Anda di halaman 1dari 15

PENDAHULUAN

Reaksi metatesis ditemukan tahun 1950


olehYves Chauvin (Prancis), Robert H. Grubbs,
dan Richard Schrock (keduanyadari AS) yang
mendapatkan hadiah Nobel Kimia padatahun
2005. Dengan kegigihan 3 kimiawan ini, sebuah
reaksi kimia bernama reaksi metatesis, yang
sebenarnya sudah ditemukan sejak tahun 1950
namun mekanisme nya masih belum diketahui,
akhirnya terungkap jelas.
METATESIS OLEFIN
 Secara sederhana reaksi metatesis dapat dipahami sebagai
pertukaran ikatan antara dua spesies kimia berbeda yang sedang
bereaksi. Misalnya seperti ini: AX + BY ⟶ BX + AY. Reaksi
metatesis yang dijelaskan oleh 3 kimiawan di atas itu sendiri secara
khusus adalah untuk ikatan karbon ganda (olefin) sebagai berikut:
MEKANISME REAKSI
Mekanisme reaksi metatesis pada olefin dikenal juga sebagai
mekanisme Chauvin. Pada awal reaksi, metal carbene yang ditandai
dengan simbol [M] beserta ikatan karbon ganda dan dua hidrogen
bergabung dengan alkena membentuk cincin beranggotakan empat
atom (3 karbon, 1 logam M) yang masing-masing memiliki ikatan
tunggal. Ikatan itu kemudian putus menjadi alkena dan karben
logam yang baru. Perhatikan gambar berikut ini, letak R1
berpindah.
Mekanisme Chauvin ini
dapat dianalogikan sebagai
mekanisme pertukaran
pasangan elektron. Awalnya
ada pasangan alkena dan
ada pasangan katalis.
Mereka berempat
bergabung, untuk sementara
saling berikatan bersama,
lalu saling berpisah,
masing-masing berikatan
dengan pasangan molekul
yang baru.
Analogi Pertukaran Pasangan Reaksi
Metathesis
MACAM-MACAM REAKSI METATESIS
OLEFIN
1. Ring Closing Methathesis
Metatesis ring-closing, atau RCM, adalah variasi metatesis olefin
yang banyak digunakan dalam kimia organik untuk sintesis berbagai
cincin tak jenuh melalui metatesis intra molekul dari dua alkil
terminal, yang membentuk siklo alkena sebagai E atau Z isomer dan
etilena volatil.
2.POLIMERISASI METATESIS PEMBUKA CINCIN
(ROMP)
Reaksi ROMP mengkatalisis pembentukan kompleks logam-karbena.Inisiasi
spesies karbohidrat terjadi melalui berbagai jalur,interaksi pelarut, interaksi
substituen, dan ko-katalis semua dapat berkontribusi pada produksi spesies
katalitik reaktif. Kekuatan pendorong reaksi adalah menghilangkan
ketegangan cincin. Setelah terbentuknya spesies logam-karbena, karbena
tersebut menyerang ikatan rangkap dalam struktur cincin yang membentuk
medium metal acyclobutane yang sangat tegang. Cincin itu kemudian
membuka pemberian awal polimer,rantai linier berikatan ganda dengan
logam dengan ikatan rangkap terminal juga. Karbena baru bereaksi dengan
ikatan rangkap pada monomer berikutnya, sehingga menyebarkan reaksi.
3. METESIS ASIKLIK DIENA ATAU'ADMET'
Jenis metameter olefin khusus yang digunakan untuk mempolimerisasi
terminal diena menjadi poliena

Ikatan rangkap baru yang terbentuk bisa dalam konfigurasi cis atau trans,
rasio pastinya bergantung pada struktur monomer dan katalis. ADMET
didorong oleh pelepasan gas etilena yang mudah menguap (polimerisasi
metatesis pembuka cincin didorong oleh pelepasan ketegangan cincin).
Konsep ADMET telah dibahas dalam literatur ilmiah sejak tahun 1970an,
polimerisasi ADMET yang berhasil pertama kali dilaporkan pada tahun
1991.Dalam laporan ini, 1,5-heksadiena dan 1,9-dekadiena dipolimerisasi
menjadi 1,4-polibutadiena dan poli (oktenilen).
4.ETHENOLYSIS

 Ethenolysis adalah proses kimia dimana olefin dalam


terdegradasi menggunakan etilen sebagai reagen. Reaksi
tersebut merupakan contoh metatesis silang. Kegunaan reaksi
didorong oleh rendah nya nilaai etilen sebagai pereaksi dan
selektivitas yang dapat membentuk senyawa yang mengandung
gugus fungsional alkena terminal (a-olefin).
Persamaan reaksi umum adalah:

A=B + CH2=CH2 → A=CH2 + B=CH2


5. CROSSING METATHESIS
Reaksi Crossing metatesis biasanya menghasilkan ikatan rangkap trans,
namun selektivitasnya bergantung pada pasangan reaksi dan katalis
metatesis. Reaksi crossing metatesis antara dua olefin berbeda dengan
reaktivitas yang serupa dapat menghasilkan distribusi kesetimbangan
produk metatesis. Pada contoh di bawah ini, di mana perbandingan ekivalen
olefin-R1 dan olefin-R2 yang metathesized untuk menghasilkan distribusi
kesetimbangan dari 6 produk metatesis, 25% masing-masing homodimers
R1-R1 dan R2-R2 dan 50% dari produk silang R1-R2 , dan masing-
masingmemiliki isomer cis dan trans.
APLIKASI METATEIS OLEFIN DALAM INDUSTRI

 Triolefin Phillips dan Proses Konversi Olefin.


Proses ini menginterkoneksikan propilena dengan etilen dan 2-butena.
Digunakan Katalis renium dan molibdenum .
 Proses olefin tinggi Shell (SHOP) menghasilkan (alfa-olefin) untuk
konversi menjadi deterjen. Proses mendaur ulang fraksi olefin tertentu
menggunakan metatesis.
 Produksi neoheksin, yang melibatkan etenolisis dimer isobutena. Katalis
tersebut berasal dari tungsten trioxide yang didukung pada SiO2 dan MgO
 1,5-Hexadiena dan 1,9-dekadien, agen pengikat silang yang berguna dan
intermediet sintetis, diproduksi secara komersial dengan etenolisis 1,5 siklo
oktadiena dan siklooktena. Katalisnya berasal dari Re2O7 pada alumina.
PERTANYAAN

 Tuliskan reaksi ring open metathesis dan


jelaskan perbedaannya degan ring closing
metathesis
 Jawab

Ring open metathesis


RING CLOSING DAN RING OPENNYA DICERITAKAN BAHWA
YANG MENGALAMI SEKASI SECARA NOMO MIMER. UNTUK
RING PSOLOCAL AKEH SING MENGKUTI DELEGASI. UNTUK
RNG OPEN DIMULAI DENGAN REAKSI SIKLORESERVATION
SEDANGKAN YANG RING CLOSING DIMULAI DARI SIKLO
ADISI (PEMBUKAAN CINCIN)
MAKSUD DARI ANGKA-2ANGKA RASIONNYA
ADALAH, ANTARA PRODUK DDAN REAGEN
DDITUNJUKKAN MEMILIKI PERBANDINGAN
SAMA