Anda di halaman 1dari 24

ISOLASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI JAMUR ENDOFIT

AKAR BAKAU (Rhizophora sp.) TERHADAP PERTUMBUHAN


BAKTERI Salmonella thypi DAN Vibrio cholerae SEBAGAI
SUMBER BELAJAR BIOLOGI KELAS X

PENI WULANDARI
12008015

PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN
YOGYAKARTA
2016
LATAR BELAKANG

Jamur endofit Tanaman Bakau Antibakteri Salmonella thypi

Materi Sumber Belajar


Vibrio cholerae
Archaebakteria
dan Eubacteria
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas maka dapat dirumuskan
permasalahan sebagai berikut :
1. Apakah jamur endofit dapat ditemukan dari akar bakau
(Rhizophora sp.)?
2. Apakah jamur endofit pada Rhizophora sp. dapat memperlihatkan
aktivitas antibakteri terhadap bakteri Salmonella thypi dan Vibrio
chorelae?
3. Berapakah konsentrasi hambat minimum (KHM) dan konsentrasi
bunuh minimum (KBM) jamur endofit pada Rhizophora sp.
terhadap bakteri Salmonella thypi dan Vibrio chorelae?
4. Apakah proses dan hasil penelitian antibakteri jamur endofit pada
Rhizophora sp. yang digunakan sebagai antibakteri berpotensi
sebagai sumber belajar Biologi SMA kelas X pada materi
Archaebakteria dan Eubakteria?
Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan di atas dapat dirumuskan tujuan
penelitian antara lain untuk:
1. Mengetahui jamur endofit yang ditemukan di akar bakau
(Rhizophora sp.).
2. Mengetahui jamur endofit pada Rhizophora sp. yang dapat
memperlihatkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Salmonella
thypi dan Vibrio cholerae.
3. Mengetahui konsentrasi hambat minimum (KHM) dan konsentrasi
bunuh minimum (KBM) jamur endofit pada Rhizophora sp.
terhadap bakteri Salmonella thypi dan Vibrio cholerae.
4. Mengetahui potensi hasil penelitian antibakteri jamur endofit
pada Rhizophora sp. yang digunakan sebagai antibakteri sebagai
sumber belajar Biologi SMA kelas X pada materi Archaebakteria
dan Eubakteria?
Manfaat Penelitian

Peneliti Guru Biologi

Masyarakat
Siswa
Definisi Operasional
Konsentrasi Konsentrasi
Hambat Bunuh
Minimum Minimum

Antibakteri Jamur endofit

Materi
Tanaman Bakau Salmonella thypii Vibrio cholerae
Archaebakteria Sumber Belajar
dan Eubacteria
KAJIAN PUSTAKA
Penelitian yang relavan
Peneliti
Peneliti Judul Penelitian
Judul Penelitian HasilPenelitian
Hasil Penelitian

