Anda di halaman 1dari 32

HUKUM PERJANJIAN

MODUL I
HUBUNGAN PERIKATAN,
PERJANJIAN DAN KONTRAK
1. Pengertian
 Menurut Prof. Subekti, S.H perkataan “Perikatan” (Verbintenis)
mempunyai arti yang lebih luas dari perkataan “perjanjian” dalam
Bukuku III KUH Perdata diatur perihal hubungan hukum yang tidak
bersumber pada suatu perjanjian yaitu perikatan yang timbul dari
perbuatan melanggar hukum (onrechmatige dad) dan perikatan yang
timbul dari mengurus kepentingan orang lain yang tidak berdasarkan
persetujuan
 Perikatan dalam ilmu pengetahuan perdata adalah hubungan hukum yang
terjadi di antara 2 (dua) orang atau lebih, yang terletak didalam lapangan
harta kekayaan, manakala pihak yang satu berhak atas prestasi dan pihak
lainnya wajib memenuhi prestasi itu
 Hukum perikatan adalah hukum yang mengatur dua pihak manakala
pihak kesatu berhak atas sesuatu (prestasi) dan pihak yang lain
berkewajiban memberikan sesuatu (prestasi)
 Menurut subekti, suatu perjanjian adalah suatu peristiwa
manakala sesorang berjanji kepada orang lain atau ketika dua
orang itu saling berjanji untuk melaksanakan suatu hal.
 Sedangkan menurut pasal 1313 KUH Perdata, perjanjian adalah
suatu perbuatan ketika satu orang atau lebih mengikatkan dirinya
terhadap satu orang lain atau lebih.

2. Hubungan antara Perikatan, Perjanjian dan Kontrak


 Berbeda dengan perikatan yang merupakan hubungan hukum,
perjanjian merupakan suatu perbuatan hukum . Perbuatan
hukum itulah yang menimbulkan adanya hubungan hukum
perikatan sehingga dapat dikatakan bahwa perjanjian merupakan
sumber perikatan
 Dengan demikian hubungan antara perikatan dan perjanjian
adalah bahwa perjanjian menimbulkan perikatan. Perjanjian
merupakan sumber lahirnya perikatan disamping sumber-sumber
lain
 Perjanjian dalam bentuk tertulis disebut kontrak
 Kontrak mempunyai cakupan yang lebih sempit lagi
dari perjanjian

Perikatan

Perjanjian

ko
pperikatan
Kontrak
 Dari gambar di atas kita dapat melihat bahwa
kontrak merupakan bagian dari perjanjian dan
perjanjian merupakan bagian dari perikatan atau
dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa :

 1. semua kontrak pasti merupakan perjanjian,


tetapi tidak semua perjanjian merupakan kontrak. Hal
ini dapat dipahami sebab perjanjian ada yang
lisan dan ada yang berbentuk lisan
 2. semua perjanjian pasti merupakan perikatan,
tetapi semua perikatan merupakan perjanjian. Hal
ini bisa dipahami sebab sumber-sumber lahirnya
perikatan tidak hanaya perjanjian saja, tetapi bisa
juga Undang-undang, putusan pengadilan dan
hukum adat
4. PENGERTIAN

PERIKATAN PERJANJIAN KONTRAK

Hubungan hukum di Perbuatan Perjanjian


dalam lapangan hukum dlm Tertulis.
harta kekayaan
antara 2 orang atau lap.harta
Obyek perikatan :
lebih, dimana pihak kekayaan antara prestasi
yang satu berhak 2 orang atu lebih (kewajiban
atas suatu pretasi dst.
(kreditur) dan pihak debitur untuk
lain (debitur) wajib melaksanakan apa
menjalankan/memen yang telah
uhi prestasi diperjanjikan
PERBEDAAN PERIKATAN DAN PERJANJIAN

