Anda di halaman 1dari 22

ANALISIS PENGARUH WORK TO FAMILY

CONFLICT, BURNOUT DAN STRES KERJA TERHADAP


KINERJA KARYAWAN PADA
PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) DIVRE I SUMATERA
UTARA

DIKKI APRIANTA GINTING S


1415310041
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
KONSENTRASI MANAJEMEN SDM
FAKULTAS SOSIAL SAINS
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN PANCA BUDI MEDAN
2018
BAB I PENDAHULUAN
Sumber daya manusia adalah faktor yang menentukan keberhasilan suatu
LATAR perusahaan dan menentukan nasib perusahaan kedepannya untuk
BELAKANG mengembangkan usaha dan mampu bersaing secara global. Sehingga
MASALAH diharapkan setiap karyawan memiliki komitmen yang kuat untuk
memberikan kinerja terbaik bagi organisasi ataupun perusahaan
tempatnya bekerja. Oleh karena itu perusahaan perlu memperhatikan
kinerja karyawan sebagai faktor penting yang menentukan keberhasilan
perusahaan.
Konflik antara pekerja dan keluarga dapat terjadi baik pada wanita
maupun pria. Work-to-family conflict suatu keadaan yang terjadi ketika
pekerjaan seseorang mempengaruhi atau mengganggu kehidupan
keluarganya.
Burnout didefinisikan sebagai suatu kondisi psikologis negatif yang
berkembang selama jangka waktu yang panjang terhadap individu.
Burnout dianggap penting karena berkaitan dengan kesehatan fisik dan
mental. Burnout dapat mempengaruhi hampir setiap orang dalam
berbagai pekerjaan, termasuk pekerjaan yang berkaitan dengan
pelayanan.
Stres dapat diartikan sebagai sesuatu yang membuat kita mengalami
tekanan mental atau beban kehidupan, suatu kekuatan yang mendesak
atau mencekam, mengganggu keseimbangan karena masalah atau
tuntutan penyesuaian diri.
Identifikasi Masalah
IDENTIFIKASI a. Tingkat kelebihan jam kerja karyawan dari tahun 2014 sampai 2016 tertinggi
DAN BATASAN berada pada posisi Kelebihan Jam Kerja 2 jam yaitu tahun 2014 dan 2016,
masing-masing sebesar 19% artinya karyawan pulang pukul 18.00 Wib.
MASALAH Tingginya kelebihan jam kerja karyawan akan berdampak pada semakin
berkurangnya waktu kebersamaan untuk keluarga dan berpengaruh
timbulnya work-to-family conflict.
b. Terjadinya Kejenuhan kerja yang dirasakan karyawan dalam melakukan
pekerjaan menyebabkan kewalahan dalam bekerja dan akhirnya
menyebabkan kelitihan emosional sehingga mulai kehilangan minat terhadap
pekerjaan dan dapat berpengaruh terhadap kualitas kerja dan kualitas hidup.
c. Terdapat tahun 2014 sampai 2016, beban kerja utama per orang yaitu 2 tugas.
Namun lain halnya dengan tugas-tugas tambahan (di luar tugas utama) yang
mengalami kenaikan setiap tahunnya. Namun waktu penyelesaian tugas
utama tidak terdapat penambahan waktu. Mereka menginginkan adanya
penambahan waktu di luar dari tugas utama tersebut. Dengan singkatnya
waktu untuk menyelesaikan tugasnya, maka karyawan semakin stress.

Batasan Masalah
Adapun batasan masalah dalam penelitian ini hanya membahas analisis Pengaruh
Work To Family Conflict, Burnout dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan
Pada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I Sumatera Utara.
Apakah Work To Family Conflict, Burnout
RUMUSAN dan Stres Kerja secara parsial dan simultan
MASALAH berpengaruh signitifikan terhadap kinerja
karyawan pada PT. Kereta Api Indonesia
(Persero) Divre 1 Sumatera Utara?

1. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian saya ini adalah:
Untuk mengetahui jawaban dari rumusan
TUJUAN masalah yang baru saja saya sampaikan.
DAN
MANFAAT 2. Manfaat Penelitian
PENELITIAN
BAGI PENULIS YAITU SAYA SENDIRI

BAGI PERUSAHAAN

BAGI PENELITI SELANJUTNYA


Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian
Astianto (2014), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
Indonesia (STIESIA) Surabaya, yang berjudul:
KEASLIAN pengaruh stres kerja dan beban kerja terhadap kinerja
PENELITIAN karyawan PDAM Surabaya.

Penelitian Penelitian
Astianto Dikki

Variabel 2 Variabel 3 Variabel


Penelitian Bebas (X) Bebas (X)
PERBEDAAN
PENELITIAN
Jumlah 89 Responden 73 Responden
Observasi/Sampel (n)

Waktu Tahun Tahun


Penelitian 2014 2018

Lokasi PDAM Surabaya PT. Kereta Api


Penelitian Indonesia (Persero)
Divre 1 Sumatera
Utara
A. LANDASAN TEORI

BAB II
TINJAUAN 1. Work To Family Conflict
PUSTAKA Menurut Amelia, work to family conflict adalah: Suatu keadaan yang
terjadi ketika pekerjaan seseorang mengganggu atau mempengaruhi
kehidupan keluarganya.
2. Burnout
Menurut Maslach, burnout adalah: Syndrom kelelahan emosional.
3. Stres Kerja
Menurut Mangkunegara, stress kerja adalah: Perasaan tertekan yang
dialami karyawan dalam menghadapi pekerjaan.
4. Kinerja
Menurut Siagian, kinerja adalah Kemampuan pegawai dalam melakukan
sesuatu dengan keahlian tertentu.