Noverita,
Noverita,dkk
dkk Isolasi
Isolasi uji
uji aktivitas
aktivitas Daun dan
Daun dan rimpang
rimpang Zingiber
Zingiber ottensii
ottensii dapat
(2009)
(2009) antibakteri
antibakteri jamur
jamur endofit diperoleh
dapat 10 isolat
diperoleh jamurjamur
10 isolat endofit.endofit.
dari daun
endofit dan
dari rimpang
daun dan Kesepuluh isolat
Kesepuluh isolat jamur
jamur endofit
endofit tersebut
tersebut
Zingiber
rimpang ottensii
Zingiber memiliki sifat
memiliki sifat antibakteri
antibakteri yangyang cukup
cukup kuat
ottensii terhadap
kuat Escherichia
terhadap coli dan
Escherichia coli dan
Staphylococcus aureus.
Staphylococcus aureus.
Daya antibakteri
Daya antibakteri isolat
isolat jamur
jamur endofit
endofit
yang dihasilkan
yang dihasilkan berbeda-beda
berbeda-beda yang yang
paling tinggi
paling tinggi daya
daya antibakterinya
antibakterinya
terhadap E.
terhadap E. coli
coli adalah
adalah isolat
isolat D4
D4 yang
yang
diperoleh dari
diperoleh dari daun,
daun, dan
dan yang
yang paling
paling
tinggi daya
tinggi daya antibakterinya
antibakterinya terhadap
terhadap S. S.
aureus adalah
aureus adalah isolat
isolat D1,
D1, D2,
D2, dan
dan D3.
D3.
Liwang dkk Uji Efek Antibakteri bahwa jamur endofit yang diisolasi dari
(2014) Jamur Endofit Akar tumbuhan bakau Avicennia marina mampu
Bakau Avicennia menghambat pertumbuhan bakteri
marina Terhadap Staphylococcus aureus dan bakteri Escherichia
Bakteri coli.
Staphylococcus
aureus dan
Escherichia coli.
Sunariasih dkk Identifikasi Jamur Jumlah jamur yang ditemukan pada stadia biji
(2014) Endofit dari Biji Padi tanaman padi ada 14 jenis yaitu P. citrinum, A.
dan Uji Daya sydowii, P. pinophilum, Fomitopsis cf. meliae, C.
Hambatnya terhadap indica, S. oryzae, Sordariomycetes sp.,
Pyricularia oryzae Phaeosphaeriopsis musae, Ceriporia lacerate,
Cav. Secara in Vitro Cladosporium sp., Schizophyllum commune dan
tiga jenis jamur yang belum teridentifikasi.
Semua jamur endofit mampu menghambat
perkembangan P. oryzae. Isolat yang memiliki
daya hambat terbesar adalah isolat Unidentified-
2 sebesar 65.6% dan diikuti oleh jamur
Phaeosphaeriopsis musae, S. oryzae, dan
Sordariomycetes sp., dengan daya hambat
berturut-turut sebesar 63.3% , 61.1% , dan
58.9%.
KAJIAN TEORI
KEILMUAN

5. Morfologi golongan
1. Tanaman Bakau bakteri 9. Vibrio cholerae
6. Faktor – faktor yang
mempengaruhi
2. Jamur Endofit pertumbuhan 10. Sterilisasi
mikrobia

