Anda di halaman 1dari 46

DEPRESIF SEDANG

Pembimbing : dr.Victor Eliezer, SP.KJ

Oleh :
Romi Wijianto G1A217109
Marisa Hana’ Mardhiyah G1A217111
Intan karnina Putri G1A217112
Ilham Taufan Ikramiawan G1A217104
Khalida Khairunnisa G1A217099
Sundary Florenza G1A217107
Hidayanti Br Siregar G1A217103
Gangguan depresi termasuk kedalam gangguan mood

Gejala depresi : kehilangan energi dan minat, merasa bersalah, sulit


berkonsentrasi, hilangnya nafsu makan, berpikir mati atau bunuh diri.

Depresi sering terjadi pada rata-rata usia sekitar 40 tahun

Perempuan dua kali lipat lebih besar mengalami depresi dibandingkan laki-
laki.
* Tanggal MRS : 12 Februari 2018
* Nama : Ny. S
* Umur/Tgl lahir : 36 tahun/Lubuk Ruso, 25 Maret 1981
* Jenis Kelamin : Perempuan
* Alamat : Desa Lubuk Ruso RT 01, Kec.Pemayung, Kab.Batang Hari
* Suku/Bangsa : Melayu/Indonesia
* Agama : Islam
* Status : Sudah menikah
* Pekerjaan saat ini: PNS (Guru SD)
* Nama : Tn. Sy
* Pekerjaan : Guru
* Alamat : Desa Lubuk Ruso RT 01, Kec.Pemayung, Kab.Batang Hari
* Agama : Islam
* Status : Menikah
* Hubungan dengan pasien: Suami
* Kesan pemeriksa terhadap keterangan yang diberikan : Dapat dipercaya
*Pasien datang ke poli RSJD provinsi Jambi
bersama dengan suami dengan keluhan
cemas dan mudah menangis.
Cemas dan mudah menangis sejak 40 hari yang lalu. Keluhan awal bermula
sejak pasien kehilangan putra pertamanya akibat kecelakaan lalu lintas

Setiap hari pasien menangis dan mengatakan bahwa dirinya menyesal


karena belum memperlakukan anaknya dengan baik. Pasien selalu
mengingat kenangan buruk yang telah ia lakukan kepada anaknya.

Saat melihat kamar anaknya pasien selalu terbayang sosok anaknya dan
merasa takut, jantung berdebar, akral dingin dan jantung serasa ingin
meledak, selain itu ketika pasien melihat foto anaknya di dinding tubuh
pasien langsung lemas

Pasien mengajar di Sekolah Dasar namun pasien sulit berkonsentrasi


dalam mengajar, selalu teringat anaknya yang sudah meninggal

Satu bulan terakhir berat badan pasien sudah turun hingga 4 kg. Pasien
masih bisa tidur normal malam hari, meskipun sesekali terbangun dan
teringat anaknya. Sebelum keluhan muncul pasien memang seseorang
yang mudah cemas.
* Gangguan mental dan emosi : Pasien tidak memiliki riwayat mengalami
gangguan mental emosional
* Gangguan psikosomatis :Tidak ada
* Kondisi medik :Tidak ada
* Penggunaan obat-obatan :Tidak ada
* Riwayat trauma : Tidak ada

Dalam keluarga pasien tidak ada


yang mengalami gejala serupa
Pasien merupakan seorang guru SD (Sekoah
Dasar), mempunyai 2 orang anak, 1 sudah
meninggal, dirumah pasien tinggal dengan
suami dan anaknya