B. PENELITIAN TERDAHULU

Penelitian Astianto (2014), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya,
yang berjudul: pengaruh stres kerja dan beban kerja terhadap kinerja karyawan PDAM
Surabaya.
KERANGKA
KONSEP

Work To Family
Conflict (X1)

Burnout (X2) Kinerja Karyawan (Y)

Stres Kerja (X3)

Hipotesis :
work to family conflict, burnout dan stres kerja
secara parsial dan simultan berpengaruh terhadap
kinerja karyawan pada PT. Kereta Api Indonesia
(Persero) Divre 1 Sumatera Utara.
BAB III PENDEKATAN
ASOSIATIF
METODE PENELITIAN
PENELITIA
N

LOKASI
PENELITIAN PT. Kereta Api Indonesia
(Persero) Divre 1
Sumatera Utara Bagian
Jalan Rel

WAKTU
PENELITIAN
4 BULAN
DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL

Variabel Indikator Skala


Work to Family 1. Konflik karena waktu.
Conflict 2. Konflik karena ketegangan. Skala likert
(X1) 3. Konflik karena perilaku
Burnout 1. Kelelahan emosional
(X2) 2. Depersonalisasi Skala likert
3. Penurunan pencapaian pribadi
Stres Kerja 1. Gejala fisik . fisiologis
(X3) 2. Gejala psikis / psikologis Skala likert
3. Gejala perilaku
Kinerja 1. Bekerja sesuai dengan standar perusahaan.
(Y) 2. Mampu mengerjakan semua tugas yang diberikan.
3. Hasil kerja akurat.
4. Pencapaian mutu hasil kerja dibandingkan dengan
Skala likert
standard yang ditetapkan.
5. Ketelitian dalam menyelesaikan pekerjaan.
6. Bekerja dengan cepat dan tepat.
7. Segera melaksanakan pekerjaan yang diberikan
SAMPEL 73
RESPONDEN /
276 kARYAWAN KARYAWAN
POPULASI PEGAWAI PT. Kereta
Api Indonesia (Persero)
Divre 1 Sumatera Utara
bagian Jalan Rel
SUMBER KARYAWAN
DATA PT. Kereta Api
Indonesia (Persero)
Divre 1 Sumatera Utara
JENIS
DATA
DATA bagian Jalan Rel

PRIMER
TEKNIK
PENGUMPULAN
OBSERVASI,
DATA ANGKET,
WAWANCAR A
F. TEKNIK ANALISA DATA
1. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur
valid atau tidaknya suatu butir
kuesioner/angket.
2. Uji Reliabilitas
Untuk mengukur suatu kuesioner /angket

UJI dikatakan reliabel atau handal jika


jawaban seseorang dalam kuesioner
konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.
KUALITAS
DATA
1. Uji Normalitas
Uji normalitas adalah pengujian asumsi
residual yang berdistribusi normal.
2. Uji Multikolinieritas
UJI Uji multikolinieritas adalah pengujian
untuk mengetahui ada atau tidaknya

Asumsi
korelasi yang signifikan antara
variabel-variabel bebas dalam suatu
model regresi linier berganda.

Klasik 3. Uji Heteroskedastisitas


Uji heteroskedastisitas adalah
pengujian asumsi residual dengan
varians tidak konstan.
Regresi Linier Berganda
Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + e

PENGUJIAN HIPOTESIS
1. Uji Simultan (Uji F)
Untuk melihat pengaruh variabel Independent secara
Simultan/Serempak/bersama-sama terhadap variabel dependent.
Fhitung > Ftabel dan Sig < 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak.
Fhitung < Ftabel dan Sig > 0,05, maka Ha ditolak dan H0 diterima.
2. Uji Parsial (Uji t)
Untuk melihat pengaruh variabel independent secara
parsial/sendiri-sendiri terhadap variabel dependent.
thitung > ttabel dan Sig < 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak
thitung < ttabel dan Sig > 0,05, maka Ha ditolak dan H0 diterima
3. Uji Determinasi
Untuk melihat seberapa besar variabel independent memberikan
infomasi dan variasi terhadap variabel dependent.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

