Anda di halaman 1dari 19

Kelompok 4

Tingkat 2-C
 Beberapa suku Indian di Amerika, suku Bantu di Afrika, orang
Eskimo, India, Jepang, dan lain-lain menggunakan teknik
pengobatan pemijatan dan penusukan yang mirip dengan teknik
pengobatan tradisional Cina (TCM).
 Suku Cherokee menyatakan bahwa terapi tekanan pada kaki untuk
memulihkan dan menyeimbangkan tubuh telah diwariskan dari
generasi ke generasi. Mereka percaya bahwa kaki adalah penting.
 Karena bangsa Cina yang menuliskan dan mencatat secara sistemtis
ilmu pengobatan ini, dunia kemudian mengakui dan menyatakan
bahwa ilmu pengobatan ini adalah dari dan milik bangsa Cina.
 Refleksologi adalah pengobatan holistik berdasarkan prinsip bahwa terdapat
titik atau area pada kaki, tangan, dan telinga yang terhubung ke bagian tubuh
atau organ lain melalui sistem saraf.
 Tekanan atau pijatan di titik atau area tersebut akan merangsang pergerakan
energi di sepanjang saluran saraf yang akan membantu mengembalikan
homeostasis (keseimbangan) energi tubuh.
 Pada tahun 1893, Sir Henry Head, seorang ahli saraf yang bekerja di London,
menjadi orang pertama yang membuktikan bahwa gangguan fungsi internal
tercermin pada tubuh bagian luar. Pada tahun 1898, Sir Henry Head
menemukan zona pada kulit yang menjadi hipersensitif terhadap tekanan saat
organ yang dihubungkan oleh saraf ke daerah kulit tersebut menderita
gangguan.
 Dr. Alfons Cornelius menemukan bahwa ketika titik refleks dipijat, bagian
tubuh yang terganggu yang sesuai dengan titik refleks mengalami
penyembuhan lebih cepat.
 Terapi refleksi merupakan pemberian energi yang dimasukan ke
dalam tubuh untuk memperlancar peredaran darah, melenturkan
otot-otot, meningkatkan daya tahan tubuh, stres, nyeri,
dan ketegangan bisa dihilangkan, kekuatan dan kelenturan pikiran,
tubuh, dan emosi bisa ditingkatkan, tidur bisa lebih berkualitas,
restrukturisasi tulang, otot, dan organ dapat dibantu, cedera baru
dan lama bisa disembuhkan, konsentrasi dan ingatan dapat
ditingkatkan, bahkan rasa percaya diri dan harmoni bisa disegarkan
(Harapan, 2009).
Meningkatkan daya tahan individu
Mengurangi risiko tulang rapuh atau keropos
Menyeimbangkan tata letak badan
Melancarkan pergerakan
Menguatkan otot kaki
Mengurangi risiko kencing tidak lancar
Menguatkan tulang dan pinggul
Mengurangi risiko sakit sendi
Meredakan rasa letih
Menghindarkan risiko sembelit
Mengurangi masalah usus
Mengurangi masalah organ reproduksi.
Membantu mengatasi sakit kepala
Membantu mengatsi depresi
Membantu mengatasi sindrom pra-haid, asma, dan penyakit kulit
 Matinya urat saraf akibat kecelakaan, benturan, stroke atau penyakit
lainnya. Pemijatan pada daerah refleksi tidak boleh dianjurkan
sebab tidak akan memberikan reaksi atau respon terhadap organ
yang berhubungan dengan daerah refleksi.
 Tumpulnya kepekaan urat saraf karena terlalu banyak minum obat
kimia. Terlalu sering dan banyak meminum obat kimia dapat
membuat urat saraf menjadi tumpul atau kurang peka, karena peran
yang alami telah di gantikan atau dimatikan oleh obat kimia
tersebut.
 Kanker yang terlalu parah karena telat ditangani.
 Teori Pertama, Refleksologi bekerja dengan mengirim pesan
menenangkan ke sistem saraf pusat dengan perantara saraf perifer
pada tangan dan kaki. Pesan ini kemudian memerintahkan tubuh
untuk mengurangi tingkat ketegangan sehingga memicu relaksasi
dan melancarkan aliran darah.
 Teori kedua menyatakan bahwa stimulasi yang dihasilkan dari sesi
refleksologi akan merangsang tubuh untuk melepaskan endorfin dan
monoamina, dua senyawa yang berfungsi mengontrol rasa sakit dan
merangsang relaksasi.
 Sedang teori ketiga, yang disebut Teori Zona, menyatakan
refleksologi bekerja dengan cara yang mirip dengan akupunktur.
• Dr. William Fitzgerald Crawford, seorang
konsultaN THT, lahir di kota Middletown, mulai
tertarik terhadap berbagai terapi tekan pada
awal tahun 1900-an sewaktu belajar di Inggris
dan Eropa.
• Dr. William Fitzgerald Crawford juga
mengunakan metode pijat ini untuk mengurangi
rasa nyeri yang berfungsi sebagai anastesi.
• Dalam teori zona longitudinal ada lima zona di
setiap sisi tubuh. Zona itu meliputi segmen pada
tubuh, depan–belakang, meluas dari ujung kaki
sampai ke kepala dan otak. Dari ujung jari kaki
ditarik garis sejajar dengan ujung jari tangan
yang sama. Setiap satu level tubuh mempunyai
lebar yang sama.
Gambar 10: Pembagian Zona
Longitudinal
• Hanne Marquardt dari Jerman
melakukan metode pijat refleksi
untuk mengatasi gangguan yang
menyangkut alat gerak di tulang
belakang, saluran pernapasan,
saluran urogenital, pertumbuhan
anak, fungsi kelenjar, fungsi organ,
dan sebagainya.
•Hanne Marquardt mengembangkan
peta kaki dengan menambahkan tiga
garis melintang pada tubuh sebatas
bahu, pinggang dan panggul,
membagi tubuh dalam empat zona
transversal.
Area hubungan silang:
Daerah bahu dengan daerah panggul;
Lengan atas dengan tungkai kaki atas;
Siku tangan dengan lutut kaki;
 Lengan bawah dengan tungkai kaki
bawah;
Pergelangan tangan dengan pergelangan
kaki;
Telapak tangan dengan telapak kaki; dan
Belakang tangan (punggung tangan)
dengan punggung kaki.
 Mengusap (Efflurage/Strocking)
 Meremas (petrisage)
 Menekan (Friction)
 Menggetar (Vibration)
 Memukul (Tapotement)
1. Gerak (movement) teknik massage
Perpindahan gerakan dari satu teknik pijat ke gerakan berikutnya
harus dilakukan secara berkesinambungan sehingga klien merasa
nyaman.
2. Irama (rythme)
Irama adalah interval dari gerakan ke gerakan secara teratur, stabil,
serta tidak terlalu cepat ataupun lambat.
 Kondisi klien
 Kondisi ruangan dan peralatan
 Posisi klien dan pemijat
 Secara umum kondisi klien dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Kondisi kekurangan energi (yin)
Klien dalam kondisi ini akan terlihat lemah, pucat, suara pelan, dan suhu tubuh
rendah (dingin).
2. Kondisi kelebihan energi (yang)

