Anda di halaman 1dari 36

FISIOLOGI CAIRAN

DIKLAT ICU RSU dr LOEKMONO HADI


KUDUS.
JUMLAH CAIRAN
JUMLAH
UMUR JENIS KELAMIN
( % BB)
0 – 1 bulan 75,7
1 – 12 bulan 64,5
1 – 10 tahun 61,7
10 – 16 tahun Laki 58,9
Perempuan 57,3
17 – 19 tahun Laki 60,6
Perempuan 50,2
40 – 59 tahun Laki 54,7
Perempuan 46,7
> 60 tahun Laki 51,5
Perempuan 45,5
DISTRIBUSI CAIRAN TUBUH

15%

40% 5%
HIPOTESA STARLING
• Recall Starling’s Law of the Capillaries which explains
fluid and solute movements from Ch. 19

Q = K { (Pc – Pt) -  (c - t) }


= ∆P-∆π
PERSAMAAN STARLING

Q = K { (Pc – Pt) -  (c - t) }


= ∆P-∆π
Q : aliran cairan
K : konstanta
Pc : tekanan hidrostatik di kapiler
Pt : tekanan hidrostatik di interstitium
 : koefisien refleksi
c : tekanan onkotik di kapiler
t : tekanan onkotik di interstitium
T Book of Physiology
Guyton, 2006
PENYEBAB EDEMA JARINGAN

1. Tekanan hidrostatik 

2. Tekanan onkotik 

3. Permeabilitas dinding pb.darah 

4. Gangguan pembuluh limfe


KEBUTUHAN
• AIR:
– Dewasa : 2 cc / kg / jam
– Anak :
• 0 – 10 kg : 4 cc / kg / jam
• 11 – 20 kg : 40 cc + 2 cc / kg > 10 kg / jam
• 21 – 30 kg : 60 cc + 1 cc / kg > 20 kg / jam

• Na+ : 2 meq / kg / hari

• K+ : 1 meq / kg / hari
PERISTIWA OSMOSIS
MACAM CAIRAN
dan PENGGUNAANNYA
TERAPI CAIRAN

RESUSITASI RUMATAN

KRISTALOID KOLOID ELEKTROLIT NUTRISI

KEHILANGAN AKUT: KEBUTUHAN HARIAN:


•Perdarahan •Air + elektrolit
•Muntaber •Nutrisi
•Hilang ke rongga III
MACAM CAIRAN
(berdasarkan isinya)
1. CAIRAN KRISTALOID
Cairan yg.berisi partikel kecil ( < 30.000 dalton)
sehingga mudah menembus dinding pembuluh
darah (NaCl , RL , RS)

2. CAIRAN KOLOID
cairan yg.berisi partikel dg.BM besar ( > 30.000
dalton) sehingga tak mudah menembus dinding
pembuluh darah (dextran, albumin, HES / voluven®)

3. CAIRAN NUTRISI
Cairan yg.berisi bahan nutrisi KH, lemak, protein
(sendiri atau campuran)
SIFAT CAIRAN BERDASAR TONISITET

1. ISOTONIS : osmolalitas : 285 mOsmol / L

2. HIPOTONIS : osmolalitas : < 285 mOsmol / L

3. HIPERTONIS : osmolalitas : > 285 mOsmol / L


SIFAT CAIRAN BERDASAR TEKANAN
ONKOTIK
1. ISO-ONKOTIK :
• Albumin 5 %
• HES 6 %

2. HIPER-ONKOTIK :
• Albumin 25 %
• HES 10 %
DAMPAK PEMBERIAN CAIRAN

tetap berada di dalam pembuluh darah


atau keluar pembuluh darah.

Tergantung jenis dan sifat cairan:
– Kristaloid apa koloid
– Hipotonis apa isotonis atau hipertonis
– Iso-onkotik apa hiper-onkotik
83 ml 333 ml 583 ml
200 ml
800 ml
200 ml 800 ml
1000 ml
SKHEMA DAMPAK INFUS CAIRAN

Lart.hi- Krist. Krist. hi Koloid Koloid


potonis isotonis pertonis Iso-onk. Hiper onk.

INTRA
VASK.
    

INTER-
STITIEL
    

INTRA
SEL
 –  – –
PERBEDAAN KRISTALOID & KOLOID
KRISTALOID KOLOID
KEBERADAAN DLM Sebentar, sebab mudah lebih lama, sebab tidak
PEMB. DARAH keluar dr.pb darah mudah keluar dr pb drh
STABILITAS
HEMODINAMIK
kurang baik

JML YG DIPERLUKAN banyak sedang


PERFUSI DI KAPILER kurang baik
RESIKO EDEMA
JARINGAN
besar tidak
EFEK THD TEK
ONKOTIK
menurunkan stabil

RESIKO ANAFILAKTIK - ada


HARGA murah relatif mahal
MACAM CAIRAN KOLOID

NATURAL HES GELATINS DEXTRANS

STRUKTUR
Protein Karbohidrat Protein Karbohidrat
KIMIA

Jaringan
ASAL darah Amy’pectin Sintesa bakteri
kolagen

CONTOH Albumin HES Gelofusine Dextran 40

FFP Voluven Haemaccel Dextran 70

Amylase/ Ginjal,
EKSKRESI Liver, ginjal
RES/ginjal protease

Archives of Disease in Childhood 1992; 67: 649-653


SIFAT SIFAT BERMACAM KOLOID
D’tran D’tran
ALB GELO HEM HetaS PentS TetrS
40 70

MW(kDa) 69 30 35 450 200 130 40 70

130-
Na (mmol /L) 154 145 154 154 154 154 154
160

K (mmol / L) 1 <0.4 5.1 0 0 0 0 0

Ca (mmol/ L 0 <0.4 12.5 0 0 0 0 0

Dur of act
6 3-4 3-4 >8 6-8 4-6 3-4 6-8
(hrs)

