Anda di halaman 1dari 60

Membentuk PPDP

3. Mengecek
Kelengkapan PPDP
dan PPS
4. Bimtek Pemutakhiran Data Pemilih

• PPS mengikuti bimtek pemutakhiran data pemilih dari KPU/KIP


Kabupaten/Kota melalui PPK
• PPS menyelenggarakan bimtek PPDP dengan berkoordinasi dengan PPK
dan KPU/KIP Kabupaten/Kota terkait pelaksanaan bimtek mulai dari
hari, tanggal, waktu, dan tempat/lokasi bimtek.
• PPS menyerahkan SK Pengangkatan PPDP kepada PPDP saat bimtek;
• Pembacaan Pakta Integritas PPDP saat bimtek;
• PPS melakukan bimtek pemutakhiran data dan penyusunan daftar
pemilih kepada PPDP;
• Dalam melakukan bimtek, PPS dapat menggunakan video bimtek PPDP,
namun jika tidak dapat ditayangkan, PPS dapat menggunakan bahan
materi bimtek yang telah disiapkan dalam format power point.
5. Kesiapan Aktivitas Coklit
a. Menyerahkan Alat Kerja PPDP kepada PPDP
b. PPS dibantu oleh PPDP menyusun rekapitulasi Daftar Pemilih Awal
Pemutakhiran per TPS
c. PPS melakukan koordinasi awal dengan Kepala Desa/Lurah, RT/RW
atau sebutan lain untuk sosialisasi pemutakhiran data dan penyusunan
daftar pemilih
d. Kegiatan sosialisasi dapat dilakukan melalui penyebaran surat
pemberitahuan, rapat koordinasi dengan pengurus desa/kelurahan dan
RT/RW, pengumuman di tempat umum misalnya tempat ibadah,
pertemuan warga dan sebagainya
e. Sosialisasi Gerakan Coklit Serentak kepada perangkat desa/kelurahan,
RT/RW atau sebutan lain, tokoh masyarakat, dan masyarakat luas pada
umumnya
f. PPS menyusun rencana kerja kegiatan Monitoring Kerja PPDP
g. Pengecekan kesiapan PPDP.
B. PELAKSANAAN
1. Gerakan Coklit Serentak
2. Koordinasi dengan PPDP 10 hari
sekali
3. Monitoring COKLIT
4. Laporan Monitoring Kerja PPDP
1. Gerakan Coklit Serentak
a. PPS mendampingi PPDP secara langsung dalam kegiatan Gerakan
Coklit Serentak yang dilaksanakan pada tanggal 20 Januari 2018
b. PPS memastikan PPDP memakai atribut coklit
c. PPS bersama PPDP menemui pengurus RT/RW atau sebutan lain untuk
menyampaikan Gerakan Coklit Serentak
d. PPS bersama PPDP melakukan coklit sekurang-kurangnya 5 (lima)
rumah
e. PPS memastikan PPDP melakukan coklit sesuai dengan Tata Cara Coklit
di buku kerja PPDP
f. PPS bersama PPDP memberikan formulir A.A.1-KWK kepada pemilih
yang sudah dicoklit
g. PPS memastikan PPDP menempelkan stiker A.A.2-KWK di rumah
pemilih yang sudah dicoklit
2. Koordinasi dengan PPDP
Meski yang melaksanakan tugas Coklit adalah PPDP, namun
demikian PPS memiliki tugas dan kewajiban untuk memastikan PPDP
bekerja dengan baik dan tepat waktu. Oleh sebab itu PPS perlu
melakukan koordinasi dengan PPDP pada setiap tahapan kerja PPDP.