 Hubungan Hukum  Perbuatan Hukum

 Sifat Abstrak  Sifat Konkrit

 Belum tentu perjanjian  Sudah pasti perikatan


5. SUMBER PERIKATAN
SUMBER PERIKATAN
(Pasal 1233)

PERJANJIAN UNDANG-UNDANG
(1313BW) (1352 BW)

PERBUATAN MANUSIA HANYA UNDANG-UNDANG


(1353 BW) (104,321,625 BW)

SESUAI HUKUM PERBUATAN MELAWAN HK


(1354, 1359 BW) (1365 BW)
Peristiwa
Perikatan

Peristiwa
Peristiwa biasa
Hukum

Akibat Perbuatan Peristiwa


Manusia Hukum Lainnya

• Dari gambar
disamping dapat
Sumber Perjanjian diketahui bahwa
Perikatan Lain kontrak merupakan
bagian dari perjanjian
dan perjanjian
merupakan bagian
dari perikatan

Kontrak Lisan
A. PERJANJIAN SEBAGAI SALAH
SATU SUMBER PERIKATAN
 Menurut pasal 1233 KUH Perdata, tiap-tiap perikatan dilahirkan
dari :
 Perjanjian
 Undang-undang

1. Perjanjian
Pasal 1313 KUH Perdata menyatakan bahwa suatu perjanjian adalah
suatu perbuatan manakala satu orang atau lebih mengikatkan
dirinya terhadap satu orang atau lebih
o Jika melihat pengertian dari perjanjian maka unsur-unsur pembentuk
perjanjian adalah
1. Perbuatan Hukum
2. Kesepakatan/ Konsensus
3. Obyek Perjanjian
4. Para Pihak
5. Akibat Hukum
2. Undang-undang
berdasarkan pasal KUH Perdata, Perikatan yang
lahir karena undang-undang, timbul dari
undang-undang sebagai undang-undang semata
atau dari undang-undang sebagai akibat
perbuatan manusia
1. Karena Undang-undang semata
Dapat dijumpai dalam hukum keluarga yaitu
mengenai hubungan orang tua dan anak, dan hukum
pearangan tetangga yang hidup berdampingan
2. Karena perbuatan manusia
perbuatan manusia menurut Pasal 1353KUH Perdata
dapat diperinci lagi menjadi perikatan yang timbul
dari perbuatan melawan hukum (Rechtmatig daad)
dan perikatan yang timbul dari perbuatan mealwan
hukum (Unrechtmatig daad)
 Perbuatan menurut hukum (Rechtmatig daad)
diatur dalam pasal 1354 KUH Perdata yang
disebut dengan nama Zaakwaarneming. Adalah
perbuatan yang memenuhi unsur-unsur :
1. suatu perbuatan hukum pengurusan Kepentingan
pihak atau orang lain
2. Dilakukan secara sukarela
3. Dilkukan tanpa adanya perintah
4. Dilakukan dengan atau tanpa sepengetahuan dari
orang yang kepentingannya din urus
5. Pihak yang melakukan pengurusan (gestor) dengan
dilakukannya pengurusan, berkewajiban untuk
menyelesaikan pengurusan tersebut hingga selesai
atau hingga pihak yang kepentingannya tersebut
(dominus) dapat mengerjakan kepentingannya
sendiri
HAK DAN KEWAJIBAN GESTOR
Hak
1. Penggantian atas segala biaya dan ganti
rugi kerugian yang telah dikeluarkan
gestor, sebagai akibat pengurusan
kepentingan dominus. (1358, 1357 BW)
2. Menahan segala apa kepunyaan dominus
yang berada ditangannya, sekian lamanya
hingga kepadanya telah dibayar lunas
segala biaya ganti rugi yang dikeluarkan.
(1354 (2) jo 1812 BW)

Shibu lijack
KEWAJIBAN GESTOR
1. Menyelesaikan pengurusan kepentingan dominus yang
telah mulai dilaksanakan atau dikerjakan olehnya.
2. Dalam hal gestor meninggal, maka kepentingannya
harus diselesaikan oleh ahli waris (833 BW)
3. Melakukan pengurusan kepentingan dominus
sebagaimana layaknya bapak rumah tangga yang baik
(P.1356 (1)
4. Memberikan laporan pertanggung jawaban tentang
apa dilakukannya atau diperbuat olehnya sampai
selesai.
5. Memberikan penggantian kerugian, biaya dan bunga
kepada dominus sebagai akibat kesalahan maupun
kelalaian.