 Teknik rangsangan pijat refleksi dibagi menjadi dua, yaitu:


1. Penguatan (untuk Kondisi Yin)
Penguatan adalah teknik rangsangan yang digunakan untuk menangani klien
yang berada dalam kondisi kekurangan energi
2. Pelemahan (untuk Kondisi Yang)
Pelemahan adalah teknik rangsangan yang digunakan untuk menangani klien
yang berada dalam kondisi kelebihan energi.
 Sebelum melakukan pemijatan, pastikan diri Anda dalam keadaan fit dan sehat.

 Pahami letak titik-titik refleksi yang akan Anda pijat.

 Pahami juga fungsi titik refleksi sehingga Anda bisa menentukan titik mana yang akan Anda pijat.

 Gunakan minyak urut pada area yang akan di refleksi.

 Untuk pertama kali terapi, lakukan selama 3 hari berturut-turut.

 Setelah itu lakukan terapi setidaknya setiap 3 hari sekali.

 Lakukan pemijatan pada setiap titik refleksi selama 3 menit, jika penyakitnya agak parah bisa 5 menit.

 Jika pasien kesakitan saat dilakukan pemijatan, kurangi tekanan pemijatan pada daerah tersebut.

 Maksimal pemijatan pada satu titik refleksi pada sekali terapi adalah 3 kali setelah minimal 5 menit.

 Jangan melakukan pemijatan pada titik refleksi yang terluka.

 Untuk titik refleksi kelenjar dan organ dalam jangan memijatnya terlalu keras.

 Untuk saraf tulang seperti belikat, pinggang, punggung, dan lainnya disarankan agak keras ketika
memijatnya.
 Untuk pemijatan titik refleksi pada telapak kaki bisa menggunakan kayu yang telah dibuat agak runcing.
 Usahakan pasien dalam posisi tidur atau duduk sambil bersandar.
 Pasien harus dalam keadaan rileks dan jangan terlalu tegang.
 Lakukan pemijatan pada titik-titik refleksi yang diperlukan saja, setiap penyakit memiliki titik
pijat yang berbeda-beda.
 Untuk pemijatan pada titik refleksi, Anda bisa menggunakan jempol atau jari tangan yang
lainnya. Juga bisa menggunakan bantuan stick kayu yang sudah dibuat agak runcing ujungnya.
 Pemijatan bisa dilakukan dengan melakukan penekanan pada titik refleksi secara konstan,
dimulai dengan pemijatan perlahan dengan menambah tekanan. Jika pasien merasa terlalu
kesakitan, kurangi tekanan pemijatan.
 Ketika dipijat adakalanya pasien merasa kesakitan yang berlebihan, silahkan kurangi tekanan
sambil terus dilakukan pemijatan.
 Anda bisa mengulangi pemijatan pada titik yang sama setelah minimal 5 menit.
 Untuk penyakit yang stadium sedang dan berat, anda bisa melakukan terapi refleksi sehari 3
kali selama 3 hari berturut-turut setelah itu bisa berjangka setiap hari sekali sampai pasien
sembuh.
 Perbanyak minum air putih untuk pasien yang sudah selesai terapi.
Shock Bengkak atau
Gejala: keringat dingin, pucat, memar
lemas, mual, Gejala : terjadi
pusing. Kejang otot pembengkakan
Penyebab : lapar, terlalu lemah Gejala: kram, otot menjadi pada tempat yang
atau lelah, takut, kaku dan tegang dipijat, mungkin
pijatan terlampau Penyebab : pemijatan muncul warna
menyakitkan terlalu kebiru-biruan
Cara mengatasinya : hentikan kuat atau klien tidak relaks Penyebab : pemijatan
pemijatan, Cara mengatasinya : terlalu
baringkan klien, beri hentikan pemijatan di kuat atau kulit klien
minum air hangat daerah kejang, pijat di sensitif
manis (teh manis), titik-titik di sekitarnya Cara mengatasinya :
tenangkan klien hentikan pemijatan di
dengan pijatan daerah tersebut, beri
perlahan minyak khusus untuk
memar