam bisnis yang


dijalankannya

Ketika pasar baru yang belum dikembangkan dan belum jenuh


muncul

Ketika organisasi mempunyai modal dan sumber daya manusia


yang dibutuhkan untuk mengelola perluasan operasi

Ketika organisasi memiliki kapasitas produksi yang berlebih

Ketika industri dasar organisasi dengan cepat berkembang


menjadi global dalam cakupannya
c. Pengembangan Produk (product development)
Adalah sebuah strategi yang mengupayakan
peningkatan penjualan dengan cara
memperbaiki atau memodifikasi produk atau
jasa yang ada saat ini. Pengembangan produk
biasanya membutuhkan pengeluaran yang besar
untuk penelitian dan pengembangan.
Lima pedoman tentang kapan pengembangan produk
dapat menjadi sebuah strategi yang sangat efektif:

Ketika organisasi memiliki produk-produk berhasil yang berada


di tahap kematangan dari sklus hidup produk

Ketika organisasi berkompetisi di industri yang diatndai oleh


perkembangan teknologi yang cepat

Ketika pesaing utama menawarkan produk berkualitas lebih


baik dengan harga “bagus”

Ketika organisasi bersaing dalam industri dengan tingkat


pertumbuhan tinggi

Ketika organisasi memiliki kapabilitas penelitian dan


pengembangan yang sangat kuat
3. STRATEGI
DIVERSIFIKASI
a. Diversifikasi Terkait
Strategi yang ditetapkan Google adalah
mengorganisasi semua informasi, di dunia ke
dalam bentuk yang dapat dilacak,
mendiversifikasi perusahaan tersebut
melampaui asal-usulnya sebagai sebuah mesin
pencari Web yang menjual iklan.
Enam pedoman tentang kapan diversifikasi terkait dapat
menjadi sebuah strategi yang sangat efektif:

Ketika organisasi berkompetisi di sebuah industry yang tidak


mengalami pertumbuhan atau yang pertumbuhannya lambat

Ketika menambahkan produk yang baru namun terkait akan


secara signifikan mendongkrak penjualan produk saat ini

Ketika produk yang baru namun terkait dapat ditawarkan


dengan harga yang sangat bersaing

Ketika produk yang baru namun terkait memiliki tingkat


penjualan musiman yang dapat mengimbangi puncak

Ketika produk organisasi yang ada saat ini sedang dalam tahap
penurunan dari siklus hidup produk

Ketika organisasi memiliki tim manajemen yang kuat


b. Diversifikasi Tak Terkait
Strategi diversifikasi tak terkait lebih memilih
portofolio bisnis yang sanggup memberikan
kinerja keuangan yang sangat baik di industrinya
sendiri, alih-alih berupaya memanfaatkan
kesesuaian strategis rantai nilai di antara bisnis.
Sepuluh pedoman tentang kapan diversifikasi tak terkait
dapat menjadi sebuah strategi yang sangat efektif:

Ketika pendapatan dari produk atau jasa yang saat ini dimiliki
organisasi akan meningkat secara signifikan dengan
penambahan produk baru yang tidak terkait

Ketika organisasi bersaing di sebuah industri yang sangat


kompetitif dan/atau tidak mengalami pertumbuhan sebagaiman
diindikasikan oleh margin laba dan pengembalian industri yang
rendah

Ketika saluran distribusi organisasi saat ini dapat digunakan


untuk memasarkan produk-produk baru kepada konsumen yang
ada

Ketika produk baru memiliki pola penjualan kontrasiklis bila


dibandingkan dengan produk organisasi saat ini
Ketika industri dasar suatu organisasi mengalami penurunan dalam penjualan
dan laba tahunan

Ketika organisasi memiliki modal dan talenta manajerial yang dibutuhkan


untuk bersaing dengan baik di industri baru

Ketika organisasi memiliki peluang untuk membeli bisnis tak terkait yang
menarik secara investasi

Ketika ada sinergi finansial antara perusahaan yang diakuisisi dan


mengakuisisi.