Shibu lijack
HAK DOMINUS
1. Menuntut agar gestor melakukan pengurusan
kepentingan dominus sebagaimana layaknya seorang
bapak rumah tangga yang baik (1356 ayat (1) BW.
2. Meminta agar gestor menyampaikan laporan pertanggung
jawabannya tentang apa yang telah dilakukan olehnya.
3. Meminta agar gestor memberikan perhitungan kepada
dominus ttg segala apa yang telah diterimanya kepada
dominus.
4. Menuntut gestor atas setiap kerugian, biaya dan bunga
yang diderita oleh dominus akibat kesalahan, maupun
kelalaian gestor.
5. Menuntut gestor untuk bertanggung jawab atas setiap
perikatan yang dibuat oleh gestor untuk kepentingan
dominus yang telah dibuatnya secara tidak baik.

Shibu lijack
KEWAJIBAN DOMINUS
1. Memberikan penggantian atas seluruh biaya
yang telah dikeluarkan oleh gestor (p.
1357)
2. Memberikan ganti kerugian atas setiap
perikatan yang telah dibuat gestor.
3. Memenuhi seluruh perikatan yang telah
dibuat oleh gestor dalam rangka
pengurusan kepentingan dominus.
(1357BW)

Shibu lijack
ZAAKWAARNEMING BERAKHIR

1. Diselesaikan kepentingan dominus yang


telah dilaksanakan oleh gestor
2. Diserahkan pekerjaan pengurusan
kepentingan dominus yang telah
dilaksanakan.

Shibu lijack
 Perbuatan melawan hukum (onrechtmatig
daad) diatur dalam pasal 1365 KUH Perdata
yang berbunyi “tiap perbuatan yang
melanggar hukum dan membawa kerugian
kepada orang lain, mewajibkan orang yang
menimbulkan kerugian itu karena
kesalahannya untuk mengganti kerugian
tersebut
 Unsur dari perbuatan melawan hukum
1. Perbuatan tersebut haruslah perbuatan yang
melanggar hukum
2. Perbuatan ersebut membawa kerugian
terhadap orang lain
3. Adanya unsur kesalahan dalam perbuatan yang
merugikan tersebut.
3. Putusan Pengadilan
putusan pengadilan sebagai sumber hukum
perikatan tidak diatur secara khusus dalam
KUH Perdata, namun putusan Pengadilan
mempunyai kedudukan dan peranan yang
sangat penting di dalam hukum perikatan
karena keputusan pengadilan dapat
melengkapi kelemahan-kelemahan dan
stagnasi (hambatan) dalam penegakkan
hukum .
Putusan hakim dapat digunakan sebagai
yurisprudensi jika sudah mempunyai
kekuatan hukum tetap (Inkracht) dan telah
di putus pada tingkat Kasasi oleh Mahkamah
Agung
 Jika dilihat pengertian diatas maka dapat
dikatakan bahwa yurisprudensi merupakan
sumber hukum yang sangat penting sebab
mempunyai fungsi sebagai berikut :
a. Mendampingi berbagai peraturan perundang-
undangan dalam penerapan hukum dalam
upaya mewujudkan standar pengaturan hukum
b. Tanpa Yurisprudensi, fungsi, dan kewenangan
peradilan sebagai pelaksanaan kekuasaan
kehakiman bisa mengalami kemandulan dan
stagnasi (mandeg)
c. Yurisprudensi bertujuan agar Undang-undang
tetap aktual dan efektif
4. Hukum Adat
Hukum adat mempunyai ciri 3c yaitu
a. Commun atau komunal atau kekeluargaan
b. Contant atau tunai
c. Congkrete atau nyata/riil