Surv in body
21 7 7 2-65 7 2 6 28-42
days)
Water
binding (ml 18 42.8 41.7 20 30 37 29
H2O/g coll
CAIRAN KOLOID IDEAL
1. Volume effect yang lama.
2. Sedikit mengganggu faal koagulasi.
3. Memperbaiki aliran darah ke jaringan.
4. Tidak ada efek samping terhadap organ.
5. Cepat dikeluarkan dari dalam tubuh (tidak
akumulasi).
6. Dalam larutan yang balans.
7. Mempunyai efek anti inflamasi (?)
DAMPAK KOLOID TERHADAP KOAGULASI

CONC INIT VOL MAX DS EFFECTS


PROD’CT O.P. mmHg
(%) EXP (%) 24 HR ON HEM
ALBUMIN 4 20-29 80 0
20 100-120 200-400
DEXTRAN 70 6 56-68 120 1.5 g/kg +++
DEXTRAN 40 10 168-191 200 1.5 g/kg +++
FLUID GELATIN 4 42 90 0-+
UREA LINK GELATIN 3.5 25-29 70-80 0-+
HES 670/0.75 6 25-30 100 20 ml/kg ++ (+)
HES 450/0.7 6 25-30 100 20 ml/kg +++
HES 260/0.45 10 55-60 100-150 33 ml/kg ++
HES 200/0.62/10 6 25-30 110 20 ml/kg ++
HES 200/0.5/5 6 30-37 100 33 ml/kg +
HES 200/0.5/5 10 59-82 145 20 ml/kg +
HES 130/0.4/11 6 36 130 50 ml /kg 0-+
DAYA RETENSI CAIRAN KOLOID
KAPAN KOLOID ?
KALAU DIDUGA TEKANAN ONKOTIK PLASMA
MENURUN
1. Perdarahan
2. Kebocoran kapiler
3. Karena pengenceran akibat infus kristaloid
yang banyak
4. Untuk test cairan
KLASIFIKASI HES

1. Berdasarkan BM :
1. Tinggi:  400 kd
2. Menengah : 200 – 400 kd
3. Rendah : < 200 kd
2. Berdasar “molar substitution”:
1. Highly substituted (hetastarch) : 0.62-0.75
2. Medium substituted (pentastarch) : 0.5
3. Low substituted (tetrastarch) : 0.4
3. Berdasar peerbandingan C2/C6 :
1. High ratio : >8
2. Low ratio: < 8
4. Berdasar konsentrasi :
1. Tinggi : 10%
2. Rendah : 6%
DEGRADASI HES
MOLAR SOLVENT
DEGRAD MW C2/C6 CONC
SUBST (g / L)
NaCl (6,9), KCl (0.3),
70 0.5-0.55 3/1 CaCl2 (0.22)
NaLaktat (4.48)
6

CEPAT 130 0.38-0.45 9/1 NaCl (9) 6

200 0.4-0.55 5/1 NaCl (9) 6 & 10

200 0.6-0.66 9/1 NaCl (9) 6

200 0.6-0.66 9/1 NaCl (75) 6

450 0.7-0.8 6/1 NaCl (9) 6


LAMBAT
NaCl (6.7), KCl (0.22)
670 0.75 4-5/1 CaCl2 (0.37), NaLak (3.2)
MgCl2 (0.1)
6

600 0.7 5/1 NaCl (9) 6 & 10

480 0.7 5/3 NaCl (9) 6


TUJUAN RESUSITASI CAIRAN
(PADA PASIEN SAKIT KRITIS)
1. Agar volume intra vaskuler normal sehingga perfusi
baik & hemodinamika stabil.
2. Memperbaiki aliran mikrosirkulasi.
3. Agar oksigenasi sel terpenuhi sehingga metabolisme
tetap baik.
4. Mencegah / mengurangi kaskade reaksi inflamasi.
5. Koreksi terhadap gangguan asam basa.
6. Mengkompensasi keluarnya cairan dari interstitial /
intra sel.
7. Mencegah terjadinya “reperfusion injury”
HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

1. Waktu resusitasi
2. Jumlah cairan
3. Jenis cairan
4. Sifat cairan
5. Parameter target / evaluasi yang
digunakan
WAKTU RESUSITASI
• Harus secepat mungkin, agar perfusi
membaik dan hipoksia teratasi.

• Dalam waktu 6 jam pertama sasaran sudah


harus tercapai  EGDT (early goal directed
therapy).
‘Balanced’ kristaloid

• Yaitu larutan yang ditambah dengan anion


organik yang stabil (lactate, gluconate, acetate)
untuk meningkatkan SID sehingga lebih alkalis,
sehingga bila diberikan tidak menyebabkan
asidosis.
CONTOH CAIRAN BALANCED
Balanced koloid Balanced kristaloid

• 6% HES 130/0.42 • Na+ 140 mmol / L


• Na+ 140 mmol / L • Cl- 118 mmol / L
• Cl- 118 mmol / L • K+4 mmol / L
• K+4 mmol / L
• Ca++ 2.5 mmol / L
• Ca++ 2.5 mmol / L
• Mg++ 1 mmol / L
• Mg++ 1 mmol / L
• acetate- 24 mmol / L • acetate- 24 mmol / L
• malate-5 mmol / L • malate-5 mmol / L