Anda di halaman 1dari 9

SISTEM REFRIGERASI

DUA TINGKAT(Cascade)
Pendahuluan:

 Refrigerasi : merupakan proses penyerapan kalor dari ruangan


bertemperatur tinggi, dan memindahkan kalor tersebut ke suatu medium
tertentu yang memiliki temperatur lebih rendah serta menjaga kondisi
tersebut sesuai dengan yang dibutuhkan.
 Sistem Refrigerasi: suatu sistem yang terdiri dari kompresor, kondenser,
katup ekspansi, dan evaporator yang terhubung satu dengan lainnya
dengan sistem pemipaan tertentu yang didukung oleh alat bantu lainnya
jika dibutuhkan.
Sistem Refrigerasi dibagi 2(dua) jenis:
1. Sistem refrigerasi tunggal-ideal(satu tingkat)
Sistem refrigerasi tunggal-ideal adalah sistem yang memiliki satu tingkat kompresi isentropik dan
kerugian tekanan yang terjadi pada jaringan pemipaan, katup atau pun komponen lainnya yang
diabaikan.
2. Sistem refrigerasi cascade(dua tingkat).
Sistem refrigerasi cascade (dua-tingkat) adalah merupakan penggabungan dua siklus refrigerasi
yang dirangkai secara seri. Sistem ini dibagi menjadi 2 sistem refrigerasi, yaitu sistem refrigerasi A
dan sistem refrigerasi B. Sistem B memiliki suhu proses yang lebih rendah yang ketika masuk dalam
kondensor sistem B yang berhubungan langsung dengan kondensor sistem A akan memanfaatkan
kalor dari sistem kondensor B untuk menguapkan refrigeran pada evaporator sistem A Adapun
koefisien kerja merupakan rasio antara efek refrigerasi terhadap kerja total
Sistem refrigerasi dua tingkat(cascade)
Sistem refrigerasi cascade, terdiri dari dua sistem refrigerasi siklus tunggal:
1. Sistem pertama disebut high-stage (HS)
2. Sistem kedua disebut low-stage (LS)
Sistem pendinginan cascade sering digunakan untuk aplikasi industri
pendingin yang menggavbungkan dua atau lebih siklus pendingin secara seri
Hal ini dilakukan untuk memperoleh suhu rendah, yang tidak dapat dicapai
dengan siklus refrigerasi tunggal.
Pada prinsipnya efek refrigerasi yang dihasilkan oleh evaporator HS
dimanfaatkan untuk menyerap kalor yang dilepas oleh kondensor LS,
sehingga dihasilkan temperatur yang sangat rendah pada evaporator LS
Uraian sistem refrigerasi cascade sebagai
berikut :
• Refrigran memasuki kompresor dalam bentuk uap jenuh. Dikompres sehingga meningkatkan suhu dan tekanan.
• Keluar dari kompresor refrigeran memasuki kondensor ditukar dalam alat penukar kalor sehingga refrigran
mendingin dan menjadi cairan jenuh
• Energi panas yang ditolak oleh kondensor pertama diserap oleh evaporator sistem kedua yang terletak di alat
penukar kalor.
• Selanjutnya, refrigeran melewati kompresor kedua yang meningkatkan suhu refrigeran meningkat.
• Selanjutnya refrigeran melewati kondensor kedua membuang energi panas, sehingga refrigeran mendingin. Dan
dilanjutkan dalam bentuk cairan.
• Selanjutnya kedua refrigeran dari campuran tahap pertama dan kedua menciptakanb campuran uap cair.
• Campuran kemudian melalui katup ekspansi dengan suhu yang lebih rendah.
• Akhirnya refrigeran melewati evaporator, menyerap energi panas dari lingkungan yang ingin didinginkan, dan
keliuar dalam bentuk uap jenuh.
• Dan proses kembali lagi terus menerus
• Pada sistem refrigerasi cascade, besarnya kerja kompresor total didapat
dengan menjumlahkan kerja kompresor pada sistem HS dan LS
• W total = W HS + W LS
Kesimpulan:

• Siklus kaskade diartikan sebagai sebuah proses pencairan di mana serangkaian refrigeran yang digunakan
untuk mendapatkan suhu yang lebih rendah.
• Sebuah sistem refrigerasi cascade dapat dianggap setara dengan dua independen sistem kompresi-uap yang
dihubungkan bersama sedemikian rupa. Yaitu evaporator dari sistem suhu tinggi dengan kondensor dari
sistem suhu rendah. Namun, sistem kerjanya terpisah satu sama lain
• Sistem refrigerasi cascade, terdiri dari dua sistem refrigerasi siklus tunggal
• Sistem pertama disebut high-stage (HS)
• Sistem kedua disebut low-stage (LS)
• Pada prinsipnya efek refrigerasi yang dihasilkan oleh evaporator HS dimanfaatkan untuk menyerap kalor
yang dilepas oleh kondensor LS, sehingga dihasilkan temperatur yang sangat rendah pada evaporator LS
TERIMA KASIH