Anda di halaman 1dari 29

VALIDITAS INSTRUMEN

Ratih Perwita Sari


Nining Puji Astuti
Khanifah
Metty oktari Andini
VALIDITAS
Validitas merupakan proses mengumpulkan bukti untuk mendukung interpretasi
fakta dari suatu nilai tes (Ary dkk, 2006). Sedangkan menurut Sugiyono (2010)
validitas adalah pengujian atas instrumen penelitian yang menyatakan bahwa
intrumen tersebut memang benar-benar dapat digunakan untuk mengukur apa
yang seharusnya diukur.

Validitas Instrumen
VALIDITAS KONSTRUK VALIDITAS ISI VALIDITAS KRITERIA
Validitas Konstruk
Validitas Konstruk

• Validitas konstruk adalah validitas yang berkaitan


dengan kesanggupan alat ukur dalam mengukur
pengertian suatu konsep yang diukurnya.

• Digunakan untuk instrumen-instrumen yang


bertujuan mengukur variabel-variabel konsep,
seperti untuk mengukur sikap, minat, konsep diri,
gaya kepemimpinan, motivasi, mengukur bakat,
intelegensi, dan lain-lain.
• Untuk menentukan validitas konstruk suatu
instrumen harus dilakukan proses penelaahan
teoritis dari suatu konsep dari variabel yang
hendak diukur

• Cara melakukan validitas konstruk yaitu dapat


digunakan pendapat dari ahli (judgment
experts). Instrumen dikonstruksi, selanjutnya
dikonsultasikan dengan ahli.
Pengaruh Supervisi Klinis Oleh Kepala
Sekolah Terhadap Kinerja Mengajar Guru di
SMP Al Ma’soem Jatinangor
Yangesti Insani Kusumah, 2012
Langkah-langkah melakukan uji validitas
konstruk
• Menghitung harga korelasi setiap butir dengan
menggunakan Rumus Product Moment

Keterangan:
N : jumlah reponden
X : skor setiap item
(ΣX)2 : kuadrat jumlah skor item
ΣX2 : jumlah kuadrat skor item
ΣY2 : jumlah kuadrat skor item
(ΣY)2 : kuadrat jumlah skor total
rxy : koefisien korelasi variabel x dan y
• Mengitung Uji-t dengan rumus:
HASIL
Validitas Isi (Content Validity)
Validitas Isi (Content Validity)

• Untuk instrumen yang berbentuk tes,


pengujian validitas isi dapat dilakukan dengan
membandingkan antara isi instrumen dengan
materi yaag telah diajarkan
• Secara teknisi validitas konstrak dan validasi isi
dapat dibantu dengan kisi-kisi instrument atau
matrix pengembangan instrument
• Pada setiap instrumen baik test maupun non
test terdapat butir-butir pertanyaan.
• Untuk menguji validitas butir-butir instrumen
lebih lanjut, diperlukan uji coba dan analisis
instrument.
Langkah-langkah untuk membuktikan
validitas isi
• Masukan yang diharapakan dari ahli berupa
kesesuaian komponen instrumen dengan
indikator
• Berdasarkan masukan ahli tersebut, kisi-kisi
dan atau instrumen kemudian diperbaiki.
• Menghitung indeks kesepakatan ahli (rater
agreement) dengan indeks Aiken V atau
indeks Gregory
Contoh validasi isi
Soal No. Skor Relevansi Butir dengan Indikator Ket.

1 2 3 4

Tidak Relevan Kurang Relevan Cukup Relevan Sangat Relevan

5
No. Butir Ahli 1 Ahli 2 Ahli 3

1 4 3 3

2 2 4 4

3 4 2 3

4 3 4 4

5 3 3 4
Indeks Validasi Aiken
• Indeks Aiken merupakan indeks kesepakatan para
ahli terhadap kesesuaian butir (atau sesuai
tidaknya butir) dengan indikator yang ingin diukur
menggunakan butir tersebut. Indeks V ini nilainya
berkisar diantara 0-1.
• Dari hasil perhitungan indeks V, suatu butir atau
perangkat dapat dikategorikan berdasarkan
indeknya. Jika indeksnya kurang atau sama
dengan 0,4 dikatakan validitasnya kurang, 0,4-0,8
dikatakan validitasnya sedang, dan jika lebih
besar dari 0,8 dikatakan sangat valid.
• Validitas Per Butir