Riwayat Alergi tidak ada


Keadaan Umum
* Kesadaran : Compos Mentis
* Tekanan Darah : 120/80 mmHg
* Nadi : Teraba kuat, teratur, frekuensi 80 x/menit
* RR :Teratur, frekuensi 20 x/menit
* Suhu : 36,5C
* Tinggi badan : 145 cm
* Berat badan : 51 kg
* IMT : 24,2 ( Berat badan normal)
* Kulit : Turgor baik * Hepar : Tidak teraba
* Kepala : Normocephalik * Lien : Tidak teraba
* Mata : Konjungtiva * Ekstremitas : Edema (-)
anemis (-/-), sklera * Pemeriksaan Neurologis : Dalam
ikterik (-/-), pupil batas normal
isokor, refleks cahaya
(+/+) * Pemeriksaan Psikometrik : Tidak
dilakukan
* Leher : Pembesaran KGB (-)
* Pemeriksaan Laboratorium : Tidak
* Toraks : Bentuk dan dilakukan
pergerakan simetris
* Jantung : Bunyi jantung I/II
regular, murmur (-),
gallop (-)
* Pulmo : Sonor, vesikuler (+/+)
* Abdomen : Datar, soepel
Gangguan berpikir
Keadaan umum Bentuk pikir : Realistik
Penampilan : rapi, raut wajah Arus pikir : Koheren
sedih dan murung Isi pikir :
Kesadaran : Compos Mentis - Preokupasi terhadap kematian
Orientasi : baik/baik/baik anaknya
Sikap & tingkah laku: Kooperatif - Waham : tidak ada
- Ide suicide : tidak ada
- Merasa bersalah : Ada

Alam perasaan Persepsi


Mood : Depresi Halusinasi : Tidak ada
Afek : Serasi Ilusi : Tidak ada
Fungsi intelektual
Daya konsentrasi : Baik
Orientasi : Waktu :baik
Tempat :baik
Orang : baik
Daya ingat :Segera (immediate : Baik
Baru saja (recent) : Baik
Agak lama (recent past) : Baik
Jauh (remote) : Baik
Pikiran abstrak : Baik

Pengendalian impuls : Baik


Daya nilai : Baik
Tilikan/insight :6
Taraf dapat dipercaya : Dapat dipercaya
No Aspek-aspek HDRS Nilai
1. Keadaan perasaan depresi 4
2. Perasaan bersalah 2
3. Bunuh diri 0
4. Insomsia (initial) 1
5. Insomnia (middle) 0
6. Insomnia (late) 0
7. Kerja dan kegiatannya 2
8. Kelambanan 0
9. Kegelisahan / agitasi 0
10. Ansietas somatik 1
11. Ansietas psikis 4
12. Gejala somatik gastrointestinal 2
13. Gejala somatik umum 2
14. Genital 0
15. Hipokondriasis 0
16. Kehilangan berat badan ( A+B ) 1
17. Insight ( pemahaman diri ) 1
18. Variasi lain 4
19. Depersonalisasi dan derealisasi 0
20. Gejala-gejala paranoid 3
21 Gejala-gejala obsesi dan kompulsi 0

TOTAL 27
* Interpretasi total nilai HDRS, jika total nilai:
* <17 : tidak ada depresi
* 17-24 : depresi ringan
*25-34 : depresi sedang
* 35-51 : depresi berat
* 52-68 : depresi berat sekali
*F32.1 Episode depresif sedang
*F41.2 Gangguan campuran anxietas dan depresi
*F41.1 Gangguan cemas menyeluruh
*Aksis I : F32.1 Depresif Sedang
*Aksis II : F60.6 Kepribadian cemas
*Aksis III :-
*Aksis IV : Masalah Psikososial
*Aksis V : GAF Scale 50-61 gejala sedang (moderate)
disabilitas sedang
• Fluoxetine 20 mg 1x1
Farmakoterapi • Clobazam 10 mg 2x1

• Terapi kognitif
Psikoterapi • Terapi perilaku
• Psikoterapi supportif
*Quo ad vitam : Bonam
*Quo ad fungsionam : Dubia ad bonam
*Quo ad sanationam : Dubia ad bonam
* Depresiadalah suatu periode terganggunya fungsi
manusia yang dikaitkan dengan perasaan yang
sedih serta gejala penyertanya, dimana mencakup
hal-hal seperti perubahan pola tidur dan nafsu
makan, psikomotor, konsentrasi, rasa lelah,
anhedonia, rasa tak berdaya dan putus asa dan
bunuh diri.

