Anda di halaman 1dari 13

Manjemen Pasca Bencana

Kelompok 9
Siti aldina 152310101124
Ega Putri Nurwita 152310101135
Isa Rahayu 152310101233
Hiqmatul Faizzah 152310101339
Ajib Dwi S 152310101342
Bencana

Menurut UU No. 24 tahun 2007, pengertian


bencana adalah Peristiwa atau rangkaian peristiwa
yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan
penghidupan masyarakat yang
disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor
non alam maupun faktor manusia sehingga
mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia,
kerusakan lingkungan, kerugian harta benda,
dan dampak psikologis (Toha, 2007)
Tiga Fase Terjadi Bencana Menurut
Barbara Santamaria (1995)

Fase Pre-Impact Fase impact Fase post impact

• Merupakan • Merupakan fase • Merupakan saat


warning phase, terjadinya klimaks dimulainya
tahap awal dari dari bencana. perbaikan dan
bencana. Inilah saat-saat penyembuhan dari
Informasi didapat dimana manusia fase darurat, juga
dari badan satelit sekuat tenaga tahap di mana
dan meteorologi mencoba untuk masyarakat mulai
cuaca bertahan hidup berusaha kembali
(survive) pada fungsi
komunitas normal.
Tahap Emergency

 Tahap emergensi dimulai sejak berakhirnya serangan bencana yang


pertama, bila serangan bencana terjadi secara periodik seperti di
Aceh dan semburan lumpur Lapindo sampai terjadi-nya rekonstruksi.
 Tahap emergensi bisa terjadi beberapa minggu sampai beberapa
bulan .
 Korban memerlukan bantuan tenaga medis spesialis,tenaga kesehatan
gadar, awam khusus yang terampil dan tersertifikasi.
 Diperlukan bantuan obat, balut bidai, alat evakuasi, alat transportasi yang
efisien dan efektif, pakaian, pembalut, mini hospital, dapur umum,
perkemahan dengan sanitasi lingkungan yang terpelihara.
Peran tenaga kesehatan saat fase
emergency
 Memfasilitasi jadwal kunjungan konsultasi medis, cek kesehatan sehari-hari
 Merencanakan dan memfasilitasi transfer pasoen yang memerlukan
penanganan di RS
 Mengevaluasi kebutuhan sehari-hari
 Memeriksa dan mengatur pesediaan obat,makanan, peralatan kesehatan
 Mengidentifikasi reaksi psikologis pasien
 Membantu terapi kejiwaan dan memfasilitas konseling
Tahap rekonstruksi

 Pada tahap ini mulai dibangun tempat tinggal, sarana umum seperti sekolah ,
sarana ibadah, jalan, pasar atau tempat pertemuan warga.

 tahap rekonstruksi ini yang dibangun tidak saja


kebutuhan fisik tetapi yang lebih utama yang
perlu kita bangun kembali adalah budaya. Kita
perlu melakukan rekonstruksi budaya,
melakukan re-orientasi nilai-nilai dan norma
Peran tenaga kesehatan pada fase
rekonstruksi
 Tenaga kesehatan pada pasien post traumatic stress disorder (PTSD)
 Tenaga kesehatan bersama masyarakat bekerjasama dengan lintas sektor
menangani masalah kesehatan masyarakat pasca gawat darurat serta
mempercepat fase pemulihan .
Manajemen Bencana
 Manajemen Bencana adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk
mengendalikan bencana dan keadaan darurat , sekaligus memberikan
kerangka kerja untuk menolong masyarakat dalam keadaan beresiko
tinggi agar dapat menghindari ataupun pulih dari dampak bencana.
 Tujuan manajemen Bencana :
1. Mengurangi atau menghindari kerugian
secara fisik, ekonomi maupun jiwa yang dialami oleh perorangan,
masyarakat negara.
2. Mengurangi penderitaan korban bencana
3. Mempercepat pemulihan
4. Memberikan perlindungan kepada pengungsi
atau masyarakat yang kehilangan tempat ketika kehidupannya terancam
Manajemen Pasca Bencana
 Penanganan Darurat; yaitu upaya untuk menyelamatkan jiwa dan
melindungi harta serta menangani gangguan kerusakan dan dampak
lain suatu bencana
 Pemulihan (recovery) adalah suatu proses
yang dilalui agar kebutuhan pokok terpenuhi. Proses recovery terdiri
dari:
a. Rehabilitasi : perbaikan yang dibutuhkan secara langsung yang
sifatnya sementara atau berjangka pendek.
b. Rekonstruksi : perbaikan yang sifatnya permanen.
 Mitigasi (mitigation); yaitu upaya yang dilakukan untuk mengurangi
dampak buruk dari suatu ancaman. Misalnya: penataan kembali lahan
desa agar terjadinya banjir tidak menimbulkan kerugian besar.