Sumber perikatan hukm adat dapat dikelompokkan


menjadi 3 yaitu :
1. Hukum yang tidak tertulis
2. Hukum yang tertulis
3. Uraian-uraian hukum secara tertulis seperti
hasilpenelitian para pakar hukum
ARTI PENTING HUKUM PERJANJIAN DALAM
MASYARAKAT INDONESIA DAN INTERNASIONAL
 Hukum perjanjian nasional dalam kaitannya
hukum internasional

Pacta Sunt
servanda
SUBYEK DAN OBYEK PERJANJIAN

 Subyek perjanjian adalah pihak-pihak yang


terikat dengan diadakannya suatu perjanjian.
Pihak pihak dalam perjanjian diatur dalam
Pasal :
 1315 KUH Perdata
 1317 KUH Perdata
 1318 KUH Perdata
 KUH Perdata membedakan tiga golongan
untuk berlakunya perjanjian yaitu :
1. Perjanjian berlaku bagi para pihak yang
membuat perjanjian
2. Perjanjian berlaku bagi ahli waris dan mereka
yang mendapat hak
3. Perjanjian berlaku bagi para pihak
OBYEK PERJANJIAN
 Objek perjanjian, adalah suatu benda yang
sekarang ada dan/atau benda yang nanti akan ada
Syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi
objek perjanjian, antara lain:
1. Barang-barang yang dapat diperdagangkan (pasal
1332 KUHPerdata),
2. Suatu barang yang sedikitnya dapat ditentukan
jenisnya (pasal 1333 KUHPerdata) Tidak menjadi
halangan bahwa jumlahnya tidak tentu, asal saja
jumlah itu di kemudian hari dapat ditentukan atau
dihitung.
3. Barang-barang yang akan ada dikemudian hari
(pasal 1334 ayat 2 KUHPerdata).
PERJANJIAN BERNAMA (PERJANJIAN
NOMINAT/BENOEMDE CONTRACT

 Perjanjian khusus/perjanjian bernama yang


diatur dalam bab V sampai dengan bab XVIII
KUH Perdata sebagai berikut
1. Perjanjian jual beli
2. Perjanjian tukar menukar

Perbedaannya

TUKAR MENUKAR
JUAL BELI
UANG VS BARANG BARANG VS BARANG
3. Perjanjian sewa menyewa
4. Perjanjian untuk melakukan pekerjaan
5. Perjanjian persekutuan atau perseroan perdata
6. Perjanjian perkumpulan
7. Perjanjian hibah
8. Perjanjian penitipan barang
9. Perjanjian pinjam pakai
10. Perjanjian pinjam-meminjam (Pinjam pakai-
Habis)
11. Perjanjian pemberian kuasa
12. Perjanjian penanggungan hutang
13. Perjanjian perdamaian
14. Perjanjian bernama
SISTEM TERBUKA PADA BUKU III
KUH PERDATA
 KUH Perdata menganut sytem terbuka (Open
System) yang artinya memberi kemungkinan
untuk dilakukannya jenis-jenis perjanjian
 Sistem terbuka dalam KUH Perdata juga
mempunyai makna bahwa hukum perjanjian
indonesia menganut azas kebebasan
berkontrak berarti semua orang berhak untuk
1. Membuat perjanjian atau tidak membuat
perjanjian
2. Mengikatkan diri dengan siapa saja
3. Menentukan bentuk perjanjian
4. Menentukan isis perjanjian
PERJANJIAN TAK BERNAMA
1. Franchise (Waralaba)
waralaba berarti hak untuk menjual produk
orang lain dengan kewajiban-kewajiban
tertentu
2. Perjanjian joint venture
Perjanjian ini merupakan perjanjian antara
dua perusahaan untuk membentuk satu
perusahaan baru, perusahaan baru inilah
yang disebut dengan Joint Venture

Anda mungkin juga menyukai