* Menurut WHO, depresi merupakan gangguan


mental yang ditandai dengan munculnya gejala
penurunan mood, kehilangan minat terhadap
sesuatu, perasaan bersalah, gangguan tidur atau
nafsu makan, kehilangan energi atau penurunan
konsentrasi.
Prevalensi
• 15% pada semua umur • Perempuan 2x lebih
• 25% pada perempuan besar dibanding laki-
laki.

Jenis Kelamin
Usia • Pada orang yang tidak
• rata-rata usia sekitar 40 mempunyai hubungan
interpersonal yang erat
tahun-an
atau pada mereka yang
bercerai
Interpersonal

23
• Amino Biogenik
• Norepinefrin
Organobiologi • Dopamin
• Serotonin

Genetik

Psikososial

Formulasi lain dari


depresi
* Afek depresif
* Kehilangan minat dan kegembiraan, dan
* Berkurangnya energi yang menuju meningkatnya keadaan mudah lelah (rasa lelah
yang nyata sesudah kerja sedikit saja) dan menurunnya aktivitas.

Gejala lainnya:
* Konsentrasi dan perhatian berkurang
* Harga diri dan kepercayaan diri berkurang
* Gagasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna
* Pandangan masa depan yang suram dan pesimistis
* Gagasan atau perbuatan membahayakan diri atau bunuh diri
* Tidur terganggu
* Nafsu makan berkurang
F32.0 Episode Depresif Ringan F32.1 Episode Depresif Sedang

