Anda di halaman 1dari 11

PEMBELAHAN PADA BULU BABI

PEMBELAHAN
Pembelahan merupakan suatu rangkaian proses mitosis yang
berlangsung berturut-turut setelah terjadi fertilisasi. Pola pembelahan sel
embrio itu berbeda. Ini disebabkan oleh 2 faktor :
1. Jumlah yolk di dalam telur
2. Faktor-faktor dalam sitoplasma yang mempengaruhi arah gelendong
mitosis dan waktu terbentuknya.
PEMBELAHAN HOLOBLASTIK
• Pembelahan Holoblastik adalah pembelahan sempurna sel telur yang
mempunyai sedikit kuning telur

• Pembelahan dengan tipe holoblastik terjadi pada hewan dengan kelas


mamalia, echinodermata, molusca, amfibi dan annelida

• Pembelahan holoblastik dapat dibedakan berdasarkan beberapa tipe yaitu


pembelahan holoblastik radial dan pembelahan holoblastik spiral
Pembelahan Holoblastik Radial pada Bulu Babi
Setelah adanya proses fertilisasi, selanjutnya terjadi proses
pembelahan yang disebul denga fase cleavage. Fase cleavage ini diawali
dengan adanya pembelahan dengan arah meridional dan tegak lurus
satu sama lain dengan membelah melewati kutub animal dan kutub
vegetal, proses ini membutuhkan waktu sekitar 60 menit untuk
membelah menjadi 2 sel.
Proses pembelahan selanjutnya melewati bidang equator equator yang
tegak lurus terhadap dua bidang belahan pertama, dan memisahkan
belahan hewan dan belahan vegetasi satu sama lain
Pada pembelahan selanjutnya, pembelahan dilakukan secara
meridional menjadi 8 blastomere yang masing-masing dengan volume
yang sama. Sel tersebut disebut mesomere. Pada kutub vegetal,
pembelahan terjadi pada daerah khatulistiwa yang menghasilkan
empat sel yang lebih besar yang disebut dengan mekromere sedangkan
empat sel yang lebih kecil disebut dengan mikromere yang terletak
pada kutub vegetal
Setelah sel membentuk 16 sel embrio, delapan mesomere kedelapan
mesomer akan membelah untuk menghasilkan dua tingkatan “hewan”,
yaitu an1 dan an2, dimana yang satu terletak berada diatas yang
lainnya. Makromer akan membelah lagi secara meridional membentuk
delapan sel dibawah an2. Mikromer akan ikut membelah menghasilkan
kluster kecil di bawah lapisan yang lebih besar
Setelah melakukan beberapa kali pembelahan sehingga sel berjumlah
128 maka embrio memasuki tahap morula, tahap ini morula memiliki
bentuk sel bulat dan saling rapat antara sel satu dengan sel lainnya
Setelah memasuki tahap morula, embrio kemudian memasuki tahap
blastula dengan ditandai adanya rongga yang terdapat pada bagian
tengah dari embrio, rongga ini disebut dengan blastosol. Pada saat
tahap blastula, mikromer memperlambat pembelahannya. Blastosol
akan dikelilingi oleh beberapa membran seperti ektoderm, endoderm,
dan mesoderm. Cairan blastosol bagian dalam akan bersentuhan
dengan lapisan hialin di bagian luar. Dengan sel terus membelah,
blastula tetap dengan satu lapisan sel tebal, menipis saat mengembang
Pada tahap blastula, kutub vegetal 1 menebal dan membentuk suatu
lapisan dengan arah ke dalam atau disebut endoderm dan kutub
vegetal 2 membentuk lapisan dinding tubuh, mesenkim sekunder yang
nantinya akan terdapat 2 mikromer, mikromer 1 membentuk suatu
rangka dan mikromer 2 membentuk sel kedalam rongga. Pada kutup
animal, lapisan sel akan membentuk lapisan ektoderm (membentuk
kulit larva) dan neuronnya. Lapisan mesoderm akan membentuk
pembuluh darah. Sel mesenkim primer yang terdapat pada kutup
vegetal dan membentuk spikula
Pada tahap gastrula, kutub vegetal yang berfungsi sebagai lapisan
endoderm akan mengalami pelekukan e arah dalam sehingga masuk
kedalam embrio membentuk arkenteron yang nantinya akan berfungsi
sebagai saluran pencernaan serta pada bagian pembukaan arkenteron
pada kutup vegetal disebut sebagai blastophore. Arkenteron ini akan
memperluas diri dan memperpanjang serta diiringi dengan beralihnnya
sel mesenkim primer menuju bagian atas arkenteron serta membentuk
tabung tips dan panjang yang mempersempit jaringan. Pembelahan ini
diiringi dengan terbentknya sel mesenkim sekunder dan endoderm
pada lekkan arkenteron serta pada lapisan ectoderm akan membentuk
integument

Anda mungkin juga menyukai