Koordinasi dilakukan sebanyak 3 tahap yakni: 10 hari pertama, 10
hari kedua, dan 10 hari terakhir coklit. Aktifitas yang dilakukan oleh
PPS dalam berkoordinasi dengan PPDP antara lain:
a. Mengumpulkan PPDP
b. Menanyakan progres coklit yang dilakukan oleh masing – masing
PPDP
c. Memeriksa buku kerja PPDP
d. Menanyakan kendala/permasalahan apa yang dihadapi oleh
PPDP saat coklit
e. Mengidentifikasi PPDP yang membutuhkan
bimbingan secara khusus, baik disebabkan karena
kondisi geografis, jumlah pemilih atau karakteristik
pemilih yang sulit,atau kapasitas/kualitas PPDP itu
sendiri
f. Memastikan PPDP tidak kekurangan formulir
pemutakhiran data pemilih
g. Mengingatkan PPDP untuk melakukan coklit sesuai
dengan petunjuk di buku kerja PPDP
3. Monitoring PPDP
Dalam pelaksanaan coklit, KPU menginstruksikan PPS untuk
melakukan kegiatan monitoring kerja PPDP. Dalam kegiatan
monitoring kerja PPDP yang dilakukan oleh PPS, KPU/KIP
Kabupaten/Kota menentukan jumlah dan lokasi TPS yang akan
dimonitor oleh PPS berdasarkan ketentuan sebagai berikut:
1. Jumlah TPS
a. Apabila dalam 1 (satu) desa/kelurahan yang menjadi area kerja
PPS memiliki jumlah TPS kurang dari 15 TPS, PPS memonitor
seluruh PPDP
b. Dalam hal jumlah TPS dalam 1 (satu) desa/kelurahan lebih dari
15 TPS, PPS memonitor maksimal 15 PPDP
2. Lokasi TPS
• Lokasi penentuan TPS yang akan dimonitor, ditentukan secara
acak.
Pelaksanaan monitoring kerja PPDP dilakukan paling sedikit 1
(satu) kali pada setiap tahapan kerja PPDP. Monitoring kerja
PPDP dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut:
1. Menemui PPDP secara langsung
2. Mengecek buku kerja PPDP di setiap tahapan kerja PPDP
3. Meminta PPDP untuk melengkapi buku kerja PPDP apabila
dalam buku kerja PPDP, PPDP tidak mencatat pelaksanaan
kerja pada setiap tahapan
4. Memeriksa hasil coklit PPDP (mengecek formulir A-KWK, A.A-
KWK dan A.A.1-KWK)
5. Memastikan PPDP mengisi formulir secara benar,
memberikan formulir bukti telah terdaftar, dan menempel
stiker di tempat yang mudah terlihat
6. Mencatat hasil monitoring ke dalam lembar monitoring kerja
PPDP
4. Laporan Monitoring Kerja PPDP
PPS menyusun laporan monitoring kerja PPDP setelah melakukan kegiatan
monitoring PPDP. Penyusunan Laporan dilakukan di setiap tahapan kerja PPDP.
Dalam menyusun laporan Monitoring Kerja PPDP, aktifitas yang dilakukan PPS
antara lain:
1. Merekap hasil Monitoring Kerja PPDP
2. Membuat laporan Monitoring Kerja PPDP dengan isi laporan tentang:
a. Progres coklit PPDP per tahapan (tahap I, tahap II dan tahap III)
b. Rekapitulasi pemilih yang cocok datanya, pemilih baru, pemilih TMS, pemilih
yang mengalami perubahan data, dan pemilih non-KTP-el pertahapan
c. Jumlah stiker tanda bukti coklit (Model A.A.2-KWK) dan tanda bukti
pendaftaran pemilih (Model A.A.1-KWK) yang sudah diberikan dan yang masih
tersisa
d. Berapa banyak pemilih yang belum dicoklit
e. Permasalahan atau kendala yang dialami oleh PPDP saat mencoklit
f. Berapa lama proses coklit selesai dilakukan
3. Menyerahkan hasil laporan Monitoring Kerja PPDP ke PPK di setiap tahapan
kerja PPDP.