3. manfaat 7. Mekanisme kerja


11. Isolasi
Antibakteri

4. Bakteri 12. Uji Aktivitas


8. Salmonella thypi
Antibakteri
KAJIAN TEORI
PENDIDIKAN

1. Karakteristik
3. Kerangka Berfikir
Pembelajaran Biologi

2. Sumber Belajar 4. Hipotesis


METODE PENELITIAN
• Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan adalah
penelitian eksperimen secara in vitro.
Hasil laporan proses dan hasil penelitian
dianalisis potensinya sebagai sumber belajar
biologi SMA kelas X dalam mengidentifikasi
ciri – ciri Archaebakteria dan Eubakteria serta
peranannya bagi kehidupan berdasarkan
percobaan secara teliti dan sistematis.
• Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilakukan pada 2016.
• Tempat Penelitian
1. Pengisolasian jamur endofit akar bakau
(Rhizophora sp.) dilakukan di Laboratorium
Biologi Universitas Ahmad Dahlan.
2. Persiapan bakteri uji dilakukan di
Laboratorium Biologi Universitas Ahmad
Dahlan.
3. Uji aktivitas antibakteri jamur endofit akar
bakau dilakukan di Laboratorium Biologi
Universitas Ahmad Dahlan.
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam penelitian adalah :
1. Alat – alat yang digunakan untuk sterilisasi
adalah oven, autoklaf, kertas koran, alumunium
foil, bunsen dan kapas.
2. Alat – alat yang digunakan untuk isolasi adalah
cawan porselen, alat pemotong (Scapel),
inkubator, laminar air flow, dan kertas saring.
3. Alat – alat yang digunakan untuk uji antibakteri
adalah ose bulat, korek api, cawan petri, kapas,
pipet ukur, propipet, mikropipet, pipet tip,
spidol, inkubator, kertas label, lampu spritus.
Bahan – bahan yang digunakan dalam penelitian
adalah :
1. Bahan utama yang digunakan adalah jamur
endofit akar bakau Rhizophora sp.
2. Bahan uji antibakteri adalah kultur murni
Salmonella thypi dan Vibrio cholerae
3. Media pembenihan adalah media Potato
Dextrose Agar (PDA), Blood Agar, Mac
Conkey Agar.
Variabel Penelitian
1. Variabel Bebas
Variabel bebas yang digunakan pada penelitian
ini berupa konsentrasi jamur endofit akar bakau
Rhizophora sp. yaitu 100%, 50%, 25%, 12.5%,
6.25%, 3.125%.
2. Variabel Terikat
Variabel terikat pada penelitian ini KHM dan
KBM bakteri Salmonella thypi yang tumbuh
pada media Blood Agar dan Vibrio cholerae
yang hidup pada media Mac Conkey Agar.
Cara Kerja Penelitian Eksperimen
1. Sterilisasi Alat dan Bahan
• Semua alat dicuci dan dikeringkan. Untuk alat – alat
seperti cawan petri, pipet ukur, tabung reaksi
dibungkus dengan kertas koran, untuk tabung reaksi
disumbat dengan kapas, sterilisasi dilakukan dengan
metode panas kering selama 2 – 3 jam pada
temperatur 160 oC – 170 oC .
• Akar bakau yang terdapat jamur endofit dipotong-
potong menggunakan scapel kira-kira 5 cm kemudian
potongan tersebut direndam dengan menggunakan
etanol 70% selama 30 detik untuk menghindari
kontaminasi silang bakteri epifit
2. Pengisolasian Jamur Endofit Akar Bakau
(Rhizophora sp.)
Jamur endofit akar bakau (Rhizophora sp.)
diisolasi dengan menggunakan metode direct
plating (tanam langsung), jamur endofit akar
bakau ditanam pada media Potato Dextrose
Agar (PDA) di dalam cawan petri, lalu
ditambahkan Klorafenikol 0.2 g/ mL ke dalam
media tanam lalu disimpan pada suhu ruang
selama 2 x 24 jam untuk menumbuhkan
jamur
3. Persiapan Bakteri Uji
Salmonella thypi Vibrio cholerae
(Biakan murni) (Biakan murni)

Sebanyak 1 ose digoreskan pada media (Blood


Agar dan Mac Conkey Agar)

Diinkubasi biakan selama 24 jam pada suhu 37


oC
4. Pengujian Aktivitas Antibakteri

II III IV V VI Ke Kp Ks Km K
Keterangan
• Tabung I : 100 % • KE : 1 mL Medium + 1 mL
• Tabung II : 50% Suspensi jamur endofit
• Tabung III : 25% • KP : 1 mL medium + 1 mL
• Tabung IV : 12.5% aquades
• Tabung V : 6.25% • KS : 2 mL suspensi jamur endofit
• Tabung VI : 3.125% • KM1 : 2 mL medium Blood Agar
• KM2 : 2 mL medium Mac Conkey
Agar
• K : tabung Kontrol
5. Uji Antibakteri Untuk Penentuan KHM
Konsentrasi hambat minimum ditentukan
dengan mengamati kekeruhan dan
kejernihan dari masing-masing medium uji
yang telah di inkubasi dan dibandingkan
dengan larutan kontrol media.
Konsentrasi paling rendah yang
menunjukkan penghambatan pertumbuhan
bakteri ditandai dengan jernihnya medium
uji. Kemudian diamati tabung – tabung uji
dan berilah tanda J (jernih) atau K (keruh).
6. Uji Antibakteri Untuk Penentuan KBM
Ditentukan KBM nya, dengan pengamatan
ada tidaknya bakteri yang tumbuh pada
kedua media, konsentrasi terendah yang
memperlihatkan kematian bakteri ditandai
dengan ada tidaknya bakteri yang tumbuh
pada media tersebut.
Hasil pengamatan diberi tanda (+) jika ada
pertumbuhan bakteri dan negatif (-) jika
tidak ada bakteri yang tumbuh
Cara Kerja Analisis Content Potensi
Hasil Penelitian Sebagai Sumber Belajar
1. Menentukan objek penelitian
2. Identifikasi proses dan produk
• Pengkajian proses
• Pengkajian produk
• Analisis potensi
 Kejelasan potensi
 Kesesuaian tujuan pembelajaran
 Sasaran materi
 Informasi yang diungkap
~ Terima Kasih ~