 Strategi Re-orientasi budaya korban bencana dapat dilakukan dengan


strategi akomodasi, strategi negosiasi, dan strategi restrukturisasi
budaya.
Strategi Rehabilitasi

 1. melibatkan dan memberdayakan masyarakat dalam tahapan pelaksanaan


rehabilitasi
 Memperhatikan karakter bencana, daerah dan budaya masyarakat setempat
 3. mendasarkan pada kondisi actual dilapangan (tingkat kerugian/ kerusakan
serta kendala medan)
 4. menjadikan kegiatan rehabiitasi sebagai gerakan dalam masyarakat dengan
menghimpun masyaakat sebagai korban maupun pelaku aktif kegiatan
rehabilitasi dalam kelompok swadaya
 5. menyalurkan bantuan pada saat, bentuk, dan besaran yang tepat sehingga
dapat memicu/ mambangkitkan gerakan rehabilitasi dan penganan bencana
yang meyeluruh
Strategi Rekonstruksi

 1. melibatkan partisipasi masyarakat sebesar mungkin melalui proses memberdayakan


masyarakat dalam berbagai kegiatan rekonstruksi
 2. memanfaatkan kearifan lokal berdasarkan pada kondisi actual dilapangan melalui program
yang megacu pada kebijakan pemerintah
 3. mendorong perkembangan kapasitas dalam pelaksanaan rekonstruksi
 4. mengutamakan soslusi jangka panjang dari pada penyelesaian masalah yang bersifat
sementara
 5. memberikan perhatian kusus pada usaha berkelanjutan yang bersifat lokal
 6. Mengguakan proses perencanaan yang terintegrasi dengan penetapan prioritas jangka
pendek, menengah, dan panjang
 7. mengutamakan usaha-usaha untuk memulihkan kondisi ekonomi lokal dengan cepat
 8. mengintegrasikan teknologi maju dengan sumber daya lokal yang sesuai
 9. menggunakan rencana implementasi yang sederhana
 10. memastikan ketersedianya akses informasi dalam rangka membangun komunikasi untuk
menjamin akuntabilitas dan transparansi proses rekonstruksi
Re-orientasi budaya

 Strategi akomodasi budaya, dilakukan bila korban bencana telah


memiliki nilai-nilai, norma-norma dan perilaku yang
positif untuk keberlanjutan hidupnya dimasyarakat.
 Strategi negosiasi budaya dilakukan bila korban bencana
telah memiliki nilai-nilai, norma-norma dan perilaku yang kurang
menguntungkan untuk keberlanjutan hidupnya di masyarakat
 Strategi restrukturisasi budaya, dilakukan bila korban
bencana telah memiliki nilai-nilai, norma-norma dan perilaku yang
merugikan untuk
keberlanjutan hidupnya di masyarakat. Misalnya, kebiasaan tangan
dibawah, malas
berusaha
Daftar pustaka

Kurniayanti, Mizam Ari. Peran Tenaga Kesehatan dalam Penanganan Manajemen


Bencana. 2012. Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada. 1(1): 85-92.
Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Pedoman Rehabilitasi
dan Rekonstruksi Pasca Bencana. Nomer 11 Tahun 2008. Badan Nasioal
Penanggulangan Bencana (BNBP). Jakarta.