Anda di halaman 1dari 11

PENERIMAAN DAN PENYIMPANAN PERBEKALAN

FARMASI DI RUMAH SAKIT

KELOMPOK 4

DWI NURWITASARI
ELIN NURHASANAH
ERNI NURULHIDAYAH
FAZRIN MARTHA L
FITHROTUL AFIYAH
Penerimaan Perbekalan Farmasi

Penerimaan merupakan kegiatan untuk menjamin


kesesuaian jenis, spesifikasi, jumlah, mutu, waktu penyerahan
dan harga yang tertera dalam kontrak atau surat pesanan
dengan kondisi fisik yang diterima. Semua dokumen terkait
penerimaan barang harus tersimpan dengan baik.
Alur pelayanan penerimaan barang di gudang
farmasi antara lain:
1. Petugas menerima obat dari PBF sesuai faktur
2. Petugas menyimpan obat sesuai dengan bentuk sediaan, abjad,
nama obat dengan memperhatikan waktu kadaluarsa (bila ada)
3. Petugas mencatat per jenis obat dalam kartu stock obat
4. Petugas mendistribusikan obat ke unit pelayanan sesuai dengan
mencatat ke dalam buku pengeluaran barang gudang, petugas
membuat laporan penerimaan dan pengeluaran barang dari
gudang farmasi.
Pemeriksaan Proses Penerimaan

1. Item perbekalan farmasi yang dimaksud (nama perbekalan)


2. Jumlah tiap item perbekalan farmasi (dalam satuan khusus
atau besar seperti box)
3. Jenis perbekelan farmasi (tablet, syrup, injeksi dsb)
4. Jenis pengadaan (e-catalog, kontrak, beli langsung, dsb)
5. Harga dan discount ( dilihat sesuai kesepakatan )
6. Nomor produksi
7. Segel kemasan
8. Tanggal kadaluwarsa
9. Test kebocoran atau kerusakan
Penyimpanan

Penyimpanan merupakan kegiatan pengaturan


perbekalan farmasi menurut persyaratan yang telah ditetapkan
disertai dengan sistem informasi yang selalu menjamin
ketersediaan perbekalan farmasi sesuai kebutuhan.
Persyaratan penyimpanan obat dalam rumah
sakit

1. Penyimpanan
a) Dibedakan menurut bentuk sediaan dan jenisnya
b) Dibedakan menurut suhunya, kestabilannya
c) Mudah tidaknya meledak/terbakar
d) Tahan/tidaknya terhadap cahaya
2. Ruang penyimpanan
Ruang penyimpanan harus memperhatikan kondisi,
sanitasi temperatur sinar/cahaya, kelembaban, fentilasi,
pemisahan untuk menjamin mutu produk dan keamanan
petugas yang terdiri dari :
A. Kondisi Umum untuk Ruang Penyimpanan
1. Obat jadi
2. Obat produksi
3. Bahan baku obat
4. Alat kesehatan dan lain-lain.

B. Kondisi Khusus untuk Ruang Penyimpanan


1. Obat termolabil
2. Alat kesehatan dengan suhu rendah
3. Obat mudah terbakar
4. Obat/bahan obat berbahaya
5. Barang karantina
Penyimpanan perbekalan farmasi di gudang

1. Fixed Location : Sistem ini sangat mudah di dalam


mengatur barang
2. Fluid Location : Penyimpanan ini di bagi menjadi beberapa
tempat yang dirancang.
3. Semi Fluid Location : Sistem ini merupakan kombinasi dari
sistem kedua di atas.
Sistem penataan obat yang dapat digunakan
antara lain adalah
1. First In First Out (FIFO)
Sistem penataan obat atau perbekalan farmasi dengan
meletakkan barang baru (datang terakhir) di belakang barang
yang datang sebelumnya.
2. Last in First Out (LIFO)
Sistem penataan obat atau perbekalan farmasi dengan
meletakkan barang baru (datang terakhir) di depan yang datang
sebelumnya.
3. First Expired First Out (FEFO)
Sistem penataan obat atau perbekalan farmasi dengan
meletakkan obat yang mempunyai tanggal kadaluarsa lebih
dahulu di depan obat yang mempunyai tanggal kadaluarsa lebih
akhir.
Indikator penyimpanan tersebut antara lain:

1. Persentase kesesuaian data stok antara


barang (fisik) dengan kartu stokatau data komputer
2. Turn Over Ratio (TOR)
3. Sistem penataan gudang
4. Persentase nilai obat yang kadaluarsa atau rusak
5. Persentase stok mati (dead stock)
THANKS!
Any questions?