• Sekurang-kurangnya harus ada 2 dari 3 • Sekurang-kurangnya harus ada 2 dari


gejala utama depresi 3 gejala utama depresi seperti pada
• Ditambah sekurang-kurangnya 2 dari episode depresif ringan
gejala lainnya • Ditambah sekurang-kurangnya 3 (dan
• Tidak boleh ada gejala yang berat sebaiknya 4) dari gejala lainnya
diantaranya • Lamanya seluruh episode berlangsung
• Lamanya seluruh episode berlangsung minimum sekitar 2 minggu
sekurang-kurangnya sekitar 2 minggu • Menghadapi kesulitan nyata untuk
• Hanya sedikit kesulitan dalam pekerjaan meneruskan kegiatan sosial, pekerjaan
dan kegiatan sosial yang biasa dan urusan rumah tangga.
dilakukannya
*F32.2 Episode Depresif Berat tanpa Gejala Psikotik
*F32.3 Episode Depresif Berat dengan Gejala
Psikotik
*F 32.8 Episode Depresif Lainnya
*F 32.9 Episode Depresif YTT
A. Lima (atau lebih) dari gejala berikut telah ada selama dua
minggu dan menggambarkan perubahan dari fungsi dari yang
sebelumnya, setidaknya salah satu gejala dari (1) depresi
suasana hati atau (2) kehilangan minat atau kesenangan.
* 1. Depresi hampir sepanjang hari dan hampir setiap hari, seperti dilihat pada laporan subjektif
(misalnya, merasa sedih atau kosong) atau observasi yang dibuat oleh orang lain (misalnya, tampak
berurai air mata). Catatan: Pada anak-anak dan remaja, dapat mudah tersinggung.
* 2. Minat atau kesenangan dalam semua hal sangat berkurang pada kegiatan hampir sepanjang hari,
hampir setiap hari (seperti dilihat pada laporan subjektif atau observasi oleh orang lain)
* 3. Penurunan berat badan yang signifikan atau peningkatan berat badan (misalnya, perubahan lebih
dari 5% dari berat badan dalam sebulan), atau penurunan atau peningkatan nafsu makan hampir setiap
hari. Catatan: Pada anak-anak, pertimbangkan kegagalan untuk meningkatkan berat badan.
* 4. Insomnia atau hipersomnia hampir setiap hari
* 5. Agitasi atau retardasi psikomotor hampir setiap hari (diamati oleh orang lain, bukan hanya perasaan
subjektif kegelisahan atau menjadi melambat)
* 6. Kelelahan atau kehilangan energi hampir setiap hari
* 7. Perasaan tidak berharga atau perasaan bersalah yang berlebihan atau tidak tepat (yang mungkin
khayalan) hampir setiap hari (bukan hanya menyalahkan diri sendiri atau merasa bersalah sehingga
menjadi sakit)
* 8. Kemampuan untuk berpikir atau berkonsentrasi menurun, atau ragu-ragu, hampir setiap hari
(dari subjektif atau dari yang diamati oleh orang lain)
* 9. Memikirkan tentang kematian secara berulang-ulang (tidak hanya takut mati), ide bunuh diri
berulang tanpa rencana spesifik, atau usaha bunuh diri atau rencana spesifik untuk melakukan bunuh
diri
B. Gejala-gejala yang tidak memenuhi kriteria untuk Episode
Campuran.
C. Gejala-gejala klinis yang signifikan menyebabkan stres atau
tekanan sosial, pekerjaan, atau fungsi bidang-bidang penting
lainnya.
D. Gejala yang tidak disebabkan oleh efek fisiologis langsung
dari suatu zat (misalnya,penyalahgunaan obat, obat) atau
kondisi medis umum (misalnya, hipotiroidisme).
E. Gejala lain yang terdapat pada rasa kehilangan, yaitu,
setelah kehilangan orang yang dicintai, yang gejalanya
menetap selama lebih dari dua bulan atau ditandai oleh
gangguan fungsional, perasaan tidak berharga, ide untuk
bunuh diri, gejala psikotik, atau keterbelakangan
psikomotorik.
*Kriteria DSM-IV-TR untuk episode minor depresif 9
*A. Gangguan suasana hati, seperti berikut:
Setidaknya dua (tapi tidak lebih dari lima) dari gejala
berlangsung selama dua
minggu dan menggambarakan perubahan fungsi dari yang
sebelumnya, paling
sedikit satu dari gejala yang ada :
* Depresi hampir sepanjang hari dan hampir setiap hari, seperti dilihat pada laporan subjektif (misalnya, merasa sedih atau
kosong) atau observasi yang dibuat oleh orang lain (misalnya, tampak berurai air mata). Catatan: Pada anak-anak dan
remaja, dapat mudah tersinggung.
* Minat atau kesenangan dalam semua hal sangat berkurang pada kegiatan hampir sepanjang hari, hampir setiap hari
(seperti dilihat pada laporan subjektif atau observasi oleh orang lain)