UJI VALIDITAS
Corrected Item-Total Correlation
Hasil Validitas > 0,30
Work To Family Burnout (X2) Stres Kerja (X3) Kinerja
Conflict (X1) Karyawan (Y)
X2.1 = 0,454 X2.1 = 0,490 X2.1 = 0,350 Y.1 = 0,659
X2.2 = 0,325 X2.2 = 0,497 X2.2 = 0,584 Y.2 = 0,531
X2.3 = 0,352 X2.3 = 0,501 X2.3 = 0,431 Y.3 = 0,421
X2.4 = 0,452 X2.4 = 0,534 X2.4 = 0,368 Y.4 = 0,575
X2.5 = 0,524 X2.5 = 0,520 X2.5 = 0,591 Y.5 = 0,651
X2.6 = 0,376 X2.6 = 0,391 X2.6 = 0,355 Y.6 = 0,320
X2.7 = 0,324 X2.7 = 0,483 X2.7 = 0,518 Y.7 = 0,445
X2.8 = 0,317 X2.8 = 0,472 X2.8= 0,591
X2.9 = 0,413 X2.9 = 0,521 X2.9 = 0,670
UJI RELIABILITAS
Cronbach’s Alpha
Hasil Reliabilitas > 0,60

Work To Burnout Stres Kerja Kinerja


Family (X2) (X3) Karyawan
Conflict (X1) (Y)
0,711 0,794 0,805 0,783
UJI ASUMSI KLASIK
UJI NORMALITAS

Gambar 1 : Garis berbentuk lonceng dan titik 0 berada di tengah.


Gambar 2 : Pola-pola berada disekitar garis diagonal
UJI ASUMSI KLASIK
UJI MULTIKOLINEARITAS

VIF
Variabel Tolerance
(Variance Inflation Factor)
Work To Family
0,934 1,071
Conflict(X1)
Burnout
0,460 2,172
(X2)
Stres Kerja
0,468 2,137
(X3)
Persyaratan Diatas 0,1 Dibawah 10
Terbebas dari multikolinearitas,
karena nilai tolerance diatas 0,1 dan nilai VIF dibawah 10
UJI ASUMSI KLASIK
UJI HETEROSKEDASTISITAS

Tidak terjadi heteroskedastisitas,


karena pola-pola menyebar disekitar 0
REGRESI LINIER BERGANDA
Y = 39,529 – 0,163 X1 – 0,015 X2 – 0,343 X3 + e

Work To Family thitung = -2,158 dan Sig 0,034


Conflict (X1)

Burnout (X2) Kinerja Karyawan (Y)

thitung = -0,145 dan Sig 0,885

Stres Kerja (X3) thitung = -2,784 dan Sig 0,007

Fhitung = 7,886 dan Sig 0,000

I : Fhitung 7,886 > Ftabel 2,74 dan Sig 0,000 < 0,05

II : (X1) thitung -2,158 > ttabel 1,667, Sig 0,034 < 0,05
(X2) thitung -0,885 > ttabel 1,667,Sig 0,885 < 0,05
(X3) thitung -2,784 > ttabel 1,667,Sig 0,007 < 0,05

Determinasi = 22,3%
BAB V
KESIMPULAN Kesimpulan :
SARAN
1. Work to family conflict secara parsial berpengaruh signifikan
terhadap kinerja karyawan pada PT. Kereta Api Indonesia
(Persero) Divre 1 Sumatera Utara.
2. Burnout secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap
kinerja karyawan pada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divre 1
Sumatera Utara.
3. Stres kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja
karyawan pada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Divre 1
Sumatera Utara.
4. Work to family conflict, burnout dan stres kerja secara simultan
berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Kereta
Api Indonesia (Persero) Divre 1 Sumatera Utara.
Saran :

BAB V 1. Perusahaan perlu memperhatikan tingginya kelebihan jam kerja karyawan


KESIMPULAN akibatnya karyawan sering pulang lama dari kantor sehingga karyawan kurang
waktu bersama keluarga, menggunakan pendekatan khusus oleh masing-masing
SARAN
manajer lini dengan memberikan ruang kepada karyawan khususnya karyawan
yang bekerja dilapangan agar lebih memperhatikan kualitas dan waktu pekerjaan
supaya menghindari lembur. Di samping itu, karyawan juga harus mendekatkan
diri dengan keluarganya agar diberi dukungan dan semangat sehingga waktu
antara pekerjaan dan keluarga dapat terbagi dengan baik.
2. Perusahaan perlu mengadakan kegiatan hiburan seperti kegiatan jalan-jalan
bersama, family gathering atau outbond bersama keluarga untuk meningkatkan
budaya kerja ke arah yang lebih positif, sehingga tingkat kejenuhan stres kerja
dapat berkurang.
3. Kejenuhan pada karyawan dapat diatasi dengan kedekatan antara atasan
dengan karyawan, sehingga karyawan mengetahui bagaimana atasan menilai
kinerja bawahannya. Kemampuan karyawan juga perlu ditingkatkan melalui
pelatihan agar tugas yang diberikan walaupun dengan tenaga kerja seadanya
dapat terlaksana dengan baik.
4. Perusahaan perlu melakukan analisis standar beban kerja seperti menentukan
berapa jumlah karyawan yang dibutuhkan untuk merampungkan suatu pekerjaan
dan berapa jumlah beban kerja yang dapat dilimpahkan kepada seorang
karyawan sehingga karyawan tidak mengalami stres yang berdampak terhadap
kinerja karyawan menjadi menurun.