Anda di halaman 1dari 10

MENGELOLA OPERASI

KELPOMPOK 3
NAMA : 1. M.RISWAN
2. M. ALFATHUL AKBAR
3.SITTI FILDZAH RAHMA
4.TIARA ANISA RIANI
5.WENDA INDRIYANI
MENGELOLA OPERASI
• PENGEMBANGAN PENAMAAN MANAJEMEN
OPERASIONAL
Manajement operasional memiliki tiga tahapan perkembangan teoretik
dan setiap pase perkembangan dimaksud memiliki nama yang khas.
Pada mulanya bernama manajemen pabrik (manufacturing operations)
kemudian menjadi manajemnt produksi (production management) dan
terakhir bernama manajement operasional (operations management )
• DEFENISI MANAJEMEN OPERASIONAL DEFENISI MANAJEMEN
OPERASIONAL
Manajemen operasional adalah bentuk pengelolaan secara menyeluruh dan optimal
pada masalah tenaga kerja, barang-barang seperti mesin, peralatan, bahan-bahan
mentah, atau produk apa saja yang sekiranya bisa dijadikan sebuah produk barang
dan
jasa yang biasa biasa dijual belikan.
Sesuai dengan definisinya sendiri, manajeman yang berasal dari kata manage yang
berarti mengatur penggunaan. Jika disandingkan dengan kata operasional, artinya
adalah pengaturan pada masalah produksi atau operasional baik dalam bidang barang
atau jasa. Sebagaimana dikehatui bahwa keputusan adalah hal yang terpenting bagi
seseorang agar bisa bersikap tegas dan tepat, demi lancarnya manajemen operasional yang
tengah dijalankan. Oleh karena itu, manjemen operasional sangat erat kaitannya
dengan Unsur Manajemen terdiri dari ; perencanaan, pelaksanaan, pengawasan.
• RUANG LINGKUP MANAJEMEN OPERASIONAL
Dalam lingkup yang sangat generik, yaitu suatu proses, perlu kiranya
disampaikan seberapa luas ruang lingkup manajemen operasi. Beberapa hal yang
membatasi ruang lingkup tersebut adalah: Manajemen operasi merupakan satu dari
fungsi manajemen (functional management) dalam perusahaan. Selain pemasaran,
keuangan, sumber daya manusia, maka operasi adalah satu fungsi yang sangat penting
dalam menjalankan suatu perusahaan.Belakangan ini sudah umum kita jumpai jabatan
dalam perusahaan yang terkait dengan manajemen operasi, seperti manajer dan
direktur operasi. Konsep proses dalam pengertian manajemen operasi pada dasarnya
mencakup semua proses, mulai dari proses global/utama hingga subproses terkecil
yang dapat dijumpai dalam perusahaan.
Walaupun hierarkinya boleh jadi sangat panjang, level proses yang dianalisis hanya
melibatkan beberapa level saja sesuai kebutuhan. Yang perlu menjadi perhatian
adalah level terbesar dari analisis proses adalah level dimana unit dalam perusahaan
berinteraksi dengan pihak lain seperti pemasok dan pelanggan. Lebih dari itu,
kajiannya sudah memasuki topik manajemen rantai pasok (supply Chain
Management). Dengan demikian, ruang lingkup analisis dalam manajemen operasi
adalah keseluruhan proses yang terdapat dalam suatu perusahaan.
• FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
MANAJEMEN OPERASIONAL
ORGANISASI/PERUSAHAAN
Menurut Higgins (1994) Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi
Manajemen Operasional adalah: Manajer/Pimpinan Pada dasarnya
setiap tindakan yang diambil oleh manajer atau pimpinan
mempengaruhi dalam beberapa hal, seperti aturan-aturan, kebijakan-
kebijakan, dan prosedur-prosedur organisasi terutama masalah-masalah
yang berhubungan dengan masalah personalia, distribusi imbalan, gaya
komunikasi, cara-cara yang digunakan untuk memotivasi, teknik-teknik
dan tindakan pendisiplinan, interaksi antara manajemen dan kelompok,
interaksi antar kelompok, perhatian pada permasalahan yang dimiliki
karyawan dari waktu ke waktu, serta kebutuhan akan kepuasan dan
kesejahteraan karyawan.
