Anda di halaman 1dari 14

STRUKON 5

INTI BANGUNAN (CORE)


ANIK SAPUTRI 21020115120067
ZUHROTUN NISA’ 21020115120068
RURI WELDA P. 21020115120069
NASHRULLAH D. LUBIS 21020115130071
JANNETA PUTRI D. 21020115130072
JULI HARIYANTO 21020115130073
PRADITA KIRANA 21020114140091
FAHMI SYARIF 21020114130076
PENGERTIAN CORE
Core atau inti bangunan menurut
Schueller (1989) adalah suatu tempat
untuk meletakantransportasi vertikal dan
distribusi energi ( seperti lift, tangga, wc
dan shaft mekanis ). inti juga merupakan
tempat untuk memuat system sistem
transportasi mekanis dan vertikal serta
menambah kekakuan bangunan.
BENTUK INTI BANGUNAN
Untuk Bnetuk dan ukuraninti bangunan tidak ada batasan tetapu inti
bangunan mempunyai beberapa ciri khas yaitu : (Schueller, 1989)
Bentuk Inti :
• Inti terbuka
• Inti tertutup
• Intu tunggal kombinasi inti linier
Letak Inti :
• Inti di dalam
• Inti di sekeliling
• Inti di luar
Jumlah inti
• Inti tunggal
• Inti ganda/banyak

Susunan Inti
• Inti Simetris (F)
• Inti Asimetris (J)

Geometri bangunan sebagai penentu bentuk bangunan


• Langsung (K)
• Tidak Langsung (P)
Macam – macam Core
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN STRUKTUR
CORE PADA PELETAKANNYA
1. Inti Diluar Bangunan
Kelebihan
Penempatan Core pada luar bangunan memiliki kelebihan-
kelebihan seperti fleksibelitas ruang yang cukup tinggi karena
peletakannya pada luar ruangan, selain itu bagaimana arsitek dapat
dengan bebas menentukan rancangan terhadap lantai dasar bangunan
tersebut serta dapat menerima pencahayaan alami secara maksimal.
Kekurangan
1. Kurangnya kejelasan pada pola sirkulasi
2. Karena letak core/inti yang berada diluar
bangunan menyebabkan jauhnya jarak
ruang - ruang dari inti
3. Kurang baik dalam menahan gaya lateral,
kekakuan masih rendah
4. Masih kurang pada hubungan dengan
utilitas di atap dan di lantai dasar

Contoh pada bangunan sentral plaza di jakarta


2. Inti Disisi Bangunan
Kelebihan
1. Menciptakan fleksibilitas ruang yang baik.
2. Pemanfaaan lantai dasar untuk Inti di sisi ujung
bangunan maupun inti di sisi sudut bangunan sangat
baik.
3. Menciptakan pencahayaan alami yang sangat baik.
4. Kekakuan struktur (Gaya Lateral) unuk inti di sisi ujung
bangunan kurang, sementara untuk inti di sisi sudut
bangunan baik.
5. Adapula inti bangunan yang terletak di sisi bangunan
contohnya adalah Hotel Atlet Century, Hotel Horizon
dan Wisma Metropolitan di Jakarta.
Kekurangan
• Beberapa masalah mengenai akses koridor mungkin terjadi.
• Kurang sesuai apabila menggunakan ruang ruang pada area ujung
• Koridor panjang untuk akses diperlukan.
• Fleksibilitas distribusi penyewaan ruang kurang karena ada beberapa
area yang menjadi kurang efektif.
3. Inti di Tengah Bangunan
Kelebihan
Core yang diletakkan di tengah bangunan lebih efisien sehingga dapat
memuat jumlah unit yang lebih banyak biasanya digunakan pada bangunan
apartemen dan bangunan berbentuk persegi
Kekurangan
Kekurangan inti di tengah
bangunan adalah kurangnya
pencahayaan alami dari samping
dikarenakan terdapat space ke dinding.
Penanggulangan dengan menggunakan
cahaya lampu atau skylight shg
mendapat cahaya alami dr atas yg
mungkin tdk optimal.

Connaught Center di Hongkong


4. Inti di Tengah Bangunan Memanjang Memiliki
Banyak Pola
Kelebihan
1. Penataan ruang oleh arsitek dapat dilakukan dengan lebih fleksibel karena
letak inti (core) tidak mengganggu pola-pola yang dibentuk oleh bangunan
memanjang tersebut
2. Memiliki kekakuan yang baik dalam melawan gaya lateral
3. Bangunan dengan letak core tersebut sangat mendukung pengaplikasian
utilitas di atap
Kekurangan
1. Kurangnya pencahayaan alami yang diterima bangunan.
Bangunan dengan bentuk memanjang biasanya digunakan untuk fungsi hotel,
apartemen atau perkantoran. Seperti Gedung Central plaza di Jakarta, Gedung
Inland Steel di Chicago Amerika Serikat merupakan bangunan memanjang
dengan inti di luar bangunan.