C. PELAPORAN HASIL COKLIT
1. Penyerahan hasil coklit PPDP
PPS mengumpulkan hasil coklit PPDP setelah proses coklit selesai
diantaranya:
a. Formulir A-KWK yang telah dimutakhirkan PPDP
b. Formulir A.A-KWK yang berisi pemilih baru yang belum terdaftar
dalam A-KWK
c. Tanda bukti pendaftaran pemilih yang sudah terisi (Formulir
A.A.1-KWK)
d. Formulir rekap A.A.3-KWK
e. Menandatangani dan menerima Berita Acara Serah Terima
berkas hasil coklit dari PPDP pada PPS
2. Pengecekan hasil Coklit PPDP
PPS memastikan semua hasil coklit telah lengkap diterima, dan
memeriksa hasil coklit PPDP. PPS meminta penjelasan ke PPDP jika
terdapat hasil coklit yang tidak lengkap atau tidak dimengerti oleh
PPS.
3. PPS membuat lampiran ceklist penyerahan hasil coklit PPDP
4. Penyusunan Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran
PPS wajib menyusun Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran dalam formulir Model
A.B-KWK dalam format soft file. Penyusunan daftar pemilih hasil pemutakhiran
tersebut berdasarkan Model A-KWK yang telah dimutakhirkan dan Model
A.AKWK dari PPDP.
Data pemilih yang dimasukkan dalam formulir A.B-KWK tersebut meliputi:
a. Pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) dikarenakan meninggal dunia,
pindah domisili, belum cukup umur, tidak dikenal, ganda, sakit jiwa, dan
anggota TNI/Polri
b. Pemilih yang mengalami perubahan elemen data pemilih karena adanya
perbaikan atau koreksi data
c. Pemilih baru yang dicatat oleh PPDP dalam formulir model A.A-KWK.
Dalam menyusun model A.B-KWK, PPS menggunakan template Microsoft Excel
yang telah disediakan oleh KPU dalam portal sidalih dengan ketentuan sebagai
berikut:
a. 1 (satu) file excel untuk satu PPS
b. Jika PPS memiliki contoh 15 TPS, maka akan terdapat 15 excel sheet dalam
1 (satu) file excel tersebut.
5. Langkah – langkah menyusun Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran
a. Buka softcopy Daftar Pemilih (Model A-KWK) yang diberikan oleh
KPU/KIP Kabupaten/Kota dan sandingkan dengan hardcopy Model A-
KWK dan Model AA-KWK dari PPDP yang sudah dicoklit
b. Pastikan identitas TPS antara Microsoft Excel dengan TPS hasil coklit
sama
c. Buka soft file model A.B-KWK
d. Lakukan input data pemilih yang disaring karena Tidak Memenuhi
Syarat (TMS) berdasarkan hasil coklit dari PPDP dengan cara :
i. Cek pemilih TMS yang ada pada hardcopy A-KWK yang
dimutakhirkan PPDP dengan softcopy A-KWK
ii. Pilih dan copy pemilih yang TMS pada softcopy Excel (Model A-
KWK)
iii.Paste pemilih tersebut pada soft file Model A.B-KWK
iv.Beri tanda di kolom keterangan softcopy Model A.B-KWK sesuai
dengan jenis saringan yang sudah ditentukan
v. Lakukan langkah di atas sampai pemilih TMS selesai dipindahkan
ke Model A.B-KWK
vi. Jangan Lupa..! PPS wajib memberikan kode saring pada kolom
keterangan, yaitu :
 Angka 1 (satu) untuk MENINGGAL DUNIA
 Angka 2 (dua) untuk GANDA
 Angka 3 (tiga) untuk DI BAWAH UMUR
 Angka 4 (empat) untuk PINDAH DOMISILI
 Angka 5 (lima) untuk TIDAK DIKENAL
 Angka 6 (enam) untuk TNI
 Angka 7 (tujuh) untuk POLRI
 Angka 8 (delapan) untuk HILANG INGATAN (Sakit Jiwa)
 Angka 9 (sembilan) untuk HAK PILIH DICABUT
 Angka 10 (sepuluh) untuk BUKAN PENDUDUK
e. Setelah selesai menginput pemilih yang TMS, lanjutkan dengan
menginput pemilih yang mengalami perbaikan data (Ubah Data)