• Faktor eksternal organisasi, Sejumlah faktor eksternal organisasi
mempengaruhi pada organisasi tersebut.Keadaan ekonomi merupakan faktor
utama yang mempengaruhi organisasi.Keadaan ekonomi adalah faktor utama.
Di lain pihak, ledakan ekonomi dapat mendorong penjualan dan
memungkinkan setiap orang mendapatkan pekerjaan dan peningkatan
keuntungan yang besar, sehingga hasilnya menjadi lebih positif.
• FUNGSI MANAJEMEN OPERASIONAL DALAM ORGANISASI/ PERUSAHAAN
Manajemen Operasional Memiliki beberapa Fungsi yaitu:
• Fungsi Pemasaran (Marketing Function), Berhubungan dengan pasar untuk dapat menciptakan
permintaan dan pada akhirnya menyampaikan produk yang dihasilkan ke pasar.
• Fungsi Keuangan (Finance Function), Mengelola berbagaai urusan keuangan didalam
perusahaan maupun perusahaan dengan fihak luar perusahaan.
• Fungsi Produksi (Operastion Function), Berkaitan dengan penciptaan barang dan jasa yang
dihasilkan perusaan.
• STRUKTUR MANAJEMEN OPERASIONAL DALAM ORGANISASI/ PERUSAHAAN
Adapun tingkat pekerjaan manajemen operasional dalam sebuah organisasi/ perusahaan adalah
sebagai berikut :
• Manajer Pabrik (Plant Manager)
• Yang biasanya harus berpengalaman dalam manajemen pabrik termasuk keahlian dibidang
perencanaan produksi, manajemen pembelian, manajemen persediaan, termasuk pula pengelolaan
karyawan dioperasional maupun pengelolaan sumberdaya lainnya yang dipergunakan di pabrik.
• Direktur Pembelian ( Director of Purcashing)
• Harus memiliki pengetahuan yang menyeluruh mengenai fungsi pem,belian, kemampuan
menelaah program penjualan, mengintegrasikan atau membuat keterkaitan dengan supplier sampai
distributor, mengkoordinasi aktifitas operasi.
• Manejer Mutu (Quality Manger)
• Mempunyai pandangan yang luas, mengenai konsep statistic untuk dapat melakukan pengawasan
semua aspek operasional karena kualitas merupakan tanggung jawab secara bersama diantara
semua pihak yang terlibat dalam perusahaan terutama fungsi operasional.
STRATEGI MANAJEMEN OPERASIONAL DALAM
ORGANISASI ATAU PERUSAHAAN
Sebelum kita melangkah dalam hal pengambilan keputusan-
keputusan atau mengeluarkan suatu produk, ada baiknya kita
memetakan strategi yang akan digunakan dalam teori manajemen
operasional. Sedikitnya, ada dua tipe dalam pengambilan
strategi.Pertama, dengan menggunakan biaya rendah yang ditekan dari
biaya produksi, namun tetap menggunakan teknologi bagus, tapi biaya
tenaga kerja diusahakan rendah, dan tingkat persediaannya juga rendah,
tapi tetap menjaga mutu. Mutu yang harus tetap terjamin.Ini tentu bisa
berjalan berbarengan jika bagian keuangan serta pemasaran mendukung
dan tidak mati.Yang kedua adalah dengan menggunakan strategi invasi
dalam menciptakan produk atau pengenalan produk baru.
Dan yang berikutnya adalah perencanaan pabrik atau dalam bahasa
asing disebut factoy planning.Ini adalah langkah yang penting dalam
kelangsungan hidup serta kemajuan perusahaan sesuai tujuan
perusahaan yang ingin dicapai dalam hal teori manajemen
operasional.Di antara perencanaan pabrik itu adalah penentuan lokasi
pabrik, bangunan, peralatan, hingga penerangan, dan sirkulasi udara
dalam pabrik. Pemilihan lokasi pabrik sangat penting karena bisa
mempengaruhi dalam daya saing dengan perusahaan lain. Selain itu,
juga harus memperhatikan adanya kemungkinan terjadi ekspansi.