Anda di halaman 1dari 12

PENATALAKSANAAN

Manajemen ALARMER
Ask for help (Minta bantuan)
Lift/hyperflex Legs
Anterior shoulder disimpaction (disimpaksi bahu depan)
Rotation of the posterior shoulder (Pemutaran bahu belakang)
Manual removal posterior arm (mengeluarkan bahu belakang secara
manual/ Manuver Jacquemier)
Episiotomi
Roll over onto all fours (knee-chest position/ Manuver Gaskin)
PENATALAKSANAAN

Hindari 4P
a.Panic (Panik)
b.Pulling (Menarik)
c.Pushing (Mendorong)
d.Pivot

Jika distosia bahu tetap belum


teratasi maka dapat dilakukan:
■1.Manuver Zavanelli
■2.Kleidotomi
■3.Simfisiotomi
The American College of Obstetricians and Gynecologists (1991)
1. Panggil bantuan—mobilisasi asisten, anestesiolog, dan dokter anak. Pada
saat ini dilakukan upaya untuk melakukan traksi ringan. Kosongkan kandung
kemih bila penuh.
2. Lakukan episiotomi luas (mediolateral atau episioproktotomi) untuk
memperluas ruangan di posterior.
3. Penekanan suprapubik digunakan pada saat awal oleh banyak dokter
karena alasan kemudahannya. Hanya dibutuhkan satu asisten untuk
melakukan penekanan suprapubik sementara traksi ke bawah dilakukan pada
kepala janin.
4. Manuver McRoberts memerlukan dua asisten. Tiap asisten memegangi satu
tungkai dan memfleksikannya paha ibu tajam ke arah abdomen. Manuver-
manuver ini biasanya dapat mengatasi sebagian besar kasus distosia bahu.
Namun, bila manuver ini gagal, langkah-langkah berikut dapat dicoba:
5. Manuver corkscrew Woods
6. Pelahiran lengan belakang dapat dicoba, tapi bila lengan belakang dalam
posisi ekstensi sempurna, hal ini biasanya sulit dilakukan.
7. Teknik-teknik lain sebaiknya hanya dilakukan pada kasus-kasus ketika
manuver lain telah gagal. Yang termasuk dalam teknik ini adalah
frakturklavikula atau humerus depan dengan sengaja dan manuver Zavanelli.
The American College of Obstetricians and Gynecologists (2000) meninjau
penelitian-penelitian yang diklasifikasikan menurut metode evidence-based
yang dikeluarkan oleh the United States Preventive Services Task Force.
Hasilnya menyimpulkan bahwa sebagian besar bukti-bukti terbaru sejalan
dengan pandangan bahwa:
1. Sebagian besar kasus distosia bahu tidak dapat diramalkan atau dicegah
karena tidak ada metode yang akurat untuk mengidentifikasi janin mana yang
akan mengalami komplikasi ini.
2. Pengukuran ultrasonik untuk memperkirakan makrosomia memiliki
akurasi yang terbatas.
3. Seksio sesarea elektif yang didasarkan atas kecurigaan adanya
makrosomia bukan merupakan strategi yang beralasan.
4. Seksio sesarea elektif dapat dibenarkan pada wanita non-diabetik
dengan perkiraan berat lahir janin lebih dari 5000 g atau wanita diabetik yang
berat lahir janinnya diperkirakan akan melebihi 4500 gram.
PEMBAHASAN
Manuver McRoberts dan tekanan suprapubik terbukti menekan
kejadian tingkat cedera neonatal dan dapat mengurangi kejadian
fraktur klavikula serta elongasi pada plexus brachialis.
Pada manuver McRoberts,pemutaran panggul, simphisis pubis
diperkirakan dapat naik kira-kira sekitar 1 cm. Posisi tersebut
dinilai efektif secara geometrik untuk dilewati janin dengan
diameter bisacromial dengan rata-rata 12 cm sehingga dapat
melewati pelvis.
Namun, pada penelitian yang sama juga menunjukkan bahwa
manuver McRoberts hanya terbatas pada lebar bisacromial hingga
12 cm.
Terdapat peningkatan risiko kegagalan manuver McRoberts dan
penekanan suprapubik sebanyak 85 % atau sekitar 4 kali lebih
berisiko pada pasien dengan persalinan menggunakan instrumen
dibandingkan dengan wanita pada persalinan spontan normal(Lok,
2016).
TERIMA KASIH
Daftar Pustaka

1. Allen, Robert H & Edith D Gurewitsch 2010. Shoulder dystocia.


http://emedicine.medscape.com/article/1602970-overview
2. Cluver CA & GJ Hofmeyr 2009. Shoulder dystocia: An update and reviewof new techniques. SAJOG volume 15 No. 3.
3. Gary Cuningham et al.2005. Distosia Bahu. Dalam: Obstetri William Edisi 21. Jakarta: EGC.Hal 505-10
4. Iwan Kurnia, 2006. Distosia Bahu. Jakarta: FKUI
5. Lerner, Henry 2004. Shoulder dystocia fact, evidence, and conclusions.
http://www.shoulderdystociainfo.com/shoulder_dystocia.htm
6. Leslee Geats. Management of Shoulder Dystocia: State of Science. Swedish Medical Center.
7. Mir, Shylla & Abida Ahmad 2010. Review article : Shoulder dystocia. JK Science volume 12 No.4
8. Poggi SH, Allen RH, Patel CR, Ghidini A, Pezzullo JC, Spong CY 2004. Randomized trial of McRoberts versus
lithotomy positioning to decrease the force that is applied to the fetus during delivery. Am J Obstet
Gynecol. Sep 2004;191(3):874-8.
9. Prawirohardjo, S. 2010. Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo. Jakarta : PT. Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo.
10. Rhamdan Gautama, 2011. Distosia Bahu. FK Universitas Mulawarman.
11. Robert H Allen et al. 2010. Shoulder Dystocia.
http://emedicine.medscape.com/article/1602970-overview#a15
12. Royal College of Obstetricians and Gynaecologists 2005. Shoulder dystocia. Guideline no. 42
13. Smeltzer, JS 2000. Shoulder dystocia, dalam Clinical maternal-fetal medicine. New York : Parthenon Publishing
92-183.