Ketika pasar yang ada sudah jenuh dengan produk organisasi saat ini

Ketika aksi antitrust dapat didakwakan tehadap organisasi yang secara historis
telah berkonsentrasi pada satu jenis industri
4. STRATEGI MERGER
Dalam hal ini ada 3 jenis merger:

Merger Vertikal, yaitu perusahaan masih dalam satu industri


tetapi beda level atau tingkat operasional

Merger Horisontal, yaitu perusahaan dalam satu industri


bergabung dengan perusahaan di level operasi yang sama.

Merger Konglomerasi, yaitu tidak adanya hubungan industri


pada perusahaan yang diakuisisi yang bertujuan untuk
meningkatkan profit perusahaan dari berbagai sumber atau unit
bisnis.
Contoh perusahaan yang melakukan Marger
adalah:
Merger yang dilakukan PT Indofood Sukses
Makmur Tbk dengan pembagian kepemilikan
saham adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk
sebesar 80 persen, PT Bina Makna Indopratama
sebesar 4 persen, PT Metro Lintas Nusa 3
persen dan PT Birina Multidaya 13 persen.
5. STRATEGI AKUISISI
Contoh perusahaan yang melakukan akuisisi
adalah:
Aqua diakuisisi oleh Danone, Pizza Hut oleh
Coca-Cola.
Di California, Motorola mengakusisi
perusahaan penyedia solusi pemroses video
digital Terayon Communication Systems, Inc.
a. Acquisition of stock
Akuisisi dapat juga dilakukan dengan cara membeli
voting stock perusahaan, dapat dengan cara membeli
sacara tunai, saham, atau surat berharga lain.

b. Acquisition of assets
Perusahaan dapat mengakuisisi perusahaan lain dengan
membeli semua asetnya.
6. STRATEGI KEMITRAAN
Beberapa persoalan yang umumnya menyebabkan usaha
kemitraan gagal adalah :

Para manajer yang seharusnya bekerja sama setiap hari dalam


menjalankan usaha tidak dilibatkan dalam penciptaan atau
pembentukan usaha tersebut.

Usaha tersebut mungkin menguntungkan perusahaan-


perusahaan yang bermitra tetapi tidak buat konsumen.

Usaha itu mungkin tidak mendapat dukungan yang sama


besarnya dari kedua mitra. Jika demikian, persoalan dipastikan
akan muncul.

Usaha tersebut mulai bersaing lebih dengan salah satu mitra


daripada mitra yang lain.
7. STRATEGI
JOINT VENTURE
Ciri-ciri Joint Venture :

Merupakan perusahaan baru yang secara bersama-sama didirikan oleh


beberapa perusahaan lain.

Modalnya berupa saham yang disediakan oleh perusahaan-perusahaan pendiri


dengan perbandingan tertentu.

Kekuasaan dan hak suara dalam Joint Venture didasarkan pada baynyaknya
saham yang ditanam oleh masing-masing perusahaan pendiri.

Perusahaan-perusahaan pendiri Joint Venture tetap memiliki eksistensi dan


kebebasan masing-masing.

Di Indonesia, Joint Venture merupakan kerjasama antara perusahaan


domestik dan perusahaan asing, tidak menjadi soal apakah modal
pemerintah atau modal swasta.

Risiko ditanggung bersama-sama antara masing-masing partner melalui


perusahaan-perusahaan berlainan.
8. STRATEGI
TURNAROUND
Menurut Davis dan Hofer (dalam Bruton et al, 2003)
terdapat 2 macam strategi turnaround yang pernah
dilakukan di negara-negara barat yaitu strategi operasi
dan strategik.
Turnaround yang bersifat strategik difokuskan pada
perubahan arah strategi perusahaan, positioning,
aliansi, dan jenis produk,
Turnaround yang bersifat operasional antara lain
pengurangan karyawan dan retrenchment.
9. STRATEGI LIKUIDASI
Pedoman yang harus diikuti agar strategi likuidasi efektif
adalah:
Ketika strategi penghematan dan divestasi tidak
berhasil.
Hanya alternative bangkrut, likuidasi adalah satu-
satunya cara untuk memperoleh dana kas atas asset
perusahaan. Perusahaan pertama harus menyatakan
diri bangkrut dan kemudian melikuidasi divisi untuk
memperoleh kas
Pemilik perusahaan dapat meminimumkan kerugian
dengan cara menjual asset perusahaan
SESI DISKUSI
Terima kasih atas perhatiannya.