dengan cara :
i. Cek pemilih yang mengalami perubahan data ke softcopy A-KWK
ii. Copy pemilih yang mengalami perubahan data dari softopy A-KWK
kemudian paste data tersebut ke dalam softcopy A.B-KWK
iii. Sesuaikan/ubah elemen data pemilih yang mengalami perubahan
data dengan merujuk pada hardcopy A-KWK yang telah
dimutakhirkan oleh PPDP
f. Setelah selesai menginput pemilih yang terjadi
perubahan/perbaikan data, lanjutkan dengan mengentry pemilih
yang terdaftar pada Model A.A-KWK. PPS wajib mengentri dengan
lengkap dan benar semua elemen data pemilih yang ada dalam
model A.A-KWK mulai dari No.KK, NIK, Nama, Tempat Lahir,
Tanggal Lahir, Status Perkawinan, Jenis Kelamin, Alamat, dan
disabilitas (jika ada)
g. Ingat…!!! Dalam pengisian elemen data pemilih baru wajib
mengikuti aturan sebagai berikut :
i. Elemen NIK dan NKK angka harus 16 digit
ii. Format Tanggal Lahir dd|mm|yyyy contoh 27|12|1984
iii. Pada status perkawinan diisi B atau S atau P atau dapat juga diisi
dengan sudah, belum, atau pernah
iv. Pada kolom jenis kelamin diisi huru L atau P, atau bisa juga diisi
Lkl atau Pr
v. Pada kolom RT atau RW jika dari formulir A.A-KWK yang
diserahkan PPDP kosong, maka cukup ditulis dengan angka 0
vi. Pada kolom disabilitas diisi angka 0 jika tidak memiliki disabilitas,
dan kode 1,2,3,4, atau 5 jika memiliki disabilitas sesuai dengan
jenis disabilitas yang dialami oleh pemilih tersebut
vii. Kolom nama, tempat lahir dan alamat tidak boleh kosong atau
tidak diisi.
h. h. Setelah selesai melakukan input data terhadap 3 jenis
perubahan data tersebut, PPS memeriksa ulang baik dari sisi
jumlah maupun isi elemen data antara A.B-KWK yang disusun
dengan A-KWK dan A.A-KWK hasil coklit PPDP.
i. Setelah menyusun Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran yang
ada dalam formulir model A.B-KWK, PPS menyusun Daftar
Pemilih Potensial NON KTP-elektronik ke dalam formulir
model A.C-KWK. Daftar Pemilih Potensial NON KTP-elektronik
tersebut bersumber dari hasil coklit PPDP (formulir model A-
KWK dan model A.A-KWK) dimana pada saat coklit terdapat
pemilih yang tidak mampu menunjukkan kepemilikan KTP-el
atau belum dipastikan memiliki KTP-el dan dicatat dikolom
keterangan Belum KTP-el (atau angka 11) dan/atau Belum
dipastikan KTP-el (atau angka 12).
Langkah – langkah menyusun formulir Model A.C-KWK

i. Gunakan template Microsoft Excel formulir model A.C-KWK yang


telah disediakan oleh KPU dalam portal sidalih dengan ketentuan
sebagai berikut :
• 1 (satu) file excel untuk satu PPS.
• Jika PPS memiliki contoh 15 TPS, maka akan terdapat 15 excel
sheet dalam 1 (satu) file excel tersebut.
ii. Periksa pemilih-pemilih dengan keterangan angka 11 dan/atau
angka 12 di lembar A-KWK hasil coklit PPDP
iii. Copy pemilih dari soft file A-KWK untuk kemudian disalin dalam
soft file A.C-KWK. Pemilih dimaksud adalah pemilih dengan
kolom keterangan angka 11 dan/atau angka 12 dari lembar
formulir model A-KWK hasil coklit PPDP
v. Periksa pemilih-pemilih dengan keterangan belum KTP-el
atau belum dipastikan KTP-el di lembar A.A-KWK hasil coklit
PPDP
vi. Salin semua elemen data pemilih potensial NON KTP-
elektronik tersebut dengan lengkap ke dalam soft file A.C-
KWK dan di kolom keterangan soft file A.C-KWK dicatat
angka 11 jika belum KTP-el atau 12 jika belum dipastikan
KTP-el.
