Anda di halaman 1dari 45

BLASTING EFFECT

effect

 Ground vibration
 Air blast
 Fly rock
Ground vibration
BLASTING EFFECT
Ground vibration ???

 Peledakan didetonasikan
 Energi merambat melalui material berupa
getaran (vibration)
 Rambatan getaran berbeda-beda untuk
setiap densitas dan ketebalan lapisan
 Level energi akan menyrun seiring dengan
bertambahnya jarak
 Vibrasi mewakili energi ledak yang terbuang
Parameter yang mempengaruhi
karakteristik getaran
 Muatan bahan peledak per waktu tunda
 Jarak dari titik atau area peledakan
 Powder factor
 Jenis bahan peledak
 Waktu tunda
 Arah inisiasi
 Geometri peledakan
Jarak dari
titik atau
area
peledakan
PF
Jenis bahan peledak

 Bahan peledak yang memberikan tekanan


kecil terhadap lubang tembak akan
menghasilkan tingkat ground vibration yang
kecil. Jenis bahan peledak yang menghasilkan
tekanan lubang tembak kecil biasanya
memiliki densitas dan tekanan detonasi yang
kecil
Waktu tunda

 Effective delay time merupakan diferensiasi


waktu dari gelombang balik yang dihasilkan
oleh lubangledak
Arah inisiasi
Arah inisiasi

 berpotongan dengan arah penyebaran


batuan (berpotongan strike)

 searah dengan arah penyebaran batuan


(searah strike).
Geometri
peledakan
Geometri
peledakan
Geometri
peledakan
Karakteristik ground
vibration
 Karakteristik gelombang saismik yang
dihasilkan
 Parameter gelombang
 Geometri gelombang yang ada
 Penyerapan oleh batuan non elastic
Karakteristik gelombang
saismik yang dihasilkan
Karakteristik gelombang
saismik yang dihasilkan
Parameter gelombang
Parameter gelombang
Penyerapan oleh batuan non
elastic
Gelombang permukaan
Contoh soal
Metode Untuk Mengurangi Tingkat
Ground Vibration
 Peledakan dengan waktu tunda
 Benching
 Mengurangi diameter lubang ledak
 Decking
 Line Drilling
 T rimblasting
 Presplit blasting
Peledakan dengan waktu tunda

Ada dua jenis tipe peledakan waktu tunda, yaitu


:
 Hole by hole yaitu peledakan dengan waktu
tunda yang didesain untuk meledak lubang
per lubang.
 Row by row yaitu dengan waktu tunda yang
didesain untuk meledak baris per baris
Benching

 Cara ini dilakukan dengan mengecilkan atau


mengurangi tingkat kedalaman yang didesain untuk
tinggi jenjang dari total rencana final kedalaman.
Contoh, jika final kedalaman yang direncanakan
adalah 60 ft, maka jika menggunakan cara benching
kedalaman tersebut dipotong/dikurangi 30 ft atau
lebih. Dalam contoh tersebut, untuk mencapai
target final kedalaman maka peledakan jenjang
direncanakan menjadi 2 (dua) tahap. Hal tersebut
akan mengurangi jumlah/berat bahan peledak
sehingga daya ledak dan tingkat ground vibration
menjadi berkurang. (Hempill, 1981; 149)
Mengurangi diameter lubang
ledak
 Cara lain yang digunakan untuk mengurangi
tingkat ground vibration akibat peledakan
adalah dengan mengurangi ukuran diameter
lubang ledak. Hal ini bertujuan untuk
mengurangi jumlah/berat peledak yang
digunakan, sehingga daya ledak menjadi
berkurang dan mengurangi tingkat ground
vibration yang dihasilkan
Decking

 Decking dilakukan dengan cara membagi


total kolom isian dengan menempatkan
stemming di dalam kolom isian sehingga
kolom isian terbagi menjadi beberapa
segmen. Masing-masing bagian di dalam
kolom isian dipisah dengan waktu tunda,
sehingga membuat bahan peledak tidak
meledak pada waktu yang sama. Hal tersebut
menyebabkan penuruan tingkat ground
vibration yang dihasilkan. (Hempil, 1981; 150)
Line Drilling

 Merupakan cara untuk mengurangi tingkat


ground vibration dengan membuat baris
lubang yang berdiameter kecil (tidak lebih
dari 3 in), dengan spasi yang cenderung rapat
dan tidak diisi bahan peledak. Biasanya untuk
meredam tingkat ground vibration pada
massa batuan yang tidak stabil.
 (Hemphill, 1981; 147-150).
Trimblasting
Presplit blasting