Anda di halaman 1dari 30

Teknik Rekombinasi

DNA
Pertemuan ke VII
Mata Kuliah Bioteknologi Farmasi

Romadhiyana Kisno Saputri


Tujuan

Pendahuluan DNA

DNA Rekombinan

Teknik DNA Rekombinan


Pendahuluan DNA
KROMOSOM
Pendahuluan DNA

Substansi genetik  Pewarisan sifat  di dalam inti sel, mitokondria, dan


kloroplast

Stukturnya terdiri dari

• Rantai fosfat
• Gula ribosa
• Basa nitrogen

DNA dapat ditransfer atau masuk ke dalam sel melalui

• Konjugasi  kontak fisik


• Transformasi  pengambilan DNA dari lingkungan di sekelilingnya
• Transduksi  perantara fage
Pendahuluan DNA
DNA Structure
DNA Rekombinan
Kumpulan teknik atau metode yang digunakan
untuk mengkombinasikan gen-gen secara buatan
• Proses : rekombinasi
• Hasil : rekombinan

Rekombinasi antara molekul DNA dari organisme


berbeda

Contoh

• Perubahan genetik dalam bakteri Corynebacterium diphtheriae


yang diinfeksi virus menghasilkan toksin  gejala difteri
DNA Rekombinan
Perangkat Pada bakteri
utama yang Plasmid DNA selain kromosom
digunakan Bentuk  sirkuler
pada Jenis, jumlah dan ukuran bervariasi
pembentukan Memotong DNA
DNA
Rekombinan Enzim restriksi
Menyambung DNA
DNA ligase

Bakteri
DNA Rekombinan
DNA DNA dapat masuk ke dalam sel
yang bakteri dan berintegrasi
masuk dengan DNA bakteri  DNA
ke rekombinan
dalam
bakteri DNA tidak dapat berintegrasi
dengan DNA bakteri
DNA Rekombinan
Teknik DNA Rekombinan
Teknologi Teknik untuk mengisolasi DNA Sentrifugasi (BM)
DNA (pengumpulan sel2, pemevahan
sel dan pencernaan protein,
rekombinan Presipitasi  mengendapkan
pengendapan DNA)
meliputi
Teknik untuk memotong DNA Enzim nuklease

Memutus ikatan fosfodieter

Teknik untuk menggabung atau Enzim ligase


menyambung DNA
Fragmen DNA dg fragmen vektor

Teknik untuk memasukkan DNA


ke dalam sel hidup sehingga DNA
rekombinan dapat bereplikasi dan
dapat diekspresikan
Teknologi DNA Rekombinan
Menyisipkan, memperbanyak dan mengekspresikan informasi
genetik dengan DNA rekombinan
Teknologi DNA Rekombinan
Pendekatan Mengekstraksi DNA total suatu organisme, memotong
pelaksanaan DNA total menjadi fragmen-fragmen, memilih fragmen
DNA yang dikehendaki, mengklonkan fragmen yang dipilih
rekombinan

Mengekstraksi DNA total suatu organisme, memotong


DNA total menjadi total menjadi fragmen-fragmen,
mengklonkan semua fragmen DNA pada vektor yang
sesuai, menguji klon untuk medapatkan gen yang
diinginkan

Sintesis gen atau fragmen DNA yang diinginkan secara


langsung dan mengklonkan gen atau fragmen DNA hasil
sintesis
Teknik Rekombinasi
DNA dalam Bidang
Farmasi
Pertemuan ke VIII
Mata Kuliah Bioteknologi Farmasi

Romadhiyana Kisno Saputri


Tujuan
Memahami
mekanisme Antibodi rekombinan
pembuatan
produk
farmasi
dengan Protein terapeutik  insulin,
teknik growth hormon
rekombinan
DNA,
meliputi Vaksin  hepatitis B

Terapi gen
DNA Rekombinan

Dapat dihasilkan melalui


rekayasa genetika
•Teknologi plasmid
•Fusi sel
•Transplantasi inti
Antibodi Rekombinan
Antibodi  bagian pertahanan tubuh 
menghilangkan atau mengurangi zat asing

Perkembangan  deteksi bidang klinis

• Deteksi protein
• Deteksi mikroorganisme

Antobodi rekombinan

• Fab
• ScFv
Antibodi Rekombinan

Fab
• Fragmen antibodi yang
terdiri dari rantai
ringan dan CH1, serta
bagian variabel berat
• Stabil terhadap panas,
fungsi dan efektivitas
menghilangkan antigen
= antibodi utuh
Antibodi Rekombinan

ScFv
• Terdiri dari bagian variabel
antibodi yang berasal dari
rantai berat dan rantai
ringan
• Perlu penghubung  14-
16 asam amino hidrofobik
• Afinitas dan aviditas
terhadap antigen =
antibodi utuh
Antibodi Rekombinan

Produksi Fab dan ScFv

• Melalui over ekspresi menggunakan E.coli sebagai host

Antibodi rekombinan dibuat melalui


rangkaian proses PCR, seleksi, ekspresi
antibodi
• Produksi plasmid
• Produksi antibodi rekombinan yag terlarut
Antibodi Rekombinan
Pembuatan antibodi rekombinan
• Mendapatkan gen pengkode antibodi yang diinginkan
• Dari jaringan limpa hewan
• Diambil mRNAnya
• Diisolasi
• Diubah jadi cDNA  enzim reverse transcriptase 
RT PCR
• PCR Lanjutan
• Amplifikasi dan kloning gen ke dalam vektor yang sesuai
• Transformasi sel host menggunakan vektor rekombinan
• Ekspresi antibodi fungsional dari sel host
Antibodi Rekombinan

Pembuatan antibodi
rekombinan (teknik lain
yang mungkin)
•Pemilihan antibodi fungsional
yang sesuai jika gen antibodi yang
berhasil diklon lebih dari satu
Antibodi Rekombinan

Manfaat
•Antibodi yang sangat spesifik 
kesalahan deteksi positif
dikurangi
•Antibodi untuk zat sangat toksik
•Pengobatan kanker
Protein Terapeutik

Insulin

Growth
hormon
Vaksin
Vaksin hepatitis B
• Menggunakan sintesa HBsAg dengan
menggunakan Saccharomyces cerevisiae
(ragi)
• Ragi ini di insersi plasmida yang berisi gen
HBsAg  kombinasi imunoprofilaksis pasif-
aktif antara hepatitis B immunoglobulin
(HBIG) dengan vaksin  merangsang
terbentuknya anti-HBs sebanding dengan
vaksin yang diberikan sendiri
Vaksin

Tahap pembuatan vaksin


• Inaktivasi  membuat persiapan antigen
• Pemurnian  antigen terisolasi
dimurnikan
• Perumusan  antigen dimurnikan
dikombinasikan dengan ajuvan,
stabilisator dan pengawet untuk
membentuk persiapan akhir vaksin
Vaksin

Vaksin virus rekombinan


• Menggunakan virus sebagai vektor
• Menyisipkan gen yang mengkode
epitop tertentu pada plasmid 
ditransfeksikan ke suatu virus  virus
rekombinan  digunakan sebagai
vektor gen  antibodi spesifik
Terapi Gen
Transfer asam nukleat berupa DNA ke sel somatik
pasien sehingga gen tersebut memiliki efek
pengobatan terhadap penyakit pasien, baik dengan
mengoreksi ketidaknormalan gen maupun over
ekspresi protein yang dikode oleh gen tersebut

DNA mengandung gen  ditransfer secara in vivo


maupun ex vivo  organ/jaringan spesifik  gen
terekspresi
Terapi Gen
Terapi Gen
TERIMA KASIH