6. Setelah menyusun Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran, PPS
mengecek ulang baik dari sisi jumlah maupun isi elemen
data antara A.B-KWK dan A.C-KWK yang disusun dengan A-
KWK dan A.A-KWK hasil coklit PPDP. PPS kemudian
berkoordinasi dengan Kepala Desa/Lurah, RT/RW atau
sebutan lain, dan PPDP untuk menyampaikan hasil
penyusunan DPHP tersebut.
7. PPS menyerahkan softcopy model A.B-KWK dan A.C-KWK
yang telah disusun ke dalam compact disc (CD) atau media
penyimpanan usb flashdisk kepada KPU/KIP Kabupaten/Kota
melalui PPK untuk dilakukan proses upload ke Sidalih.
Contoh A.A.KWK
Contoh A.C-KWK (Pemilih Potensial Non KTP El)
Form A.C-KWK
PLENO REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH HASIL
PEMUTAKHIRAN
1. PPS melakukan rapat pleno rekapitulasi daftar pemilih hasil
pemutakhiran paling lambat 3 hari setelah penyusunan daftar
pemilih hasil pemutakhiran selesai dilaksanakan.
2. PPS mengundang PPDP, Pengawas Pemilihan Lapangan (PPL), tim
kampanye pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala
daerah, perangkat Desa/Kelurahan, pemantau pemilihan atau
tokoh masyarakat dalam rapat pleno rekapitulasi daftar pemilih
hasil pemutakhiran.
3. PPS memperbaiki daftar pemilih hasil pemutakhiran jika terdapat
usulan perbaikan dari PPDP, PPL atau tim kampanye pasangan
calon yang disertai dengan data autentik dan bukti tertulis
berupa nama pemilih, tanggal lahir pemilih, dan lokasi TPS.
4. PPS melakukan rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil
Pemutakhiran dengan menggunakan formulir model A.B.1-
KWK dan rekapitulasi Daftar Pemilih Potensial Non-KTP
Elektronik menggunakan formulir model A.C.1-KWK.
5. Ketua dan Anggota PPS menandatangani dan membubuhkan
stempel basah berita acara rapat pleno rekapitulasi daftar
pemilih hasil pemutakhiran.
6. PPS memberikan berita acara (BA) rapat pleno dan
rekapitulasi daftar pemilih hasil pemutakhiran (Model A.B.1-
KWK dan A.C.1-KWK) kepada PPK, KPU/KIP Kabupaten/Kota
melalui PPK, PPL, dan/atau tim kampanye pasangan calon.
1. PENGUMUMAN DPS
a. PPS menerima salinan DPS per TPS dari KPU/KIP Kabupaten/Kota.
b. PPS menyiapkan tempat pengumuman DPS yang mudah
dijangkau oleh masyarakat sekitar
c. PPS menempel DPS di tempat pengumuman selama 10 hari mulai
dari tanggal 24 Maret 2018 sampai dengan 2 April 2018
2. TANGGAPAN DAN MASUKAN MASYARAKAT TERHADAP DPS
a. Selama pengumuman DPS, PPL, tim kampanye, dan masyarakat
memiliki kesempatan untuk memberikan masukan dan tanggapan
terhadap DPS;
b. Masukan dan tanggapan terhadap DPS harus tertulis dan dituangkan
ke dalam formulir Model A.1.A-KWK;
c. Pemilih, PPL, dan tim kampanye yang akan memberikan masukan dan
tanggapan diwajibkan untuk menunjukkan salinan atau bukti identitas
kependudukan;
d. Pemilih dapat datang sendiri atau diwakili atau mewakili pemilih
lainnya ketika memberikan masukan dan tanggapan terhadap DPS;
e. PPS melakukan pengecekan terhadap kebenaran masukan dan
tanggapan dari PPL, tim kampanye, dan/atau masyarakat;
f. PPS mencatat masukan dan tanggapan masyarakat yang telah diperiksa
kebenarannya di dalam formulir Model A.2-KWK dan memberikan
