Anda di halaman 1dari 5

PERTANYAAN DISKUSI

1. Dari sudut pandang pelanggan, apakah manfaat dan kerugian dari pendekatan opt-in versus opt-out untuk
mengumpulkan informasi pribadi ? Apakah manfaat dan kerugian dari kedua pendekatanjika dilihat dari sudut organisasi
yang menghendaki mengumpulkan informasi tersebut ?
2. Risisko-risiko apakah, jika ada, yang dihadapi oleh offshore outsourcing dari berbagai fungsi sistem informasi untuk
memenuhi prinsip-prinsip kerahasiaan dan privasi ?
3. Berdasarkan permintaan anda (dengan verifikasi yang sesuai atas identitas anda ) haruskah organisasi menghapus
informasi pribadi anda yang dimiliki anda ?
4. Apakah persioalan privasi yang mungkin timbul dari pengguanaan teknik aurentikasi buiometri ? Bagaimana dengan
pelekatan label-label raduo frequency identification (RFID) pada produk seperti pakaian ? Apakah teknologi lain
menimbulkan masalah privasi ?
5. Bagaimana pendapat anda trentang tugas atau tangggung jawab sebuyah organisasi untuk melindungi privasi informasi
pribadi para pelanggannya ? Jelaskan alasannya ?
6. Asumsikan bahwa anda telah diwawancaerai seacara online untuk sebuah pekerjaan dan sekarang menerima sebuah
tawaran kerja. Pekerjaan tersebut menhgharuskan anda untuk berpindah melintasi negara. Perushan tersebut
mengirimkan jaminan yang cuckup bagi anda untuk memepercayai peneawaran tersebuit, sehingga anda rela berpindah-
pindah
9.1
1. Sudut pandang opt-in dari organisasi
• Kekurangan : informasi tidak dapat di identifikasi oleh organisasi secara hak
penuh dengan izin atas pelanggang secara terang- terangan.
• Kekurangan : pelanggang lebih memegang hak penuh terkait dengan
penggunaan informasih. Di karenakan bila organisasi menindaklajuti dalam hal
ini penggunaan dan pengumpulan informasi harus dengan izin dari pelaggang
 Kelibihan sebagian besar calon pelaggang akan lebih memilih organisasi yang
menggunakan pendekatan ini karena dimana sebagian besar. Informasi
tersebut di kendalikan penuh oleh para pelaggang secara pribadi
2. Sudut pandang opt-out
• Kekurangan : pelanggang akan menjadi keberatan karena dimana penggunaan
informasih secara pribadi kebijakanya di kendalikan oleh organisasi itu sendiri
• Kelibihan : identifikasi dalam hal ini pengumpulan dan penggunaan informasih,
organisasi di izinkan atau lebih berhak untuk lebih mengetahui sebbagi
informasi bagi para pelanggang
3. Sudut pandang opt-in dari pelanggang
• Kekurangan : jika informasi di peggang penuh oleh pelanggang maka hal-hal
yang terkait dengan informasi dari para pelanggang terdapat pengukapan yang
terotorisasi dan segala aset organisasi dan informasi dari pelanggangnya
berkaitan dengan konsekuensi ekonomi dan harga saham yang signifikan
lanjutan

• Kelebihan : pelanggang lebih memegang hak penuh terkait dengan pengumpulan

informasih karena di mana jika organisasi ingin mengidentifikasi dalam hal ini

mengumpulkan dan menggunakan informasi harus melalui persetujuan secara

pribadi dari para pelanggan.

4. Sudut pandang opt –out

• Kekurangan : jika kebijaka dan persetujuan lebih mengrah kepada organisasi maka

pelanggang akan merasa keberetan apabila sebuah informasi yang ingin di ketahui

oleh pelanggang harus melalui izin dan kebijakan dari perusahan

• Kelibihan : jika informasi di pegang penuh oleh organisasi maka segalah hal yang

berkaitan dengan informasih organisasi yang sensitif tidak mudha di ketahui oleh

pelanggang demi menjaga prifasi perusah itu sendiri


9.3
Oraganisasi di haruskan untuk melindungi informasi para pelanggannya dikarenakan
supaya informasi terlindung dari segala pengungkapan yang tidak terotorisasi untuk itu
organisasi mewajibkan kepada para pegawainya untuk mengikuti kursus pelatihan contoh
dalam hal ini. Jika terjadi penyalahgunaan informasi yang disengaja dapat mengakibatkan
konsekuensi ekonomi yang serius.
AMERICAN INSTITUTE OF CERTIFIED PUBLIC ACCOUNTANT (AICPA) dan
CANADIAN INSTITUTE OF CHARACTERED ACCOUNTANTS (CICA)
Bersama mengembangkan sebuah kerangka yang disebut prinsip-prinsip privasi yang diterima
secara umum (GENERALLY ACCEPTED PRIVACY PRINCIPLES-GAPP) kerangka tersebut
mengidentifikasi dan mendefinisikan secara internasional untuk melindungi privasi informasi
pribadi para pelanggan :
1. Pemberitahuan
2. Pilihan dan persetujuan
3. Pengumpulan
4. Penggunaan dan retensi
5. Akses
6. Pengungkapan pada pihak ketiga
7. Keamanan
8. Kualitas
9. Pengawasan dan penegakan
9.5
Pendapat kami ditinju dari sebuah fenomena yang terjadi yaitu dilihat beberapa kejadian yang telah terjadi
seprti banyak negara. Karena informasi dari pelanggan terdapat pengungkapan terotorisasi dan segala aset
organisasi, san mungkin saja informasi dariu pelanggan berkaitan dengan konsekuensi ekonomi harga
saham yang signifikan. Dan untuk itulah organisasi harus melati parah pegawainya tentang cara melindungi
privasi informasi pribadi untuk pparah pelanggannya.