• Validitas secara keseluruhan

• Ket:
• s = r - l0
• V = indeks kesepakatan ahli mengenai validitas butir
• r = skor kategori pilihan ahli
• l0 = skor terendah dalam kategori penskoran
• n = banyaknya ahli
• m = banyaknya butir
• c = banyaknya kategori yang dapat dipilih ahli
Tabel 3. Hasil menghitung indeks kesepakatan ahli mengenai validitas

No. Butir Ahli 1 Ahli 2 Ahli 3 S1 S2 S3 Σs V

1 4 3 3 3 2 2 7 0,78

2 2 4 4 1 3 3 7 0,78

3 4 2 3 3 1 2 6 0,67

4 3 4 4 2 3 3 8 0,88

5 3 3 4 2 2 3 7 0,78

11 11 13 35 0,78
Indeks Validasi Gregory
• Indeks ini juga berkisar diantara 0-1. Dengan
membuat tabel kontingensi pada dua ahli,
dengan kategori pertama tidak relevan dan
kurang relevan menjadi kategori relevansi lemah,
dan kategori kedua untuk yang cukup relevan dan
sangat relevan yang dibuat kategori baru
relevansi kuat. Indeks kesepakatan ahli untuk
validitas isi merupakan perbandingan banyaknya
butir dari kedua ahli dengan kategori relevansi
kuat dengan keseluruhan butir.
• Dari hasil penilaian para ahli pada tabel 3.,
kemudian skor tersebut dikategorikan ulang.
Kategori pertama: tidak relevan (skor 1) dan
kurang relevan (skor 2) diketagorikan ulang
mejadi kategori relevansi lemah, dan kategori
kedua: cukup relevan (skor 3) dan sangat
relevan (skor 4) dikategorikan ulang menjadi
kategori relevansi kuat.
No. Butir Ahli 1 Ahli 2 Ahli 3

1 Kuat Kuat Kuat

2 Lemah Kuat Kuat

3 Kuat Lemah Kuat

4 Kuat Kuat Kuat

5 Kuat Kuat Kuat


Ahli 1 Lemah Lemah Lemah Kuat Kuat Kuat Lemah Kuat

Ahli 2 Lemah Lemah Kuat Lemah Lemah Kuat Kuat Kuat

Ahli 3 Lemah Kuat Lemah Lemah Kuat Lemah Kuat Kuat

Total 0 0 0 0 1 0 1 3

Kategori A B C D E F G H
Validitas Kriteria
Validitas Kriteria
• Validitas berdasarkan kriteria merupakan cara
uji validitas dikatakan terpenuhi jika
pengukuran tersebut mampu membedakan
individu menurut suatu kriteria yang
diharapkan dapat diprediksi.
• Validitas kriteria dibuktikan dengan melihat
kebermanfaatan dari interpretasi skor hasil
pengukuran (usefulness).
• Validitas kriteria diketahui dengan
mengestimasi korelasi skor tes peserta dengan
skor kriteria.
Prosedur validasi berdasar kriteria
menghasilkan dua macam validitas:
1. Validitas Konkuren : Jika kriteria yang telah
ada saat skor penilaian diperoleh atau rentang
waktu perolehan kedua data tidak terlalu
lama.
2. Validitas Prediktif : Jika kriteria keberhasilan
ditunggu beberapa lama, misalnya kurun
waktu tertentu.
Langkah-langkah validitas kriteria:
1. Menyiapkan kriteria yang mengukur konstruk
yang bersesuaian.
2. Sampel diminta mengerjakan tes/instrumen yang
akan dibuktikan validitasnya juga tes yang
menjadi kriteria.
3. Menghitung koefisien korelasi antara skor
instrumen yang akan dibuktikan validitasnya
dengan instrumen kriteria dengan rumus:

Rxy=