bukti telah diterima usulan perbaikan atau telah didaftar;
3. PENYUSUNAN PERBAIKAN DPS
a. PPS melakukan perbaikan DPS berdasarkan tanggapan dan
masukan masyarakat, PPL, dan tim kampanye calon mulai tanggal
3 April 2018 sampai dengan 7 April 2018;
b. PPS menyalin formulir model A.2-KWK ke dalam softcopy format
Microsoft excel, dengan mengikuti langkah – langkah seperti pada
saat penyusunan daftar pemilih hasil pemutakhiran:
i. Menginput pemilih yang TMS terlebih dahulu dan member kode
saring pada kolom keterangan;
ii. Menginput pemilih yang mengalami perubahan/perbaikan data
pemilih; dan
iii.Menginput pemilih yang belum terdaftar dalam DPS;
4. REKAP DPSHP
a. Sebelum menyusun rekapitulasi DPSHP, PPS memeriksa dan
menghitung jumlah pemilih setiap TPS akibat dari tanggapan
dan masukan masyarakat;
b. PPS menyusun rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil
Perbaikan ke dalam formulir model A.2.1-KWK;
c. PPS menyerahkan softcopy DPSHP dan rekap DPSHP dalam
CD atau usb flashdisk ke PPK dan KPU/KIP Kabupaten/Kota
untuk di upload ke Sidalih.
1. PENGUMUMAN DPT
a. PPS menerima salinan DPT per TPS dari KPU/KIP
Kabupaten/Kota melalui PPK
b. PPS menyiapkan tempat pengumuman DPT yang mudah
dijangkau oleh masyarakat sekitar.
c. PPS menempel DPT di tempat pengumuman sampai dengan hari
H pemungutan suara yakni mulai dari tanggal 29 April 2018
sampai dengan 27 Juni 2018.
2. TANGGAPAN DPT
a. Pasca DPT ditetapkan dan diumumkan, masyarakat diberikan
kesempatan untuk mencermati dan memberikan tanggapan dan
masukan terhadap D P T.
b. PPS memberikan penandaan atau pencoretan secara manual jika
terdapat tanggapan dari masyarakat bahwasannya pemilih yang
ada dalam DPT sudah TMS.
c. Jika terdapat pemilih atau warga memberikan tanggapan
bahwasanya belum terdaftar dalam DPT, maka PPS memberikan
penjelasan bahwasanya warga tersebut masih dapat
menggunakan hak pilihnya dengan datang ke TPS dengan
membawa dokumen kependudukan yaitu KTP-el atau Surat
Keterangan, dan pemilih tersebut menggunakan hak pilihnya
sebagai pemilih DPTb.
3. DAFTAR PEMILIH PINDAHAN (DPPh)

a. DPT yang sudah ditetapkan dapat dilengkapi dengan DPPh.


b. DPPh terdiri atas data Pemilih yang telah terdaftar dalam DPT di
suatu TPS, yang karena keadaan tertentu tidak dapat
menggunakan haknya untuk memilih di TPS tempat yang
bersangkutan terdaftar dan memberikan suara di TPS lain di
daerah Provinsi dan/atau Kabupaten/Kota yang sedang
menyelenggarakan Pemilihan dalam satu wilayah.
c. Dalam proses penyusunan Daftar Pemilih Pindahan PPS
melakukan aktifitas sebagai berikut:
i. PPS menerima warga yang melaporkan pindah memilih.
ii. Meminta warga tersebut untuk menunjukkan bukti identitas
yang sah dan bukti telah terdaftar sebagai pemilih dalam DPT
di TPS asal.
iii. PPS meneliti kebenaran identitas yang bersangkutan pada
DPT.
iv. Jika sudah sesuai atau benar data yang diberikan, PPS
menerbitkan Surat Keterangan Pindah Memilih menggunakan
formulir Model A.5-KWK dengan ketentuan:
• Lembar kesatu untuk Pemilih yang bersangkutan.
• Lembar kedua sebagai arsip PPS.
v. PPS mencatat Pemilih yang pindah memilih pada kolom
keterangan DPT.