* Penurunan berat badan yang signifikan atau peningkatan berat badan (misalnya, perubahan lebih dari 5% dari berat badan
dalam sebulan), atau penurunan atau peningkatan nafsu makan hampir setiap hari. Catatan: Pada anak-anak,
pertimbangkan kegagalan untuk meningkatkan berat badan.
* Insomnia atau hipersomnia hampir setiap hari
* Agitasi atau retardasi psikomotor hampir setiap hari (diamati oleh orang lain, bukan hanya perasaan subjektif kegelisahan
atau menjadi melambat)
* Kelelahan atau kehilangan energi hampir setiap hari
* Perasaan tidak berharga atau perasaan bersalah yang berlebihan atau tidak tepat (yang mungkin khayalan) hampir setiap
hari (bukan hanya menyalahkan diri sendiri atau merasa bersalah sehingga menjadi sakit)
* Kemampuan untuk berpikir atau berkonsentrasi menurun, atau ragu-ragu, hampir setiap hari (dari subjektif atau dari yang
diamati oleh orang lain)
* Memikirkan tentang kematian secara berulang-ulang (tidak hanya takut mati), ide bunuh diri berulang tanpa rencana
spesifik, atau usaha bunuh diri atau rencana spesifik untuk melakukan bunuh diri
* Gejala-gejala klinis yang signifikan menyebabkan stres atau tekanan sosial, pekerjaan, atau fungsi bidang-bidang penting
lainnya.
* Gejala yang tidak disebabkan oleh efek fisiologis langsung dari suatu zat (misalnya, penyalahgunaan obat, obat) atau
kondisi medis umum (misalnya, hipotiroidisme).
* Gejala lain yang terdapat pada rasa kehilangan (misalnya, reaksi normal karena kehilangan orang yang dicintai
* B. Tidak pernah terjadi episode mayor depresif, dan criteria
tidak termasuk dalam dystimic disorder
* C. Tidak pernah terjadi epidode manic, episode campuran, atau
episode hypomanic, dan kriteria tidak termasuk dalam
cyclothymic disorder. Catatan: pengecualian tidak berlaku jika
episode seperti, manic, campuran, atau hypomanic karena zat
atau pengobatan
* D. Gangguan suasana hati tidak terjadi hanya selama
schizophrenia, schizophreniform disorder, schizoaffective
disorder, delusional disorder, atau psychotic disorder atau yang
lain yang tidak spesifik.
a. Deskripsi umum
b. Mood, afek, dan perasaan
c. Suara
d. Gangguan persepsi
e. Fikiran
f. Sensorium dan kognitif
g. Pengendalian impuls
h. Pertimbangan dan tilikan
i. Reabilitas
j. Hal dapat dipercaya
Tatalaksana
* Rawat inap
* Terapi psikososial:
- Terapi kognitif
- Terapi interpersonal
- Terapi perilaku
* Farmakoterapi
* Pengolongan Obat antidepresan :
* Obat antidepresan Trisiklik : Seperti amitriptyline, imipramine, Clomipramine,
Tianeptine
* Obat antidepresan Tetrasiklik : Seperti Maprotiline, Mianserin, Amoxapine
* Obat antidepresan Reversible Inhibitor Monoamin oxydase – A (RIMA) : Seperti
Moclobemide
* Obat antidepresan Selective Serotonin Reupteke Inhibitor (SSRI) : Seperti
Sertraline, Fluoxetine, Duloxetine, Citalopram
* Obat antidepresan Atipikal : Seperti Trazodone, Mitrazapine
No. Nama generic Nama Dagang Sediaan Dosis Anjuran
1. Amitriptyline AMITRIPTYLINE Drag 25 mg 75-150 mg/h
2. Amoxapine ASENDIN Tab 100 mg 200- 300 mg /h
3. Tianeptine STABLON Tab12,5 mg 25-50 mg/h
4. Clomipramine ANAFRANIL Tab 25 mg 75-150 mg/h
5. Imipramine TOFRANIL Tab 25 mg 75-150 mg/h
6. Meclobemide AURORIX Tab 150 mg 300-600 mg/h
Tab 10 mg
Tab 25 mg
Tab 50 mg
7. Maprotiline LUDIOMIL 75-150 mg /h
Tab 75 mg
Drop 2 % 50 ml
Ampul 25-5 ml
Tab 10 mg
8. Mianserin TOLVON 30-60 mg/h
Tab 30 mg
ZOLOFT
FATRAL
9. Sertraline Tab 50 mg 50-100 mg/h
FRIDEP
NUDEP
Tab 50 mg
10. Trazodone TRAZONE 100-200mg/h
Tab 100 mg
11. Paroxetine SEROXAT Tab 20 mg 20-40 mg/h
Tab 20 mg
12. Fluvoxamine LUVOX 50-100 mg/h
Tab 50 mg
PROZAC Cap 20 mg
NOPRES Cap 20 mg
ANSI Cap 10-20 mg
13. Fluoxetine ANTIPRESTIN Cap 10-20 mg 20-40 mg/h
LODEP Cap 20 mg
KALXETIN Cap 10-20 mg
ZAC Cap 10-20 mg
14. Citalopram CIPRAM Tab 20 mg 20-60 mg/h
* Dalam pengaturan dosis perlu dipertimbangkan:
* Onset efek primer : sekitar 2-4 minggu.
* Onset efek sekunder : sekitar 12-24 jam
* Waktu paruh : 12 - 48 jam (pemberian 1-2x perhari)

* Proses dalam pengaturan dosis :


* Initiating dosage (test dose); untuk mencapai dosis anjuran selama 1 minggu.
* Titrating dosage (optimal dose); mulai dosisi anjuran sampai mencapai dosis efektif (dosis optimal)
* Stabilizing dosage (stabilization dose); dosis optimal yang dipertahankan selaam 2-3 bulan.
* Maintaining dosage (maintenance dose); selama 3-6 bulan. Biasanya dosis pemeliharaan = ½ dosis optimal.
* Tappering dosage (tappering dose); selama 1 bulan. Kebalikan dari proses “initiating dosage”.
* Dengan demikian obat anti-depresi dapat diberhentikan total. Kalau kemudia Sindrom Depresi kambuh lagi, proses
dimulai lagi dan awal dan seterusnya.
Prognosa baik apabila:
* Episodenya ringan, Prognosa buruk apabila:
* tidak ada gejala psikotik * Depresi berat bersamaan
* Waktu rawat inap singkat dengan distimik
* Indikator psikososial meliputi mempunyai teman akrab * Penyalahgunaan Alkohol
selama masa remaja, dan zat lain
* Fungsi keluarga stabil * Ditemukan gejala gangguan
cemas
* Lima tahun sebelumnya sakit secara umum fungsi sosial
baik. * Ada riwayat lebih dari satu
episode depresi sebelumnya
* Tidak ada kemorbiditasdan gangguan psikiatri lain.
* Tidak lebih dari sekali rawat inap dengan depresi berat,
* Onset awal pada usia lanjut.
* PPDGJ III * Raut wajah pasien sedih dan
* 3 gejala utama depresi yaitu afek murung.
depresif, kehilangan minat dan
kegembiraan dan berkurangnya energi
* Mood pasien duka cita dengan afek
(menurunnya aktivitas), sesuai.
* gangguan dalam isi pikir, yaitu
preokupasi terhadap kematian
* serta 3 dari gejala lainnya yaitu anaknya.
konsentrasi berkurang, adanya rasa
bersalah dan nafsu makan berkurang. * Orientasi waktu, tempat dan orang
baik, konsentrasi baik, daya ingat
* Pasien menghadapi kesulitan nyata baik.
untuk meneruskan kegiatan sehari-hari * Pasien menyadari sepenuhnya
dalam pekerjaannya tentang situasi dirinya disertai
motivasi untuk mencapai perbaikan
Gangguan
campuran
ansietas dan Diagnosa banding
depresi

Pada kasus Ny.S gejala


Gangguan
depresi (perasaan sedih, cemas
kehilangan minat, menyeluruh
menurunnya aktivitas,
konsentrasi berkurang, Depresif
adanya rasa bersalah dan sedang
nafsu makan berkurang)
lebih menonjol daripada
gangguan cemas yang
dialami.
Tatalaksana
* Rawat inap
* Terapi psikososial:
- Terapi kognitif
- Terapi interpersonal
- Terapi perilaku
* Farmakoterapi
SSRI : fluoxetine, paroksetin (Paxil), dan sertralin (Zoloft),
juga bupropion, venlafaksin (Efexxor), nefazodon, dan
mirtazapin (Remeron).
Terapi yang diberikan pada pasien yaitu:
* Fluoxetin 20mg 1x1
Obat ini merupakan golongan Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI)
yang bekerja menghambat pengambilan serotonin yang telah disekresikan
dalam sinap (gap antar neuron), sehingga kadar serotonin dalam otak
meningkat. Peningkatan kadar serotonin dalam sinap diyakini bermanfaat
sebagai antidepresan.

* Clobazam 10 mg 2 x1
Clobazam merupakan Golongan Benzodiazepine sebagai obat anti-anxietas
mempunyai ratio terapeutik lebih tinggi dan lebih kurang menimbulkan
adiksi dengan toksisitas yang rendah, dibandingkan dengan meprobamate
atau phenobarbital. clobazam memiliki dosis anti-anxietas dan anti-insomnia
berjauhan (dose-related), lebih efektif sebagai anti-anxietas